BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 118


__ADS_3

Selamat membaca....






“Excuse me Miss, may I know who are you?. ( Permisi Nona, kamu siapa? ).” Fania menoleh karena merasa ada yang berbicara padanya.


Seorang wanita paruh baya namun masih nampak amat sangat cantik terlihat sedang bertanya pada Fania.


‘Ya ampun cantik banget, anak perawan siapa ini?.’ Batin sang wanita paruh baya.


‘Eh, ini Tante Erna , bukannya?.’ Batin Fania.


Fania tersenyum pada wanita itu dan begitupun sebaliknya.


“Who are you, Sweety?. (Kamu siapa, Sayang?).” Tanya sang wanita paruh baya tersebut pada Fania.


“I’m .... (Saya ...).” Fania belum meneruskan kata – katanya karna Jeff tiba – tiba datang dari arah belakang wanita tersebut.


“Ngapain disitu Kajol?.” Ucap Jeff sambil menghampiri Fania dan wanita paruh baya nan cantik itu.


“Kajol?.” Ucap sang wanita dengan nada bertanya. ‘Kajol bukannya artis India?’. Batinnya.


“Yes, Mom. Kajol.(Iya Mom, Kajol).” Ucap Jeff sambil cengengesan dan meletakkan tangannya di bahu Fania. Dan gadis itu mencebik padanya.


“Pacar kamu?.” Tanya sang wanita pada Jeff. ‘Ih, sayang kalo buat si Jeff mah, mendingan buat Andrew aja ini anak.’ Batin sang wanita.


“Bener – bener mau cari mati Lo.” Ucap Andrew yang sudah kembali dari toilet dengan wajah sebal pada Jeff karena merangkul Fania. Dan Andrew pun melepaskan kasar tangan Jeff dari bahu Fania. “Ini lagi dipeluk diem aja.” Ucap Andrew pada Fania.


“Ih dianya aja nih.” Sahut Fania.


“Andrew. Inget pulang?.” Sang wanita kini bertolak pinggang saat melihat Andrew.


Andrew pun seketika tersenyum dan memeluk wanita tersebut yang memang adalah Nyonya Erna, mamanya Andrew.


“Hehehe... Miss you.” Ucap Andrew saat memeluk sang Mom. Dan dipeluk balik Mom nya.


“How are you, Son?. (Apa kabar kamu, Nak?). Sudah ketemu sama Fania?.” Ucap Mom nya Andrew seraya bertanya.


“Baik, Mom. Seperti yang Mom lihat.” Jawab Andrew lalu melirik pada Fania. "Sudah."

__ADS_1


“Eh iya Kajol ini datang bersama kalian?.” Tanya Mom pada Andrew.


“She’s not Kajol Mom. (Dia bukan Kajol, Mom). Jangan dengar si Jeff. Coba Mom perhatikan baik baik ini siapa coba?.” Ucap Andrew sambil memeluk sang Mom disampingnya.


Mom Andrew pun memperhatikan Fania dengan seksama. “Kayaknya Mom memang belum pernah lihat, Ndrew.” Ucap Mom. “Orang Indonesia?.”


Fania mengangguk sambil tersenyum pada Mom.


“Kalau Mom pernah ketemu, pasti Mom ingat gadis secantik ini Drew. Udah Mom jodohin sama kamu malahan.” Ucap Mom nya Andrew dan membuat Andrew, Fania serta Jeff terkekeh.


“Really?. Beneran mau jodohin Andrew sama dia?.” Ucap Andrew sambil matanya menggoda Fania dan membuat Fania menatapnya malas. “Tanya dianya mau ga, Mom?.”


“Dasar.” Sahut Mom nya Andrew. “Dear, kamu siapa sayang?. Temannya Andrew dan Jeff?.”


“This is, Fania Mom. (Ini Fania, Mom).” Ucap Andrew yang melepaskan pelukan dari mamanya lalu berdiri dibelakang Fania sambil memegang kedua lengan gadis itu sembari tersenyum. Membuat sang Mom membulatkan matanya dan memekik karna tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


“Hah?! Apa?! Coba ulang, dia ini siapa kamu bilang?!.” Pekik Nyonya Erna.


“Faniaaaa.” Ucap Andrew dan Jeff bersamaan.


“No it can’t be .... This is very Impossible ... (Ga mungkin .. Sangat tidak mungkin ...) .“ Ucap Nyonya Erna dengan nada suara yang menunjukkan kalau ia tidak percaya kalau gadis cantik nan mempesona itu adalah si anak cewe tomboi yang dulu pernah ia kenal.


“It’s really her, Mom. Fania. Me and R Little F. (Ini memang dia Mom, Fania. Little F nya aku dan Reno).” Ucap Andrew pada Nyonya Erna lalu tersenyum pada Fania. "Andrew kan ke Indonesia, jemput dia nih."


“Halo, Tante Erna, apa kabar?.” Sapa Fania yang menyodorkan tangannya pada Nyonya Erna.


“Beneran, ini kamu Fania yang dulu itu?.” Tanya Nyonya Erna.


“Bener, tante. Aku Fania yang dulu pernah dibeliin rok sama Tante.” Jawab Fania sambil tersenyum.


“Oh Ya Ampuun, Fania, si Demi Moore KW. Kenapa jadi cantik banget begini siii?.” Ucap Nyonya Erna dramatis namun matanya berkaca – kaca.


