
Selamat membaca ...
- - -
- - -
“REN ! ADE LO ! ADE LO ! FANIA !. “
Suara John terdengar begitu keras di telinga Reno. Dan suara laki – laki itu pun terdengar sangat panik serta menyebut nama Fania . Reno pun seketika panik mendengar nada suara John dan juga menyebut nama Fania
dengan seperti itu , membuat jantung Reno terasa berdebar kencang karena takut ada apa – apa dengan Fania.
‘JOHN !. ‘ Sahut Reno yang juga dengan nada suara yang keras memberi isyarat pada John untuk bicara yang jelas.
“ REN !! ITU ADE LU .... “
CIIIIIIIIIIIIIIIIIT ... Suara ban mobil terdengar. Reno pun mendengar dengan jelas decitan ban mobil tersebut dari sebrang handphonenya.
“ JOHN ! NGOMONG YANG JELAS!. “ Bentak Reno pada John yang bicara masih tergagap.
“ YA TUHAN ADE LU R...."
Tut.. tut...
Belum sempat John mengatakan Pada Reno soal Fania, tiba – tiba hp nya mati.
“ SHIT !. “ Umpat John yang ternyata handphonenya mati karena low bat.
“ JOHN ! !. “ Reno semakin gusar karena tiba – tiba panggilan John Terputus begitu saja.
*
Reno baru saja keluar dari kamarnya yang ada di kediaman keluarga Smith. Berjalan untuk turun kebawah untuk jogging sebentar. Handphonenya berbunyi saat dia sedang menuruni anak tangga.
“ What is it John ? “. Jawabnya malas karena melihat yang memanggil di layar handphonenya.
__ADS_1
‘ REN ! ADE LU ! ADE LU ! FANIA !. ‘ Suara John memekakkan telinga Reno dan suara John tidak hanya keras tapi terdengar sangat panik dan laki – laki itu menyebut nama Little F nya.
... Fania ... Hatinya Reno langsung merasa tidak enak. Dia takut ada kabar buruk tentang keselamatan adik angkat kesayangannya itu, karena suara John terdengar sangat panik.
“ JOHN !. “ Suara Reno begitu keras hingga mengagetkan orang – orang yang sudah bangun dan beraktifitas di kediaman utama keluarga Smith. Termasuk sang istri, Ara, yang baru saja keluar kamar karena akan jogging bersama Reno. Wanita itu pun kaget seraya berlari kearah suaminya karena mendengar Reno berteriak.
Ara berdiri dengan wajah khawatir di hadapan wajah suaminya yang juga terlihat panik dan khawatir saat sedang menelpon. Tapi Ara diam hanya memperhatikan karena tidak ingin menyela suaminya yang tampak gusar dan panik itu. Ara sendiri kaget melihat Reno yang seperti itu. Dia hanya mendengar Reno berteriak menyebut nama John tadi.
‘ REN !! ITU ADE LU .... ‘ Ucap John dengan nada suara yang terdengar sangat panik di telinga Reno.
CIIIIIIIIIIIIIIIIIT....
Reno pun samar – samar mendengar suara ban mobil, yang walaupun samar , tapi dia tahu suara itu suara ban mobil yang bergesekan dengan aspal.
“ JOHN ! NGOMONG YANG JELAS!. GOD DAMNED!. “ Bentak Reno pada John yang bicara masih tergagap. Sementara Ara sedikit terhentak karena kaget.
‘ Ada apa Ya Tuhan ‘. Batin Ara.
Nyonya Erna dan suaminya, Tuan Anthony juga setengah berlari menghampiri Reno yang mereka dengar suaranya dari taman belakang.
Wajah yang pernah Reno tunjukkan saat mendapat kabar sang Bundanya kritis dulu. Membuat pria itu seketika merasa sangat khawatir.
Tuan Anthony bertanya dan menatap Reno, tapi sepertinya putra angkatnya itu hanya fokus dengan telponnya. Ia menatap Ara, tapi menantunya itu juga menggelengkan kepala karena Ara sendiri juga belum jelas tentang kabar yang membuat Reno se gusar itu.
‘ YA TUHAN ADE LU R.... ‘
Tut.. tut...
Tiba – tiba panggilan dari John terputus, membuat Reno semakin gusar.
“ JOHN ! !. “ Ucap Reno lagi masih dengan suara yang keras.
Michelle yang berada di lantai atas dan baru saja keluar dari kamarnya juga akhirnya berlari turun, karena mendengar kakak angkatnya teriak. Reno terdengar mengumpat sambil menatap handphonenya dan berusaha untuk menghubungi balik.
“ Shit!. “ Umpat Reno sambil mencoba menghubungi John.
__ADS_1
Wajah Reno semakin tak karuan karena handphonenya tidak bisa dihubungi. Mereka yang saat ini berada di dekat Reno, belum ada yang berani bertanya pada Reno karena laki – laki itu terlihat panik dan putus asa, karena ia sudah berulang kali menghubungi nomor John namun tidak bisa tersambung.
Reno terduduk lemas di tangga kediaman keluarga Smith dan wajahnya sedikit pucat. Ara pun dengan sigap langsung menghampiri suaminya yang terlihat putus asa itu.
“ Honey , ada apa ?. “ Tanya Ara sambil mengelus punggung Reno.
“ Calm down R, tell us what happened ?. “ Tanya Tuan Anthony yang juga menenangkan Reno.
“ Iya nak, ada apa ?. “ Tanya Nyonya Erna. Kemudian memanggil salah seorang pelayan mengambilkan minum untuk Reno. Sementara Michelle hanya diam, karena gadis iru memang masih kaget.
“ Hon .... “ Ucap Ara lembut karena suaminya masih diam dengan memandang kosong.
“ Fania .... “ Ucap Reno pelan.
“ Fania ?. Fania kenapa ?. Cerita pelan – pelan Hon. “ Ucap Ara yang sekarang ikut khawatir karena Reno menyebut Fania. Tanpa disadari ada sepasang mata yang juga sedang berdiri di dekat Reno, Ara , Tuan Anthony , Nyonya Erna dan Michelle.
Melihat dan mendengarkan seraya langsung tersentak kaget dengan raut wajah yang sukar dilukiskan, saat mendengar kata ‘ Fania ‘. Namun tetap berdiri saja dalam diam, Seperti masih menunggu kata – kata yang keluar dari mulut Reno seperti yang lainnya.
“ Aku ga tau dengan jelas. Tapi tadi, saat John telpon suaranya sangat panik dan menyebut Fania berulang – ulang. " Ucap Reno sambil menatap handphonenya kemudian melipat tangan dan menunduk seraya memijat pelipisnya.
Ara masih mengelus punggung Reno.
“ Waktu John telpon tadi , aku mendengar suara decitan ban yang menyentuh aspal. Ga lama telponnya mati , babe.... “ Ucap Reno dengan nada suara yang terdengar putus asa. Dan tampaknya semua yang mendengar perkataan Reno itu pun ikut khawatir.
Ara menutup mulutnya dan sekarang wanita itu tiba – tiba terlihat panik dan khawatir seperti suaminya.
“ Jadi maksud kamu, ada kemungkinan Fania kecelakaan ?. “ Ucap Ara dengan mata yang berkaca – kaca.
Dan....
Praaannngg....
Suara gelas yang terjatuh hingga pecah mengalihkan pandangan kelima orang yang berada di dekat tangga kediaman utama keluarga Smith tersebut.
**
__ADS_1
To be continue...