BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 57


__ADS_3

Selamat membaca ....


**********************


 


“Chill out John. Better you see the race ( Santai saja John. Lebih baik kau tonton saja balapan nya )" Ucap Vladimir dengan nada suara yang tenang karena ia melihat John yang begitu panik.


Dan laki - laki berdarah Rusia itu tau kalau yang membuat John panik adalah karena Fania balapan dengan Bryan.


“CHILL OUT, YOU SAY?! That is Reno’s sister who’s racing there!. He will kill me if something bad to Fania! ( SANTAI, KAU BILANG?! Itu adiknya Reno yang akan balapan disana!. Dia akan membunuhku jika hal buruk terjadi pada Fania! )“


John berkata dengan gusar tapi Vladimir malah terkekeh.


“Santai John. Lo liat baik – baik mendingan “Ucap Arman yang sudah bergabung di dekat John dan Vladimir.


"Lo ni Benar – benar Arman!. Bisa – bisanya lo suruh si Fania balapan sama si Bryan!“ John juga berkata keras pada Arman karena mobil yang dipakai Fania adalah milik cowok itu dan John berpikir pasti si Arman yang provokasi Fania buat sok – sok an balapan.


Sementara Arman pun terkekeh seperti halnya Vladimir saat melihat sikap John yang marah – marah ga jelas.


Dengan jantung yang berdebar sangat kencang dan perasaan yang tak karuan, John melihat ke arah kedua mobil BMW M8 yang sedang berpacu melesat di jalanan sirkuit. Kepalanya mendadak pusing.


‘Ya Tuhan Fania, kalo sampai slip gimana? ‘. Batin John takut dan gelisah.


John memicingkan matanya ke arah dua mobil yang sedang balapan itu, lebih fokus pada mobil yang dikendarai Fania. John memicingkan matanya seraya tangan kanannya diletakkan di kepala. Jarak mobil yang dikendarai Fania dan Bryan memang lumayan agak jauh dari pandangan, tapi ada layar plasma besar yang tersedia sebagai media untuk memperjelas balapan yang ada di sirkuit.


Perasaan John benar – benar takut, terlebih lagi belokan yang sebentar lagi dilalui Fania dan Bryan sedikit tajam.


Akhirnya John pasrah melihat ke arah layar plasma yang sedang memutar gambar mobil Fania dan John yang diambil dari atas kedua mobil tersebut.


Ada beberapa kamera yang terpasang serta drone yang mengikuti setiap gerak kedua mobil. Jadi beberapa layar plasma yang terpasang menampilkan gambar dari beberapa sudut.


Layar plasma yang sedang John perhatikan menampilkan gambaran mobil yang seperti diambil oleh kamera yang dipasangkan pada sebuah drone. Terlihat kedua mobil BMW M8 itu melesat dari saling susul dan salip.


John sedikit terperangah saat dia lihat sepertinya Fania mampu mengendalikan mobil milik Arman tersebut.


Tapi rasa takjub nya tertutup oleh rasa takut kalau Fania kenapa – kenapa. John terus memperhatikan layar plasma tersebut.

__ADS_1


Saat gambar menampilkan kedua mobil akan sampai di belokan yang tajam dalam sirkuit, jantung John semakin kencang debarannya. Bahkan kedua tangannya kini sudah berada diatas kepalanya dan terlihat seperti orang yang frustasi.


‘Oh Tuhan, jangan sampai Fania kenapa – kenapa ‘. Batin John.


**


John benar – benar membulatkan matanya seolah tidak mempercayai gambar yang tertangkap di layar plasma.


Pria blasteran itu sungguh tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya, saat menyaksikan mobil yang dikendarai Fania berbelok dengan cantik di tikungan tajam tersebut.


Bukan sekedar berbelok , tapi mobil yang di kendarai Fania itu mengepot dengan mulus dan indah. Sempurna!.


Fania melakukan belokan di tikungan tajam tersebut denga teknik drift atau mengepot dengan sempurna.


Gadis itu terlihat sangat lihai dan cekatan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi melakukan aksi drfiting. Memiliki perhitungan dan kontrol yang sempurna di balik kemudinya. Drifting yang super keren dilakukan Fania yang bahkan John pun ga sejago itu.


Ya, Fania menguasai teknik itu. Teknik Drifting atau mengepot yang memerlukan ketangkasan dalam mengatur pengereman dan cara mengemudi mobil, sehingga bisa mendapatkan drifting yang sempurna juga indah serta membuat mobil tetap meluncur lebih lama.