“Bisa aja Tante.” Ucap Fania tersenyum namun sebenarnya hati Fania geli juga sama kelakuan Mom nya Andrew. Nyonya Erna langsung memeluk Fania dengan erat.


“Akhirnya kamu ketemu juga sayang.” Ucap Tante Erna saat melepaskan pelukannya lalu menyeka air matanya karna haru.


“Fania juga senang bisa ketemu Tante lagi.” Ucap Fania masih dengan senyumannya yang membuat wajah cantiknya menjadi semakin cantik.


“Udah Mom, nanti aja interogasinya. Kasian Fania lapar.” Ucap Andrew. “ Yuk.”


“Oh iya, iya. Ayo kita makan dulu. Udah sana kamu sama Jeff duluan. Biar Fania sama Mom.” Sahut Nyonya Erna. “Ayo Fania sayang, makan dulu ya.” Ajak Nyonya Erna sambil merangkul bahu Fania. ‘Aduh. Calon menantu. Mudahan dia mau sama si Andrew.’ Batin Nyonya Erna.


“Tan.” Ucap Fania.


“Iya?.” Sahut Nyonya Erna.

__ADS_1


“Belom salim.” Ucap Fania sambil mengangkat tangannya menunggu uluran tangan Nyonya Erna.


“Iih, bener ini Fania nya Andrew sama Reno.” Ucap Nyonya Erna sambil mengelus lembut kepala Fania setelah Fania mencium punggung tangannya. “Emang Cuma Fania aja yang cium tangan kalo ketemu. Si Andrew mana pernah itu dia. Sama juga Reno. Emang dasar Bule ga tau tata krama.” Ucap Nyonya Erna lagi sembari ngomel.


Fania hanya terkekeh saja.


“I hear it Mom .... (Aku dengar Mom).” Sahut Andrew yang sudah melangkah menuju ruang makan. Karena di luar sedikit dingin jadi makan siang mereka dilakukan di ruang makan kediaman Smith.


“Oh My God!. (Astaga!).” Nyonya Erna terlihat seperti teringat akan sesuatu yang membuatnya gelisah lalu cepat - cepat mengejar Andrew. “Andrew, tunggu!. Itu, ada....” Namun Andrew sudah keburu masuk ke ruang makan.


“Hi Andrew. Long time no see.(Hi Andrew, lama ga ketemu).” Seorang wanita yang cantik dan anggun menyapa Andrew dengan senyuman terbaiknya tepat saat laki – laki itu masuk ke ruang makan.


‘Cindy ....’ Batin Andrew sambil menatap wanita yang merupakan mantannya itu namun dirinya tidak menjawab sapaan Cindy padanya.


“Itu, ada.... Cindy.” Ucap Mom yang terlihat setengah menyesal karna lupa menginfokan Andrew kalau si mantan kebetulan juga datang dihari itu. “I’m sorry. (Maaf), Mom lupa bilang tadi.” Bisik Nyonya Erna pada putranya. Lalu berjalan maju sambil menggandeng Fania. “Honey, look who’s where. (Sayang, lihat siapa yang datang).” Katanya pada seorang laki – laki yang berada diujung meja makan yang kemudian berdiri dan tersenyum.


Michelle yang dari tadi memperhatikan gadis yang dirangkul lalu di gandeng sang Mom juga menatap dengan intens saat Fania sudah berada di dekat pria yang adalah Tuan Anthony, Daddy nya Andrew.


‘Ih, siapa nih?. Beautiful sekali.’ Batin Michelle saat melihat Fania.


Fania tersenyum pada Tuan Anthony. “Halo Om, apa kabar?.” Ucap Fania sambil mengulurkan tangannya dengan sopan.


“Fania kan?.” Ucap Tuan Anthony dengan Berbahasa Indonesia namun aksen inggrisnya masih kentara.


Tuan Anthony tersenyum seraya menyambut uluran tangan Fania.


“Iya Om.” Ucap Fania sopan sambil mencium punggung tangan Tuan Dadnya Andrew.


‘Eh?. Cium tangan?.’ Batin Michelle. ‘Wait, wait, tadi Mom bilang siapa namanya?.’


“Fan, ini Michelle, adiknya Andrew.” Nyonya Erna memperkenalkan Fania pada Michelle yang seperti sedang melamun. “Chel!.” Panggil Nyonya Erna yang menyadarkan Michelle yang kemudian berdiri dan tersenyum pada Fania. Dan Fania balas tersenyum padanya.


“Halo Michelle, baru bisa ketemu sekarang ya.” Ucap Fania sambil kembali mengulurkan tangannya.


“Eh, iya. Aku Michelle.” Ucap Michelle ramah sambil menerima uluran tangan Fania.


“Fania.” Sahut Fania.


“Fania .... Oh.... What?! Fania?! The Viral girl in this family?!. (Apa?! Fania?! Gadis viral di keluarga kita?!).” Tiba – tiba Michelle memekik tak percaya. Membuat Cindy yang ada diujung meja satunya akhirnya menoleh pada Michelle setelah dari tadi memandangi Andrew tanpa putus sejak laki – laki itu datang.


‘Fania?. I think I’ve ever heard that name before.’ Batin Cindy.


*****


To be continue ......

__ADS_1


**** Yang nungguin visual harap bersabar yaaaa. Author lagi mikirin episode yang pas buat menampilkan mereka. **** 😊


__ADS_2