BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 285


__ADS_3

Selamat membaca...


“R, you and Jeff go that way, me and Dewa go this way!. (R, lo sama Jeff kesana, gue sama Dewa kearah sini ).”


“Okay!.” Reno dan Jeff berbelok ke sisi kanan pulau sesuai arahan John saat mereka dirasa sudah mencapai pulau kecil yang tadi dituju Andrew dan Fania. Namun sayangnya Fania dan Andrew pun tak ada di area sekitar pulau


kecil tersebut.


Keempat orang itu memarkirkan jet ski mereka di pulau kecil yang terdapat satu resort yang tidak terlalu besar didalamnya. Berkeliling sejenak sebelum masuk lebih dalam ke area villa, tapi jet ski yang digunakan Andrew pun


tak ada.


Mencoba untuk tetap bersikap tenang, keempat cogan itu akhirnya masuk lebih dalam ke area pulau tersebut. Kembali memecah tugas mencari Andrew dan Fania.


“John, Jeff. Lo berdua cari disisi luar. Tanya itu sama mereka yang disana, siapa tahu mereka melihat Andrew dan Little F. Gue dan Dewa coba tanya sama pegawai resort di dalam.”


“Okay.” Sahut dua J kompak yang langsung melebarkan kaki mereka untuk menghampiri beberapa orang yang sedang berada di sisi pantai.


“R!.” John menghampiri Reno bersama Jeff dan dua orang berbadan tegap.


“Mereka sudah ketemu, John?.”


Tanya Reno pada John yang datang setengah berlari.


“Hanya jet ski yang mereka gunakan. Tapi Andrew dan Fania ga ada.”


John menyampaikan informasi yang didapatnya pada Reno.


“Apa?!.” Ucap Reno dengan khawatir. “Bawa gue kesana.”


“Ga ada info juga dari dalam?. Jet ski yang Andrew dan Fania pakai sudah gue suruh orang untuk di bawa ke Villa.”


Reno menggeleng menanggapi pertanyaan Jeff.


“Mereka ga mampir kesini.” Ucap Dewa.


“Bawa gue ke tempat jet ski mereka ditemukan.”


“Oh iya R, mereka ga bawa ponsel?.”


“Engga. Ponsel Andrew ada di kamar mereka. Sementara punya Fania tadi dititip ke mama Bela.”


“Ya sudah antar gue ke tempat jet ski mereka ditemukan.” Ucap Reno dan ia juga berbicara dengan kedua pria berbadan tegap tersebut yang kemudian mengantarkan ke tempat mereka menemukan jet ski yang dipakai Andrew dan Fania.


“Kalau mereka jatuh dan tenggelam rasanya ga mungkin.” Ucap John. “Andrew is a good diver. ( Andrew itu penyelam yang jago ).”


“Kita ga pernah tahu.” Ucap Reno lalu langsung menceburkan diri kedalam air dibawahnya. Menyelam sedalam yang ia sanggup lalu kembali lagi ke permukaan.


Dua J dan Dewa juga ikut menceburkan diri pada akhirnya, menyelam dan berpencar didalam air, lalu kembali ke permukaan. “Nothing!. ( Nihil! ).” Seru John.


“Kita kembali ke Villa.”


**


“You guys found them?. ( Kalian menemukan mereka? ).” Dad langsung bertanya saat melihat keempat laki – laki muda yang sudah ia anggap sebagai putra - putranya sendiri.


“Hanya jet ski mereka saja, Dad.”


“Ya I know about that. I have checked but nothing looked suspicious. ( Ya aku tahu soal itu. Sudah aku cek tapi tidak ada yang mencurigakan ).”


“R ganti baju dulu Dad.”

__ADS_1


Reno pamit pada Dad untuk mengganti bajunya yang basah karena ia menyelam tadi terlebih dahulu.


Dua J dan Dewa pun sama. Mereka pergi ke kamar sebentar untuk berganti baju. Dad mengiyakan dengan mengangguk, lalu ia meraih ponselnya hendak menghubungi seseorang.


Mom beserta Keluarga Cemara masih bersama Dad Anthony. Kecemasan masih menyelimuti mereka.


“Ya Tuhan kemana mereka?.”


Nada suara Mom Erna sudah terdengar khawatir. Keluarga Cemara pun sama khawatirnya.


****


“Me and Jeff are trying to looking for them at the south side of Ibiza. ( Gue sama Jeff akan coba cari mereka di bagian selatan Ibiza ).” Ucap John pada Reno saat mereka berpapasan di dalam Villa.


“Gue ikut dengan kalian kalau begitu.” Sahut Reno.


“No R, you better stay here. ( Engga R, lebih baik lo disini aja ).” Ucap Jeff. “You’re a Dad now, remember?. Just try to get information from here. ( Lo ini udah jadi bapak inget?. Coba cari informasi dari sini aja ).”


“Iya R biar gue yang pergi bareng mereka.” Ucap Dewa.


“Okay. Keep  in touch, then. ( Oke, tetap hubungi gue kalau begitu ).”


Dua J dan Dewa mengangguk lalu bergegas pergi dari Villa menuju selatan Pulau Ibiza.


“I already contact my friend here. Police will help. ( Aku sudah menghubungi temanku disini. Polisi akan membantu.”


Dad mencoba menerangkan pada semua orang. Keluarga Cemara hanya diam. Ga paham juga sama omongan Dad barusan.


“Apa ada lagi orang yang hendak bermain – main dengan kita?.” Reno sedikit menyelidik. Ia melihat Ara mengkode dengan matanya, lalu Reno melirik pada Keluarga Cemara.


