BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
NEW CHAPTER OF LIFE HAS BEGUN 53


__ADS_3

🍁 LAST BUT NOT LEAST 🍁 Terakhir namun Bukan Akhir 🍁💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


 


Selamat membaca ....... Enjoy


Acara pernikahan sobat ambyar di Keluarga Adjieran Smith ter helat hari ini. The broken Heart Couple itu yakni Michelle dan Dewa, sudah resmi menyandang status sebagai suami istri pagi tadi. Dan dihari yang sama, pada


malam harinya, resepsi dilangsungkan.


Semua anggota keluarga Adjieran Smith, termasuk juga Papa Herman, Mama Bela dan Mama Anye pastinya ada di resepsi besar keluarga cetar tersebut.


Kecuali satu orang, yang memang benar – benar tidak bisa hadir di pernikahan the broken heart couple itu. Terasa ada yang kurang memang, ga ada si Priwitan ditengah – tengah kebahagiaan mereka. Namun yah mau dibilang apa. Sang mempelai pria takut mempelai wanitanya keburu hamil diluar nikah, makanya Dewa benar – benar mempercepat pernikahannya dan Michelle.


“Can you just hide your ‘sad’ face for tonight Mister John? it’s a little bit annoying. (Bisa ga lo sembunyikan dulu wajah ‘sedih’ lo malam ini Tuan John? Agak sedikit mengganggu soalnya).”


Ledek Jeff yang melihat Jeff nampak sedikit lesu di resepsi pernikahan The Broken Heart Couple itu malam ini.


“Haha.” John terkekeh sinis. “Bagaimanapun ekspresi wajah gue. Wajah gue yang terlalu tampan ini, tetap sulit untuk ditutupi.” Ucapnya pada Jeff.


Jeff pun terkekeh.


“Gue heran, kalian kenapa sih masih menyembunyikan keberadaan si Prita dari gue?. Gue bahkan sudah mengitari sebagian kota di US dan gue sama sekali ga menemukan petunjuk tentang dia disana. Gue bahkan sempat mampir ke Canada!.”


“Well, Prita kan sudah seperti adik gue sendiri. Gue sayang sama dia, seperti halnya R sayang sama si Kajol dan akan melakukan apapun permintaan dia meskipun kadang bertentangan dengan Andrew, nah gue pun sama pada si Prita. Nah, dia minta gue untuk nge - jauhin lo dari dia, ya gue lakukanlah!.”


“Ya, dan lo semua memang kurang ajar!.”


“Hahahahaha. Dan gue ga menyangka kalau seorang John Smith bisa galau gara – gara anak abg!.” Sahut Jeff.


“Bstard!. (Bjingan!).”


“Lagipula si Prita memang lagi sibuk – sibuknya sekarang, John. Dia sedang fokus sama Gymnastic dan dance. Seems that she enjoy it. (Dia juga nampak menikmatinya). Jadi biarkanlah dia fokus dengan apa yang sedang digelutinya saat ini.”


“Gue hanya mau ketemu, bukan mau mengganggu!.” Timpal John.


“Ya kehadiran lo justru jadi gangguan buat si Prita.” Jeff terkekeh.


“Yeah, right!.” John menghela nafasnya.


****


Hanya selang beberapa menit, sebuah suara yang sangat John kenal, terdengar ditelinganya.


“Kak Michelle! Kak Dewa !. Happy Weddiing!!!!.... Congrats yah untuk pernikahan kalian .....”


John yang mengira suara itu berasal dari arah panggung langsung setengah berlari kesana. Tapi sumber suara itu tidak ada disana. Hanya para pengisi acara yang berdiri diatas panggung hiburan resepsi.


“Maaf ya ... ga bisa hadir. Maaaaafff banget ...”


Suara itu tidak berasal dari panggung melainkan dari sebuah layar besar yang memunculkan Prita yang sepertinya dalam panggilan video itu.


“Tapi doa Prita akan selalu bersama kalian. Asek dah... Hahaha.”


Gadis dalam video call itu tergelak. Dan mereka yang melihatnya pun ikut tergelak juga. Gelakan yang masih sama dari yang terakhir John ingat. Masih ga jaim juga.


“Prita ....” John menggumam sambil tersenyum ke arah layar. Ia mendekat pada keluarganya yang sedang berkumpul menghadap layar besar dimana ada Prita didalamnya.


“Ya udah ya, doa Prita sama – dengan yang lainnya. Semoga pernikahan kalian langgeng das SAMARA. Kalo ga paham itu samara tanya itu tuh sama si Kajol.”


Lagi – lagi yang mendengarnya tergelak. Gadis cantik bersuara nyaring itu nampak ceria seperti biasanya. Dewa dan Michelle nampak sumringah.


“Ya udah ya Kak Dewa, Kak Michelle, Prita ikut berbahagia dengan kebahagiaan kalian, meskipun Prita ga bisa hadir langsung disana. I love you, guys!.”


