
Selamat membaca ....
Andrew's POV on...
Demi Moore KW! Cewe Tomboi kocak kesayangan Reno, Fania!.
Cewe tomboi yang kelakuannya suka absurd, suaranya cempreng, pukulannya sakit. Tapi ya, Fania memang manis meski rambutnya itu super pendek Mirip Demi Moore di film Ghost. That’s why gue panggil dia Demi Moore KW.
Sebenarnya juga dia bukan kesayangan Reno seorang, tapi kesayangan gue juga. At least setelah kenal dan sering hang out bareng dia karena gue sendiri yang ikut nimbrung bareng mereka dulu.
Penasaran, karena sejak dari Bandung gue lihat Reno sering main basket atau kadang skate board di jalanan komplek bareng Fania. Awalnya gue pikir dia anak komplek tempat gue dan Reno tinggal, tapi saat gue liat – liat
kayaknya bukan. Karena pakaian Fania waktu itu biasa aja, bukan barang branded.
Kadang ada juga, satu dua barang branded yang dia pakai dan gue tau itu pemberian Reno. Penasaran, yap gue penasaran waktu itu karna gue lihat Reno kok kayaknya care banget sama dia. Kalau pacar, sih sudah pasti bukan. Not R’s type at all. Reno itu suka cewek yang keibuan seperti Almarhumah Bunda. Bunda kandungnya Reno.
Saudaranya Reno juga bukan. Karena gue kenal keluarganya Reno yang ga banyak itu sampai ke sepupunya. Fania itu sebenernya siapa?. Kenapa Reno sayang banget sama itu anak?. Reno yang introvert itu juga ga jelaskan panjang lebar waktu itu. Sampai akhirnya saat gue lihat foto Fania ada dalam jajaran foto keluarga Reno. So, gue tanya Bunda dan Bunda jelaskan semua tentang Fania.
Makin sering gue gabung sama Reno dan Fania, makin gue rasa Fania itu anaknya asik. Bahkan Reno yang bicara aja pelit, bisa sampai tertawa terbahak – bahak kalau dengan Fania.
Dan gue pun tau alasannya kenapa Reno bisa se sayang itu sama Fania. Karna si Demi Moore KW itu polos, lucu dan apa adanya. Itu anak bisa bikin nyaman. And I felt that.
Kalau ditanya bisa sayang, well I don’t even know how or why. Rasa sayang ke Fania mengalir begitu saja. Bahkan lebih daripada gue sayang sama Michelle, adik kandung gue.
Tapi sayang, Reno harus studi ke London sekaligus pindah bareng Bunda. Si Demi Moore sedih dan kehilangan sosok Reno. Gue paham, makanya gue inisiatif ambil alih pelan Reno buat seorang Fania. toh waktu gue sendiri lagi males pacaran. Mungkin udah nyaman menjahili si Fania yang mukanya itu selalu bikin gue ketawa kalo lagi kesel.
Tapi ga lama juga setelah Reno pindah ke London, Dad pun panggil gue juga untuk menyusul Reno ke London. For studi dan belajar bisnis karena gue dan Reno adalah penerus Dad. Even Reno masih punya ayah kandung, namun dia lebih memilih jadi bagian dari keluarga Smith karena memang sejak Bunda dan Ayahnya bercerai, terlebih lagi saat Bunda tiada, Reno seperti terlihat menjauhi Ayahnya.
Well, I have to go and si Little F, sebutan sayang yang Reno dan gue sematkan. Sampai waktu Reno mau bertolak ke London, gue dan R beliin dia sebuah kalung dengan liontin berinisial F sesuai dengan namanya, Fania. Tanpa
gue tau nama sebenernya atau nama lengkapnya siapa.
Salah!. Yap kesalahan gue sama Reno yang ga pernah tanya nama asli Fania. Because gue dan R ga tau kalau takdir membuat gue dan Reno lose contact dengan Fania selama 6 tahun.
