
Selamat membaca..
“ Jadi inget dia.. “. Ucap Andrew saat memegang pastel buatan Ara dan menggigitnya.
“ Gimana , enak ? “. Tanya Ara saat melihat Andrew menggigit pastel buatannya.
“ Hem, not bad “. Jawab Andrew saat sudah mengunyah pastel buatan Ara sambil mengangkat alisnya. Reno
pun terlihat menggigit pastel buatan Ara.
“ Enak hon ? “. Tanya Ara pada Reno.
“ Seenak yang buat “. Jawab Reno sambil menatap istrinya dan membuat Ara tersenyum. Kemudian Ara juga
mengambil satu dan langsung menggigit pastel buatannya untuk mengetahui rasanya.
“ Lumayan juga buat pemula “. Ara memuji dirinya sendiri.
“ As I said..... “. Ucap Reno.
“ Hampir – hampir mirip lah ya hon rasanya sama buatan si tante “. Ara tidak sadar kalau ucapannya membuat Andrew penasaran.
“ Hampir mirip rasa buatan si tante? Tante siapa ? “. Tanya Andrew.
Ara yang sadar ucapannya membuat Andrew jadi bertanya berusaha menutupi rasa canggung nya dengan
menunjukkan sikap biasa dengan terus menggigit dan mengunyah pastel buatannya.
‘ Harus jawab apa nih ‘. Batin Ara.
Reno yang menyadari Andrew penasaran langsung menjawab pertanyaan Andrew itu karena paham kalau istrinya
bingung untuk menjawab.
“ Tante penjual pastel lah “. Ucap Reno sambil meminum kopi setelah pastel yang dimakannya habis.
Andrew hanya ber OH ria seraya menghabiskan pastelnya.
“ Tapi rasanya ini agak mirip curry puff buatan mamanya Fania “. Ucap Andrew yang membuat Ara melirik
pada suaminya.
Sebenarnya Ara penasaran kenapa Reno belum memberitahu Andrew perihal mereka yang sudah menemukan Fania. Karena dia juga belum sempat minta penjelasan pada suaminya, dirinya lebih memilih diam kalau Andrew sedikit sedikit menyelipkan pembahasan tentang gadis itu.
“ By the way, kalian tumben kemarin agak lama stay di Indo ? “. Tanya Andrew.
“ Kenapa emangnya ? “. Reno bertanya balik.
Andrew terdiam sebentar. “ Si Demi Moore KW nama aslinya siapa sih ? Kita ini bodoh banget ya, selama itu
__ADS_1
kenal ga tau nama lengkapnya “.
“ Lo aja kali yang bodoh, gue mah pinter “. Sahut Reno membuat Andrew menatapnya malas.
“ Gue lagi serius ngomong, oke?!. Kalo tau nama lengkapnya , everything gonna be easy man “. Jelas Andrew.
Ara hanya diam saja, enggan berkomentar. Sepertinya kalau sudah membicarakan Fania kedua orang ini tampak
sensitif. Apalagi Ara merasa Reno belum mau memberitahukan pada Andrew soal Fania yang sudah ditemukan olehnya dan Reno.
“ Jadi?. Nama lengkapnya dia siapa?. “. Andrew melanjutkan pertanyaannya. “ Lo sendiri aja ga tau nama
lengkap Fania , padahal lo lebih dulu kenal dia daripada gue “.
Reno menatap Andrew tapi hanya terdiam. Sepertinya dia sedang berpikir sambil merangkai kata – kata untuk
menjawab pertanyaan Andrew itu. Andrew menatapnya balik dan mencoba mengartikan raut wajah sahabat sekaligus keluarganya itu. Bisa dibilang Reno adalah Kakak Andrew walau usianya hanya satu tahun diatas pria plontos itu, karena Ayahnya sudah mengangkat Reno sebagai Putra di keluarga Smith dan memberikannya hak
yang sama pada Andrew.
‘ Seperti ada sesuatu yang Reno pikirkan ‘. Batin Andrew saat sedang menatap Reno.
“ Ada sesuatu tentang Fania yang lo udah tau , isn’t it ? “. Ucap Andrew membuat Ara sedikit terkejut namun
berusaha menyembunyikan keterkejutannya itu.
