
Selamat membaca ..
Kesibukan Andrew di Italia karna adanya beberapa masalah di Perusahaan membuatnya memang hampir tidak sempat mengecek isi ponselnya. Kecuali saat sampai di negara tersebut dia sempat mengabarkan Reno bahwa dirinya sudah sampai dengan selamat.
Tidak sempat menghubungi Fania karena ponsel nya memang langsung mati selepas menelpon Reno. Hingga saat sampai hotel pun dia bahkan langsung tidur karena berasa badannya lumayan kelelahan sampai ponselnya pun tidak ingat ingin ia charger.
Hari sabtu, minggu hingga senin ini pun Andrew benar – benar disibukkan oleh urusan Pekerjaan. Bahkan saat weekend dia sengaja datang untuk menyelesaikan segala hal tentang rencana peluncuran unit helikopter terbaru yang akan diluncurkan oleh Perusahaan Andrew. Sayangnya ada beberapa kendala yang membuat helikopter
yang akan diperkenalkan untuk para kaum jet set baik di Italia ataupun di dunia itu belum siap sepenuhnya. Jadilah Andrew dan Jeff merasa harus turun tangan sendiri menangani beberapa masalah tersebut.
Kebetulan di Italia yang Andrew bawa adalah ponsel yang memang ia khususkan untuk di pakai di negara itu. Sementara ponsel pribadinya ia tinggal di hotel. Saat ingat mau menelpon Fania laki – laki itu melihat jam, yang kemungkinan karena perbedaan waktu, si Little F pasti sudah tidur dan Andrew tidak mau mengganggu.
Baru hari senin ini lah, ponsel pribadinya itu dia aktifkan dan dibawa. Sempat melihat chat dari Fania dan membacanya, namun belum sempat ia balas karena merasakan panggilan alam yang membuatnya harus bergegas ke toilet.
Andrew menitipkan ponsel pribadinya pada Beatrice, karena wanita yang sudah menikah dan beranak satu itu adalah orang kepercayaannya. Berikut menitipkan pesan pada Beatrice untuk menerima setiap panggilan, karena takut ada hal penting dari keluarganya.
Sayangnya, Andrew lupa untuk membalas chat Fania karena ia buru – buru dan meski Fania menelpon, Beatrice yang hanya melirik sekilas nama pemanggil yang menurutnya adalah panggilan dari Fannya (dibaca Vanya) yang merupakan sekretaris pribadi Jeff. Membuat Andrew juga tidak berpikir untuk membalas chat atau menelpon Fania balik.
***
Andrew dan Jeff sudah kembali ke hotel sekitar jam delapan malam waktu Italia.
“Kita jadi pulang besok ke Indo, Ndrew?.” Tanya Jeff pada Andrew saat mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu sebelum naik ke Royal Suite tempat mereka bermalam di Hotel tersebut.
“Hem.” Jawab Andrew yang tampak lelah itu.
“Jam berapa?.” Tanya Jeff.
“Udah di urus Beatrice.” Ucap Andrew sambil memijat leher belakangnya.
“Eh iya, tadi gue tanya si Vanya, dia katanya ga nelpon lo.” Ucap Jeff yang tadi sempat ditanyakan Andrew kenapa sekretaris laki – laki itu menelponnya. “Salah tuh si Beatrice.”. Kemudian Jeff meraih ponsel pribadinya untuk sekedar melihat notifikasi.
Andrew menatap Jeff sebentar kemudian bergegas meraih ponsel pribadinya dalam saku celana, karena ponsel bisnis sudah ia berikan pada Beatrice kembali saat dirinya dan Jeff balik ke kantor setelah meeting yang kedua, baru kemudian mereka kembali ke hotel.
“Wuih.” Ucap Jeff saat melihat status John karna dia iseng lagi pengen liatin status temen – temennya.
I don’t need your honesty / It’s already in your eyes
__ADS_1
And I’m sure my eyes, they speak for me / No
one knows, me like you do
And since you’re the only one that matters
Terdengar suara merdu seorang wanita yang sedang bernyanyi dan dipastikan itu adalah rekaman video yang Jeff lihat pada status John.
“What is it?.” Tanya Andrew karna ia mendengar suara wanita yang sedang menyanyi meski terputus – putus, tapi terus di klik Jeff setiap potongan videonya dalam status John.
“Ish si John, asik bener dia nonton Live Music.” Ucap Jeff, tapi tak lama dahinya mengkerut.
“Pasti vokalisnya beautiful makanya dia rekam.” Sahut Andrew. “ Let me see.” Andrew meminta Jeff memberikan ponsel temannya itu, karna dia juga mau melihat video di statusnya Jeff.
