BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 280


__ADS_3

Selamat membaca ...


***


Noted dari Author\, Novel ini Cuma sekedar bacaan ye\, jangan terlalu diambil serius. Kalo ada yang dirasa kurang bae. Ya kaga usah diikutin***


Gitu aja sih noted nya. Wkwkwkwk**


**


Sekali lagi selamat membaca.....


“Anak perawan jangan kebanyakan bengong.”


“Ck. Kak Fania.”


Sebuah toyoran dikepala Michelle dari kakak ipar yang suka gesrek itu menyadarkan Michelle dari lamunannya.


“Mikirin apa sih lo?.” Tanya Fania dengan berbisik, karena mereka berdua sedang berada di Perpustakaan kampus.


Michelle menggeleng. “Nothing ( Ga mikirin apa – apa ).”


“Eleh. Pasti lo lagi mikirin dosen pengganti yang ganteng itu ya?. Cie Michelle.”


“Ck. Ga usah menyebar hoax. Nanti aku bilangin Kak Andrew kalo Kak Fania memuji laki – laki lain loh.”


“Wa elah, gitu aja sensi.” Ucap Fania lagi.


“Sssttttt!!.”


Seseorang datang menegur mereka agar tidak berisik.


Fania dan Michelle melemparkan senyum padanya, sambil berkata ‘sorry’ tanpa suara lalu beranjak pergi dari sana.


“Kak Fania sih, berisik sekali tadi.” Protes Michelle saat mereka sudah keluar dari Perpustakaan.


“Gue udah bisik – bisik perasaan.” Sahut Fania tanpa beban.


“Bisik – bisik dari mana, coba?.” Tambah Michelle.


“Eh, lo masih ada mata kuliah, Chel?.”


Tanya Fania dan Michelle mengangguk.


“Kenapa memangnya?.” Tanya Michelle.


“Pengen main aja.” Jawab Fania. “Kakak lo baru balik malam nanti dia dari Manchester.”


“Yah Kak Fania kenapa baru bilang?.”


“Ga ada rencana juga. Pengen main aja.”


“You’ve got Alex, right? ( Kan ada Alex? ).”


“Ah dia sih kadang – kadang ga asik, kebanyakan ngelarang.”


Fania berkata dengan sebal membuat Michelle terkekeh.


“Yah dia hanya menjalani tugas kan Kak, dari your over protective brother and over posessive husband.”


Michelle kembali terkekeh.


“Rese!. Ya udah sana masuk kelas. Tuh Babang ganteng lagi jalan kesini.” Fania menunjuk arah yang selurusan dengan mereka saat ini. “Ciie .. Michelle.”


Fania meledek Michelle yang kemudia wajah nya nampak sedikit merona, lalu berjalan pergi meninggalkan adik ipar yang memandangnya dengan sebal.


“Bye Michelle... see you at home.” Fania melenggang pergi. “Kalo perlu comblang gue siaaap!. ”Pekik Fania sambil cekikikan, sementara Michelle setengah melotot pada kakak ipar yang sudah melengos itu.


Dosen pengganti yang sudah agak dekat itu sedikit tersenyum melihat Fania yang akan berlalu.


“Titip ade saya yang judes itu ya, Pak. Kalo naksir bilang.” Ucap Fania iseng pada sang dosen nan cucok meong itu.


‘Ish Kak Fania nih. Untung itu dosen bukan orang Indonesia. Kakak ipar iseng banget mulutnya.’ Michelle bergegas masuk saat sang Dosen sudah ada didepannya. “Good day, Sir ( Selamat siang, Pak ).” Ia juga menganggukkan kepalanya sedikit untuk memberi hormat.


“Selamat siang, Michelle.” Sang dosen ganteng itu menjawab sapaan Michelle yang sudah membelakanginya.


Glek!.


Michelle menghentikan langkahnya sebentar dan sepertinya wajah Michelle sedikit memerah.


**


“Eve. Is my husband inside? ( Eve, apa suami gue didalem? ).”


Fania memutuskan untuk datang ke Perusahaan Smith. Mengingat dia hanya punya satu mata kuliah dan malas kalau untuk segera kembali ke rumah yang sedikit terasa sepi. Karena Ara dan Reno beserta Mama Anye dan anak sultan sedang kembali ke rumah mereka yang berada di Frognal.


“Yes, Miss. But he has a guest ( Iya, Nona. Tapi dia sedang ada tamu ).” Eve menjawab dengan sopan.


“Male or female? ( Cowo apa cewe? ).”


“Female ( Cewe )”


“Beautiful? ( Cakep? ).”


“Not as a beautiful as you ( Tidak secantik anda ).”


“Sexy? ( Seksi? ).”

__ADS_1


“Kind of ( Sedikit ).”


“Why don’t you stay inside?! ( Kenapa lo ga ikut ada didalem?! ). Do you know her? ( Lo kenal sama itu cewe? ).”


