BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 224


__ADS_3

Selamat membaca...


- - -


- - -


“Aku pengen....” Fania menggoda Andrew sambil membuat pola abstrak di dada si Donald Bebek. Yang membuat darah Andrew sedikit berdesir.


‘Aku juga ingin, Heart. Sangat!.’ Batin Andrew berkata. Namun ia masih  menahan diri dan hasratnya, mengingat Fania yang belum lama sembuh setelah beberapa hari sakit karena meminum banyak pil kontrasepsi.


“Nald ....”


Fania mulai menggoda suaminya. Mengecup bibir Andrew dengan perlahan, sedikit memainkan, menunggu sang suami membalas kecupannya.


Hati Fania tersenyum, kala Andrew membalas kecupannya. Bibir Andrew bergerak seirama dengan bibirnya dengan ritme yang lembut, hingga ciuman Fania terasa lebih menuntut sembari telunjuknya bermain di tengkuk Andrew.


“Heart ....” Andrew memegang telunjuk Fania yang sedang bermain ditengkuknya. Menghentikan permainan satu jari itu yang terasa mampu membangkitkan gejolak kelaki – lakiannya. “Don’t .. (Jangan ...).” Sambil tersenyum juga berusaha sekuat tenaga menetralkan nafas, hati dan gejolaknya. Berusaha untuk menahan keinginan untuk menyentuh Fania sementara waktu.


Fania menatap Andrew dengan heran. “Kenapa? Ga pengen emang?.” Kini telunjuk menyentuh bibir Andrew. “Aku kangen tau ....”


“Malam ini kita istirahat dulu ya?. Aku juga sedikit lelah, Heart.” Andrew menolak dengan halus. Cup!. Andrew mengecup bibir Fania yang wajahnya nampak sedikit kecewa sekilas. “Kamu tidur duluan, hem?. Sebentar lagi


aku menyusul?.”


Fania menghela nafasnya. Menahan gairah juga kekecewaan karena penolakan Andrew.


“Hhhhh. Ya sudahlah.” Ia pun beringsut dari atas pangkuan Andrew dengan wajah kecewa. Lalu berjalan menuju ranjang, langsung merebahkan dirinya disana.


‘Maaf, Heart.’ Batin Andrew yang merasa tak tega melihat wajah kecewa Fania.


**


“Morning (Pagi).” Sapa Andrew pada seluruh anggota keluarga yang sudah siap untuk sarapan, minus Fania dan Michelle. “Fania mana?.”


Yang lain menatap Andrew sedikit heran.


“Gimana sih jadwal istri sendiri ga tau?.” Celetuk Reno.


“Memang gue ga tau.” Sahut Andrew.


“Istri kamu ada jadwal kuliah pagi katanya.” Ucap Ara. “Dia mau bangunkan kamu, katanya kamu ngerjain kerjaan sampai malam.”


“Hm ya sudah kalau begitu, nanti gue hubungi dia habis ini.” Andrew memulai sarapannya. ‘Ngambek ini pasti.’ Batin Andrew. “Dia sempat sarapan?.”


“Hanya minum susu segelas dan membawa sandwich.” Mom menjawab. “Seems that she was in hurry. (Sepertinya dia buru – buru ).”


Andrew hanya mengangguk sambil memakan sarapannya.


“Morning. (Pagi).” Michelle datang bergabung. Yang lain pun menjawab sapaan sang Nona Muda. “Kak Fania mana, Kak Andrew?.”


Andrew menyelesaikan kunyahannya. “Ada kuliah pagi katanya.” Lalu menyesap kopinya.


Michelle nampak mengernyitkan dahinya. “Kuliah pagi?. Setahu aku Kak Fania malah ga ada jadwal kuliah hari ini.”


Andrew dan para anggota keluarga yang lain menghentikan kegiatan mereka sejenak setelah mendengar ucapan Michelle barusan. Andrew pun langsung menoleh pada adiknya itu.


“Lo yakin Fania ga ada jadwal?.” Andrew bertanya pada Michelle untuk memastikan.


Michelle mengangguk yakin. “Malah tadinya aku mau ajak Kak Fania perawatan ke Salon lalu shopping. Girls Time”


Andrew menghentikan sarapannya. Bergegas berdiri dari duduknya.


“Better you finish your breakfast first, Andrew (Sebaiknya kamu selesaikan dulu sarapanmu Andrew).” Ucap Dad menyarankan.


