BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 120


__ADS_3

Selamat membaca ....


*


Cup !. Andrew tanpa ragu meraih wajah Fania dan mengecup bibir gadis kesayangannya itu. Benar – benar


mengejutkan Tuan Anthony, Nyonya Erna, Michelle dan Cindy tentunya. Tak pelak air mata Cindy pun jatuh begitu saja melihat pemandangan yang begitu menyakitkan hatinya. Nyonya Erna dan Michelle bahkan menutup mulutnya saking terkejut dengan apa yang dilakukan Andrew barusan.


“Oh My God.” Gumam Michelle. ‘My sister in law.’ Batinnya.


“Biar tambah malunya.” Ucap Andrew tersenyum menggoda Fania tanpa perduli Cindy yang sudah berlinang air


mata namun tak bicara saking shocknya.


“Ish, ini orang....” Gerutu Fania sambil mencubit dada bidang Andrew namun tentu saja tidak berhasil karna dada


Andrew begitu kokoh. Dan Cindy yang meneteskan Air mata menjadi perhatian Fania. “Nal.” Ucap Fania yang mengkode Andrew agar melihat ke Cindy.


“Bangun,” Ucap Andrew pada Fania dan gadis itu beranjak dari pangkuan Andrew. Dan laki – laki itu menyegerakan


dirinya untuk berdiri.


“Andrew ....” Ucap Cindy lirih sambil menahan tangan Andrew dan menatap laki – laki itu dengan tatapan sedih.


Andrew menatap wanita itu lalu melepaskan tangan Cindy yang memegangnya.


“Well, I’m so tired and Fania also tired. And I’m going to take a rest with her.” Ucap Andrew yang sudah


menggengam tangan Fania. (Saya lelah dan Fania juga. Saya akan istirahat bersamanya).


“Sure, Andrew, Fania, I already told Maid to prepare a guest room.” Ucap Nyonya Erna menyahuti putranya. (Tentu


Andrew, Fania. Mom sudah mengatakan pada pelayan untuk menyiapkan kamar tamu).


‘Mom, Mom ga tau aja itu anaknya kayak apa sama si Kajol’. Batin Jeff. ‘Ga bakalan di kasih tidur dikamar tamu


si Fania sama si Andrew.’


‘Mom, ck. Ga tau ya adik angkat Reno itu hebat bisa menaklukkan si Botak. Mana mau dia pisah kamar sama si


Little F.’ Batin Reno.


‘Hmm, bisa kena serangan jantung Mom sih kalau tau Fania itu bahkan tidur di kamar Andrew yang di Indo.’ Batin Ara.


Dan ketiga orang yang paham sama kelakuan bucin nya Andrew ke Fania saling tatap penuh arti  seperti mengisyaratkan. Taruhan yuk.

__ADS_1


“Who says Fania will stay in the guest room?.” Ucap Andrew.


‘Nah kan.’ Batin Reno, Ara dan Jeff lagi.


“Then?.” Tanya Nyonya Erna yang bingung kalau Fania ga tidur di kamar tamu terus mau disuruh tidur dimana.


“My room.” Jawab Andrew tanpa ba-bi-bu lagi.


Duarrrrr !. Bagai petir disiang bolong yang menyambar Cindy.


“What did you say?!.” Ucap Cindy dan Nyonya Erna bersamaan. Membuat Reno, Ara dan Jeff merasa geli sambil


tersenyum tipis.


Fania udah benar – benar salting karena ucapan dan sikapnya Andrew. Hanya Menatap Andrew tanpa berbicara karena bingung juga mau bersikap gimana. Tambah lagi muka si Donald rada menyeramkan saat ini dimata Fania.


“I said, Fania will stay with me , In my room. Is that clear?.” Ucap Andrew dengan penekanan.


Demi apapun, Mom dan Michelle tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Termasuk juga Tuan Anthony. Kamar keramatnya Andrew, yang belum pernah dimasuki wanita wanita yang pernah jadi pacarnya, termasuk Cindy yang terhitung paling lama berhubungan dengan Andrew pun juga tidak pernah.


Jangankan menginap, bahkan sekedar masuk saja tidak pernah diajak sama si Andrew. Jadi Cindy sama sekali


tidak tahu bagaimana bentuk kamar Andrew.


