
** Yuhuu ... sesuai Janji langsung di Up dua Episode nih Ya sama Author ... **
đđ
Selamat membaca ...
ă
âKamu yang namanya Fania?.â
 âIya.â
 âFania Alexander?.â
 âMaaf, anda siapa ya?. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?.â
âBenar kan, kamu Fania Alexander?. Gadis miskin sok polos yang diangkat oleh Reno Alexander sebagai adiknya.â
âDan anda adalah?.â
âOrang yang haknya kamu ambil!.â
âMaaf, saya ga paham maksud anda.â
âApa kamu pikir, Reno Alexander mengangkat kamu sebagai adiknya secara Cuma â Cuma?.â
âSaya rasa begitu. Saya dan Kak Reno murni berhubungan baik, bahkan sangat baik sebagai adik dan kakak meski kami tidak ada hubungan darah.â
âKamu terlalu naif.â
âMaaf, saya tidak mengenal anda dan saya enggan untuk berbicara lebih lama dengan anda.â
âAku adik Reno Alexander, adik tiri memang. Dan Reno menggunakan kamu untuk mengambil apa yang menjadi hak aku dan kakakku.â
âSaya ga paham yang anda bicarakan. Saya rasa anda sebaiknya langsung bicara dengan Kak Reno karena saya rasa, saya tidak ada hubungannya dengan masalah keluarga kalian. Permisi.â
âReno mengambil paksa aset yang seharusnya menjadi hak kami sebagai keturunan Alexander,.... melalui kamu!.â
......
ââSayangnya, Reno mendapat dukungan penuh dari suami kamu.ââ
.....
âReno itu tak sebaik yang terlihat dari luar. Dia tamak! Begitu juga suami kamu.â
....
"Kamu itu alat untuk melawan kami yang sudah dipersiapkan Reno sejak lama. Alat, untuk merampas apa yang seharusnya jadi milik aku dan kakakku. Reno dan Andrew Smith, hanya memanfaatkan kamu!. Dan kamu? merasa mereka benar - benar menyayangi kamu?. mencintai kamu?!. Perempuan Naif! Dan Bodoh!."
***
âHubungan kita sebagai kakak ade ya memang begitu adanya kan?. Ngapain segala pake acara disahkan gitu sih?.â Fania sedikit berargumen pada Reno yang bilang soal status dirinya yang akan disahkan secara hukum sebagai adiknya Reno.
__ADS_1
âHarus. Harus gue sahkan secara hukum.â Reno menegaskan kembali tentang hal tersebut.
âKenapa?. Ada hal yang lo takutkan?.â Ucap Fania dengan tatapan dan nada suara yang nampak menyiratkan sesuatu. Membuat Andrew dan yang lain sedikit memperhatikan Fania.
Sedikit banyak, Andrew, Ara maupun Jeff termasuk Reno sudah paham betul sifat Fania jika gadis itu sedang merasa kurang nyaman atau sedang mencurigai sesuatu.
Namun apa yang kiranya sedang Fania curigai?. Mungkin itu yang saat ini ada dalam pikiran empat orang yang mengenal Fania dengan baik.
âKenapa bertanya dengan pandangan dan nada suara seperti itu ke gue?.â Reno nampak menangkap sesuatu dari pandangan mata Fania padanya saat kalimat pertanyaan barusan terlontar dari mulut Fania.
âHanya memastikan, Kak.â Sahut Fania datar sambil menatap lekat pada Reno dari tempatnya sekarang.
âSoal?.â Tanya Reno pada adik angkat kesayangannya yang menyiratkan kalau Fania sedang mencurigainya.
âSoal lo yang menggunakan gue untuk merebut hak orang lain.â
Raut wajah Reno sedikit berubah. Juga Andrew, Jeff serta Ara yang nampak terkejut mendengar ucapan Fania barusan. Sementara Nino dan Uncle Keenan hanya menyimak dan memperhatikan.
âHeart? Apa yang kamu bilang barusan?.â Andrew berbicara atas keterkejutannya itu. âKamu jangan bicara sembarangan.â
âAku ga bicara sembarangan.â Ucap Fania datar. âGue rasa Kak Reno mengerti apa yang gue maksud, kan?.â Fania memandang Reno dengan tatapan yang menyiratkan kecurigaan.
