
♦BULE KOPLAK IN LOVE ♦
**
Selamat membaca...
Waktu berjalan sedikit cepat, Varen sudah berusia dua tahun lebih menuju ketiga tahun.
Relationship goals tetap dipegang oleh Dad dan Mom tentu saja sebagai pasangan yang nampak akan menjadi pasangan abadi, ikonnya Keluarga Adjieran Smith. Reno dan Ara berikut Andrew dan Fania, juga memegang Relationship goals mereka sebagai pasangan.
Jeff dan Michelle masih betah dengan kesendiriannya, namun John sudah menemukan tambatan hatinya.
Rela bolak – balik ke London demi sang pujaan hati, selain juga mengurusi beberapa bisnis pribadinya.
“Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam.” Keluarga Smith yang sedang berkumpul di weekend siang itu tanpa terkecuali menoleh pada sumber suara yang menyapa mereka dengan salam dan menjawab sapaan itu dengan serentak.
“Eh, Kak John. Baru nongol lo?.” Ucap Fania pada John yang memeluknya setelah memeluk Dad dan Mom serta Andrew.
“Kenapa? Kangen lo sama gue, Jol?.” Jawab John pada Fania.
“Bukannya lo dateng udah dari semalem?. Kok baru nongol sekarang?. Pasti bobo di tempat cece – cece lo ya?.” Ucap Fania lagi. John mencubit pipinya.
“Si Andrew istrinya yang kalau ngomong suka asal, ga hilang – hilang ini kebiasaan nya.”
Fania terkekeh. “Biasanya juga lo kalo dateng kalo ga ke rumah ka Reno langsung kesini?.” Ucap Fania.
“Ye gue juga punya apartemen sendiri kali.” Sahut John. “Lagian gue ada urusan semalam.” Sambungnya.
“Harap dimaklumi, Heart. Status jomblonya kan dia sudah ditanggalkan.” Celetuk Andrew.
John menarik kerahnya bangga. “Weits, jangan underestimate gue lo, Ndrew.” Ucapnya.
“Royalti tuh Little F dia pakai kalimat lo.” Celetuk Reno setengah nyengir.
“Nah iya itu bener, Copyright lo pake kalimat gue.”
“Jangan kayak orang susyah Jol!...”
Ucap John yang mengkopi lagi jargonnya si Kajol membuat mereka semua terkekeh.
“Jadi bener lo udah punya cewe kak?. Ga percaya gue.”
“Bukan cewe lagi. Calon Nyonya John Darwin Adjieran Smith.”
“Heleh, gimik. Mukanya tuh cewe ga pernah seliweran di medsos sama status wa lo perasaan gue.” Celoteh Fania.
“Buat kejutan lah.”
“Udah nanti lagi sambung ngobrolnya. Ayo kita makan dulu. Maid sudah selesai menyiapkan makanan untuk kita.” Ara menunjuk ke arah ruang makan dan semua mengangguk. “Kamu ikut makan disini kan, John?.”
“Iya Nyonya Reno, hamba ikut makan bersama kalian.” Sahut John. “Tapi minta Theresa menyiapkan satu tempat lagi dimeja makan, ya?.” John tersenyum lebar. “I bring someone with me ( Aku bawa seseorang bersamaku ).” Ia terkekeh garing.
“Pasti cewenya Kak John nih!.” Celetuk Michelle.
“Pinter adek Michelle!.” Sahut John.
“Widih gerak cepat!.” Celetuk Jeff.
“Jomblo jangan iri...” Sahut John lagi.
__ADS_1
“Terus mana orangnya?.” Tanya Mama Anye.
“Ada di ruang tamu, Ma.” Jawab John.
“Coba gue mau liat.” Si Kajol kepo.
“Take her here John (Bawa dia kesini John).” Timpal Dad.
“Okay Boss!.” Sahut John dan Fania hendak mengikutinya. “Tunggu sini aja sih Jol. Si Andrew istrinya kepo banget. Nanti juga lo tahu!.”
Fania mengerucutkan bibirnya, anggota keluarga yang lain hanya terkekeh dan membujuk Fania agar menunggu John dan tamunya di ruang makan. Fania pun mengangguk setuju dan berjalan bersama keluarganya ke ruang makan.
**
“Perhatian wahai keluargaku yang tiada duanya.” John sudah menyambangi keluarganya yang sudah duduk manis ditempatnya masing – masing dalam ruang makan. Menyapa mereka dengan gaya selengeannya seperti biasa. “Ayo.” Ia nampak meraih tangan seseorang dari balik pintu.
‘Ish sih ka John!. Beneran jadi pebinor dia!.’ Batin Fania saat melihat siapa yang dibawa John untuk diperkenalkan pada mereka semua siang itu.
“Kenalkan, ini Aila. Kania Ailani. I call her Aila ( Aku panggil dia, Aila ). Kalian semua sudah pernah bertemu dengannya.” Ucap John memperkenalkan wanita yang berada disampingnya dan ia gandeng dengan mesra. “Aila, ini keluargaku. Kamu sudah pernah melihat dan bertemu mereka juga kan?.”
“Halo semua.” Sapa wanita cantik bernama Aila itu.
“Halo Aila, apa kabar?.” Mom menghampirinya. “Yuk duduk, kita makan bersama.”