“Makasih ya Prita.” Ucap Dewa.

__ADS_1


“We miss you, babe. (kita kangen kamu, Sayang).” Ucap Michelle sambil memberikan sun jauh dengan kode tangannya.


“I miss you guys too. (Aku kangen kalian semua juga).” Sahut Prita dengan senyumnya yang lebar. “Haiii... keluargaku yang blaem – blaem.” Ia melambaikan tangannya ke arah keluarga Smith dan Cemara yang sedang tersenyum lebar melihatnya.


“Hai Prita!.”


“Hay Priwitan.”


Sahut para anggota keluarga yang cetar membahenol itu pada si Priwitan.


“I miss you, I love you, guys .... (Aku kangen, sayang kalian semua).” Ucap Prita lagi sambil memberikan sun jauhnya. “Berhubung akikah ga bisa hadir disana, tapi Prita sudah nyiapin satu hadiah buat kedua mempelai. Uhuy!.”


Prita nampak memundurkan dirinya dari ponsel.


“Ini persembahan dari Prita untuk Kak Michelle dan Kak Dewa.”


Prita kini sudah berdiri, dengan seorang pemain piano disampingnya. Dan nampaklah Prita yang anggun dengan memakai dress berwarna hitam dengan beberapa aksen bunga, membuat Prita nampak lebih dewasa dan anggun.


“Oh iya, let me introduce you to a very handsome pianist next to me, here. (Oh iya kenalin pianis yang super ganteng disebelah aku ini).”


‘Ganteng dari mananya coba?. Masih gantengan gue kemana – mana.’ Ada hati yang menggerutu kesal mendengar Prita memuji laki – laki yang sudah siap dengan pianonya.


“Everyone, this is Noah. (Semuanya, ini Noah).” Ucap Prita lagi dan pianis itu pun melambaikan tangannya.


‘Masa bodoh!.’ Hati yang sedikit dongkol itu menggerutu lagi.


“Kak Dewa, Kak Michelle, I dedicate this song for both of you. (Aku persembahkan lagu ini untuk kalian berdua).” Dentingan piano mulai terdengar dan gambar Prita yang anggun berada di belakang standing microphone didepannya.


🎹🎹🎹


Close your eyes, give me your hand, darlin' / Do you feel my heart beating / Do you understand


Do you feel the same / Am I only dreaming / Is this burning an eternal flame


I believe it's meant to be, darlin' / I watch you when you are sleeping / You belong with me


Say my name / Sun shines through the rain


A whole life so lonely / And then come and ease the pain


I don't want to lose this feeling, oh.....


🎹🎹🎹


Suara Prita mengalun merdu dari sebrang sana. Membuat semua orang yang mendengarnya hanyut dan terbuai.


‘Oh Prita....’ Membuat juga satu hati yang tadinya dongkol , kini menghangat dan spontan menyebutkan nama Prita dengan lembut.


Suara tepuk tangan bergemuruh di gedung resepsi, saat Prita menyelesaikan nyanyiannya.  Meski Prita tidak bernyanyi didalam gedung resepsi, namun suara seolah ada di tengah – tengah mereka yang ada didalam gedung tersebut.


Darah seniman di Keluarga Cemara ternyata tidak berakhir di Fania. Karena Prita juga sudah mulai mengikuti jejak sang kakak dalam hal tarik suara.


Prita sudah mempersembahkan sebuah lagu untuk Dewa dan Michelle. Tepuk tangan dan pujian meluncur untuknya bersamaan dengan senyum sumringah kedua mempelai, keluarganya, maupun para tamu undangan.


Semua mata terfokus pada Prita untuk sekejap. Termasuk John yang nampak hampir tak berkedip mengagumi Prita, hingga panggilan video dengan Prita berakhir dan pesta resepsi dilanjut lagi.


Tentu saja kini berganti dengan hiburan panggung dari Fania beserta si kakak ganteng yang ikut memeriahkan acara selain daripada beberapa artis ibukota yang diundang untuk mengisi acara.


Wajah – wajah bahagia tentu saja menghiasi wajah para anggota Keluarga Smith, Keluarga Cemara dan Mama Anye, termasuk keluarga dari mempelai pria yang bahagia kalau putra kebanggaan mereka kini bersanding dengan putri dari Keluarga yang sangat berpengaruh.


Kebahagiaan tentunya terus berlanjut meski pesta resepsi telah berakhir.


****


Kebahagiaan mereka sudah memiliki porsinya masing – masing.

__ADS_1


Fania dan Andrew tentunya sudah berbahagia dengan kehadiran Andrea. Reno dan Ara pun punya Varen sebagai pelengkap kebahagiaan mereka. Bahkan Jeff juga sudah memiliki buah hati meski dirinya belum menikah. Buah hati yang selama tiga tahun tidak pernah ia ketahui keberadaannya.


