BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 138


__ADS_3

Selamat membaca ..


 


“DONALD BEBEEEEEEKK !!!!. KELUAR GA!.”  Suara Roker Fania menggema di setiap sudut lobby Kantor Pusat Smith Company. Membuat si Kajol jadi perhatian seketika itu juga oleh orang – orang yang saat itu berada di lobby gedung perkantoran milik keluarga Smith itu dan tentu saja membuat dirinya juga langsung menjadi tontonan. Membuat Cindy menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah Fania.


"What did she say?.” (Dia bilang apa?). Gumam Cindy.


“DONALD BEBEEEEKK!!! KELUAR GA! KESEL NIH YA GUE!.” Fania masih beroker ria, tanpa ,memperdulikan apapun lagi.


“Shame on you!.” (Memalukan!). Ucap Cindy yang menyindir. Bersamaan dengan dua orang petugas keamanan yang datang ke arah Cindy dan Fania.


“Excuse me, Miss Cindy. Is this young lady disturbing you?.” ( Permisi, Nona Cindy, apa wanita nona muda ini mengganggumu?).” Tanya si petugas keamanan pada Cindy.


“You are not allowed to make some nuisance here, Miss.” ( Anda dilarang membuat keributan disini, Nona ). Ucap petugas keamanan yang satunya pada Fania yang mukanya udah kayak lipatan cucian.


“Well as you both have seen. She’s make a nuisance who disturbing everyone here.” ( Seperti yang kalian lihat, dia membuat keributan yang mengganggu kenyamanan semua orang disini ). Sahut Cindy masih dengan pandangan yang melecehkan pada Fania.


“I’m sorry for your incovenience Miss Cindy.” ( Maaf untuk ketidak nyamanan anda Nona Cindy ). Ucap petugas keamanan yang bertubuh kekar yang mirip sama om Terminator. “You can continue, to Mr. Andrew’s office, let us handle her.” ( Anda bisa melanjutkan ke ruangan Tuan Andrew, biar kami yang mengurus dia ).


“See?. You are unexpected!.” (Lihat? Kau itu tidak diharapkan!). Cindy mencondongkan sedikit tubuhnya pada Fania setengah berbisik.


“You can go with us, Miss. Better you leave now.” ( Anda bisa ikut dengan kami, Nona. Sebaiknya anda pergi ). Ucap petugas keamanan yang tadi berbicara dengan Fania.


“You better call si Donald, um , I mean, Andrew Smith Now!.” ( Mendingan panggil itu si Donald, Um, maksudku Andrew Smith sekarang!. ).” Fania menolak pergi.


“You really don’t know your position, huh?.” ( Kamu benar – benar tidak tahu posisimu ya?). Cindy terus menyerang Fania dengan kata – kata, meski gadis itu tidak menggubrisnya.


“Please left this building nicely Miss, or we have to push you.” ( Tolong tinggalkan gedung ini baik – baik atau kami harus memaksa anda ). Ucap si petugas keamanan yang mirip om Terminator dengan tatapan tajam.


“Don’t touch me.” ( Jangan sentuh saya ). Ucap Fania karena salah satu petugas keamanan sudah memegang tangannya untuk membawa gadis itu keluar dari gedung. Namun petugas itu tidak menggubris. “ I said don’t touch me!.” ( Saya bilang, jangan sentuh saya ! ). Fania menarik kasar tangannya.


Ting !.


Salah satu pintu lift eksekutif terbuka

__ADS_1


Ting !.


Satu pintu lift eksekutif terbuka lagi dari sudut yang berbeda.


‘I’m Dead!. Really Dead!.’ Batin Jeff dan Nino yang melihat pemandangan seorang gadis muda yang sepertinya akan dibawa pergi oleh petugas keamanan.


Dua orang yang bersama mereka masing – masing sudah menunjukkan wajah yang lumayan menakutkan karena rahang mereka sudah sama – sama mengeras dengan sorot mata tajam saat melihat pemandangan yang sama dengan para orang kepercayaannya.


“What The Hell Are You Doing?! ( Apa yang sedang kau lakukan?! ).” Ucap Andrew dengan nada suara yang berat dan tegas serta tajam, yang sempat melihat Fania menarik tangannya dengan kasar dari cengkraman si petugas keamanan.


Cindy menoleh tersenyum manis pada Andrew yang sedang menatap lurus. “ Andrew, I just wanna visit you. “ ( Andrew, aku baru saja akan mengunjungimu ).


Namun Andrew tidak menggubris, ia melanjutkan langkahnya untuk menghampiri Fania yang sedang berada di tengah dua petugas keamanan.


