BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 102


__ADS_3

Selamat membaca...




*


“You both, better listen to me okay? (Kalian berdua, lebih baik dengarkan gue dulu, oke?).” Ucap Andrew pada Julian dan Lisa. “ Gue sama Paula itu ....”


“Andrew?. It's really you! (Andrew? Ini benar - benar kamu!).” Seorang wanita cantik berpakaian seksi menyapa Andrew dari belakangnya.


Membuat Andrew langsung menoleh, mencari tau siapa yang menyebut namanya.


“Where have you been, Drew? (Kamu kemana aja sih, Ndrew?). Kangen aku tau ga sih....” Wanita cantik itu langsung menunduk dan memeluk Andrew yang masih terduduk kaku ditempatnya.


“Paula?!.” Andrew yang kaget dengan si wanita cantik dan seksi yang tiba – tiba memeluknya itu, menyebutkan satu nama yang tadi jadi bahan pembicaraan Julian dan Lisa.


Fania yang dari tadi sok cool mendengarkan pembicaraan Julian dan Lisa juga menoleh pada Paula yang memeluk ‘pacar’ yang tadi tidak mengakuinya. 'Nah kan.'


“Paula, don’t. (Paula, jangan begini).” Ucap Andrew yang melepaskan dan menghindari pelukan wanita yang bernama Paula itu.


“Kenapa sih? Kamu ga kangen aku emangnya? I miss you so much (Aku sangat merindukanmu).” Ucap Paula seraya bertanya pada Andrew.


“Siap – siap Jeff.” Celetuk John sambil senyam  senyum.


“Of course lah. I'm very ready (Pastilah, Gue udah siap banget).” Sahut Jeff yang sama juga ekspresi mukanya dengan John.


Dan mereka kembali tersenyum lebar yang terlihat amat sangat mengesalkan bagi Andrew. “Both of you, stop okay?! (Elo berdua bisa diem ga?!).” Tunjuk Andrew pada dua J.


“Aku kangen tau Ndrew. Very (Sangat).” Ucap Paula lagi sementara Andrew sudah tidak fokus dengan situasinya saat ini.


“Ya, tapi jangan asal peluk Paula, that's make me uncomfortable (Itu bikin gue ga nyaman). Okay?!” Ucap Andrew. Lalu menoleh pada Fania saat Paula menyapa dua J.


“Hai Jeff, John. Long time no see you, guys (Lama ga ketemu kalian).” Sapa Paula dengan senyuman pada dua J.


“Hi Paula nice to see you (Hai Paula senang ketemu lo).” Ucap John. " Long time no see (Lama ga ketemu ya)."


“Very nice to see you, Paula (Senang ketemu lo lagi).” Ucap Jeff sambil cipika cipiki pada Paula.


Sementara Andrew sedang mencoba bicara pada Fania dengan mencondongkan tubuhnya ke arah Fania.

__ADS_1


“Little F, listen to me (Little F, dengerin aku). Jangan....” Andrew belum sempat menyelesaikan kalimatnya, namun wanita bernama Paula itu sudah keburu bertanya soal gadis yang sepertinya baru ia lihat.


“Eh iya ini siapa?. Baru lihat perasaan.” Tanya Paula saat melihat Fania.


Fania tersenyum lalu berdiri dan maju dua langkah mendekati Paula. Membuat Andrew juga spontan berdiri dan memanggil gadis itu. “Fan .... “


“Oh iya, kenalin. Nama gue Fania. Ade angkatnya Andrew.” Fania menghiraukan panggilan Andrew dan dia menyapa Paula dengan wajah yang ramah namun ada penekanan dalam ucapannya.


Paula tersenyum dan menyambut uluran tangan Fania. “ Aku Paula.”


“Siapa yang mau nganter nih jadinya lo apa gue?.” Dua J sibuk kasak kusuk ditengah medan perang.


