
Sesuai janji Author semalem. Hari ini Up dua Episode.
đđ
Selamat membaca ......
ă
âWell, look who is here!. (Wah lihat siapa disini).â Salah seorang pria perlente dengan sebuah gelas di tangannya berbicara dengan wajah sumringah sambil merentangkan kedua tangannya pada dua laki â laki yang baru saja tiba, berpenampilan sama perlente nya seperti pria yang menyambut dua orang itu.
âEl van Fabian!. Whatâs been up, huh?. (Gimana kabar, hah?).â
âAndrew Adjieran Smith!. What a surprise! ( Sungguh sebuah kejutan! ).â
Andrew dan pria bernama El van itu berpelukan layaknya teman yang sudah lama tak bertemu.
Beberapa orang pria yang berpenampilan kurang lebih sama dengan Andrew dan El van pun saling menyapa Andrew dan Jeff yang baru saja bergabung.
Beberapa wanita seksi baik yang gaunnya tidak terlalu terbuka sampai yang minim juga menyapa dan menyalami Andrew serta Jeff. Para wanita â wanita kaya yang memiliki sisi liar dalam diri mereka. Kenalan Andrew dan Jeff
dalam ruang lingkup kehidupan jetset mereka.
âHey Nino! Whereâs your Boss? ( Mana Bos lo? ).â Sapa Andrew dan Jeff pada Nino yang malam ini juga ada disitu.
âJust his greeting ( Cuma titip salam ).â Sahut Nino.
Andrew dan Jeff serta Nino berbaur bersama orang â orang yang mereka kenal itu. Mengobrol dan bercengkrama sambil tertawa bersama membahas hal â hal yang penting sama yang sama sekali tidak penting, sekedar melepaskan penat.
Sebuah panggung kecil namun nampak mewah ada ditengah â tengah ruangan itu. Ada cermin panjang yang berada di belakang panggung tersebut serta beberapa tiang stainless yang tertancap ditiga sisi.
âSo weâre just sit and having chit chat here? ( Jadi apa kita Cuma duduk dan ngobrol ngalor ngidul disini? ).â
Celetuk Jeff pada El van dan beberapa orang yang sedang mengobrol bersama mereka. Dan mereka pun tergelak bersama.
âBe patience Jeff. I asked to to give the best hottiest in this place special for your very busy Boss who came here to join us after quite long time he never showed up to our Rendezvous! ( Sabar Jeff. Gue minta mereka untuk memberikan cewe â cewe terseksi disini spesial buat menyambut Bos lo yang sangat sibuk ini setelah sekian lama dia ga pernah muncul di setiap pertemuan kita ).â
âHahahaha. Donât you guys worry. I have my own personal hottiest! ( Lo semua ga perlu khawatir, gue punya cewe seksi pribadi! ).â Ucap Andrew sambil tersenyum lebar.
âGa apa â apa Ndrew, malam ini lo cuci mata sebentar.â Ucap Jeff sambil mengkode Andrew dengan kepalanya menunjuk panggung yang kaca panjang yang ternyata adalah sebuah pintu, kini terbuka.
Ruangan seketika riuh dan musik terdengar makin dikeraskan. Suitan nakal dari para pria kaya yang sangat bersemangat melihat tiga wanita yang teramat seksi itu keluar satu persatu dari dalam pintu kaca.
Tiga wanita yang bodi nya bak model dan memang berjalan dengan sangat seksi mengambil tempat di masing â masing tiang. Bukan hanya cara mereka berjalan dan berpose, namun pakaian yang mereka pakai pun pastinya akan membuat para kaum adam yang melihatnya , seketika merasa haus dan lapar. Tak terkecuali Jeff dan Nino yang merupakan pria bebas.
Tubuh tinggi, ramping dan mulus dengan kaki jenjang berhias high heels, jangan lupakan pakaian mereka. Well, tak berpakaian lengkap jelasnya. Hanya dua pieces pakaian yang juga tak terlalu menutupi aset mereka. âThatâs what Iâm talking about! ( Ini yang gue maksud! ).â Ucap El van bersemangat.
Andrew menoleh ke arah panggung. Spontan menelan salivanya melihat pemandangan yang tak dipungkiri memang sedap dipandang. Toh bagaimanapun di pria normal yang tak mungkin tidak merasa senang melihat
pemandangan di depannya. Tiga orang wanita yang sudah pasti menggetarkan jiwa kelaki â lakian para pria yang melihat penampilan mereka dan kini sedang meliuk â liuk dengan e*otis diatas panggung.
