
Selamat membaca ..
- - -
- - -
Jam di nakas samping ranjang yang ditiduri Fania menunjukkan sudah pukul lima pagi.
Fania meregangkan ototnya sebentar lalu bergegas bangun untuk segera melaksanakan Sholat Subuhnya.
Melirik tempat disampingnya, tersungging senyuman tipis. ‘Masih bertahan nih ye.’ Batinnya meledek Andrew yang tidur di sofa.
Yap, sejak dua hari yang lalu setelah insiden di RED yang berlanjut di Southend, Andrew sepertinya mencoba sekuat tenaga untuk tak berbuat sedikit pun kesalahan lagi pada Fania.
Si Donald Bebek itu mengajukan sendiri untuk tidur di sofa sampai Fania benar – benar memaafkannya atau Fania yang meminta dia agar tetap tidur di ranjang meski mungkin istrinya itu masih sebal dan kesal.
**
Flash back on
“Baju yang kamu pakai sekarang, buang!.” Fania yang masih berlagak sibuk di lemari. Andrew menghentikan langkahnya. “Kalo perlu itu semua yang kamu pake malem ini tuh buang semuanya. Geli! Ish! Bau susu basi adenya tarzan. Ga pake baju, gelayutan di tiang. Gue sumpahin digeragot semut rang – rang badannya itu cewe semua!.”
“Iya.” Andrew menjawab pasrah. Menghela nafas sebentar lalu bergegas untuk mandi sebersih – bersihnya, supaya si Fania puas dan bahagia nampaknya.
“Jangan tidur dulu, subuh dulu, nanggung.” Ucap Fania setelah berpapasan dengan Andrew saat suaminya itu sudah selesai mandi dan gantian Fania yang menggunakan kamar mandi.
“Iya, Heart.”
“Mendingan kamu ganti itu sabun mandi kamu sama parfum kamu. Tiba – tiba aku ngerasa jijik sama baunya.”
Fania yang sudah menyelesaikan urusannya dikamar mandi langsung mencecar Andrew dengan rentetan kalimat yang menyuruh suami yang saat ini sedang tak berdaya melawan kehendak istrinya itu untuk mengganti sabun mandi dan parfumnya.
Andrew sedikit terkejut, karena ia baru saja menyandarkan tubuhnya di sofa sambil menunggu waktu Subuh tiba. Memandang Fania dengan sedikit heran.
‘Hubungan sabun mandi dan parfum yang gue pake dengan kejadian hari ini, itu apa sih?.’ Batin Andrew yang tak habis pikir.
“Denger ga yang aku ngomong barusan?.” Ucap si Kajol lagi, karena merasa belum dapat jawaban dari Andrew.
“Iya aku dengar.”
“Apa?.”
“You asked me to change my body soap and my perfume. ( Kamu minta aku untuk mengganti sabun mandi dan parfum aku ).”
“Mau ganti ga?.”
‘Boleh tanya ga kenapa?.’ Batin Andrew ingin meminta penjelasan. “Iya aku ganti. Kamu aja yang pilihkan.” Andrew pasrah mengiyakan. Ga jadi nanya, ogah kena semprot. Wkwk.
“Oke.”
Keduanya melakukan Subuh berjamaah dengan anggota Keluarga yang lain di ruang ibadah dalam kediaman utama Keluarga Smith.
“Kamu ga tidur?. Apa masih ada ‘urusan’ diluar?.”
Sambil makan minum aer itu kayaknya si Kajol. Nanya plus nyindir Andrew yang sedang duduk di sofa dalam kamar mereka setelah Sholat Subuh berjamaah dan mohon ijin ga ikut sarapan karena sudah sangat mengantuk akibat ga tidur semalaman.
“Iya, Heart. Aku ini sudah mau tidur.” Ucap Andrew dalam mode sabar yang sudah disetelnya dari semalam.
“Terus ngapain masih duduk disini?.”
“Kamu tidur di ranjang aku tidur disini.” Andrew berdiri untuk berbicara pada Fania sembari membelai kepalanya.
“Kenapa?. Alergi sama aku?.” Tanya Fania datar dalam balutan kata sindiran.
Andrew menunjukkan senyum terbaiknya pada Fania meski matanya udah menuju lima watt.
“Justru aku ga ingin kamu terganggu.” Ucap Andrew dengan tulus sambil membelai sayang kepala Fania.