Aila mengangguk sopan dengan senyumnya, keluarga yang lain menyapa dengan anggukan kepala dari tempat mereka dengan senyuman.
“Senyum kamu jelek sekali kalau dipaksakan, Heart.” Bisik Andrew pada Fania sambil setengah terkekeh jahil.
Fania menarik Andrew untuk berbisik ditelinga suaminya itu.
“Itu Kak John sadar ga sih, dia bawa istri orang?.”
“Tanya langsung saja nanti sama orangnya.”
“Welcome to our home, Aila (Selamat datang di rumah kami, Aila).” Ucap Dad ramah dengan tersenyum pada wanita bernama Aila itu. “Make yourself comfortable (Buat dirimu nyaman).”
“Thank you, Sir (Terima kasih, Tuan).” Ucap Aila dengan sopan dan tersenyum ramah.
Kemudian makan siang pun dimulai seperti biasa yang diselipkan dengan obrolan santai.
***
“Eh, Kak Ren, si Kak John tuh sadar ga sih dia bawa istri orang kesini?.” Fania memulai gibahan. Reno dan yang lainnya terkekeh.
“Jangan suka negative thinking.” Celetuk Reno.
“Loh bukannya itu cewe udah nikah?.”
“Tadi bukannya nanya langsung sama orangnya Sweety?.” Ucap Ara.
“Pengen emang, gatel banget sih mulut ini dari tadi. Tapi ga tega juga ama si itu bule koplak yang kayaknya lagi poling in lop.” Ucapan Fania lagi – lagi membuat keluarganya terkekeh geli.
“Si John ga bakal segila itu juga Jol, kalo itu cewe masih berstatus istri orang.” Celetuk Jeff.
“Jadi dia udah cerai?.” Sahut Fania.
“Sudah.” Timpal Jeff.
“Ga gara – gara si Kak John kan itu cewe cerai sama suaminya?.” Fania masih penasaran.
“Masa iya Kak John sampai segitunya sih Kak?.” Celetuk Michelle.
“Iya kali, Namanya juga bule koplak.” Sahut Fania. “Dapet Jendes dia.”
__ADS_1
“Janda selalu di depan Fania.” Satu – satunya janda yang ada di situ bersuara. Mama Anye yang kemudian cengengesan.
‘Set dah.’ Batin si Kajol.
**
“Kenapa muka lo gitu?.” Ucap John saat di bule koplak itu sudah kembali dari mengantar pujaan hatinya saat malam tiba. Fania bersama Andrew dan Jeff sedang duduk – duduk di halaman belakang.
“Pebinor lo ya?!.” Celetuk Fania.
“Enak aja lo!.” Sahut John. “Dia udah ga terikat pernikahan oke?.”
“Gara – gara lo kali gangguin dia terus.”
“Dih sembarangan!. Gue baru gencar mendekati dia saat gue tahu dari kakak sepupunya kalau Aila sudah cerai lama.”
“Baguslah kalo lo bukan pebinor ternyata.”
“Makanya otak lo ini jangan suka mikir yang ga beres.”
“Gue hanya ga mau ada pebinor atau pelakor di keluarga ini, oke?!.” Ucap Fania. “Coy coy!.” Sambungnya.
John dan yang lainnya terkekeh.
“Udah lo test drive John?.” Celetuk Jeff yang duduk berbaring di kursi kolam renang sambil menyesap nikotin ditangannya.
“I’m not like you, okay? (Gue ga kayak lo, oke?).” Sergah John pada si bule gila yang cekikikan. “Dan Aila berbeda dari wanita – wanita lain yang pernah dekat dengan gue.”
“Bedanya?.”
Tanya Fania yang asik bergelayut manja pada suaminya yang tak berkomentar, sama seperti Reno pada John.
“Baru ini gue merasa dunia itu terlalu indah.”
John berkata dengan binar bahagia dimatanya.
“Welcome to Bucin Club! (Selamat datang di Klub Bucin!).” Celetuk Andrew.
“Terserah!” Sahut John.
“Jangan buru – buru ngomong cinta Tuan John, pacaran saja baru!.” Reno ikut nyeletuk.
“You guys dengar baik – baik ya.” Ucap John pada empat orang yang berada didekatnya itu. “Ada perbedaan antara ‘suka’ dan ‘cinta’. Kalau kita menyukai suatu bunga, kita akan memetiknya. Tapi saat kita mencintai suatu
bunga, kita akan merawat dan memetiknya.”
Uwu banget dah ah si bule koplak.
“Copas dimane itu kata – kata?.” Celetuk Fania. Membuat Andrew, Reno dan Jeff tergelak ria.
“Sirik nih ye. Ga pernah digombalin Andrew emang lo Jol ?.”
“Sok romantis sekali lo!.”
“Ikan Hiu Makan Tomat. Bodo Amat!.”
“Yeee Bucin akut!.”
“Whatever!.” Sahut John yang tak lelah menanggapi nyinyiran para deterjen. “Yang penting Tuhan sedang berbaik hati sama gue. Karena saat gue meminta malaikat cantik, eh Tuhan memberikan gue Aila.”
‘Bagus bukan malaikat maut yang Tuhan kirim buat die.’ Batin netizen.
****
__ADS_1
To be continue ...