“Ih, ini mah si Fania bukannya?.” Ucap Jeff yang masih mengerutkan dahinya, karena si vokalis memang mirip Fania. Tapi berhubung cahaya dalam kafe sedikit redup jadi Jeff benar benar memperhatikan dengan seksama. “It’s really her who’s sing. Your Little F nih.”
Andrew pun merampas ponsel Jeff, karena ia penasaran saat Jeff bilang kalau dalam potongan video itu adalah Fania yang sedang bernyanyi.
Andrew mengklik dua part terakhir potongan video di statusnya Jeff.
All I ask, is .... / If... this is my last night with you / Hold me like, I’m more than just a friend
/ Give me a memory I can use
do / It matters how this ends / ‘Cause what if I never love again?
Dan dalam potongan video di dua part terakhir itu memang wajah Fania nampak jelas karena diambil dalam jarak yang lebih dekat.
‘Fania’. Batin Andrew. Dan laki – laki plontos nan tampan itu tampak tersenyum manis. ‘You can sing, Sweety?.’
“Give me back my cell phone.” Jeff menyambar ponselnya yang tadi di rampas Andrew. Laki – laki itu melihat kembali part terakhir di status John. “Ish, ga sangka si Fania bisa nyanyi Ndrew?!. Bagus banget lagi suaranya. Keren banget emang ade angkat lo and R.”
Andrew langsung meraih ponsel pribadinya yang tadi ia letakkan di atas meja. Ia langsung men –chat si John dengan Voice note karena males ngetik. “John! Send me the video on your status. Now!.”
“Percuma kali Ndrew, dia mungkin udah tidur.” Ucap Jeff sambil melirik arloji di pergelangan tangannya.
Andrew yang kalau sudah maunya, ya maunya itu pun langsung mencoba menghubungi John. Nunggu besok pagi kelamaan mau liat video Fania lagi nyanyi dengan penuh perasaan itu.
**
__ADS_1
All I ask, is .... / If this is my last night with you / Hold me like, I’m more than just a friend /
Give me a memory I can use / Take me by the hand while we do, what lovers do / It matters how this ends
/ ‘Cause what if I never love again?
I don’t need your honesty / It’s already in your eyes / And I’m sure my eyes, they speak for me /
No one knows, me like you do / And since you’re the only one that matters
Look don’t, get me wrong I know / There is no tomorrow
All I ask, is .... / If... this is my last night with you / Hold me like, I’m more than just a friend
/ Give me a memory I can use / Take me by the hand while we do, what lovers
do / It matters how this ends / ‘Cause what if I never love again?
Andrew tak henti – hentinya tersenyum melihat video saat Fania menyanyikan sebuah lagu berjudul All I Ask tersebut.
Semalam setelah gencar menghubungi John sampai akhirnya pria tersebut mengangkat ponselnya dengan malas dan bete karena sudah tidur. Akhirnya Andrew pun mendapatkan apa yang dia mau dari John.
Kejutan lagi dari seorang Fania untuk Andrew. Sampai sekarang aja Andrew masih suka ga percaya, Fania yang dulunya tomboi pake banget, tau – tau udah berubah jadi gadis cantik. Seksi pula. Sekarang di baru tau kalau Fania bisa nyanyi dan suaranya merdu. Padahal dulu nafas aja fales perasaan Andrew. Belum lagi suara cempreng nya Fania kalo lagi teriakin Andrew saat gadis itu kesal sering dijahili oleh Andrew atau Reno.
Tapi memang Andrew sudah menyukai gadis tomboi yang ceria itu. Suka karna care. Sayang sama Fania karena si tomboi itu lucu dan membuatnya nyaman. Sebatas itu sih, dulu..
“Udah jangan diliatin terus itu ade Fania nya.” Ucap Jeff yang dari tadi memperhatikan Andrew senyam – senyum sambil ngeliatin videonya Fania lagi nyanyi. “Awas naksir. Ga heran juga sih. Siapa juga yang ga bakal naksir dia. Pretty, Sexy. Both, body and voice. Gue juga mau kalo dia mau sih.”
Andrew memberikan tatapan tajam pada Jeff. “If you wanna die, then try. She’s mine.” Ucap Andrew datar tapi penuh penekanan.
“Wah.. ! Mister Andrew Adjieran Smith. Captivated by a Fania.” Ucap John lalu laki – laki itu tertawa. “Jangan lama geraknya, keburu diambil orang nanti.”
*
To be continue...*
*** Update langsung dua episode lagi nih Emaknya Queen. Gimana sampai sini zeneng ga? ****
Support terus ya ....
__ADS_1
Tararenkyu***