BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 194


__ADS_3

Selamat membaca..


- - -


- - -


“WHAT MAKES YOU SO CARELESS HAH ?! ( APA YANG MEMBUATMU MENJADI BEGITU CEROBOH HAH ?!


).” Andrew meremas kencang kerah Ezra saat mereka bertemu di sebuah Bar dan mengambil tempat di area luar, namun terlihat dari dalam.


Andrew terlihat geram pada salah satu pengawal pribadinya itu.


“So sorry, Sir ( Saya benar – benar minta maaf, Tuan ).” Ucap Ezra yang tengah menunduk, lagi – lagi menjadi pusat perhatian orang – orang disekeliling mereka, termasuk para pengunjung Bar yang berada didalam.


Hanya melihat dan memperhatikan namun tak ada yang berani menginterupsi sepertinya. “Get off from my face now! ( Enyah dari hadapanku sekarang! ).” Andrew mengusir Ezra disertai ayunan tangannya.


Andrew mengusap wajahnya kasar dan memijat keningnya sesaat setelah Ezra pergi dari hadapannya.


Mengkode seorang pelayan untuk menghampirinya karena ia butuh minuman.


“Yes, Sir? ( Ya Tuan ? ).” Tanya seorang pelayan wanita pada Andrew.


“Bring me one bottle cold beer ( Bawain gue sebotol bir dingin ).” Ucap Andrew pada si pelayan wanita dan kemudian pelayan itu mengangguk.


“Andrew? What another beautiful coincidence. ( Andrew? Kebetulan yang indah sekali lagi ).” Seorang wanita menyapa Andrew, saat pria itu sedang menopangkan kepala pada tangannya di sanggahan kursi.


Andrew menoleh. “You again. ( Kau lagi ). Are you following me? Cindy? ( Apa kau mengikutiku ? Cindy? ).” Andrew membuang pandangannya.


“Nope ( Tidak ).” Wanita itu tersenyum dan langsung duduk di samping Andrew meski laki – laki itu tak mempersilahkan. Fokus sebentar pada ponselnya sambil mengirim pesan. “I was here, before you came ( Aku duluan disini sebelum kau datang ). Inside ( Di dalam ).” Katanya sambil menunjuk area dalam Bar.


Tak lama pelayan wanita yang tadi menghampiri Andrew datang membawa sebotol bir dingin.


“Your beer, Sir ( Bir anda Tuan ).” Ucap pelayan itu ramah.


“Bring me another one ( Bawakan aku satu lagi ).” Ucap si wanita disamping Andrew yang ternyata adalah Cindy pada pelayan tersebut.

__ADS_1


“I am not inviting you to drink with me ( Aku tidak mengundangmu untuk minum denganku ).” Andrew mengeluarkan uang dari dompetnya lalu hendak berdiri. Namun Cindy menahan tangannya. Bersandar manja pada bahu Andrew disampingnya.


“Why you avoiding me? ( Kenapa kamu menghindariku? ).” Tanya Cindy dengan wajahnya yang dibuat memelas.


Andrew tersenyum tipis, lalu memegang tangan Cindy. “I am not ( Tidak ).” Ucap Andrew. “I just don’t want to make my wife waiting me so long ( Aku hanya tidak ingin istriku menungguku terlalu lama ).” Andrew menghempaskan tangan Cindy lalu bergegas berdiri.


“Your wife?! ( Istrimu?! ).” Raut wajah Cindy tampak terkejut. “Is your wife with you already? ( Apa istrimu sudah bersamamu lagi? ).” Tanya Cindy pada Andrew, sepertinya wanita itu sedikit panik.


Andrew setengah menoleh. “What do you mean? ( Apa maksudmu? ).”


“I mean, is your wife with you, because this is the second time we meet but I’m not seeing her around ( Maksudku, apa istrimu bersamamu. Karena aku sudah bertemu dua kali denganmu tapi tak melihatnya ). Ralat Cindy pada ucapannya.


Andrew menoleh sebentar pada Cindy sambil tersenyum.” I just want to pick her up, don’t you worry ( Aku baru akan menjemputnya, kau jangan khawatir ).”


Lalu buru – buru pergi dengan langkah yang cepat. Meninggalkan Cindy yang raut wajahnya sukar digambarkan.


Kini Cindy tampak akan menghubungi seseorang selepas kepergian Andrew yang sepertinya tidak tersambung.


“Shit ! ( Sial ! ).” Wanita itu mengumpat lalu beranjak pergi dari tempatnya tadi. Sambil berusaha menghubungi beberapa nomor yang kemudian salah satunya berhasil tersambung. " Prepare a boat for me now ( Siapkan sebuah kapal untukku sekarang )


*


“I’m on my way ( Gue segera kesana ).” Sahut Andrew lalu memutuskan panggilan. Ia pun menekan lagi sebuah nomor di ponselnya. “Leave those cockroaches to John, he knows what to do ( Berikan para cecunguk itu pada John. Dia tau apa yang harus dilakukan ).” Ucap Andrew datar dan dingin. “You stay with him, Daniyal. ( Kau ikut dengannya, Daniyal ).”