Mendengar Andrew bilang bahwa gadis bernama Fania itu akan tidur sekamar dengan Andrew di kamar pribadi


“Nal, jangan gini.” Fania yang akhirnya membuka suara karena kok dia merasa seperti ada aura ketegangan yang


seketika datang soal Andrew yang bilang kalau dirinya akan tidur di kamar laki – laki itu. “Nal.” Fania menggoncang pelan tangannya yang digenggam erat oleh Andrew.


Andrew pun menoleh pada Fania. “You’re mine Fania. Remember?. You should be on my side, no matter what.”


Membuat Cindy menggeleng tak percaya dengan apa yang didengarnya. ‘Andrew, how could you ....?.’ Batin


Cindy.


“Iya ta-pi....” Fania ingin berucap namun Andrew memotong.


“Ga ada tapi, oke?! Berhenti membantah kata – kata aku, hem?!.” Ucapan Andrew mengikat lidah Fania untuk


tidak meneruskan kata – katanya, karena tatapan Andrew yang mendominasi sedikit menakutkan bagi gadis itu.


Fania mengangguk pelan dan langsung menyembunyikan sedikit wajahnya di lengan Andrew.


“Aku bukannya marahin kamu, hem?... .” Ucap Andrew yang menyadari kalau Fania mungkin tersinggung oleh kata

__ADS_1


– kata dan sikapnya barusan.


Laki – laki plontos yang sedang berdiri ditengah – tengah mereka yang berada di ruang keluarga itu pun, membelai


kepala Fania dan mengecup sekilas pucuk kepala gadis kesayangannya.


Reno yang menyadari kalau Little F nya seperti merasa sudah tidak nyaman langsung membuka suara untuk menyuruh Andrew segera membawa Fania untuk beristirahat.


“Ajak Fania istirahat sekarang Ndrew. Kasian dia cape.” Ucap Reno yang kemudian berdiri menghampiri Fania dan


Andrew. “Ikut Andrew, istirahat dikamarnya ya. It’s okay.” Reno mengisyaratkan pada Fania untuk ikut dengan Andrew.


“Please excuse me then. Yuk Sweetheart.” Ucap Andrew sambil mengajak Fania.


Fania menoleh pada Reno dan kakak gantengnya itu sekali lagi memberi isyarat dengan gerakan kepalanya untuk ikut apa yang Andrew bilang.


Kemudian dia juga menatap Ara yang sama halnya memberi isyarat dengan kepala plus senyumannya. Ragu untuk


menatap orang tua Andrew, namun tetap Fania lakukan dan mereka pun sama seperti memberi isyarat untuk tidak membantah putra mereka kalau sudah begitu.


“Fania permisi kalau begitu.” Ucapnya sambil sekilas lagi memandangi yang lain termasuk Cindy yang masih


berlinang air mata menatap Andrew dengan wajah sedih yang terlihat menyedihkan. Andrew menggandeng Fania untuk membawa gadis itu ke kamarnya.


“Andrew, wait.” Cindy menahan tangan Andrew dan membuat laki – laki itu berhenti.


“What now?.” Ucap Andrew datar dan menoleh pada Cindy.


“What about me Andrew?.” Ucap Cindy lirih seraya berdiri. “What about me?. I comeback here for you ... .”


Deg !. Fania merasa ada sedikit pukulan didadanya.


‘Berarti dia ini .. mantan?.’ Batin Fania yang menatap Cindy yang sedang menahan Andrew.


“I Love you, Andrew. You know I do. I have a reason when I left you  that day ... .” (Aku mencintaimu Andrew, kamu tau itu. Aku punya alasan kenapa aku pergi waktu itu.). Ucap Cindy lirih.


“Stop it Cindy.” Ucap Andrew lalu melepaskan tangan Cindy yang memegangnya dan kembali berjalan dengan


menggandeng Fania.


“You still love Me !.” (Kamu masih mencintaiku!). Ucap Cindy dengan suara lantang dan kembali membuat Andrew


berhenti lalu membalikkan badan menghadap Cindy. “Right?. And she just .... Someone that you choose to make me jealous.”(Benar kan?. Dan dia hanya .. seseorang yang kamu pilih untuk membuatku cemburu). Cindy berkata sambil melirik Fania berusaha memprovokasi gadis itu dengan ucapannya karna dia tau pasti Fania paham dengan kata – katanya.


‘Jadi gue ini .... pelarian maksudnya?.’ Fania tiba – tiba merasakan nyeri di dadanya.

__ADS_1



To be continue ...*


__ADS_2