Man, gue merasa bersalah. Apalagi R. Membayangkan Fania sendirian di Indo. Karena yang gue dan R tau keluarga Fania itu orang biasa. Sangat biasa. Bahkan rumah yang mereka tinggali kala itu hanya rumah sewa. Saat gue dan Reno sadar kontak Fania hilang. Di tahun yang sama gue berdua balik ke Indo. Mendatangi rumah Fania. But too bad, they already moved from there.
__ADS_1
Waktu gue dan Reno tanya si pemilik rumah yang disewa keluarga Fania tidak tahu pasti mereka pindah kemana. Yang jelas bukan di Jakarta. So that time, gue sama R pikir kalau mereka sudah tidak mampu bayar sewa rumah.
Jadi mereka pindah ke luar Jakarta, karena biasanya biaya sewa rumah lebih murah. Semakin rasa bersalah menyelimuti hati gue dan R.
Enam tahun. Gue sama Reno ga putus cari Fania. Meski yah kadang kami juga sering disibukkan oleh urusan perusahaan yang bukan hanya satu.
Tapi tetap mencari keberadaan Fania dan keluarganya adalah salah satu priority gue dan R. Gue bahkan sering ajak Jeff ke Indonesia, dateng ke tempat – tempat yang biasa Reno, gue dan Fania datangi, termasuk toko buku
favorit si Little F. Bahkan juga kadang suka mampir lagi ke rumah sewaannya yang lama dengan harapan mungkin mereka balik lagi kesana. But Still, nihil.
Sempat curiga kalau Reno sudah tau keberadaan Fania. But R is such a great man. Dia berhasil menutupi kalau dia dan Ara sudah menemukan Fania selama empat bulan dari gue. Sampai akhirnya saat pulang jogging dan melihat
maid membawa air minum dari dapur dengan wajah yang sepertinya khawatir saat gue tanya itu minum untuk siapa dan dia bilang untuk Reno yang sepertinya sedang gusar, so gue yang ambil itu minuman dari maid agar gue sendiri yang kasih ke Reno sekalian cari tau ada apa.
Deg. Hati gue serasa ada yang menghantam saat Reno sebut nama Fania tanpa dia sadari gue yang ada disekitar Reno, Ara, Mom n Dad, bahkan Michelle karena mereka semua terlalu fokus pada Reno yang ekspresinya seperti
orang putus asa.
Lebih shock lagi saat gue dengar Ara bilang kalau ada kemungkinan Fania kecelakaan. Fania yang mereka maksud ga mungkin Fania yang lain kan?. Satu – satunya Fania yang bisa membuat Reno se khawatir itu hanya satu, si
Dihari itu juga, saat gue tau kalau Reno sudah menemukan Fania, gue memutuskan untuk terbang ke Jakarta. Apapun yang terjadi gue harus ketemu sama si Little F. Hati gue entah gimana dijelaskan saat tiba – tiba gue denger Ara bilang, ini Fania telpon. Beneran? Jadi si Demi Moore KW udah ketemu?.
Well, gue terkejut waktu dengar suara Fania yang udah gede sekarang, kala itu di telpon. Bahagia, iya. Finally, setelah sekian lama bisa denger suara cempreng dia lagi.
Tapi yang terdengar waktu itu bukan suara cempreng anak cewe tomboi yang gue kenal, yang gue sayang. Suara Fania sangat jauh berbeda, meski kesan ceria dari suaranya ga hilang sama sekali. Man, yang gue denger itu suara
cewe yang menurut gue indah, terbayang kalau pemiliknya itu pasti cakep. Masa sih itu suara Fania?. Tapi harus percaya karena Ara bilang iya kalau itu memang Fania. dan spontan mata gue sedikit berair waktu itu.
Time flies, Fania berubah. Bukan sikapnya tapi seluruh penampilannya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Apa yang gue lihat saat pertama kali setelah enam tahun, itu ga mungkin Fania nya Reno dan gue.