Andrew hanya menoleh sebentar. Kemudian mengalihkan pandangannya sambil menggoyangkan kepalanya sedikit dan meminum minumannya.
__ADS_1
âPasti membayangkan si Kajol dia.â Batin Jeff sambil melirik Andrew.
âChoose one, Andrew. You wonât be regret ( Pilih satu Andrew, lo ga bakal nyesel ).â
Salah seorang pria perlente lainnya berbicara pada Andrew sambil mengedipkan matanya.
âDonât you ever try ( Jangan coba â coba ).â Nino bergumam sambil menenggak minumannya.
âHahahaha. Thanks. But, No Thanks. Mine, is way better and hotter than those ( Engga deh makasih. Punya gue, jauh lebih baik bahkan lebih seksi dari mereka ).â Ucap Andrew menolak tawaran salah satu pria temannya di perkumpulan tersebut.
Mereka kembali tergelak.
âFor at least, let us entertaint you ( Setidaknya biarkan kami, menghiburmu ).â Celetuk El van dan salah satu orang penari striptease itu kini sudah diberikan ruang tepat di depan mata Andrew.
âSh*t!.â Andrew mengumpat dalam duduknya karena spontan matanya tertuju pada wanita berpakaian amat sangat sangat minim itu mulai meliuk â liuk kan tubuhnya depan mata si Donald Bebek.
âLiat aja Ndrew. Ga usah lo pegang. Nikmatin aja itu.â Goda Jeff sambil tergelak, Andrew hanya menggeleng. Berusaha lagi mengalihkan pandangannya, meski hatinya sedikit merasa berat untuk berpaling.
Nino juga hanya menggeleng. Berdiri tak jauh dari Andrew, juga tak kuasa untuk menahan matanya memperhatikan penari striptease yang sedang disuruh menggoda Andrew itu.
âOh Shit!.â Nino seperti bergumam tapi Jeff mendengarnya.
âYeah, very **!.â Celetuk Jeff sembari melihat penari yang menggoda Andrew itu dan merasakan sesuatu sudah mulai menjalari tubuhnya saat ini. Membuat si bule gila itu sudah mulai sedikit kepanasan. âDamned, Iâm getting burn! ( Sialan, gue mulai terbakar ).â
âYa, Not only you! ( Ya, ga Cuma elo! ).â Sahut Nino. Jeff terkekeh menoleh pada Nino yang mungkin ikutan mulai merasa sudah terbawa suasana panas di ruangan itu. "Not only who's burning .... ( Ga cuma elo yang terbakar sekarang ... )
Namun Jeff sedikit heran, karena ternyata Nino tidak sedang memperhatikan si penari yang sedang menggoda Andrew. Laki â laki kepercayaan Reno itu berdiri terpaku menatap ke satu arah lurus.
âOH SHIT!.â
***
âLetâs go there. I wanna know ( Ayo kesana. Gue mau tau ). Ucap Fania setelah Alex memberitahu tentang satu lantai diatas mereka.
Alex hanya tersenyum. âWhat for, Fania. Itâs almost same like here ( Untuk apa Fania, kurang lebih sama dengan disini ).â Alex pun menunjuk ruangan di belakang mereka. âThe differences is, that is the big hive of the wolves! ( Bedanya ,disana itu sarang besar para srigala ).â Batin Alex sambil sedikit menoleh ke arah tempat sampah untuk mematikan rokoknya.
âJust curious ( Cuma penasaran ).â Celetuk Fania.
âFania!.â
Alex sedikit terkejut lalu berjalan cepat mengejar Fania yang sudah berjalan menuju tangga untuk ke lantai atas.
Fania sudah di lantai tiga dan mengedarkan lagi pandangannya. Lantai yang interiornya nampak lebih mewah dan luas itu sepertinya memang dibuat sedemikian eksklusif dengan beberapa ruangan yang nampak lebih besar dari yang tadi sempat ia masuki.
Alex hanya menggeleng dengan kelakuan Nyonya mudanya ini yang punya rasa penasaran begitu tinggi untuk setiap hal yang ingin ia ketahui. âSee, itâs almost same right? ( Liat, kurang lebih sama kan? ).â
âYa, youâre right ( Ya, lo benar ).â Sahut Fania.
