BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 229


__ADS_3

Selamat membaca....


 


“Kak Reno! Donald!.”


“That’s all what you’ve got big guy? (Segitu doang tenaga lo?).” Reno nampak mengelap ujung bibirnya dengan telunjuk. Begitupun Andrew.


“You getting old, R (Lo makin tua, R).”


“STOP!” Fania sudah berdiri ditengah Reno dan Andrew yang nampak seperti sedang baku hantam itu, karena ada darah disudut bibir keduanya.


“It’s okay Little F (Ga apa – apa Little F) Gue hanya mau tau sampai dimana kekuatan laki – laki yang berani mempersunting adik gue.”


Reno terkekeh sambil memandang Andrew.


“Yes Heart, it’s okay (Iya sayang ga apa – apa kok), hanya mencoba kekuatan kakak kamu yang over protective ini.”


“Jangan macem – macem!.” Fania memandangi keduanya yang masih dalam posisi mengepalkan tangan mereka. “Berhenti ga?!. Kak Ara! Ini suaminya berantem malah diliatin aja sih?!.”


Namun Ara malah terkekeh, begitu juga Jeff, Dad, Mom dan Michelle.


“Udah ga aneh, Sweety.”


“Apa?!.”


Fania tak habis pikir dengan jawaban Ara. Orang lagi berantem ini dua orang tapi yang lain malah nontonin dengan santai.


“Udah minggir Jol!.” Jeff coba menyingkirkan Fania dari tengah – tengah Reno dan Andrew. “Mau tau siapa yang menang.”


Jeff menarik lengan Fania.


“Hey Jeff, pelan – pe....”


Bugh!!.


Satu tonjokan dari Reno mendarat lagi di wajah Andrew.


“Kak Reno!.” Fania memekik. “Udah sih! Kenapa sih kalian nih?!!.”


“Shit!.” Andrew mengumpat. “Cheating, Huh?! (Main curang nih?).”


Reno tergelak dengan masih mengepalkan tangannya.


“Your mistakes (Salah lo sendiri). Siapa suruh hilang fokus.”


“Okay. Mainkan.” Andrew kembali juga memposisikan tangannya menantang Reno.


“UDAAH!! IH! GUE BILANG UDAH! UDAH!.” Fania mulai kesal melihat si Kakak Gantengnya dan si Donald Bebek yang masih mau melanjutkan saling adu kekuatan itu. “BERHENTI GA KALIAN! GUE KESEL NIH YA!.”


“Oke. Oke.” Ucap Andrew dan Reno sembari terkekeh.

__ADS_1


‘Dih apaan sih nih orang berdua. Tapi berantem. Tapi juga malah cengengesan pada. Sarap emang!.’ Batin Fania.


“Udah jangan marah – marah lagi. Aku sama Kakak kamu yang sok ganteng itu Cuma sedang sparing partner aja kok.” Ucap Andrew sambil mengunyel - unyel wajah Fania.


“Sparing partner, sparing partner. Kurang kerjaan!.” Fania menggerutu namun Andrew makin terkekeh. Ia meraih wajah Andrew dan melihat bibir suaminya yang terluka itu. Lalu ia mendekati Kak Reno, juga sama meraih wajah kakak gantengnya lalu melihat bibir Reno yang juga terluka. “Ampun gue sih sama kalian. Kayak begini jadi becandaan.”


“Yah begitulah mereka, Sweety. Kurang kerjaan!.” Celetuk Ara sambil terkekeh dan menggeleng dengan kelakuan suami dan adik iparnya itu. Lalu meminta pelayan untuk mengambil peralatan pembersih dan obat untuk luka dua


laki – laki tersebut.


“Kalian ga pada ke kantor emang?.”


Tanya Fania sambil menatap Reno, Andrew dan Jeff bergantian. Melihat ketiga laki – laki yang biasanya jam segini udah pada rapih pake jas kerja, saat ini masih menggunakan kaos dan celana pendek plus sendal rumah.


