
Selamat membaca ..
*
Jet Pribadi Andrew sudah berada di udara selama beberapa jam. Si Kajol mulai bosan Karna ponselnya di setting ke mode pesawat. Udah coba tidur karna yang lain juga sudah terlihat tertidur di tempat duduk mereka masing – masing kecuali Reno dan Ara yang tidur di kamar tidur yang tersedia dalam jetnya Andrew. Sementara Andrew
dan Jeff sudah membaringkan kursi mereka masing – masing. Namun mata Fania masih sulit terpejam.
“Oh iya.” Gumam Fania yang langsung mengambil tasnya dan mengeluarkan Novel yang sengaja memang ia beli kalau ia iseng di pesawat. Tidur Andrew sepertinya terusik karena si Kajol itu badannya emang kek uget uget. Susah diem. Timbang keingetan ama Novel aja badannya ikut bergerak.
“What is it Sweety?. (Kenapa sayang?).” Tanya Andrew pada Fania yang sudah membuka Novel yang ia bawa.
“Ga pa-pa. Bosen aja. Nih mau baca Novel.” Jawab Fania.
“Kamu ga ngantuk?.” Tanya Andrew lagi.
“Engga. Kamu tidur lagi aja, Nal.” Jawab Fania sambil memulai membaca Novelnya.
“Ya udah. Nanti kalo sudah mau tidur. Tinggal tekan ini aja.” Ucap Andrew sambil menunjuk sebuah tombol di samping kursi yang diduduki Fania.
“Oke.” Sahut Fania singkat lalu Andrew kembali merebahkan dirinya untuk melanjutkan tidur sambil sebelumnya membelai sayang dulu kepala Fania.
Mata Fania memang benar benar kayak di beri dopping. Ga ada rasa mengantuk sedikitpun hingga Novel yang ia baca sudah sampai tamat. Andrew yang akhirnya terbangun karena dirasa tidurnya lumayan cukup, melihat Fania dengan heran. Sementara Jeff masih terlihat terlelap dan Reno serta Ara juga belum keluar kamar.
“You haven’t sleep yet?. (Kamu masih belum tidur?).” Tanya Andrew.
“Ga ngantuk.” Jawab Fania sambil mengulet karena berasa pegal sudah duduk berjam – jam di dalam pesawat.
Andrew mengambil sebotol air mineral untuk membasahi kerongkongannya yang dirasa sedikit kering.
“Baca Novel apa?.” Tanya Andrew.
“P.S I Love You.” Jawab Fania.
“Hem.” Ucap Andrew lalu melirik arloji di tangannya. Lalu kembali menatap Fania dan meraih Novel yang tadi Fania baca.
“Suka baca Novel juga?.” Tanya Fania yang melihat Andrew mengambil Novelnya.
“Nope.(Engga).” Sahut Andrew yang hanya melihat sekilas Cover depan dan belakang Novel lalu memberikan kembali Novel tersebut pada Fania dan menatap pada Fania dengan pandangan dan raut wajah yang membuat Fania heran.
“Kenapa ngeliatin aku kayak gitu?.” Tanya Fania karena ekspresi Andrew yang menatapnya lalu si Donald pun tersenyum.
“Mungkin kita ini memang jodoh, F.” Ucap Andrew yang meraih tangan Fania lalu mengusapkan ke pipinya. Membuat dada Fania rasa deg – degan.
“Masa?.” Sahut Fania pura – pura biasa padahal ge – er.
__ADS_1
“Hem. Sebenarnya kita udah dua kali ketemu sebelumnya. Sadar ga?.” Ucap Andrew masih menatap Fania sambil memainkan tangan si Kajol di wajahnya.
“Seinget aku di J&L aja waktu itu si.” Sahut Fania.
“Kita pernah ketemu juga di toko buku favorit kamu itu. Bahkan kamu tabrak aku. Waktu sedang melihat lihat buku.” Jelas Andrew dan Fania seperti mengingat – ingat.
Fania akhirnya ingat dan mulutnya terbuka menandakan ia ga percaya kalau memang dia dan Donald pernah ketemu dua kali sebelumnya.
“Iya bener ih.” Ucap Fania yang sumringah dan tanpa sadar memegang wajah Andrew dengan kedua tangannya.
Andrew tersenyum, girang hati si Donald kayaknya. “Inget?.” Tanyanya pada Fania.
“Inget. Inget. Aku inget. Gara – gara nabrak kamu aku jadi inget Donald deh.” Ucap si Kajol KW.
“Nah emang aku siapa.” Tanya Andrew yang terkekeh mendengar ucapan Fania.
“Ya Donald lah.” Sahut Fania.
“Terus maksudnya ketemu aku inget aku.” Goda Andrew.
“Ih, ya kan waktu itu mana aku tau kalo itu kamu. Ya gara - gara ketemu cowok botak, jadinya inget si Donald.” Ucap Fania sambil mengerucut kan bibirnya dan itu selalu bikin Andrew gemas.
“Kenapa ga tanya sama aku waktu itu?. Kamu Donald? Gitu harusnya.” Ucap Andrew.
