
Selamat membaca ....
Jeff kembali ketempatnya saat lagu yang dinyanyikan Siska selesai. Puas banget muka dia yang tadi di goyangin biduan di depan panggung, sampe dikasih pegang pinggul pula.
“Gimana Nak Jeff rasanya digoyang biduan?.” Tanya Papa Fania yang menghampiri Jeff, termasuk juga Mama Fania dan Prita yang mendekati Jeff.
“Amazing Om.” Ucap Jeff sumringah sambil badannya di geterin tanda gemes pengen lagi. Wkwk. “Bukan Panas Dingin lagi. Segeeeerrrr.”
Sontak saja mereka semua yang berada di dekat Jeff serta yang melihatnya tertawa terbahak bahak dengan ekspresi si Bule gila.
“Apa itu Prita yang suka kamu sama Fania bilang?.” Celetuk Jeff pada Prita.
“Ambyaarrr....” Ucap Prita sambil menggoyangkan tangannya pada John.
Lagi – lagi membuat yang lain tertawa, membuat si Jeff saking gemes nya sama Prita sampe mencubit dua sisi pipi si Karina Kapur Barus itu. “Ish gemesin banget ini, adiknya siapa sih?.”
Mereka semua pun terus bercengkrama sambil tertawa masih dengan bahasan goyangan. Dan Siska juga masih menyanyikan satu lagu berirama dangdut koplo masih dengan diisi juga dengan goyangan yang bikin hati kaum adam the Sultan deg deg ser.
“Gimana Tuan Reno, Tuan Andrew, mau coba digoyang biduan?.” Goda John pada Reno dan Andrew yang kayaknya salting antara pengen banget liat panggung lama – lama sama salting gegara personil Charlie Angel disamping mereka.
Andrew dan Reno kompak memberikan sorot mata tajam pada si John. Namun pria itu dan Jeff malah tertawa termasuk Fania dan Ara.
“Liat mah liat aja Hon, bentar aja jangan lama – lama.” Goda Ara pada Reno.
“Iya bicaranya sih gitu disini, nanti dirumah tau tau kamar dikunci aja.” Sahut Reno yang mengundang gelak tawa yang lain.
“Mr. Andrew, My Bos, wanna try?.” Kini Jeff menggoda Andrew. “Boleh deh pasti ama Fania. Ya kan Fan?. Kapan lagi digoyang biduan?.” Ucapnya lagi sambil terkekeh.
“Sana gih, kalo mau ngerasain joged sama biduan .Asik aja aku mah.” Ucap Fania santai.
“Nanti ngambek.” Sahut Andrew.
“Wah berarti pengen lo Ndrew ya dalam hati mah.” Celetukan John bikin Andrew kesal. Tau aja itu orang kalo kata hati Andrew mah.
“Shut your fuc***’n mouth John.” Umpat Andrew pada John namun emang dasar ga ada akhlak juga si John\, ya dia malah makin ketawa.
“Tau pada munafik nih orang berdua. Laki – laki mah sama aja ga bisa liat yang bohay. Seksi dikit nah mata susyah dikondisikan.” Ledek Fania.
“Hey, Nona Muda, jangan sembarangan kamu ya. Enak aja. Gue beda oke?!.” Protes Reno sambil mencubit gemas pipi Fania.
“Hem, jangan asal kalo ngomong.” Timpal Andrew.
“Eleh, emang iya. Coba kalo kak Ara sama gue ga ada, yakin melototin si Siska yang lagi goyang gergaji itu di depan.” Ucap Fania lagi. “Masih jago Kak Ara pasti goyangannya mah. Iya ga Ka?.”
Ara terkekeh mendengar ucapan Fania lalu mengajak si Little F tos.
__ADS_1
“Iya , ya masih kalah jauh sama Kak Ara kalo soal goyang.” Sahut Reno malas. Membuat yang lain juga ikut terkekeh.
Andrew yang sebenarnya paham maksud Fania, tetap mencoba menggoda si kekasih hatinya itu. “Kayak ngerti aja Little Girl soal goyang goyang.”
“Weits, dia underestimate gue kak John.” Ucap Fania pada John sambil telunjuknya mengarah pada Andrew, membuat laki laki plontos nan menawan itu menatap heran Fania.
Andrew menaikkan satu alisnya seperti menggoda Fania. Memang hanya berniat menggoda saja, karna yang Andrew tau Fania itu Vokalis Band yang jago maen gitar bukan jago goyang.
“Ga mungkin kan kamu bisa goyang yang bikin panas dingin?.” Ucap Andrew dengan ledekan nya.
“Wah di tantangin lo Fan.” Mulut kompor Jeff sekarang mulai menyulut.
Andrew, Reno, Ara dan John pun tertawa tawa.
“Harga diri, Little F, di remehkan sama Andrew masa adik gue?.” Lah Reno ketularan jadi kompor.
“Buktikan Zaskia Gotik.” Timpal John.