“This is Friday, Sweetheart (Ini kan Jum’at sayang).”


“Oh iya, ya. Sholat Jum’at loh kamu, Nald.”


“Iya, Heart ....” Ucap Andrew yang langsung memangku Fania.


“I’m a Lucky Father in Law (Aku adalah mertua yang beruntung).” Dad bersuara.


“Why? (Kenapa?).” Tanya Fania.


“Because I have two Daughter in Law which are beautiful and nice. Who always remind my Sons to be a better man (Karena aku punya dua menantu perempuan yang cantik dan juga baik. Yang selalu mengingatkan putra – putra ku untuk menjadi pria yang lebih baik).”


“Benar sekali!.” Timpal Mom.


“Kalau aku, Dad?.” Michelle ga mau kalah.


“Spoiled! (Manja!).”


Reno dan Andrew berkata kompak, membuat Michelle mengerucutkan bibirnya.


“Carikan jodoh untuk yang satu itu tuh.” Andrew menunjuk pada Jeff.


Sementara Jeff memutar bola matanya.


Yang lainnya tergelak. “Termasuk juga untuk si John tuh. Biar mereka Insaf. Ga main perempuan terus!.”


“Salahnya para perempuan yang suka gue mainin. They are happy, okay? (Mereka sendiri bahagia, oke?).”


“Tar kena batunya, tau rasa lo Kak Jeff.” Celetuk Fania.


***


🎶


Sedang ku jalani, kisah cinta yang sulit dimengerti


Sedang ku alami, Yang terbaik, Yang Terburuk denganmu

__ADS_1


Semua Teman mengingatkan, Aku jangan mencintai kamu


Aku percaya Pilihanku .. Aku percaya itu kamu..


Bila memang salah, Biarlah salahku


🎶


Author’s POV on


Fania sedang memainkan gitarnya. Pemberian dari Kakak gantengnya saat insiden dengan Cindy dulu di Perusahaan.


Membuat seluruh anggota keluarga menatapnya takjub. Wajah cantik, suara bagus, bodi yang aduhai, jago maen gitar pula. Jangan lupakan si Kajol yang bisa main piano meski ga jago dan jago menyetir dalam balapan.


Terbungkus dalam satu paket pada wanita yang bernama Fania. Wanita yang masih berusia masih bisa dibilang belia dengan segala talenta. Beruntungnya Andrew. Begitu pikir mereka. Tak hanya para anggota keluarganya,


pendapat para asisten rumah tangga di Kediaman Smith pun sama.


Dengan paket lengkap meliputi fisik dan bakatnya, Fania itu wanita baik dan ramah pada semua orang yang bekerja di Kediaman Smith itu.


Dari semuanya, Andrew yang mungkin merasa paling bahagia. Mencintai dan dicintai oleh seorang Fania sudah cukup baginya. Bahkan sudah menjadikan Fania sebagai miliknya seutuhnya. Hanya tinggal satu saja yang kurang.


Kehadiran buah hati, untuk melengkapi hidup Andrew dan Fania.


Author’s POV off


***


“It’s cold out here (Disini dingin).” Andrew merengkuh pinggang Fania yang sedang berdiri menatap langit di balkon kamar mereka. “sedang mikirin apa, hem?.”


Fania menyandarkan punggungnya di dada Andrew.


“Ga mikirin apa – apa.”


Andrew mencium ceruk leher Fania. Membuat bulu – bulu halus pada tubuh si Kajol meremang.


“Belum mengantuk?.” Tanya Andrew.


“Sedikit.” Fania membalikkan tubuhnya. “Kalau kamu udah ngantuk tidur duluan gih sana.”


“Masa aku tinggal kamu sendirian disini?.” Tak tahan untuk mencium bibir Fania yang selalu nampak menggoda baginya.


Ah, nampaknya hawa dingin malam membuat Andrew menginginkan hal yang lebih dari sekedar ciuman.


·        Apaan Hayo ..


Sengaja digantungin Author


***


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2