BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 34


__ADS_3

Selamat membaca .....


- - -


*


London..


Seorang Pria dengan gagahnya memasuki suatu gedung Perusahaan besar yang sudah terlihat megah dari luar. Sebuah Perusahaan yang sangat terkenal di kota itu karena Perusahaan tersebut terbilang sukses, karena setiap Proyek – proyek Bisnis yang melibatkan Perusahaan tersebut selalu mendulang sukses.


Sebuah Perusahaan yang dulunya dirintis oleh seorang Pria berkebangsaan Inggris yang menikahi seorang wanita Indonesia hingga Perusahaan tersebut sudah memiliki cabang di beberapa negara – negara besar di dunia. Memiliki Dua orang Anak kandung, seorang Putra dan seorang Putri serta seorang Putra angkat yang notabene ada Putra dari salah seorang temannya.


Kini setelah Putra sulungnya beranjak dewasa dan mengikuti jejak Bisnisnya , Pria yang di ketahui Bernama Anthony Adjieran Smith itu menunjuk si Putra sulung untuk menggantikannya memimpin Perusahaan berikut dengan Putra angkatnya. Sementara dirinya hanya mengamati dan mengawasi Kinerja dua Putranya itu sambil menikmati waktu luang bersama istri dan putri bungsunya.


Pria yang berjalan gagah memasuki salah satu Perusahaan besar itu adalah Andrew, Nama lengkapnya Andrew Adjieran Smith. Pria yang memiliki tubuh yang tinggi, postur yang tegap, terlihat berotot meski tubuhnya terbalut setelan jas kerja sekalipun. Wajah tampan dengan rahang yang terlihat sangat kokoh serta kepala yang plontos. Terlihat berkharisma dari sejak ia turun dari mobil di depan lobby Perusahaannya tersebut.


Pandangannya selalu lurus ke depan saat dia berjalan, terutama bila saat berada dalam lingkup pekerjaan. Membuat wajahnya terlihat sedikit angkuh dan dingin, hanya untuk orang – orang yang tidak begitu mengenalnya. Namun pada kenyataannya, Andrew itu adalah sosok yang hangat dan asyik apabila sudah berteman dengannya.


“ Good Morning Mr. Andrew. ( Selamat pagi, Tuan Andrew). “ Dua orang resepsionis dan beberapa karyawan yang berpapasan dengannya menyapa Pria itu dengan sopan seraya membungkukkan badan mereka. Andrew hanya menjawab dengan anggukan. Ia melangkah menuju ruangannya dan memasuki lift yang tersedia khusus untuknya dan beberapa staf khusus yang bekerja di lantai yang sama dengannya.


Ting ! Pintu lift khusus Si Boss sudah terbuka dan tampak seorang Pria yang memiliki tinggi hampir sama dengannya , yang juga ber stelan rapih sudah menunggu Andrew di lantai tersebut.


“ Good morning Boss “. Sapa si Pria yang diketahui bernama Jeff tersebut.


“ Morning. ( Pagi ). “ Jawab Andrew.


Jeff , diketahui adalah teman Andrew dari sejak sama-sama kuliah dan mereka juga sudah bekerja bersama – sama di Perusahaan ayah Andrew hingga sampai Andrew di beri tanggung jawab untuk memimpin Perusahaan tersebut sekarang. Dan hingga kini Andrew menunjuk Jeff untuk membantunya di Perusahaan. Dan jadilah Jeff menjadi orang kepercayaan Andrew tidak hanya di Perusahaan tapi juga dalam kehidupan pribadi Andrew.


Andrew dan Jeff kemudian berjalan beriringan menuju ruang kerja pribadi Andrew untuk membahas tentang jadwal dan laporan Bisnis Perusahaan yang Andrew pimpin saat ini.


***


“ When R come back from Indo ?. “ ( Kapan R kembali dari Indonesia? ). Tanya Andrew pada Jeff saat mereka sudah berada di ruang kerja pribadi Andrew.

__ADS_1


“ This week. “ ( minggu ini ). Jawab Jeff.


·Selanjutnya anggap aja Andrew sama Jeff bicara pake bahasa Inggris yah para pembaca. Biar ga ribet translate author nya. Haha....


“ Tumben dia lama banget di sana. Apa mungkin .... “ Andrew tidak melanjutkan kalimatnya.


“ Kenapa ?. “ Tanya Jeff yang menyadari Andrew yang tidak melanjutkan kata – katanya seperti memikirkan sesuatu.


“ Ga apa – apa. “ Jawab Andrew kemudian membuka laptopnya. “ Ada jadwal penting hari ini ?.“


“  Ga ada hari ini lo Cuma cukup periksa laporan operasional Perusahaan aja. Sama ada berkas yang perlu lo tanda tangani.“ Ucap Jeff.


“ Itu aja ?. " Tanya Andrew lagi.


“ Yap, Cuma itu aja.“ Jawab Jeff.


“ Tiga hari lagi meeting bulanan Perusahaan ga ad perubahan jadwal kan ?. “ Tanya Andrew sambil mengecek email di laptopnya.


