
Selamat membaca ...
***
“I love you, Fania. Don’t you understand?. ( Aku mencintaimu Fania. Tidakkah kau mengerti?).” Nick kini sudah kembali berada di kamar dimana ia mengurung Fania disana.
“You can’t push someone to love you! ( Kau tidak bisa memaksa seseorang untuk mencintaimu! ).” Ucap Fania dengan penekanan. “Beside I’m married!. ( Lagipula aku sudah menikah! ). And I love him, no matter what! ( Dan aku mencintainya, apapun yang terjadi! ).”
“Ck, you still don’t get it, huh?. You’ve seen his face on that picture I showed you? ( Kamu masih ga ngerti juga ya?. Apa kau lihat wajahnya difoto yang aku kirimkan padamu?). He doesn’t love you! ( Dia tidak mencintaimu! ).”
"You don’t know my husband! ( Kau tidak tau suamiku ! ).” Ucap Fania lagi masih dengan penekanan pada intonasi suaranya.
“Andrew Smith!. I know, Babe. ( Andrew Smith!. Aku tau sayang ).” Ucap Nick dengan seringainya sambil berjalan mendekati Fania yang perlahan mundur menjauhi pria itu. “But he can’t compare with me. ( Tapi dia tidak bisa dibandingkan denganku ).”
“Of course he can’t!. Because He’s better than you! ( Tentu saja tidak!. Karena dia lebih baik darimu! ).” Ucap Fania menatap Nick tajam.
Lagi – lagi Nick menyeringai, kembali berjalan mendekati Fania yang terus bergerak mundur saat pria itu bergerak maju. “He won’t be able to find you. ( Dia tidak akan bisa menemukanmu ). Even he can, my men will kill him outside before he see you ( Walaupun dia bisa, orang – orangku di luar akan membunuhnya sebelum dia bisa melihatmu ).
“You don’t know him at all!. ( Kau sama sekali tidak mengenalnya! ). He will find me! ( Dia akan menemukanku! ). Fania terkekeh sinis pada Nick.
“He’s smart, but not that smart! ( Dia pintar, tapi tidak terlalu!). Bring him in! ( Bawa dia masuk! ).” Nick berteriak pada orangnya diluar kamar.
Dua orang pria berbadan lumayan besar datang ke kamar tempat Nick dan Fania berada saat ini. Mereka menyeret seseorang yang sudah babak belur ke hadapan Nick dan Fania, lalu mendorong orang itu tepat dibawah kaki Nick dan membangunkannya lagi hingga berlutut.
‘Bukan Donald....’ Batin Fania menghela lega. Dirinya sempat takut saat melihat dua orang suruhan Nick menyeret seseorang masuk mendekati dirinya dan Nick.
Namun Fania tetap saja merasa ngeri dengan pemandangan di depannya ini. Seorang pria yang nampak hampir tak berdaya namun tetap terlihat tenang. Menatap wajah pria yang sudah babak belur itu dengan seksama agar bisa mengenalinya. Tapi tetap saja Fania merasa tidak kenal pada pria itu.
“He’s smart, maybe. Try to sneak a man into my place. ( Dia pintar, mungkin. Mencoba menyusupkan seseorang ke tempatku ).Heh?.” Ucap Nick terkekeh. “Do you know him, Fania?. ( Apa kamu tau dia, Fania ?.)”
Fania tidak menjawab pertanyaan Nick.
“He’s someone that Andrew Smith that was sent to disguise between my men. ( Dia adalah suruhan Andrew Smith, yang dikirim untuk menyamar diantara orang – orangku ).” Jelas Nick.
Fania nampak terkejut. ‘Berarti kamu udah tau keberadaan aku kan, Nald?.’
“Is anyone else ? ( Apa ada lagi yang lain? ).” Tanya Nick pada orang suruhannya.
“No Sir, only him. I have checked everyone. ( Tidak Tuan hanya dia. Saya sudah cek semua orang ).” Ucap pria yang bernama Gale, yang sepertinya adalah tangan kanannya Nick.
“Smart! But clumsy! ( Pintar! Tapi ceroboh! ). Ucap Nick sinis.