Andrew memutus panggilannya. “We arrive, Sir ( Kita sudah sampai, Tuan ).” Pria yang menyupiri Andrew menghentikan mobil di salah satu sudut sebuah dermaga. Andrew langsung bergerak turun ke sebuah kapal Feri yang lumayan bagus.


“Andrew Smith! My Bro! ( Andrew Smith! Saudaraku! ).” Seorang pria asli Thailand sudah menunggu Andrew dan kini menyambutnya.


“Chaisay! Always be reliabel ( Chaisay! Selalu dapat diandalkan ).” Andrew memeluk pria Thailand temannya itu.


“Wait here, I have to greet a young lady ( Tunggu disini, aku harus menyambut seorang Nona Muda ).” Ucap Chaisay setengah terkekeh. Lalu meninggalkan Andrew di lantai bawah kapal feri tersebut. Termasuk Ezra dan beberapa orang yang sudah duluan ada disitu sebelum Andrew datang.


“How many of them at there? ( Ada berapa orang disana? ).” Tanya Andrew pada Ezra.


“ A lot Sir ( Banyak Tuan ).” Jawab Ezra. “ About twenty until twenty five ( Sekitar 20 sampai 25 orang ).”

__ADS_1


“And our Men? ( Dan orang kita? ).” Tanya Andrew lagi.


Ezra tersenyum. “More than enough, Sir. Half of their men are Mister Chai’s ( Lebih dari cukup Tuan. Setengah dari mereka adalah orang – orangnya Tuan Chai ).”


Andrew kemudian mengkode Ezra untuk diam dengan gerakan telunjuknya yang ia letakkan di bibir karena mendengar suara Chai yang berbicara dengan seorang wanita sudah mulai mendekat.


*


“Let me go, Nick ! ( Biarkan aku pergi, Nick ! ).” Hardik Fania pada Nick saat pria itu sudah membawanya ke sebuah Villa yang terletak di sebuah Pulau terpencil di Thailand yang sekelilingnya adalah lautan.


“I told you before Fania, you are mine. ( Sudah ku katakan sebelumnya Fania, kau itu milikku ).” Ucap Nick datar sambil membawa Fania ke lantai dua villa tersebut yang di sekelilingnya juga banyak penjaga yang ditempatkan oleh Nick.


“My husband won’t let you ! ( Suamiku tidak akan membiarkanmu ! ).” Hardik Fania. “He will find me as soon as possible. ( Dia akan menemukanku cepat atau lambat ! ).


“Your husband, Huh?! ( Suamimu, ya?! ).” Nick setengah terkekeh, sembari menyeret Fania ke dalam sebuah kamar yang cukup bagus dan mendudukkan Fania dengan kasar di atas sebuah sofa.


Nick kemudian mengeluarkan ponselnya.


“I don’t think he will try find you, Babe ( Aku rasa dia tidak sedang berusaha mencarimu, sayang ).” Nick menyodorkan ponselnya pada Fania sambil tetap ia pegang.


Menunjukkan sebuah foto yang membuat hati Fania mencelos melihatnya. “Cindy? Ga mungkin....” Ucap Fania pelan.


“I think they were spending good time on bed now. ( Aku rasa mereka sedang menghabiskan waktu di ranjang saat ini ).” Ucap Nick sambil menyeringai menunjukkan sebuah foto pada Fania dimana Andrew terlihat sedang duduk bersama Cindy dan wanita itu bergelayut manja di bahu Andrew. Foto yang menunjukkan kemesraan yang


dikirimkan oleh orang suruhan Nick beberapa waktu lalu.


“That is very impossible. ( Itu sangat tidak mungkin ).” Ucap Fania menggeleng pelan sambil menatap Nick.


“He doesn’t love you that much, Babe. ( Dia tidak mencintaimu sebanyak itu, sayang ).” Ucap Nick yang puas melihat wajah Fania yang tampak kecewa. “Better you stop hoping ( Sebaiknya kau berhenti berharap ).”


Nick kemudian meninggalkan Fania di kamar tersebut dengan senyuman penuh arti di wajahnya. Mengunci pintunya dari luar dan menempatkan dua orang di depan pintu kamar tersebut.


“I’ll be right back! ( Aku akan segera kembali ! ).” Teriak Nick dari luar pintu.


"NICK!" Teriak Fania sambil menggedor pintu kamar dari dalam. Nald .. foto itu ga bener kan?.’ Batin Fania lirih. ‘Cindy. Kenapa dia ada disini juga?.’

__ADS_1


*


To be continue..


__ADS_2