Memang di perlukan banyak latihan untuk bisa melakukan drifting, karena memang hanya orang – orang yang punya keahlian lebih dalam mengemudi selain juga memiliki nyali yang mampu melakukan teknik drift tersebut. Karena nge – drift ini termasuk teknik mengemudi tingkat tinggi. Dan Fania terlihat lebih dari sekedar menguasai.


****


Fania dan Bryan sudah mencapai garis Finish. Tentu saja dengan hasil akhirnya adalah Fania yang memenangkan balapan tersebut.


Karena saat Bryan juga melakukan drift, laki – laki itu belum menguasai teknik yang sesempurna Fania. Dan Bryan sedikit slip hingga mobilnya sempat keluar arena.


“Always be the best. One and Only ( Selalu menjadi yang terbaik. Satu - satunya )“ Ucap Bryan pada Fania saat mereka sudah keluar dari mobilnya asing – masing. Bryan sangat mengagumi keahlian Fania dalam mengemudi.


Fania tersenyum pada Bryan dan mereka melakukan tos adu kepal tangan karena merasa puas dengan balapan tadi.


“Nice race, Bi“. Ucap Fania.


Mereka berdua pun berjalan menuju dimana John, Vladimir dan Arman berada. Tak lupa sorak sorai dari mereka yang menonton balapan Fania versus Bryan tadi.


“Keren Lo Fan!“ Ucap salah seorang di kerumunan. Fania hanya membalas dengan senyuman sambil terus berjalan menghampiri John yang udah ga karuan mukanya.


Dengkul John seketika terasa lemas dan diapun terduduk lunglai sambil menghembuskan nafas dengan kasar. Membuat Arman dan Vladimir tertawa dibuatnya.

__ADS_1


“Take a deep breathe John, here ( Tarik nafas dalam - dalam John, ini )“ Ucap Vladimir dengan terkekeh seraya


memberikan sebotol minuman dingin pada John.


“Kan gue bilang santai aja Bro, hahaha“ Tambah Arman yang tertawa ngakak.


“Emang sialan Lo semua“ Umpat John. Lalu meminum minuman yang tadi diberikan oleh Vladimir. Kemudian ia berdiri saat Fania sudah didekatnya.


“Kenapa lo Kak?“ Tanya Fania santai sambil menahan tawanya melihat kondisi John dengan muka yang pucet nya belom sepenuhnya hilang.


“Kenapa?! Lo tanya kenapa?! Lo hampir bikin gue mati berdiri Fania.. “ Ucap John histeris dan membuatnya jadi pusat perhatian.


“Buahaha.. “ Vladimir, Arman dan Bryan serta beberapa orang yang ada di dekat mereka serentak tertawa.


“Diem lo semua! Anj*** banget emang!“ John masih kesal karena terus ada umpatan dalam ucapannya.


Bukannya diam tapi mereka semua malah makin tertawa ngakak termasuk Fania.


“Elo lagi Fania! Demi apa Ya Tuhan ..! Gue bisa dibunuh sama Reno gara – gara lo, Tahu?! “. Kini John melampiaskan kekesalannya pada Fania yang terlihat santai kayak ga ada dosa itu. Tambah lagi gadis itu bukan terlihat takut, tapi malah cengengesan.


“Lebay lu Kak“ Sahut Fania


“Ish kalau bukan adiknya Reno , sudah gue smack down lo Fania! “. John masih tampak kesal namun sudah coba menetralkan suaranya. Fania masih terkekeh menanggapi ucapan John.


“John, John, segitunya lo panik“ Ucap Bryan yang masih juga terkekeh sambil menggelengkan kepalanya melihat John dengan sikap paniknya itu. “ Ck,ck “. Ia menepuk – nepuk bahu John.


“Oke, kayaknya lu kurang update alias kudet John “. Ucap Arman. “ Wait here. Pasang kuping lo “. Lalu Pria itu berjalan beberapa langkah dari John lalu kemudian berkata seraya bertanya pada segerombolan orang yang berada didekat mereka dengan keras dan lantang.


“ Hey, Everyone, Look at Here! “. Teriak Arman yang membuat hampir semua orang yang mendengar suaranya mengalihkan perhatian mereka pada cowok yang mobilnya Fania pakai untuk balapan bersama Bryan.


“ Siapa ‘ Queen of The Drift ‘ Kita...?! “. Ucap Arman dengan suara yang keras dan lantang.


“FANIA!“ Jawab semua orang kompak.


*


To be continue ..*

__ADS_1


__ADS_2