“ Kalo Reno balik kesini sesuai jadwal ga akan ada perubahan. “ Jawab Jeff. “ By the Way Bro, lo sama Reno masih mencari keberadaan cewek itu ?. "


“ Ya siapa lagi yang kalian berdua cari selama bertahun – tahun ini kalau bukan cewek yang namanya Fania itu. “ Ucap Jeff. “ Masih penasaran kalian ?. “


“ Lo sendiri udah dapet informasi terbaru tentang dia ?. “ Kali ini Andrew melihat ke arah Jeff seraya  mengesampingkan laptopnya. “ Lo udah keenakan kayaknya, kerja terlalu santai. “


“ Astaga, Hei Mr. Andrew Smith, gue ini kerja penuh totalitas oke?. Coba selama bertahun-tahun ini siapa yang lo dan Reno ikut repotin buat nyari in itu cewek ?.“ Protes Jeff. “ Nah elo sendiri kasih gue ama si John clue, nama itu


cewek doang. Cuma satu kata lagi , bukan nama lengkap !. Berapa orang cewe di Indonesia yang punya panggilan Fania coba ?. " Cerocos Jeff lagi.


“ Udah selesai ?. " Ucap Andrew datar. “ Kalo udah selesai ngomong , mending lo balik ke ruangan lo sana. “ Usir Andrew ke Jeff sambil mengibaskan tangannya.


“ Oke , oke Tuan Andrew yang terhormat gua balik ke ruangan gue. “ Ucap Jeff seraya berdiri. “ Saran gue sih nih ya, lu mending fokus cari juga calon istri sana. Masa kalah sama Reno yang nikah muda. “


Andrew melempar pulpen yang sedang ia pegang ke arah Jeff. “ Lo mau mati ?. “ Ucap Andrew sambil menegaskan pandangan matanya pada Jeff, sementara Jeff tertawa sambil berjalan untuk meninggalkan ruangan pribadi Andrew.

__ADS_1


“ Bawa sini pulpen gue. “ Ucap Andrew yang masih melihat Jeff dengan sinis.


“ Nih. “ Jeff meletakkan pulpen milik Andrew yang terlihat biasa aja untuk ukuran laki-laki sekaya dirinya, tapi Andrew sepertinya sangat menyukai dan menjaga Pulpen salah satu merek keluaran dari Indonesia itu. “ Kenapa lu ga coba ke Indonesia aja sana ? sambil nyari lagi si tomboi sekalian nyari calon istri. “ Ucap Jeff seraya berbalik dan melangkah dengan cepat meninggalkan Andrew yang kesal.


“ Jeff !!!. “ Teriak Andrew pada sahabat sekaligus orang kepercayaannya itu.


Sementara Jeff sudah keluar dan menutup pintu ruangan pribadi Andrew sambil masih tertawa.


“ Fania .... “ Andrew memegang Pulpen yang tadi dia lempar pada Jeff dan memandangi benda panjang berwarna hitam tersebut. “ Lo dimana ?. “


**


“ Donald botak!.“ Seorang gadis berambut bondol sedang berdiri di depan seorang cowok plontos yang memakai celana pendek dan kaos santai sore itu sambil mengulurkan tangannya sambil meminta sesuatu. “ Balikin pulpen gue ga. Itu pulpen keberuntungan gue tau.“


“ Apaan sih.“ Jawab si cowok plontos dengan gayanya yang cuek sambil duduk dan memegang minuman bersoda di tangannya.


“ Pulpen gue balikin. Kebiasaan Cu Ran Pen lo mah. “ Ucap si gadis dengan nada kesal.


“ Pulpen murahan aja di cariin. “ Sahut si cowok plontos itu lagi.


“ Iya tapi itu pulpen keberuntungan gue . Donald Bebek. Cepet balikin ga !. “ Cewek bondol itu makin terlihat ga sabar sementara cowok yang diajak nya bicara masih aja cuek sambil memperhatikan beberapa cewek lain di depannya yang terlihat sedang cari-cari perhatian si cowok plontos itu.


“ Minggir ah, lo itu menghalangi pemandangan bagus aja .“ Ucap si cowok sambil menggeser tubuh cewek bondol yang terdengar seperti sedang ngomel itu.


“ Ih bodo amat. Mana ga. “ Si cewek bondol itu makin ga sabar sampai akhirnya dia coba menggeledah kantong celana cowok yang sedang ia marahi itu.


“ Oh Tuhan ... Fania !!! bener-bener ya !. “ Berusaha menghindar dari si cewek yang mau menggeledah celananya. “ Duduk sini. Diam. Jadi cewek halus dikit kenapa ?!.“ Menghentikan aksi cewek bondol itu sembari memegang


tangannya dan memaksa untuk duduk disampingnya.


“ Balikin dong Pulpen keberuntungan gue makanya. “ Cewek itu mulai merengek.


“ Buat gue aja. Buat kenang-kenangan. Oke Demi Moore KW?!.“

__ADS_1


*


To be continue ...*


__ADS_2