Reno terdiam. Hanya memandang sambil masih mendengarkan Fania yang mungkin masih ingin mengatakan hal lainnya.
âApa pengesahan ini termasuk atas pemindahan beberapa aset âmilik loâ yang akan dilimpahkan ke gue? Kak Reno?.â Fania menatap lekat pada Reno dengan penekanan pada kata âmilik loâ.
Kini semua orang menatap intens pada Fania. Yang mereka tebak pasti sudah berpikir buruk soal Reno dan rencananya mengesahkan Fania sebagai adiknya secara hukum.
âHeart, IÂ think ( aku rasa ) ada beberapa hal yang perlu diluruskan. âUcap Andrew.
Fania tersenyum tipis. âKamu pasti tau soal ini, ya kan, D?.â Ucapnya datar. âPasti kamu tau. Karna kamu juga mendukung Kak Reno, melakukan hal itu, kan?.â
âApa maksud ucapan kamu, Heart?. Apa kamu pikir aku, terlebih lagi R, melakukan hal yang kotor?.â Ucap Andrew yang merasa seolah Fania memberikan tuduhan padanya dan Reno.
Fania menunjuk map yang tadi ia lihat diberikan oleh Nino pada Reno. âItu semua hal yang kamu urus dengan Kak Reno selama beberapa hari kebelakang, kan?. Berkas pengesahan aku sebagai adik seorang Reno Alexander berikut beberapa aset yang akan dilimpahkan atas nama aku. Koreksi kalo aku salah.â
Fania masih berbicara dengan wajah dan suara yang tenang, namun teramat datar. Ada rasa kecewa pada Reno dan Andrew dalam hatinya.
âEntah apa motif kalian, karena setau aku kalian sudah cukup kaya tanpa harus mengambil hak orang lain.â
âAku ga percaya kamu bisa berpikir seperti itu tentang aku dan Reno, Heart.â
âBukankah itu kenyataannya?.â Ucap Fania lagi.
âKamu terlalu cepat memberi kesimpulan hanya dari apa yang kamu dengar.â Andrew menambahkan. Sepertinya dia sudah bisa menebak bahwa ada seseorang yang memberikan informasi pada Fania.
Reno tersenyum tipis. âLet her talk, Andrew ( Biarkan dia bicara, Andrew ). Silahkan teruskan Little F. Kalau masih ada yang mau lo katakan soal keburukan gue yang mengambil hak orang lain.â Ucapnya sambil memandangi Fania.
âMaaf Kak, gue ga ada maksud untuk membuat lo terlihat buruk.â Ucap Fania yang juga memandangi Reno.
âKapan kamu bertemu dengan mereka?.â Andrew menyela.
âKenapa? Kamu ingin melakukan sesuatu pada mereka?.â Ucap Fania dengan suara yang masih datar namun terdengar seperti menjatuhkan tuduhan kembali.
__ADS_1
âMembunuh mereka, misalnya?.â Andrew tersenyum sinis. Fania lumayan terkejut, namun ia tak menampakkan nya.
Fania tersenyum kecut. âMungkin saja. Mengingat kalian memiliki kekuasaan yang lumayan berpengaruh disini.â Ucapnya.
âApa lo sadar semua yang lo ucapkan itu merupakan tuduhan pada Reno dan Andrew?.â Jeff akhirnya ikut buka suara.
âItu rasanya bukan tuduhan kalau itu adalah sebuah kenyataan.â Ucap Fania menanggapi ucapan Jeff barusan.
Reno hanya tersenyum tipis. Sementara Andrew hanya menggeleng tak percaya atas semua ucapan Fania.
âSweety, terkadang apa yang kamu dengar, apa yang kamu lihat, itu belum tentu kebenaran yang sesungguhnya.â
Ara pun kini ikut buka suara.
Fania kembali tersenyum kecut.