“I will call her first (Aku akan menghubunginya dulu).” Andrew berjalan ke kamarnya untuk mengambil ponsel dan menelpon Fania.


“Kenapa lagi mereka?. Ada masalah? Bertengkar?.” Tanya Mom pada Reno.

__ADS_1


“Entah.” Reno mengendikkan bahunya. ‘Tau rasa si Andrew, kemarin ketawain gue.’ Batin Reno, lalu ia melihat ponselnya sejenak.


**


Andrew langsung menghubungi Fania saat ia sudah meraih ponselnya. Nada panggilan sudah terdengar, namun hingga nada panggilan berakhir, Fania tidak menjawab panggilannya. Andrew langsung mencoba lagi, namun sama. Fania tak menjawab.


“Ck. Kalau ngambek pasti ada aja kelakuan si Kajol yang bikin gue resah.” Andrew menggumam sendiri.


‘Heart, where are you?. ( Kamu dimana? ).’


Andrew mengetik dan mengirimkan pesan.


‘Kampus.’ Tak lama balasan pesan dari Fania masuk.


Andrew langsung kembali menghubungi nomor Fania. Tapi Fania tak menjawab panggilannya. ‘Kenapa telpon aku ga diangkat?.’


‘Lagi ada kelas.’ Balasan dari Fania nampak sekenanya.


‘Michelle bilang hari ini kamu ga ada jadwal.’


‘Slow res ( Ga bisa bales cepet ). Aku lagi kuliah.’


‘Kamu marah?.’


Fania tak lagi memberikan balasan pesan Andrew. Tanda pesan pun hanya tercentang dua dan tak berubah warna.


‘Jangan buat aku khawatir, Heart. Kamu dimana sekarang?.’


Andrew masih mengirimkan pesan. Namun setelah menunggu beberapa waktu, tanda pesan itu masih sama seperti dengan yang sebelumnya. Belum dibaca oleh Fania.


“Haish.”


Andrew langsung meraih jasnya dan bergegas keluar kamar. Kembali lagi menghampiri keluarganya yang hampir menyelesaikan sarapan mereka.


“Have you called Fania, Andrew?. ( Apa kamu sudah menelpon Fania, Andrew? ).”


“Yes, Dad. I have. She said she is at Campus, now. ( Udah, Dad. Dia bilang dia sedang di kampus ).”


Andrew menjawab pertanyaan Dad lalu kembali mengecek pesan yang ia kirim sebelumnya pada Fania.


“Aneh, setahu aku Kak Fania ga ada jadwal kuliah seharusnya hari ini.” Sahut Michelle.


“Mungkin lo salah Chel.” Timpal Andrew.


“I’m very sure Kak Andrew. ( Aku yakin sekali Kak Andrew ), kalau Kak Fania itu memang ga ada jadwal perkuliahan hari ini.” Michelle merasa yakin. “Aku kan, yang ambilkan jadwal kuliahnya Kak Fania. Jadi aku tahu persis jadwal Kakak ipar aku itu. I have a very good memory, okay?. ( Gue punya ingatan yang sangat bagus, oke? ).”


Andrew terdiam sebentar.


“Lo punya copy jadwalnya Fania, Chel?.”


Michelle mengangguk dan membuka ponselnya yang selalu ia bawa.


“Ini.” Michelle menunjukkan copy jadwal perkuliahan Fania yang ia simpan dalam ponselnya. “Tuh, kosong kan hari ini.”


Andrew melihat dan membaca jadwal Fania dengan seksama. “Lo benar, hari ini seharusnya Fania ga ada jadwal perkuliahan. Tapi dia bilang sedang di kampus.”


“Lo ada salah kali sama adik gue, Ndrew. Makanya dia menghindari lo.” Celetuk Reno yang mendapat tatapan sinis dari Andrew.


Ara menggeleng mendengar ucapan Reno yang wajahnya menunjukkan kalau suaminya itu sedang meledek Andrew.


“Lo cek aja GPS nya, Ndrew. Pusing amat sih.” Celetuk Jeff. “Bukannya ponselnya si Kajol dah lo pasang tracker ( pencari jejak ) yang terhubung langsung ke ponsel lo?.”


“Yeah, I’m doing it. ( Sedang gue lakukan ).” Andrew melacak ponsel Fania dengan segera.


‘Tracker sih pasti akan menunjukkan kalau Little F ada di kampus.’ Batin Reno. Ia menyeringai tipis yang tak terlihat oleh anggota keluarganya yang lain. Namun Ara melihatnya.