“She’s Mister Andrew friend ( Dia temannya Tuan Andrew ).”


“Ish!.” Fania langsung berjalan untuk membuka pintu ruangan Andrew yang tertutup rapat itu. ‘Temen – temen ceweknya si Donald Bebek kan gatel – gatel.’ Batin Fania menggerutu. “Apa – apaan?!.”


***


Andrew baru menyelesaikan rapatnya dengan beberapa staff ahli di Perusahaan Smith. Ia pun langsung berjalan untuk kembali menuju ke ruangannya bersama Jeff.


“Sir, you have a guest ( Tuan, ada tamu ).”


Eve, sekertaris pribadinya Andrew memberitahukan pada atasannya itu kalau sudah ada tamu yang menunggunya dari tadi.


Andrew tampak berpikir sejenak. “Who? ( Siapa? ).”


“Miss Elle ( Nona Elle ).”


“Elle?!.”


“Yes, Sir ( Ya, Tuan ).”


“Where is she now? ( Dimana dia sekarang? ).”


“She's waiting at the Lounge, Sir ( Di ruang tunggu, Tuan ).”


Andrew setengah berdecak sambil bertatapan dengan Jeff.


“Dia mau apa datang kesini?. Sudah bagus jangan muncul – muncul lagi.”


Andrew yang merasa sedikit terganggu itu mengeluh pada Jeff, yang geleng – geleng.


“Untung si Fania ga ada disini, Ndrew. Bisa – bisa ditelanjangin itu dia sama si Kajol gara – gara main kabur waktu itu.”


“Itulah, makanya. Lo aja deh yang temui dia. Gue malas.”


Andrew hendak masuk ke ruangannya.


“Andrew.” Suara Elle terdengar menyapa saat Andrew akan masuk ke ruangannya.


“Oh, Hi, Elle.” Sahut Andrew sedikit malas. Namun bagaimanapun dia pernah berteman baik dengan wanita yang pernah bermasalah dengan Fania ini.


“Hi Jeff.” Elle pun menyapa Jeff dengan wajah yang dibuat inosen.


Jeff tersenyum seraya menyapa Elle balik. Toh dia sebenarnya tidak bermasalah juga dengan Elle.


Namun karena wanita yang juga teman dekatnya saat kuliah pernah bermasalah dengan si Kajol, jadi Jeff memilih untuk jaga jarak.


“Hi Elle.”


“Can we talk, Andrew? ( Bisa kita bicara, Andrew? ). I don’t feel okay untill today, since that night ( Aku merasa tidak tenang sampai hari ini, sejak malam itu ).”


Andrew setengah mendengus. “Please, come in ( Silahkan masuk ).”


“Thank you ( Terima kasih ).”


Elle tersenyum sumringah saat Andrew melebarkan pintu ruangannya. Andrew mengkode agar Jeff juga ikut masuk, takut ada hal – hal yang tidak diinginkan terjadi. Si Kajol tiba – tiba nongol misalnya?. Ngamuk dah pasti.


***


“Apa – apaan?!.”


Ketiga orang yang berada di dalam ruangan Andrew itu tersentak kaget mendengar suara yang cetar membahenol bersamaan dengan si pemilik suara yang juga cetar membahenol seperti suaranya.


“Ngapain dia disini?!.”


‘Hah, selamat. Untung si Jeff juga ada.’


Batin Andrew berkata lega. Meski Fania nampak tidak suka dengan keberadaan Elle saat ini, setidaknya Andrew selamat dari kesalah pahamannya Fania, andai ia hanya berdua saja di ruangan bersama wanita itu.


Fania menghentakkan kakinya mendekat sambil melotot, menatap Andrew, Jeff dan Elle bergantian.


Andrew segera berdiri untuk mendekati si Kajol yang nampak amat tidak senang itu. “Heart, jangan marah dulu, oke?.”


Andrew mencoba menenangkan. Dan pada akhirnya Jeff juga Elle ikut berdiri. “Jangan marah – marah dulu, Jol.”


“Ah diem lo!.” Ucap si Kajol ketus pada Jeff, dan si bule gila itu mendengus kesal.


Elle mencoba tersenyum pada Fania, meskipun ia tidak paham dengan ucapan – ucapan Fania dalam Bahasa Indonesia itu.


Elle mengulurkan tangannya pada Fania. “Hi Fania.”


Fania tidak menyambut uluran tangan Elle. Ia masih menelisik Elle dengan segala kesinisan.


Andrew merengkuh pinggang istrinya yang terlihat sedang menahan emosi itu. “Heart....”


“What do you want?!. Wanna kiss my husband?! ( Mau ngapain lo?! Mau cium suami gue?! ).”


Fania keburu menyela sebelum Andrew meneruskan kata – katanya. Membuat suaminya itu menghela nafasnya pelan.