âKak Ara benar. Kadang apa yang terlihat, bukan lah kenyataannya. Gue paham Kak.â Ucap Fania lagi. âKarena yang selama ini terlihat oleh mata gue, Kak Reno itu baik. Terlalu baik sama gue bahkan. Cuma sekarang, yang rasanya perlu gue tau adalah, apa semua kebaikan dan perhatian itu tulus?. Atau hanya sebagai âpelengkapâ untuk mempersiapkan hari âpengesahanâ ini?.â
Mata Fania nampak mulai berkaca â kaca.
âUcapan dan pemikiran kamu sudah terlalu jauh, Heart.â Andrew menyela.
âKalau dipikir â pikir, semuanya memang ga masuk akal ya?.â Ucap Fania dan suaranya terdengar mulai lirih. âMasa iya ada orang yang dengan Cuma â Cuma menganggap gue adiknya dan memfasilitasi gue dengan segala hal yang berlebih. Terlalu berlebihan bahkan.â
Fania setengah tertunduk. Ada sakit dalam relung hatinya. Jika benar apa yang adik tiri Reno bilang tentang perhatian Reno dan kasih sayangnya itu palsu, semata â mata hanya demi menguasai harta keluarganya, sungguh Fania merasa kecewa. Terluka juga sudah pasti.
âNaif!. Gue terlalu naif sepertinya.. Tapi gue beneran sayang sama lo Kak... sama kalian....â Matanya sudah memproduksi air mata. Dan Fania masih tertunduk.
Andrew menyadari Fania yang kemungkinan besar sedang meneteskan air matanya. âHeart....â Ia mengusap punggung Fania dengan pelan.
âGue tulus.. ga pernah mengharapkan apa â apa dari hubungan kita ... gue udah cukup bahagia, punya lo, Andrew sebagai teman.. abang... yang perhatian sama gue .. tapi kenapa lo menggunakan gue sebagai alat untuk melawan keluarga lo sendiri?..â Fania terisak, menjeda ucapannya.
Ucapan wanita yang menemui Fania dan mengatakan dirinya adalah adik tiri Reno saat di toilet Coffee Shop terus saja berputar dikepalanya. Tenggorokannya rasa tercekat, karena Reno tampak tak memberi penyangkalan atas semua ucapannya.
Reno memang terdiam. Namun entah apa yang ada dihati Reno tak ada yang tau. Tak ada yang tau, bagaimana perasaan seorang Reno Alexander saat ini yang sedang dituding oleh gadis yang dianggap sebagai adik angkatnya itu.
âMakasih ya Kak, untuk semua yang udah lo kasih ke gue. Bahkan jika semua perhatian yang lo kasih itu Cuma.. bukan karena lo benar â benar perhatian sama gue..â Air mata Fania sudah tidak dapat ia bendung lagi. âBukan karena lo benar â benar sayang sama gue.... tapi gue tetep berterima kasih.â
Kalau memang semua yang Fania ucapkan itu tidak benar, kenapa Reno tak menyangkal?. Itu yang ada dalam otak Fania saat ini.
Fania berdiri dari duduknya. Menghapus sebagian air matanya yang sudah turun dengan deras. Andrew ikut juga berdiri. âHeart....â Suara Andrew pun terdengar lirih saat ini, melihat Fania yang sudah bercucuran air mata.
Andrew hendak meraih Fania dalam rengkuhan nya namun Fania menolak pelan.
âGue menolak untuk mengesahkan diri gue sebagai adik angkat lo, Kak. Maaf. Karena buat gue, hubungan kakak adik itu ikatan ... bukan berupa tulisan.. dan kalau andainya penolakan gue ini berimbas dengan hubungan kita, hubungan gue dan Andrew, dengan keluarga Smith juga, terlebih lagi dengan lo, Kak, gue terima....â Ucap Fania yang suaranya sudah amat lirih dengan air matanya yang kembali turun dengan deras.
Reno dan yang lainnya pada akhirnya ikut juga berdiri, melihat Fania yang berbicara dengan air mata yang sudah turun dengan deras ke pipinya.
âKak Reno yang gue kenal bukan orang yang tamak ....â Lirih dan getir suara Fania yang keluar dari mulutnya. âTapi kalau setelah ini gue harus pergi... gue akan pergi.. meski gue harus melepaskan semua....â Ucap Fania lalu menoleh pada Andrew. âPermisi.â
***
To be continue ..
__ADS_1