âShall we go now? ( Kita pergi sekarang? ).â Ajak Alex.
Fania mengangguk.
__ADS_1
âIsnât it Mister El van Bodyguard? ( Bukannya itu pengawal pribadinya Tuan El van? ).â Alex sedang memastikan matanya. âAh shit, how can I forget that?!. Tonight is The Gentlemanâs gathering ( Ah sial, bagaimana gue bisa lupa
kalo ini jadwalnya The Gentlemanâs berkumpul? ).â
âCome Alex letâs go home.â
âI supposed to remember it, when Fania came to Red . (Â Seharusnya gue inget tadi pas Fania datang ke Red ).â
âAlex?.â
Fania menatap Alex yang nampak sedang memikirkan sesuatu hingga tak menanggapinya.
âAlex!.â Fania menyentuh lengan Alex yang kemudian tersadar. âWhat is it? ( Ada apa? ).â Tanya Fania.
âUm, nothing Miss, Fania. I better take you home now ( Bukan apa â apa, Nona. Eh Fania. Sebaiknya saya mengantar anda pulang sekarang ).â Alex nampak sedikit gugup. âI donât know if Mister Reno or Andrew are here also, but I donât want take any risk, if Miss Fania here more longer ( Gue ga tau Tuan Reno atau Andrew ada disini juga atau engga, yang jelas gue ga mau ambil resiko kalau Nona Fania disini lebih lama lagi ).â Batin Alex.
Alex hendak membawa Fania pergi dari lantai dan gedung klub malam tersebut.
âWait! ( Tunggu! ).â Fania menghentikan langkahnya. âIsnât it Ezra? ( Bukannya itu Ezra? ).â
âOH SHIT!.â
**
âDamned you guys! ( Sialan lo semua! ).â Ucap Andrew tak serius pada para pria di komunitas perlente nya itu. Saat dirinya sedang diberi pertunjukan pribadi tepat depan matanya oleh seorang penari striptease yang paling favorit ditempat itu.
Ia geleng â geleng sambil tersenyum dan sesekali mengusap wajahnya. Berusaha keras tak benar â benar memperhatikan wanita yang sedang meliuk â liuk dengan e*otis didepan matanya itu.
âYou want me to dance on you, Mister Andrew? ( Apa kau mau aku menari diatasmu, Tuan Andrew?.â Si Penari wanita itu menggoda Andrew dengan suara dan mimik wajah seksinya sambil menggigit bibir bawahnya.
Makin mendekat pada Andrew dengan sorakan dan ricuh tawa dari semua yang sedang melihat Andrew digoda habis â habisan oleh si penari didepannya.
âNo, please donât. Thanks, but No. ( Engga, tolong jangan. Makasih tapi engga ).â Andrew mengangkat satu tangannya.
âAh come on Andrew ( Ayolah, Andrew ).â Celetuk salah seorang pria.
âSeriously, No, please?. Comeback to your stage ( Serius engga, tolong. Kembali ke panggung aja sana ).â Ucap Andrew dengan tersenyum pada si penari. âHow âbout this ( Gimana kalau begini ).â Andrew berdiri dan mengeluarkan dompetnya, lalu mengeluarkan beberapa lembaran poundsterling yang lumayan banyak. âHere ( Ini ).â Andrew mengulurkan lembaran uang pada si penari itu.
âWhy donât you put by yourself? ( Kenapa ga kamu letakkan sendiri? ).â Si penari membusungkan dadanya, mengkode kalau Andrew dipersilahkan menyelipkan lembaran uang itu diantara pembungkus gunung kembarnya.
Andrew tersenyum. âJeff, will be very pleased to do that. Right Jeff? ( Jeff akan dengan senang hati melakukannya. Iya kan, Jeff? ).â Berbicara pada Jeff namun tak ada tanggapan. âJeff?.â Andrew menoleh pada Jeff.
âOH SHIT!.â Jeff  tampak menelan kasar salivanya.
Andrew mengernyitkan dahinya, melihat Jeff yang nampak syok menatap sesuatu atau mungkin... seseorang?.
âWhatâs wrong? ( Kenapa lo? ).â Tanya Andrew hendak menoleh pada arah mata Jeff bahkan Nino terpaku.
PRANGG!!!!.
****
__ADS_1
To be continue ....
Nah lo !