‘Nald, Nald, kalo gini kan gue pengen banget dipeluk jadinya. Mana dingin ini pagi – pagi, situ ganteng banget lagi kalo abis mandi. Tapi kalo inget kelakuan, pengen gue jitak sekali itu palanya yang licin kek prosotan anak TK.’ Batin gesrek si Kajol bermonolog.
“Sampe kamu benar – benar memaafkan aku, aku akan tidur disini.” Ucap Andrew lagi sambil menunjuk sofa dengan matanya.
“Oh gitu.” Sahut Fania datar.
__ADS_1
‘Mudah – mudahan kamu ga tega, Heart lihat aku tidur di sofa.’ Batin Andrew ngarep.
“Ya terserah kamu itu sih.” Sahut Fania enteng. Memupuskan harapan Andrew untuk bisa tidur berdekatan seperti biasa.
‘Sok – sok an sih Lo Donald Bebek.’ Batin Andrew menggerutu sendiri.
“Dah ya, aku mau tidur. Ngantuk.” Ucap Fania sambil berlalu menuju ranjang meninggalkan Andrew yang masih berdiri memperhatikannya.
‘Yah, Heart ....’
Flash back off
**
Fania hendak membangunkan Andrew, namun nampaknya Andrew juga sudah terbangun karena alarm diponselnya.
“Morning, Heart.” Sapa Andrew dengan suara khas orang bangun tidur.
“Morning.” Sahut Fania yang langsung bergegas untuk berwudhu.
Fania dan Andrew pun seperti halnya kemarin bergabung untuk Shubuh berjamaah di ruang ibadah pribadi Keluarga Smith.
Setelah selesai mereka semua menyempatkan diri untuk bercengkrama sebentar sambil menunggu para pelayan menyiapkan sarapan. Termasuk juga Mama Anye yang sudah tiba sejak kemarin lusa, untuk hadir diacara empat bulanan bayi dalam kandungan Ara.
“Lo sama Ara dan Mama Anye jadi balik ke Frognal hari ini?.” Tanya Andrew pada Reno yang berencana akan kembali ke rumah pribadinya dan Ara.
“Iya. Tapi nanti habis anter Ara dan Mama, gue langsung ke Perusahaan.” Jawab Reno.
“Kalian menginap atau kembali lagi kesini?.” Tanya Mom Erna.
“Menginap Mom.” Ara yang menjawab. “Ada beberapa urusan butik yang berkasnya ada di rumah juga, jadi sekalian Ara mengerjakan dari rumah.”
“Yah, padahal Fania mau ajak Mama Anye jalan – jalan ya, Chel?.” Celetuk Fania.
“Iya sih Kak Ara nanti aja balik ke Frognal nya. Kan tanggung tau acaranya baby kan dalam minggu ini juga. Nanti Kak Ara kecapean loh.” Sahut Michelle.
“Betul yang dibilang dek Michelle.” Celetuk Fania lagi. “Lagian kan Fania masih kangen sama Mama Anye yang cantik ini lohhh....”
‘Aduh si Mama nih. Reno sengaja mau pulang dulu ke Frognal demi menghindari sindiran si Little yang ga selesai – selesai. Pake diajak lagi dia.’ Batin Reno bermonolog.
“Yah, Fania lagi banyak tugas kuliah Mam. Kalo engga, mau deh ikut nginep disana.” Sahut Fania.
‘Hahhhh, selamat.’ Batin Reno lega.
“Cuma satu hari aja kok kami disana, nanti kan balik lagi kesini sampai waktunya acara.” Timpal Ara.
“Nah iya itu, Ara. Jangan lupa besok kita dinner di luar loh. Mom sudah reservasi ke restoran untuk acara makan malam kita semua besok.” Ucap Mom Erna mengingatkan.
“Iya Mom, Ara ingat.”
Mereka pun lanjut untuk sarapan dan melakukan aktifitasnya masing – masing.
**
Di kampus Fania dan Michelle
“Kak.”
Panggil Michelle pada Fania saat keduanya kebetulan berangkat ke kampus bersama.
“Hem?.”
“Kemarin lusa Kak Fania dan yang lainnya habis darimana sih? Pulang pagi kan kalian?.”
“Menjelang pagi. Belom pagi kelles.”