Dad dan Mom punya tiga cucu sekarang. Hanya tinggal menunggu cucu dari Michelle dan Dewa yang tentunya akan menambah kebahagiaan mereka.


Hanya tinggal satu anak laki – laki Dad dan Mom yang masih mengejar kebahagiaannya. Mencari mungkin. John, siapa lagi?. Pacar kaga ada, istri juga kaga, anak apalagi. Sian beut si John.


John : “ Emang Author sentimen banget sama gue kayaknya.”


Author : “Wkwkwk. Kaga ada maksud Kak John, maap yak.”


***


London


Hari telah berganti, waktu pun terus berjalan.


Keluarga Adjieran Smith termasuk Fania sudah seminggu kembali berada di London sepulang dari Indonesia, setelah segala urusan yang menyangkut pernikahan Michelle dan Dewa telah selesai. Dan kini the broken heart couple yang baru menikah itu sudah berangkat berbulan madu sejak tiga hari yang lalu.


“Mikirin apa Kajolita.” Reno menggoyangkan kepala Fania yang sedang duduk sambil menopang satu tangannya dihalaman belakang, tempat mereka semua sedang berkumpul di akhir pekan ini.


“Ga mikirin apa – apa Kak.” Sahut Fania yang sedang duduk tersenyum sembari memperhatikan Andrea dan Varen yang sedang bermain di kolam renang. Bersama dua J.


“Your smoothiest, Momma. (Smoothiest kamu, Momma).” Andrew datang dan langsung mengangkat tubuh Fania dari tempat istrinya itu duduk dan kemudian memangku nya.


“Thanks, Poppa.”


“Kenapa hem?. Ada yang mengganggu pikiran kamu?.”


“Nope!.”


“Pasti ada yang dipikirin tuh Ndrew dari tadi diam aja dia.” Celetuk Ara.


Fania tersenyum. “Ga ada ibu peri ....” Sahut Fania. “Gue hanya sedang berpikir tentang betapa beruntungnya gue ini.”


“Yap. Pada akhirnya gue ikut bahagia dengan hadirnya Andrea ada dalam hidup lo dan Andrew. Memang sudah sepatutnya lo merasa beruntung, Little F.”


“R was right, Heart (R memang benar, Sayang).” Sahut Andrew.


“Iya kalian benar. Gue beruntung punya Andrea saat ini. Tapi ga hanya Andrea. Keluarga ini,  Kak Ara, dan kalian berdua pastinya.”


Fania menyandarkan kepalanya dengan kepala Andrew. Sembari menatap pada Reno.


“Kalian berdua adalah sesuatu yang paling gue syukuri. Kak Reno, kamu, D.” Ucap Fania. “Karena kalau gue ga punya kalian berdua, rasanya hidup gue ga mungkin selengkap ini, sebahagia ini.”


Andrew dan Reno tersenyum. Termasuk juga Ara mendengar ucapan Fania yang terdengar amat sangat tulus.


“Gue beruntung. Tuhan baik banget sama gue. Menghadirkan kalian berdua dalam hidup gue.”


“Engga, Little F. Keberuntungan itu milik gue dan Andrew karena menemukan lo dalam hidup kami.”


Reno membelai kepala Fania seperti biasa. Ungkapan sayang seorang kakak pada adiknya.


“R sangat benar, Heart.” Andrew memeluk Fania sayang. “Kamu, adalah keberuntungan kami. Tanpa adanya kamu, mungkin hidup kami juga tak sebahagia ini sekarang.”


Fania tersenyum pada Donald Bebek kesayangannya.


“Dulu waktu mulai akrab sama lo, Little F. Gue berpikir yah gue mendapat teman baru. Ga bisa dianggap teman juga sih waktu itu. Abg labil waktu gue kenal lo.” Ucap Reno sambil terkekeh dan Fania, Andrew dan Ara juga ikutan terkekeh. “Tapi nyatanya gue dapat adik. Yang bisa merubah sifat gue, beberapa kebiasaan gue. Dan gue sangat – sangat mensyukuri kehadiran lo dalam hidup gue.”


“Yap. Once again, R was right. (Yap, sekali lagi, R memang benar). Kamu, itu anugerah dari Tuhan untuk aku dan R. Aku terutama.” Ucap Andrew. “Dan rasanya sudah ga ada lagi kata – kata yang bisa aku rangkai untuk mengungkapkan betapa bahagianya aku saat ini. Dari sejak aku mengenal kamu.”


“Makasih ya D, Kak Reno, Kak Ara juga. Makasih sudah menerima gue dalam hidup kalian. Menyayangi gue sampai seperti ini.”


Ucap Fania tulus meraih tangan Andrew dan Reno.


“Karena Kita keluarga dan kita terikat dari hati. Bukan Sekedar Sahabat.”

__ADS_1


💓THE END💓


Noted: Pesan Cinta dari Author jangan lupa di baca yawgh


__ADS_2