‘ Ga heran Andrew hebat banget dalam Bisnis seperti Reno. Feelingnya tajam banget ini orang ‘.
**
dirinya penasaran dengan sikap Reno saat bicara tentang Fania.
Meski Reno menunjukkan sikap yang biasa, tapi Andrew tau ada informasi tentang Fania yang kemungkinan
sudah diketahui Reno tapi kakak angkatnya itu tidak mau mengatakan dengan jelas padanya.
‘ Kalau R punya informasi tentang Fania, kenapa dia ga mau berbagi sama gue ? ‘. Batin Andrew sambil
mengendarai mobil miliknya. ‘ Apa ada sesuatu yang buruk tentang Fania ?. Damned Andrew , jangan mikir yang aneh – aneh ‘. Begitu pertanyaan yang timbul dalam hati Andrew karena sikap Reno yang agak misterius untuknya saat tadi mereka sedikit membahas tentang Fania.
“ Fania, lo kayak apa sekarang ya ? masih tomboi ga kira – kira ? “. Gumam Andrew sambil melajukan
kendaraan menuju rumahnya.
Andrew masih membayangkan Fania di masa lalu sampai akhirnya dirinya sampai di kediaman orang tuanya
dimana Andrew sering tinggal selain apartemen pribadinya. Namun Andrew lebih senang pulang ke kediaman orang tuanya itu karena suasana di rumah itu lebih nyaman bagi Andrew yang hanya sesekali saja menginap di apartemen miliknya.
**
__ADS_1
“ Hon “. Ara mendekati Reno yang kini berada di ruang kerjanya. Bersandar pada meja sambil berdiri menatap
suaminya.
Reno mengalihkan pandangannya dari laptop kepada istrinya. “ Ada apa babe? “. Tanya Reno yang melihat gelagat
istrinya yang seperti ingin membahas sesuatu.
“ Kenapa ga bilang sama Andrew tadi kalo Fania udah ketemu ? “. Tanya Ara yang kini ada dipangkuan Reno
karena suaminya itu barusan menariknya untuk duduk di atas paha laki – laki itu.
“ Menurut kamu ? “. Reno bertanya balik sambil memainkan rambut Ara.
“ Justru itu aku tanya sama kamu , Hon. Kenapa ? . Fania kan suka tanya tentang Andrew juga ?!”.
“ Sebenernya aku mau kasih kejutan sama Andrew dan Fania juga sih, aku mau cari momen yang tepat buat
mempertemukan mereka “. Reno menjelaskan pada istrinya mengenai rencana dia untuk mempertemukan Fania dan Andrew.
“ Oh begitu . Caranya ? “.
“ Iya ini masih aku pikirkan. Lagipula Fania belum bilang mau ketemu sama si Andrew juga. Jadi aku
harus pastikan dulu semuanya “. Jelas Reno lagi.
“ Hon, kayaknya Fania itu... “. Ara menggantungkan kalimatnya. “ Dia ada rasa ya sama Andrew? “.
Reno tersenyum sambil menatap wajah bidadari surga pribadinya itu yang sering tepat dalam menganalisa
perilaku seseorang.
“ Hem, mungkin “. Sahut Reno menanggapi pertanyaan istrinya soal perasaan Fania pada Andrew.
“ Andrew sendiri ? “. Tanya Ara lagi.
Reno mengangkat bahunya. “ Yang jelas aku mau mastiin dulu apa Fania mau ketemu Andrew “. Ucap Reno.
“ Ya pasti mau lah Hon “. Sahut Ara.
“ We’ll see about it babe “. Ucap Reno sambil menghirup dalam aroma tubuh istrinya. Dan Ara membalas
memeluknya erat.
“ Yuk Hon, aku ngantuk “. Ucap Ara sambil bergelayut manja dan Reno pun mengangkat tubuh istrinya.
“ Yuk, adik kecil aku juga mau di nina bobo nih “. Reno mengedipkan matanya pada Ara seraya
menggendong istrinya menuju kamar mereka.
__ADS_1
***
To be continue..