Sementara Reno menjeda langkahnya sejenak, karena sudah melihat Andrew menghampiri Fania. Menahan Nino juga untuk berhenti dengannya. Meski kurang paham tapi Nino menurut.


“I, Asked. What Is Going On Here?!. What Are you Guys doing!.” ( Saya tanya, ada apa ini?! Apa yang sedang kalian lakukan?! ). Andrew tampak emosi.


“She make so ... .“ ( Dia mem .. ). Cindy mencoba mencari perhatian.


Juga membuat kaget mereka semua, karena suara Andrew tak kalah menggelegar dan wajah tak senangnya begitu nampak. Termasuk Fania yang juga baru pertama kali melihat Donald nya segalak ini. Tapi si Kajol mencoba bersikap biasa.


Berbeda dengan Cindy yang telak di hardik Andrew seperti itu dihadapan orang banyak. Yang merasa malu dan kaget pastinya. Rasa takut pun kini menghampirinya.


“What is going on?.” (Ada apa?). John yang ternyata baru datang dari Indonesia dan sebenarnya juga ikut rapat dengan Reno baru saja ikut bergabung menghampiri Reno dan Nino yang bergerak maju dengan langkah yang pelan.


Dirinya sedang berada di toilet saat Reno dan Nino meninggalkan ruang rapat karena informasi dari sekertarisnya yang bilang bahwa ada seorang gadis yang membuat keributan di lobby bawah. Dan ia pun langsung bergegas turun juga.


“Fania?. What happened R?.” ( Apa yang terjadi, R? ). Tanya nya pada Reno.


“ Just watch. “ ( Nonton Aja ). Reno kembali berjalan


‘Haish, ada apa ini Kajol?.’ Batin John.


“What did You do?!.” ( Apa yang kau lakukan?! ). Andrew masih menatap Fania dan gadis itu menatapnya dengan sebal sembari memegang tangannya yang tadi sempat di cengkram petugas keamanan.

__ADS_1


“She make .... “ ( Dia mem ..... ). Salah satu petugas keamanan coba berbicara.


“WHAT DID YOU DO TO HER?!.” ( APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA?! ). Andrew menghardik sang petugas dan menatapnya tajam dengan raut wajah yang sangat tidak senang. Membuat petugas keamanan itu malah bingung.


‘We’re all gonna be dead.’ ( Kita semua akan mati ). Batin Jeff yang melihat Andrew tersulut emosi karena melihat Fania yang seperti diperlakukan sedikit kasar.


“Andrew, calm yourself.” ( Andrew, tenangkan dirimu ). Ucap Reno datar setelah berada di dekat Andrew dan Fania. Fania menoleh  pada kakak gantengnya, juga menatapnya malas dengan wajah sebal nya.


‘Gue udah begini baru pada nongol.’ Batin Fania yang sudah dongkol.


Reno tersenyum  pada Fania. “ Are you okay, Little F?.” ( Apa kamu baik – baik saja, Little F ? ).


Fania tidak menjawab, hanya kembali menatap sebal pada Reno.


“I’m sorry, but she make .. ( Maaf tapi dia mem.. ). “ Si petugas keamanan coba bicara lagi. Tapi tak sempat melanjutkan kata – katanya.


“Is that hurt, Sweety?.” ( Apa itu sakit, sayang? ). Andrew berbicara dengan lembut pada Fania sembari mencoba meraih tangan Fania yang masih dipegangi gadis itu.


Dua petugas keamanan itu semakin bingung. Tak jauh di belakang Andrew ada Cindy yang mereka tau adalah tunangannya Andrew. Yah setidaknya begitu rumornya. Tapi mereka mendengar dan melihat sendiri, Andrew menyebut si gadis pembuat keributan dengan kata sayang dan berbicara sangat lembut padanya.


“Don’t Touch !. “ ( Jangan Sentuh ! ). Fania menepis tangan Andrew. Memberikan tatapan tidak suka pada si Donald. Membuat hati laki – laki itu seketika mencelos mendapat penolakan kasar dari Fania. “PUAS KALIAN? LIHAT GUE DIPERMALUKAN KAYAK GINI?!.” Fania ketus dan nada suaranya sedikit tinggi sambil menatap Andrew dan Reno bergantian dengan telunjuk yang juga mengarah bergantian.


‘Gue mati dua kali kalau begini.’ Batin Jeff.


‘God, help me.’ ( Tuhan, tolong aku. ). Batin Nino yang sedikit paham kalau adik atasannya itu sedang ngomel.


‘ Kajol marah beneran ini?.’ Batin John.


Sementara Reno seperti menahan nafasnya.


***


To be continue ...


Sabar Jooll

__ADS_1


---- Like\, Vote\, Comment ----


__ADS_2