
Selamat membaca ......
“Eh iya Fan, besok lo perform?.” Tanya John setelah Jeff selesai dengan acara membully Fania.
“Yap. Seperti biasa lah.” Jawab Fania.
“Ga cape?, hem?.” Tanya Andrew yang juga sudah selesai bermain game dan merebahkan badannya di atas karpet serta kepalanya diatas pangkuan Fania, sambil tangannya memegangi tangan Fania.
“Engga lah.” Jawab Fania. “Music and singing is my life.”
“Jadi aku belum dianggap nih?.” Sahut Andrew sambil mendongak untuk menatap mata Fania.
“Aish, sensitive sekali Bos gue ini.” Celetuk Jeff.
“Diam. Gue ga ngomong sama lo.” Sahut Andrew sinis.
“Elo kan pacar ketinggalan pesawat. Telat datengnya. Keduluan sama musik.” Sambar John.
“Nah tuh, Pinter kan Kak John.” Ucap Fania sambil menunjuk pada John. “ I Love You Full Kak John dah ah.”
Andrew langsung bangun saat mendengar Fania bilang I Love You Full pada John. “What did you say?!.” Ucap Andrew sambil menatap Fania dengan wajah yang kurang senang denger Fania yang bilang i love you full ke John.
“I Love You Full.” Jawab Fania spontan tanpa menyadari bau bau cemburunya si Donald. “Kak John.” Masih dengan wajah tanpa dosa.
“I’m gonna kill him then.” Ucap Andrew lalu memandang John dengan sinis.
John yang menjadi target Andrew, bukannya takut malah cengengesan. “Fania itu sebenarnya cinta sama gue, Cuma aja gue keduluan elo Ndrew. Iya ga my Sweety?.” Ucap John yang meledek Andrew sembari menoleh pada Fania seolah memberi kode.
Reno dan Ara serta Jeff menonton tiga orang tersebut. Yang sebenarnya mereka terheran heran dengan Andrew yang terlihat konyol karna sedikit rasa cemburunya yang timbul atas ucapan Fania. Tambah lagi si John coba jadi kompor.
“What did you say?!.” Wah Andrew kepancing kayaknya sama si John.
“Ih apaan sih.” Ucap Fania sambil meraih lengan Andrew. “Serius amat jadi orang.”
__ADS_1
“She’s my Fania. My Sweetheart. Not your Sweety.” Ucap Andrew yang agak nyolot. “She’s mine! Only mine!. Simpan itu baik – baik di otak lo.” Ucap Andrew lagi dengan ketus.
Fania yang merasa aneh menoleh pada Reno sambil mulutnya bertanya. “Cemburu dia?.” Tanpa suara.
Reno hanya mengangkat bahunya seolah bilang entahlah. Sementara Ara hanya terkekeh.
“Wah, udah kena virus dia.” Celetuk Jeff.
“Elo berdua virus buat cewe gue.” Sahut Andrew. “Dia nih, Fania Adjieran Smith, oke?!.” Ucap Andrew sambil matanya mengarah pada dua J dan tangannya menunjuk Fania serta tangan satunya meraih tangan Fania lalu menciumnya.
‘Oh astaga. Ini si Donald cembokur beneran?.’ Batin Fania yang melihat sikap Andrew pada dua J.
“Kamu denger kan, Fania? Fania Adjieran Smith. Fania nya Andrew!.” Ucap Andrew pada Fania.
“Andrew apa Donald?.” Ledek Fania.
“Sama aja. Andrew or Donald. You are mine.” Ucap Andrew pasti. Reno, Ara dan dua J hanya geleng – geleng aja liat kelakuan Andrew.
“Tau. Biasa aja. Nanti kabur si Fania kalo lo terlalu posesif sama dia.” Ucap John.
“I don’t care. Ga akan gue lepas meski dia yang mau melepas.” Ucap Andrew pada John lalu menoleh pada Fania.
Fania hanya tersenyum mendengar perkataan Andrew. Spontan dia membelai wajah Andrew. “Gue ga akan kemana – mana.” Katanya pelan.
“Aishhhh, jiwa jomblo gue meronta.” Celetuk John.
Sementara Ara sibuk mengabadikan momen Andrew dan Fania yang menurutnya indah kalo difoto. Mirip adegan romantis di drakor yang suka ia tonton.
“Apa tuh Ra, namanya kalo kayak si Andrew ini nih kelakuannya.” Tanya Jeff pada Ara seraya meledek Andrew.
Andrew hanya menoleh malas pada John. ‘Perusak suasana.’ Batin Andrew karna Fania melepaskan belaian tangannya dari wajah Andrew.
“B – U – C – I – NNN...!!!!.” Teriak Reno malahan. Disambut tawa oleh yang lainnya termasuk Fania. Ara aja sampai ga percaya sama suaminya yang teriak Bucin.
__ADS_1
“Tau – tauan kamu, Hon.” Ucap Ara.
“Apa namanya kalau bukan Bucin itu si Andrew?. Budak Cinta!.” Ucap Reno seolah meledek Andrew.
“Like you’re not.” Sahut Andrew tak mau kalah.
“So what?.” Balas Reno.
“Terserah kalian bilang apa. Ga penting. Yang penting Fania udah jadi milik gue. That’s it.” Andrew menyudahi ucapannya dengan kalimat yang tegas. “Right, Sweetheart?.” Kemudian menatap Fania dengan senyumannya yang juga tersenyum padanya.
“Iyaaaa my possesive boyfriend.” Ucap Fania.
“By the way, Sweetheart. Aku punya satu permintaan.” Ucap Andrew. “Tapi sebelumnya, aku mau memastikan. You really love me, don’t you?.” Tanya Andrew.
“Astaga Nald, masih aja nanya kayak gitu.” Jawab Fania.
“Aku Cuma mau memastikan aja.” Ucap Andrew. “Do you love me?.” Tanya Andrew lagi.
“Heeeemmm....” Jawab Fania.
“Say it.” Ucap Andrew.
Fania memandang Andrew malas. “I Love you ..... Donaaalld.” Ucap nya. ‘Bucin emang ini dia.’ Batin Fania.
“Aku minta kamu berhenti nyanyi.” Ucap Andrew.
“Apa?!.”
**
To be continue ....
*** Ehem ehem\, update tiga episode nih Emaknya Queen. Boleh kali kalo minta Like dari para readers yang Author cintai. Kalau berkenan dan beneran suka\, Vote juga ya sayang - sayangkuh semua. Terima kasih banyak banyak. I love You Full lah pokoknya mah. ***
__ADS_1