“Dia ingin minta maaf, Heart.”


“Iya Jol, makanya lo jangan keburu emosi dulu.”


“I want to clear everything between us ( Aku ingin meluruskan segala hal tentang kita ).” Ucap Elle pelan.

__ADS_1


“Apaan klar clear klar clear, sampo tuh clear!.” Cerocos Fania dengan kesal. Andrew dan Jeff menahan bibir mereka agar tak terkekeh. Hanya bibir mereka saja yang akhirnya sedikit berkedut mendengar ucapan si Kajol barusan.


“Heart, dia hanya mau minta maaf, Sweety.” Ucap Andrew dengan lembut.


Fania melirik sinis pada suaminya itu.


“Sorry? ( Maaf? ).” Ucap Fania lalu kembali menatap Elle.


Elle masih mencoba tersenyum pada Fania yang sedang sinis menatapnya saat ini. “Yes, Fania. I want to say an apologize to you ( Iya Fania. Aku ingin meminta maaf pada kamu ).” Ucap Elle lagi.


Fania terkekeh setengah sinis. “You’re not owe me an apologize. You owe me your dignity! ( lo tidak berhutang permintaan maaf sama gue, tapi lo hutang harga diri lo ke gue! ).”


Glek!.


Tiga orang selain Fania menelan saliva mereka.


**


Jalanan menuju ke Kediaman pribadi Andrew dan Fania cukup lengang sore itu. Andrew memutuskan untuk mengajak Fania menginap disana malam ini. Sekaligus mengecek, siapa tahu ada tatanan yang ingin dirubah atau


furniture yang ingin diganti oleh Fania.


“Heart, don’t get upset anymore, hem?. ( Sayang, udah dong jangan kesal lagi, hem? ). Kan tadi kamu sudah mau memaafkan dia.” Ucap Andrew saat dirinya tengah mengemudi dan sesekali membelai kepala Fania yang nampak


masih merajuk itu.


Fania hanya menoleh malas. Andrew tersenyum dan meraih tangannya, lalu mencium tangan halus milik istrinya itu.


“Sudah ya, jangan marah lagi, hem?.”


“Iya, iya.” Sahut Fania tapi sepertinya kurang ikhlas.


“Senyum dong kalau begitu.” Ucap Andrew setengah terkekeh.


Fania memaksakan dirinya untuk tersenyum yang malah membuat Andrew terkekeh geli.


“Eh iya D.”


Fania teringat sesuatu.


“What is it?. ( Ada apa? ).”


Tanya  Andrew sambil memarkirkan mobilnya yang sudah sampai di pelataran rumah pribadi mereka.


“Aku minta ijin ya.”


“For?. ( Untuk? ).”


“Kerja.”


Andrew terdiam sesaat.


“Uang aku masih kurang?.”


“Ya engga.”


“Lalu? Kenapa mau kerja?.”


Andrew membawa Fania masuk ke dalam rumah.


“Bete aja, kalau Cuma kuliah doang.”


“Bukannya kamu ikut klub musik di kampus?.” Ucap Andrew. “Kamu langsung ke kamar, aku mau bicara dengan mereka dulu.”


Andrew menunjuk pada asisten rumah tangga yang berkerja di kediaman pribadinya dan Fania itu. Fania mengangguk patuh dan melangkahkan kakinya menuju tangga dan masuk ke kamar di kediaman peribadi mereka itu.


*******


Di tempat lain, di salah satu kafe ternama di Manchester. Dua anak kembar beda emak sedang duduk bersama. Dua anggota JOJOBA ini yang satunya lebih mirip ke JONES alias Jomblo ngenes.


Jeff memperhatikan John yang nampak lesu malam ini.


“Bucin!.”


“Ck. Apa sih lo?!.”


“Muka lo jelek banget John sumpah kalau patah hati.”


Ucap Jeff sambil terkekeh memandangi John yang nampak kusut itu.


“Siapa juga yang patah hati?. Sok tau lo kayak si Kajol.” John menyanggah lalu menyesap minumannya.


Jeff masih terkekeh namun tak lama matanya terpaku ke satu arah. Nampak berbinar.


“My oh my... a beautiful angel has been sent for me tonight. ( Oh Tuhan, seorang malaikat cantik telah dikirim untuk gue malam ini ). Cakep banget jodoh gue, John.”


John memutar badannya untuk melihat siapa yang dimaksud oleh Jeff.


Mata John pun sama berbinarnya dengan Jeff saat melihat wanita yang baru saja memasuki kafe tempat mereka berdua berada saat ini.


***


To be continue....


Author minta maap lageh, cuma keburu satu episodeh ya up nya. Harap maklum, Hayati sedang lelah.


Nih Babang Jep ama Babang Jon titip salam

__ADS_1




__ADS_2