DOR !!!.
*****
Andrew dan beberapa orang lainnya saling tatap saat mereka sayup – sayup mendengar suara tembakan setelah mereka keluar dari kapal yang mereka tumpangi setelah Cindy sudah menjauh dan berjalan memasuki Villa.
‘Heart ....’ Batin Andrew seketika mencelos.
__ADS_1
Wajah Andrew, Chaisay dan yang lainnya berubah panik.
“You! Bring us in!. You! Check what is going on!. ( Kau! Bawa kami masuk!. Kau! Lihat apa yang sedang terjadi! ).” Perintah Chaisay kepada orang – orangnya yang menyamar sebagai anak buah Nick.
Nick menyewa mereka langsung dari tangan Chaisay, tanpa pria itu ketahui kalau Bos Mafia terbesar di Thailand itu berteman sangat baik dengan Andrew. Bahkan Chaisay sendiri sangat menghormati Andrew, karena suami dari wanita bernama Fania itu pernah menyelamatkan nyawanya.
Orang – orang yang diperintahkan Chaisay itu langsung bergerak setelah mendengar perintah dari Chaisay.
*****
“What are you doing here?! ( Apa yang kau lakukan disini?! ).” Hardik Nick yang tidak senang melihat kedatangan Cindy ke tempat rahasianya. Laki - laki itu langsung keluar dari kamar tempat dia mengurung Fania, sesaat setelah salah seorang suruhannya berjalan tergesa dari luar lalu berbisik padanya.
“Why you cut off communication with me, huh?! ( Kenapa kau memutus komunikasi denganku, hah? !).” Tanya Cindy yang wajahnya juga menunjukkan ketidak senangan.
“Remember our deal ? ( Ingat perjanjian kita? ).” Tanya Nick balik pada Cindy.
*****
Flashback saat Nick bertemu Fania dan Andrew di sebuah restoran On ....
‘I’m off from here ( Gue pergi dulu ).’ Nick Pamit dengan tiba – tiba setelah sekilas melirik ke arah Fania dan Andrew dan terlihat Fania sedang membelai wajah suaminya lalu memberikan kecupan mesra pada laki – laki disampingnya dengan senyuman yang sangat Nick kagumi.
Berjalan keluar dari Area outdoor restoran dengan perasaan kecewa yang teramat sangat. Dadanya bergemuruh menahan amarah, mengetahui wanita yang sangat dicintainya hingga membuat dia terobsesi kini sudah menikah dan tampak sangat mencintai laki – laki yang sudah menjadi suaminya itu.
Bahkan selama dua tahun ini, dirinya tak pernah putus berusaha kembali mencari keberadaan Fania yang menghindari bahkan mungkin bersembunyi darinya.
Nick berhenti dan berbalik saat sudah berada dia area dalam restoran. Masih rindu pada Fania, masih ingin memandangi wajah cantik wanita itu, bahkan sangat ingin dapat membelai lembut wajah itu.
Nick seketika menoleh.
“Hey, Cindy Frederick.” Sapa Nick sambil tersenyum. “Long time no see. ( Lama ga ketemu ).”
“Long time no see Nick. ( Lama ga ketemu, Nick ).” Sapa Cindy balik sambil cipika cipiki dengan Nick. “What are you doing here in Thailand ? ( Apa yang kau lakukan disini ? di Thailand ? ).”
“Um, just a business. ( Hanya untuk bisnis ).” Jawab Nick. “And you?. What are you doing here? Holiday with your fiance? ( Dan kamu? Apa yang kamu lakukan disini ? liburan bersama tunanganmu ? ).”
Cindy tersenyum tipis. “I....” Wanita itu menggantung ucapannya saat matanya menangkap sosok seorang pria dan wanita yang dikenalnya. Laki – laki yang ia cintai dan wanita yang amat ia benci.
“Andrew .....?” Gumam Cindy yang menarik perhatian Nick hingga laki – laki itu ikut menoleh ke arah mata Cindy memandang tak senang.
“You know him ?. ( Kamu kenal laki – laki itu ? ).” Tanya Nick penasaran.