“Ck.” Michelle. “ Sama aja. Kan selepas Shubuh Kak Fania, Kak Andrew, Kak Reno sama Kak Jeff dan Kak John ga ada yang ikut sarapan. Ditambah Nino dan Alex yang juga ikut menginap.”
“Have you asked you Brother?. ( Udah nanya sama kakak lo? ).” Ucap Fania seraya bertanya.
“Ck.” Michelle mencebik lagi. “Aku mana berani tanya sama Kak Andrew sih?. Kak Fania nih, seperti ga tau aja.”
Fania setengah terkekeh. ‘Iya juga, berani nanya si Donald Bebek, yang ada si Michelle kena semprot.’ Batin Fania yang mengingat kalau sudah dua hari ini di judes abis sama Andrew.
__ADS_1
“Kak! Ih ditanya malah melamun!.”
Fania tersenyum jahil. “Ada deh.... bye Michelle ....” Fania berlari kecil meninggalkan Michelle menuju kelasnya.
“Kak Fania ih!.” Michelle mengerucutkan bibirnya karena tak mendapatkan jawaban.
**
Keluarga Smith tanpa terkecuali sudah berkumpul di sebuah restoran mewah langganan mereka. Untuk sekedar acara makan malam keluarga yang sering mereka jadwalkan. Dan kali ini Mama Anye, Ibu kandung Ara ikut bersama mereka.
Mengobrol dan bercengkrama dengan wajah – wajah sumringah. Melupakan sejenak masalah pribadi, dan membicarakan hal – hal yang menyenangkan.
“Fania, Sweety.” Panggil Dad pada Fania.
“Yes, Dad?.”
“Sing for us, Sweety. ( Nyanyi untuk kami sayang ).”
“Iya, betul yang Dad bilang. Kamu nyanyi ya?.” Timpal Mom Erna.
Fania tampak berpikir.
“Wah iya, benar tuh. Mama ingin sekali dengar kamu nyanyi, Fania.” Mama Anye ikut bersuara. “Duet ya sama Andrew?.”
“Buahahahaha.” Seluruh anggota Keluarga Smith kompak tertawa. Termasuk Andrew sendiri.
‘Dikata Husen idol kelles itu si Donald Bebek.’ Batin Fania.
“Lobster yang sudah mati itu bisa hidup kembali kalau dengar Andrew menyanyi Mam.” Si Donald Bebek sadar diri dengan suaranya yang yakin fales buat dipake nyanyi.
“Ayo,” Reno sudah berdiri disamping Fania sambil mengulurkan tangannya.
Fania menyambut uluran tangan Reno dan tepuk tangan dari meja mereka pun terurai. “Sama lo ya.” Ucap Fania pada Reno.
****
🎶‘’My Love, There’s Only You in My Life, The Only Thing That’s Bright’’🎶
Babang Reno akhirnya mau diajak duet dengan Fania malam ini.
🎶’My First Love, Your Every Breathe That I Take, You’re Every Step I Make’’🎶
Suara Fania yang memang indah itu mengalun merdu menyanyikan sebuah lagu romantis bersama si Kakak gantengnya.
Tepukan tangan pun mulai ramai. Sepasang kakak beradik tak sedarah itu sama – sama bisa bernyanyi dan memiliki pesonanya sendiri – sendiri.
****
“Thank you. ( Terima kasih ).” Ucap Reno dan Fania bersamaan setelah menyelesaikan duet mereka. Lalu kembali ke meja dimana keluarga mereka berada.
Tepuk tangan yang meriah juga tak hanya datang dari anggota Keluarga mereka, namun juga dari para tamu yang juga sedang berada direstoran yang sama.
Reno dan Fania memberikan bow hormat pada semua orang.
Keluarga Smith kembali bercengkrama bersama hingga akhirnya memutuskan untuk pulang.
“Kalian ada acara lagi setelah ini?.” Tanya Mom Erna pada para anak dan menantunya saat sedang menunggu mobil mereka tiba di lobi restoran. Mereka semua kompak menggeleng.
“Jol!.” Tiba – tiba John memanggil Fania, membuat si Kajol menoleh.
“Apa?.”
“Liat nih!.” Si bule koplak tersenyum lebar, menunjukkan sesuatu pada Fania.
👀 apa tuhh John .....?
*****
To be continue..
Author kasih dua episode nih ya... jangan pada syedih.
Support Author terus yah, Makasih para readerku sayang...
__ADS_1