Reno mengangguk paham dengan maksud Ara. Mom juga rasanya melihat maksud Ara.


Ajak Mom pada Keluarga Cemara.


“Iya Pa, Ma, Prita lebih baik kalian istirahat dulu. Jangan khawatir kami pasti bisa menemukan mereka.” Sahut Reno.


“Betul yang dibilang Reno, Pa, Ma, Prita. Mari kita kedalam. Ara juga sekalian mau lihat Varen.”


Ara juga ikut membujuk, dan dia memang hendak menyusui Varen yang sedari tadi saat kepanikan dimulai sudah dititipkan ke Mama Anye.


“Papah disini aja.” Ucap Papa Herman. “Mamah sama Prita yang pergi ke kamar. Papah disini sampe ada kabar.”


“Engga ah, Mamah juga disini aja. Mana bisa istirahat kalo ga tenang gini.” Sahut Mama Bela. Seketika dia ingat waktu Fania kena tembak saat di Thailand. Pikiran buruknya sudah menerawang. Takut kalo si Kajol kenapa – napa


lagi.


“Biar Reno sama Dad yang menunggu kabar kalian istirahat aja dulu ya?.” Reno kembali membujuk. “Kami punya banyak orang yang akan membantu menemukan mereka.”


“Reno benar Pa, Ma.” Timpal Ara.


Pada akhirnya Keluarga Cemara pun mengangguk setuju dan ikut bersama Ara dan Mom ke dalam Villa.


*


“Jeff, is Andrew having a problem with someone, recently?*. ( Jeff, apa Andrew punya masalah dengan seseorang, baru – baru ini? ).” Tanya John pada Jeff saat mereka sudah dalam perjalanan bersama Dewa menuju Ibiza Selatan.


“No, I don’t think so. ( Gue rasa sih engga ).” Jawab Jeff sambil mengemudi.


“Coba lo inget – inget Jeff. Andrew pernah bermasalah sama seseorang ga disini?. Atau mungkin dia punya musuh lama?.”


Ucap Dewa seraya ikut bertanya.

__ADS_1


“Andrew, we, Smith’s. We don’t have any enemy, okay?. ( Andrew, kita, Keluarga Smith. Kita ga punya musuh, oke?.” Sahut Jeff. “Lo jangan lupa pengaruh Dad di dunia bawah. Jadi ga mungkin ada yang berani ganggu kita.


Kalaupun ada sudah ada orang lain lebih dulu yang membereskan selain keluarga kita sendiri.”


“Ya lo ada benarnya sih Jeff.” Timpal John. “Banyak orang dari dunia bawah yang hutang budi pada Dad, R and Andrew, jadi rasanya ga mungkin kalau ada yang coba – coba mengganggu.” Sambungnya.


Dewa manggut – manggut.


“Musuhnya Reno dan Andrew hanya orang – orang yang pernah berniat jahat sama si Kajol.”


Ucap Jeff lagi sambil masih mengemudi dan hampir sampai ke tempat yang sedang mereka tuju.


“Memang ada yang mau menjahati Naomy?.”


Dua J menjawab dengan anggukan pertanyaan Dewa barusan.


“Ada beberapa orang. Sedikit. Tapi ga mungkin mereka. Lo tau R sama Andrew kan?.” Ucap John. “Dan kalau Fania terancam, mereka ga akan segan buat melakukan hal – hal yang sukar lo bayangkan pada mereka yang coba mengusik keluarga kita. Terlebih lagi kalo ada yang mau macem – macem sama si Kajol.”


“Ya paham gue.” Sahut Dewa. “Dua malaikat yang punya sepasang sayap berbeda.”


“Ya begitulah. R and Andrew bisa jadi sahabat terbaik sekaligus bisa jadi algojo, bahkan malaikat pencabut nyawa.”


“Kasian si Naomy. Dia taunya kakak angkat sama suaminya itu manusia biasa. Padahal dua – duanya rada kurang waras.” Celetuk Dewa dan mereka bertiga pun terkekeh.


“Lo pikir si Kajol waras?.” Celetuk John.


“Iya, lo benar John. Si Kajol itu ibarat bidadari bertanduk kadang – kadang.” Timpal Jeff dan mereka kembali terkekeh lagi, sambil juga mata mereka tak lepas celingukan ke arah luar mobil.


“Jeff Stop!.” Tiba – tiba Dewa memekik.


Jeff spontan menginjak pedal rem. “Kenapa Wa?!.”


“Coba lo liat.”


Dua J menoleh ke mana telunjuk Dewa mengarah.


“Lo parkir dulu, Jeff. Gue sama Dewa yang turun.” Ucap John yang bergegas turun bersama Dewa.


“Mudah – mudahan mata gue ga salah lihat.”


**


“KAKAAAAKK!!!.”


**


To be continue ....


***** Makasih kalo masih setia membaca nopel receh ini *****


Maap cuman atu episode nih yak, soale author lagi suebel ama deterjen yang kritiknya kurang kreatip.


Bukan sama para reader yang blaem – blaem kok. I loph yuh pull kalo ama kalian mah.


Silahkan mengkritik dan memberi saran kalo masih ada kekurangan dari Author. Tapi tolong jangan menjudge, menghakimi para author yang udah milih meres otak daripada meres cucian.


Ada setaaaan pake baju putih


Sekian dan Terima jadi eh terima kasih.


Loph Loph

__ADS_1


__ADS_2