“Very ( Sangat ).” Jawab Cindy masih tak melepas pandangannya. “I’m the one who supposed to be with him right now. Not that b*itch. ( Aku yang seharusnya berada bersamanya sekarang. Bukan wanita murahan itu ).”
Nick menoleh pada Cindy. “Fania?. You know her too ?. ( Fania?. Kamu mengenalnya juga ? ).”
“She’s the one who ruined everything between me and Andrew. ( Dia yang mengacaukan hubunganku dan Andrew ).” Ucap Cindy sambil memandang Nick dengan matanya yang sudah berkaca – kaca.
“So, Fania’s husband is your ex – fiance ?. ( Jadi suami Fania adalah mantan tunanganmu ? ).” Tanya Nick.
__ADS_1
“If I had a chance, I’m gonna kill that b*itch!. ( kalau aku punya kesempatan, aku akan membunuh perempuan murahan itu! ).” Ucap Cindy pelan namun sinis sambil menatap tajam pada Fania yang tampak sedang tersenyum bahagia.
“I won’t let you to do that. ( Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya ).” Ucap Nick yang kini memandang tajam pada Cindy.
“You know her?. ( Kau kenal wanita itu ?).” Tanya Cindy heran.
“Of course. She supposed to be mine, if that man was not came into her life. ( Tentu saja. Dia seharusnya jadi milikku, andai laki – laki itu tidak datang dalam hidupnya.” Jawab Nick dengan penekanan pada Cindy.
“Let’s talk then. ( Mari kita bicara kalau begitu ).” Ajak Cindy.
“My place. ( Ke tempatku ).” Sahut Nick dan Cindy mengangguk.
Nick membawa Cindy ke kamar hotel yang ia tempati sementara.
“Take her away from Andrew. ( Bawa dia jauh dari Andrew ).” Ucap Cindy tanpa ragu pada Nick.
Nick tampak berpikir.
“I have a plan, but you have to help me. ( Aku punya rencana, tapi kamu harus menolongku ).” Ucap Nick pada Cindy sambil menatap wanita itu.
“Anything, to make Andrew comeback to me. ( Apapun, untuk membuat Andrew kembali padaku ).” Cindy tersenyum sinis. “You love her, as the way i love Andrew. ( Kamu mencintainya, seperti halnya aku mencintai Andrew ). Take her as far as you can, and leave Andrew to me. ( Bawa dia sejauh yang kamu bisa, biar Andrew aku
yang urus ).”
"Right after this plan success, you and I should never meet each other. ( Tepat saat rencana ini berhasil, kamu dan aku tidak boleh bertemu lagi ). " Ucap Nick yang dijawab anggukan oleh Cindy.
Nick kemudian menyusun rencana dengan Cindy yang kebetulan ayahnya juga memiliki bisnis gelap, sehingga wanita itu dapat mengakses beberapa orang bayaran untuk disewa demi menjalankan rencananya dan Nick. Begitu juga dengan Nick yang memang punya track record sebagai pebisnis yang menghalalkan segala cara untuk
mendapatkan apa yang ia mau.
“But you need to be careful, Andrew is not anyone that you can lightly supposed ( Tapi kamu harus hati – hati, Andrew bukan seseorang yang bisa kamu anggap enteng ).” Cindy memperingatkan Nick soal Andrew.
“Heh? You don’t know me that well, Cindy! ( Kau tidak mengenalku dengan baik, Cindy ).” Ucap Nick meremehkan ucapan Cindy.
“I warned you. ( Aku sudah memperingatkanmu ).” Tambah Cindy. “You need a very good plan and neat. ( Kau perlu rencana yang sangat bagus dan rapih ).”
“I know a person. ( Aku tau seseorang ).” Ucap Nick yakin.
“Who?. ( Siapa? ).” Tanya Cindy.
“Someone who has a big power of the black world here in Thailand. ( Seseorang yang punya kekuasaan besar dalam dunia hitam di Thailand ini ).” Jawab Nick.
“Chaisay Keit!.” Sahut Cindy.
***
To be continue ....
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak
__ADS_1
LIKE, VOTE DAN KOMEN
Terima kasih 💗💗💗💗💗