“Silahkan duduk deh kak Paula tuh disamping pacarnya. Kebetulan gue juga dah mau balik.” Ucap Fania.


***


“Silahkan duduk deh kak Paula tuh disamping pacarnya. Kebetulan gue juga dah mau balik.” Ucap Fania dengan nada bicara yang biasa. Tapi gemuruh hatinya sudah luar biasa. “Semuanya, gue duluan.” Ucap Fania lagi dan bergegas jalan.


“Fania, isn’t my foster sister! (Fania bukan adik angkat gue!). Dia ini adiknya Reno.” Ucap Andrew pada semua orang disitu. Menatap Lisa, Julian dan Paula bergantian. “Dia.” Andrew memeluk Fania dari belakang. “Cinta dalam hati, cinta dalam hidup gue. My future wife (Calon istri gue).” Ucap Andrew lagi lalu mengecup pucuk kepala Fania. “Gue permisi.” Lalu Andrew menggandeng Fania dan berjalan menjauh dari Julian dan Lisa, dua J serta Paula yang matanya sudah berkaca – kaca.


Melihat Andrew yang membawa Fania pergi dari situ, dua J pun bergegas berdiri dan menyusul kedua orang yang tadi mereka bully secara tidak langsung.


“Alright then, Everyone, I think (Okelah semua, gue rasa) gue dan John sekalian pamit juga. Yuk semua.” Ucap Jeff seraya berpamitan lalu berjalan pergi.


“John, your car key. (John, kunci mobil lo sini).” Ucap Andrew saat John sudah muncul di depannya. “Lo balik bareng Jeff, mobil lo gue bawa.”


Sementara Fania berdiri bersandar di mobil John, sambil menatap punggung Andrew yang sedang meminta kunci mobil John. Dan otaknya sedang berpikir mengenai ucapan Andrew di dalam tadi.


‘Yang tadi dia bilang, itu serius apa engga sih?.’ Batin Fania.


Sementara itu Jeff berdiri disamping Fania dan ikut bersandar pada mobil John sambil menyalakan sebatang rokok.


John juga sudah memberikan kunci mobilnya pada Andrew, yang setelah itu langsung berbalik tanpa mengatakan apapun lagi dan langsung menekan tombol dari kunci yang tadi diberikan John agar pintu mobil tersebut terbuka kunci otomatisnya.


Jeff melangkah maju dari mobil John dan Fania juga ikut bergeser saat melihat Andrew mendekatinya lalu meraih gagang pintu mobil dibelakang Fania. “Masuk.” Sambil membuka pintu dan menunggu Fania masuk mobil.


“Ka John, Ka Jeff, gue duluan ya.” Pamit Fania pada dua J.


“Iya udah hati – hati kalian. Jangan berantem.” Ucap John.


“Udah jangan ngambek lagi nona Fania.” Goda Jeff.

__ADS_1


“Hemm, yuk bye.” Ucap Fania. Lalu langsung masuk mobil dan Andrew segera menutup pintu setelah si Little F sudah duduk di kursi penumpang depan. Andrew mengangkat tangannya menandakan ia pamit duluan tanpa bicara dan bergegas masuk mobil John.


“Don’t driving too fast (Jangan ngebut), Ndrew. Jangan pake emosi.” Ucap Jeff namun Andrew terus berlalu dan masuk mobil serta menyalakan mesin mobil. “Nanti si Fania shock kalo dibawa kebut – kebutan.” Gumam Jeff saat mobil John yang dikendarai Andrew sudah melaju pergi.


“Ga bakal shock itu anak sih mau si Andrew ngebut kayak gimana juga.” Ucap John yang mendengar gumaman Jeff yang langsung menoleh pada John.


“Lo tau si Andrew sama Reno kalo lagi dateng keselnya trus bawa mobil kayak apa.” Sahut Jeff. “Bisa jantungan nanti si Fania.”