Waktu John bilang cewe cantik dan seksi yang waktu itu jadi perhatian gue dan Jeff itu adalah Fania yang sama. Yang dulunya tomboi abis.
For everything in this world, gue ga percaya itu Fania, si Little F, si Demi Moore KW?. Secantik itu?. Bahkan dia... Seksi!. Gila! Beneran gila kalau kata Jeff. Kalau ga lihat Reno dan dengar itu cewe ngomong seperti tanpa titik dan koma cerita soal gue yang suka gendong Fania buat bantu masukin bola basket ke ring, gue ga akan percaya itu dia.
Bahkan Reno pun ga tau soal itu. Kenangan punya gue dan Fania aja.
__ADS_1
Hati gue berdebar saat berdiri di belakangnya waktu itu. Mau kasih surprise. But Man, dia wangi banget sumpah. Bikin gue makin berdebar Cuma karena wanginya aja, padahal belum lihat mukanya.
Selepas gue angkat dia sekali lagi tanpa dia sadari kalau gue yang angkat dia waktu itu. Dan dia menoleh ke arah gue karena sesaat sadar bukan Reno yang angkat dia.
Mann... Cantik banget Ya Tuhan. Meski wajahnya belum terlihat jelas sebelum gue turunkan. Hati gue makin ga karuan saat dia udah benar benar nyata di depan gue, My Goodness, ini Fania kah? Fania yang tomboi? Si Demi
Moore KW yang rambutnya udah panjang. Demi apapun cantik banget ade - ade an gue kalau kata si Jeff. Rasanya pengen gue cium aja itu bibirnya, kalau dia bukan Fania.
Yah, seperti yang Jeff bilang. I was captivated by a Fania!. Gue terpesona. No, gue jatuh cinta sama si Little F. Sempat ragu sih, karna takut hanya sebatas karena Fania yang cantik fisiknya aja yang membuat penasaran.
Tapi nyatanya engga, rasa nyaman yang dulu kalau ada didekatnya masih sama. Rasa care gue pun juga. Sayang.. rasanya gue cinta karena hati gue rasa sedikit terbakar waktu lihat dia bercanda akrab dengan cowo lain selain
Reno dan dua J. Kesal waktu pulang dari Italy dia cuekin gue. Kehilangan waktu jauh dan gue putuskan buat ungkapkan rasa hati gue ke dia.
Rasa sayang gue udah jadi cinta. Itu yang gue bilang ke Fania. Dengan harap harap cemas kalau nantinya dia ternyata ga punya rasa yang sama, meski mama dan adiknya bilang kalau gue ini cinta pertamanya Fania. Ga tau
waktu itu udah seneng aja dengernya. Kegeeran sendiri. Tapi masih belum gue anggap serius.
Lengkap sudah kebahagiaan gue, saat gue tau di punya rasa yang sama. Kalau gue ternyata masih Spesial buat seorang Fania. Terlepas dari hubungan sahabat yang sudah seperti kakak adik, sebagaimana dengan Reno.
And here we are now. Gue dan Reno akhirnya bisa membawa Fania ikut serta ke London. Ekspresi bahagianya sudah dirasa bisa menebus kesalahan gue dan Reno yang pernah mengabaikan si Little F.
Reno bahagia, apalagi gue. Karna Fania sekarang milik gue. Gadis lucu namun cantik luar dalam dimata gue itu udah resmi jadi Pacar bukan ade – ade an lagi. Fania dengan pesonanya tersendiri yang mampu menghipnotis gue.
Bahkan dia jago nyanyi dan main gitar ternyata. Hal yang menyesal gue lewatkan.
Dan ah, Damned dia bisa goyang guys .. !. Sumpah gue kaget kalau Fania bisa menggerakkan pinggulnya seperti apa yang gue pernah lihat. Ke kiri , Ke kanan, muter pula. Perlahan tapi pasti.
Argh! Bikin ngilu aja itu dia. Rasa pengen cepat – cepat gue lamar.
Andrew’s POV off
*
To be continue ..*
__ADS_1