‘Kenapa Reno tersenyum smirk seperti itu?.’ Batin Ara. ‘Heemmmm, aku rasa Fania lagi ga di kampus ini sih. Pasti ada konspirasi terselubung ini antara Fania dan kakak gantengnya ini untuk mengerjai Andrew.'

__ADS_1


“Tracker lo udah berhasil melacak keberadaan Little F?.” Tanya Reno pada Andrew.


Andrew mengangguk. “Dia di kampus.”


‘Hahaha.’ Batin Reno sepertinya sedang merasa puas. “Ya udah Reno berangkat dulu.” Reno berpamitan untuk pergi ke Kantor pada Mom, Dad, Ara serta Michelle. "Babe, aku berangkat ya. Beritahu jika kamu ingin sesuatu." Pamitnya pada Ara dan wanita itu mengangguk lalu mencium tangan suaminya.


Andrew dan Jeff juga ikut berpamitan.


“Kamu langsung ke kantor atau mau susul Fania ke kampusnya, Andrew?.” Tanya Mom Erna.


Andrew nampak berpikir. “Ezra sudah datang saat Fania berangkat tadi?.” Ia menanyakan pengawal pribadi yang ia tugaskan untuk menjaga Fania saat di kampus. Salah satu orang setianya yang waktu itu juga mendampingi Andrew saat di Thailand.


“Sepertinya belum.” Jawab Mom. “Biasanya Ezra kan juga masuk untuk laporan saat dia datang. Sementara Mom belum melihatnya.”


“Lalu Fania diantar oleh siapa?.”


“Ben.” Dad menyahut. Dan Andrew pun manggut – manggut. Lalu berpamitan ulang dan segera berjalan untuk berangkat.


Andrew menekan satu nomor di ponselnya. “Ezra you go straight to my wife Campus. And take her to my office if she’s finish at there. ( Ezra, lo langsung ke kampus istri gue. Dan bawa dia ke kantor gue kalo kuliahnya udah


selesai ).”


“Itu Ben, Ndrew.” Jeff menunjuk ke arah mobil yang sudah memasuki halaman. Andrew mendekati mobil yang sudah berhenti tersebut. Dan sang supir yang memang adalah Ben, langsung keluar dari balik kemudi saat  pria sudah memposisikan mobil yang ia kendarai.


“Morning Mister Andrew, Mister Jeff. ( Selamat pagi Tuan Andrew, Tuan Jeff ).” Sapa Ben kepada kedua orang tersebut karena Reno sudah lebih dahulu berangkat.


“Morning Ben ( Selamat pagi Ben ).” Sahut Andrew dan Jeff. “Did you drive Fania to Campus?. ( Apa kau mengantar Fania ke kampus? ). Tanya Andrew.


“Yes. Mister Andrew.” Jawab Ben dengan sopan.


“Alright then. ( Baiklah kalau begitu ). Kita langsung ke Perusahaan  aja kalau begitu, Jeff.” Andrew kemudian berlalu dan pergi bersama Jeff untuk segera ke Perusahaan milik keluarganya itu.


**


“Halo Little F, lo masih di kampus?.” Reno yang berada dalam mobil terpisah dan lebih dulu berangkat bersama supirnya, sedang menelpon Fania. Benar yang diduga Ara kalau sepertinya ada konspirasi terselubung antara Fania dan suaminya itu.


“......”


“Si Botak nyariin lo tuh.”


“......”


Reno nampak terkekeh. “Kenapa lagi lo sama dia sih?.”


“.....”


“Iya udah. Udah gue suruh orang gue buat menyembunyikan sinyal gps lo. Seumur hidup itu sinyal gps ponsel lo bakal ada di kampus lo terus.”


“......”


“Udah nih kita impas ya. Lo jangan ungkit – ungkit lagi kejadian kemarin.”


“.....”


“Ya udah. Keep in touch ( Kabarin ) ya. Jangan main jauh – jauh.”


“.....”


Reno nampak terkekeh lagi. “Ya kan gue harus tetep kirim orang buat jagain lo. Mana mungkin gue biarkan adik kesayangan gue yang sedang kesal sama suaminya berkeliaran sendirian.”


**


To be continue ..


Maapkeun yah kalo update hanya satu episode sajah saat ini.


Semoga terhibur.

__ADS_1


Nanti Author nya kebut lagi update next episode.


__ADS_2