‘Lo yang bakal jantungan kalo liat si Fania ngedrift.’ Batin John cengengesan. Pasalnya dia adalah saksi hidup betapa jagonya Fania mengendarai mobil dan itu si Little F adalah Queen of The Drift yang disematkan sama anak – anak di sirkuit tempatnya suka ngumpul.


“Come John. Better we also go now.” ( Yuk John. Sebaiknya kita juga pergi sekarang ).  Ucap Jeff mengajak John pulang bersamanya dan John pun bergegas masuk ke mobil Jeff seperti yang empunya. ‘Btw, si Andrew tau ga soal si Fania yang kenal ama anak – anak FC?.’ Batin John.


***


Andrew menyetir dalam diam dengan pandangan lurus ke depan. Fania pun sama diamnya dengan Andrew. Perjalanan mereka terasa sunyi kala itu. Bahkan musik pun tak terpasang.


‘Ngomong, engga, ngomong, engga?. Haish.’ Batin Fania sedang sibuk mempertimbangkan apa dia harus memulai omongan duluan, meski matanya menatap ke luar kaca mobil.


Andrew itu sebenarnya tipe laki – laki yang pantang baik – baikin perempuan yang ngambek, wasting time (buang waktu) katanya. Dan pada kenyataannya setiap gebetan dan mungkin mantannya Andrew memang ga ada yang berani ngambek sama Andrew karna ujung – ujungnya mereka akan diabaikan untuk seterusnya.


Bukan hal sulit untuk seorang Andrew Adjieran Smith untuk mendekati, bahkan mendapatkan wanita yang dia inginkan. Bahkan mungkin kalau dia mau para wanita itu akan rela memberikan kehangatan dengan percuma untuk Andrew diatas tempat tidur.


Entah kenapa, apa yang dirasa oleh Andrew pada seorang Fania itu berbeda. Mungkin karena efek udah sayang sama itu si Little F sejak dahulu kala jadi ga mungkin ,ga peduli kalau itu bocah ngambek.


Kalau perempuan lain mungkin sudah ditinggal sama Andrew. Bukan juga karena Fania adalah adik angkat Reno. Tapi rasa sayang, peduli yang kini sedang tumbuh menjadi cinta membuat seorang Andrew mengenyampingkan sikap cuek nya itu.


“Masih marah?.” Tanya Andrew yang akhirnya membuka suara duluan meski dengan suara yang datar.


Tapi yang ditanya tidak menyahut, bahkan noleh aja engga. Kesel sih sebenarnya si Andrew, tapi apa boleh buat, dia udah cinta sama Fania soalnya.


“Fan? Sweety?.” Panggilnya lembut pada Fania yang masih mengabaikannya meski hatinya dongkol. ‘Oh Tuhan, kenapa lah gue harus jatuh cinta sama si Demi Moore KW yang keras kepala.’ Batin Andrew. “Fania, Sweety, udah dong marahnya.” Ucap Andrew seperti mengiba.


Namun Fania masih bergeming. Bukannya karna sengaja mengabaikan si Donald yang mulai bicara padanya. Tapi karna si Little F itu lagi sibuk sama hati, otak serta batinnya yang sedang memikirkan hubungan dia dan Andrew.


“Fania, please jangan sampe hilang sabar aku. Kalau ditanya, jawab.” Akhirnya Andrew kesel juga. Pasalnya udah tiga kali negor tapi tetep dicuekin.


“Gue ga minta kok lo sabar sama gue.” Ucap Fania lalu Andrew menoleh padanya sambil juga memperhatikan jalanan yang sebentar lagi sampai ke rumahnya.


“Ya, habis kamu....” Andrew kembali bicara tapi keburu disela oleh Fania..


“Ga usah maksain perasaan lo ke gue. Ga usah maksain buat cinta ke gue, kalo sebenarnya engga. Lo Cuma hutang janji, bukan cinta!.”

__ADS_1


***


To be continue ...


__ADS_2