“Yakin bisa?.” Goda Andrew lagi.
“Waahh.. beneran nantangin ini si Donald Bebek.” Sahut Fania sambil tertawa. “Gue bikin meriang, tau rasa.”
Kebetulan ada celetukan tetangga yang meminta Fania nyanyi lagi. “ Woy Kajol nyanyi dong.”
“Oke kalau anda memaksa.” Sahut Fania yang juga tertawa dan bergegas berdiri. “Kalo nanti meriang plus panas dingin sampe gelisah, resiko tanggung sendiri ya?!.” Goda Fania pada Andrew sambil mengedipkan satu mata lalu berjalan kearah panggung.
‘Sejak kapan dia jadi nakal begitu?. Gemes sih tapi pengen cium jadinya.’ Batin Andrew.
“Bisa goyang itu dia emangnya?.” Tanya Jeff pada John yang juga meremehkan Fania.
“Jangan kaget nanti.” Sahut John yang sudah tau kalau Fania itu juga bisa nyanyi dangdut dan bisa goyang. Sayang aja udah terlanjur anggap Fania adik, kalau engga udah di sambat duluan sebelum Andrew ketemu lagi
sama Fania. “Mau taruhan ni, kalau si Andrew bisa pusing kepala atas sama bawahnya nanti.” Ucap si Bule KW yang koplak kadang – kadang itu.
“Are you sure?.” Ucapan Andrew masih terdengar meremehkan.
“Pesan gue, sampe rumah lo pasti cari sabun.” Ucap nya ga pake disaring lagi itu omongan. Membuat mereka tertawa terbahak bahak. ‘Lo belom liat aja pacar lu goyangnya kayak gimana. Ngilu – ngilu itu Junior lo.’ Batin
John.
“Akang gendaangg.” Suara Fania sudah terdengar di microphone. Reno, Ara, Jeff dan tentunya Andrew sudah memasang mata ke panggung. Sementara John sibuk memperhatikan Andrew lalu memberikan ponselnya
pada Prita untuk merekam Fania yang akan bernyanyi.
“Siap siap my Bro.” Goda John pada Andrew.
__ADS_1
Musik dan suara khas gendang dangdut pun
terdengar. Begitu juga Fania yang sudah siap dipanggung.
“Tarrik sis semongko.” Suara Prita terdengar meneriaki kakaknya yang mau nyanyi itu.
🎶.. Rrr..... 🎶
Fania sudah mengangkat jarinya saat musik dengan alunan gendang yang mendukung itu mulai bermain.
🎶 Eee.. Bang Jono..
Mulai lah Fania menggeal – geolkan pinggulnya. Membuat sepasang mata laki – laki plontos sedikit membulat yang melihatnya bergoyang perlahan.
🎶 Kenapa kau tak pulang – pulang..
Lalu alunan gendang sengaja di hentakkan oleh pemainnya agar goyangan Fania makin asoy.
Mata Andrew pun membulat sempurna melihat Fania nya bergoyang yang memang sengaja untuk menghadap belakang sebentar sehingga bongkahan belakangnya itu yang sedang mengikuti hentakan gendang benar
– benar terlihat, bergoyang pelan ke kiri dan ke kanan bahkan memutar. Bahkan Andrew spontan berdiri saking ga percaya kalau Fania nya bisa goyang yang bikin dia tiba – tiba merasa ngilu di bagian lain.
‘I can’t believe my eyes.’ Batin Andrew sambil tanpa sadar menelan salivanya karna jantungnya tiba – tiba berdebar akibat goyangan Fania.
Bahkan Reno dan Ara aja sampai terbuka mulutnya begitu pun Jeff, yang langsung menoleh semua pada Andrew.
“Adik gue lo tantangin.” Goda Reno.
“Nah loh Andrew, tau rasa.” Goda Reno sambil tertawa.
“Oh My Lord!.” Celetuk Jeff sambil matanya terbelalak. ‘Gila si Demi Moore KW, bisa muter gitu itu pantatnya. Aishhh beruntung bener emang si Andreww!.' Batin Jeff menjerit sepertinya.
“Gue telpon Bi Cici ya biar siapin sabun yang banyak di kamar mandi lo, Ndrew.” Celetuk John yang sontak membuat yang lain tertawa terbahak bahak.
Meski dengar, tapi Andrew mengabaikan seruan yang berupa ledekan dari John. Karna matanya sangat fokus pada goyangan Fania, eh pada Fania nya maksudnya yang lagi geal geol sambil nyanyi di panggung yang tampak seperti sedang menggodanya.
‘Nah kan ngeces deh Lo Nal gue kasih liat goyang patah – patah.’ Batin Fania.
‘Stop it Sweetheart please, jangan goyang begitu lama – lama. Pusing aku liatnya.’ Batin Andrew.
'Iman kuat, Imin yang ga kuat.' Batin salah seorang tetangga.
*
To be continue..*
__ADS_1