“Mana kepikiran coba. Orang itu cowok gantengnya kelewatan. Badannya bagus, tinggi, tegap, wangi mana senyumnya menawan, ramah, suaranya seksi pula. Hh.. meleleh hati aku tuh.” Ucap Fania yang ga sadar kalau sebenarnya secara tidak langsung memuji Andrew. Dan Donald yang mendengar serta melihat ekspresi Fania tersenyum lebar mendengar deskripsi kekaguman Fania pada dirinya.
“Eh... .” Fania melengos pada Andrew lalu menyadari ucapannya tadi yang jelas begitu mengagumi sosok Andrew sebagai seorang pria. Dan seketika ia merona lalu membuang pandangannya membuat Andrew terkekeh.
“Se- charming (se-mempesona) itu kah aku dimata kamu?.” Tanya Andrew sambil tersenyum namun Fania masih memalingkan wajahnya. “Lihat sini dong.”
“Tau ah.” Lalu Fania duduk menyamping menutupi rasa malu akibat sudah secara gamblang memuji Andrew.
“Kekaguman yang sama, waktu aku melihat kamu disana.” Ucap Andrew yang sudah memeluk Fania dari belakang, membuat bulu kuduknya meremang karena Andrew bibir Andrew sedikit menyentuh lehernya.
Fania membalikkan badannya dan melihat si plontos pujaan hatinya masih tersenyum lalu membelai wajahnya.
**
Flashback Andrew on..
‘Beautiful’. Batin Andrew saat masuk ke dalam toko buku dan pandangannya menangkap seorang gadis yang tampaknya ingin membeli sebuah printer. Tubuhnya proporsional, suaranya juga merdu, sekilas terdengar dengan kulitnya yang bersih dan hidungnya yang lumayan mancung yang jelas terlihat walau dari sisi kanannya saja.
Setelahnya Andrew bertanya ke salah seorang SPG wanita untuk bertanya tentang rak berisi komik karena mungkin si Demi Moore KW masih suka baca komik meski Andrew tau harusnya gadis itu sekarang udah gede.
__ADS_1
Namun mengingat si Fania itu doyan baca apalagi sama yang namanya komik. Jadi Andrew mencoba peruntungan nya dengan mendatangi tempat dimana komik-komik itu berada.
Saat sedang menyusuri pelan setiap rak komik, langkahnya terhenti karena melihat gadis yang sepertinya adalah gadis yang sama yang ia lihat si tempat printer tadi. Namun si gadis nampaknya sibuk memilih milih Novel.
Brug
Gadis itu menabrak dirinya karna berjalan menyamping sambil membaca judul di setiap cover novel tanpa sadar ada orang di dekatnya.
“ Eh, maaf , maaf “. Ucap si gadis dan merdu sekali suaranya ditelinga Andrew.
“ It’s okay. Are you ?. (Ga apa -apa. Kamu gimana?). “. Jawab Andrew.
Gadis itu menengadahkan kepalanya setelah menabrak Andrew.
‘Very beautiful’. Batin Andrew yang terpesona saat gadis itu menatapnya. Wajah oval yang didukung oleh setiap bagian wajah yang nampak sempurna dimata Andrew. Kulitnya yang juga bersih dan nampak terawat. Saking cantiknya menurut Andrew, wajah canggung nya bahkan terlihat menggemaskan. Bahkan seutas senyum tipis nya pun begitu menggoda karena bibirnya yang terlihat seksi meski memakai lipstick sekedarnya.
‘Matanya mirip Fania.’ Batin Andrew. Dan ia ingat tidak punya banyak waktu di toko buku tersebut lalu bergegas untuk berkeliling sekali lagi untuk mencari gadis tomboi yang siapa tau ketemu di toko buku tersebut.
“ Are you okay ?. (Apa kamu baik - baik saja?).“. Tanya Andrew.
“ I – iya. Sorry “. Jawab si gadis dengan kikuk.
“ Never Mind “. Ucap Andrew. “ Would you please excuse me then. (Saya permisi kalau begitu). “. Ucap Andrew sambil tersenyum kemudian berjalan meninggalkan lorong tersebut.
“Haish, kenapa gue ga ajak dia kenalan?.” Gumam Andrew setelah hampir berkeliling sekali lagi. “Kalo ketemu lagi gue tanya namanya.” Gumamnya lagi. Namun hingga saat ia mau meninggalkan toko buku tersebut, si gadis tadi tidak ia temui lagi.
Flashback Andrew off.
**
“Kekaguman yang sama, waktu aku melihat kamu disana.” Ucap Andrew yang sudah memeluk Fania dari belakang, membuat bulu kudunya meremang karena Andrew bibir Andrew sedikit menyentuh lehernya.
Fania membalikkan badannya dan melihat si plontos pujaan hatinya masih tersenyum lalu membelai wajahnya.
“Oh ya?.” Tanya Fania pelan.
“Hem, memang sudah mempesona hati aku dari sejak melihat kamu di toko buku, meski belum tau itu kamu. Eh Lucky me then.(Dan beruntungnya aku ternyata).” Ucap Andrew mesra.
Kemudian Andrew mendekatkan wajahnya pada Fania dan mencium bibir Fania dan memainkannya dengan lembut.
‘Lumayan bangun tidur dapet bibir.’ Batin Andrew.
‘Ah modus bener si Donald. Ngomong panjang lebar ujung – ujungnya ci to the pok.’ Batin Fania.
***
__ADS_1
To be continue..