BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 140


__ADS_3

Selamat membaca ....




*


BRUAKKK!!


Suara meja yang dihantam dengan keras membuat semua orang membatu.


‘Bangun – bangun makan nasi sama peda.’ Batin Fania yang dirinya juga melonjak saking kaget.


“HOW DARE YOU?! HA?!!!.” (BERANINYA KAMU!) Andrew tampak menunjuk Cindy. Fania juga kaget dengan reaksi Andrew.


“Kak.” Ucap Fania pada Reno.


“Kan gue bilang jangan cari gara – gara.” Reno langsung melangkah cepat menghampiri Andrew, takut laki – laki itu hilang kendali. ' Lo belum liat sih, ini si Botak ngamuk kayak gimana.' Batinnya.


“AND YOU! WHO EVER ANNOUNCED SHE’S MY FIANCE?!.” (DAN KAU! SIAPA YANG PERNAH  MENGUMUMKAN KALAU DIA TUNANGAN SAYA?!). Resepsionis itu kini jadi sasaran Andrew.


“ANDREW.” Reno memegang bahu Andrew. Lalu ia mengkode Fania untuk mendekat.


“WHO DO YOU THINK YOU ARE?! HAH?! CLAIMED YOURSELF AS MY FIANCE?!.” (KAMU PIKIR KAMU SIAPA?! HAH?!. MENGAKU NGAKU SEBAGAI TUNANGAN SAYA?!). Andrew belum menggubris Reno. Masih meluapkan emosinya pada Cindy yang sudah berderai air mata karena rasa takut dan penghinaan seorang


Andrew padanya.


Menjatuhkan harga diri wanita itu di lingkungan kantor yang dulu sering ia datangi dengan keangkuhan sebagai kekasih seorang Andrew Smith.


“IF YOU THINK THAT I’M PROUD ALL THIS TIME WITH YOU BY MY SIDE, THEN YOU THINK TOO FAR!.” (KALAU KAU BERPIKIR KALAU SELAMA INI AKU BANGGA DENGANMU DISISIKU, KAU BERPIKIR KEJAUHAN!). Tambah Andrew lagi yang nampak belum puas.


“ANDREW ENOUGH.” (ANDREW CUKUP). Ucap Reno melihat kondisi Cindy yang bahkan seperti akan pingsan.


Andrew masih tidak menggubris Reno. Laki – laki itu nampak menarik nafas berat. Orang – orang yang berada si sekitar mereka hanya diam terpaku tanpa suara.


“AND YOU!.” (DAN KAU!). Andrew kembali menghardik resepsionis itu.


“Nald.” Fania mendekat.


“Get out from my office now.” (Keluar dari kantor ku sekarang). Tunjuk Andrew pada resepsionis yang sudah berlinang air mata.


“Nald. Udah.” Fania berkata pelan sambil meraih lengan Andrew. ‘Duh Fania, lo nih biang rusuh.’ Batinnya.


Andrew menoleh pada Fania. Menarik nafasnya pelan. “I’m sorry.” Ucapnya tersenyum sembari menyentuh wajah Fania nya yang terlihat khawatir. Lalu meraih lembut tangan Fania, menggandengnya untuk meninggalkan tempat tersebut. Fania menurut karena Reno sudah mengangguk memberi isyarat agar Fania mengikuti Andrew. Toh Reno paham , hanya Fania yang mampu meredam amarah nya seorang Andrew.


“Jeff.” Andrew menghentikan langkah. Berdehem menetralkan pita suaranya. Berjalan menghampiri Jeff dan seperti membicarakan sesuatu dengan orang kepercayaan sekaligus sahabatnya itu untuk mengambil satu tindakan.

__ADS_1


Sementara Fania berdiri di belakang Cindy yang seperti tidak bergerak sejak Andrew menghardiknya tadi.


“I really know my position. (Aku paham betul posisiku).” Ucap Fania dari belakang Cindy, dan wanita itu setengah menoleh. ” You too underestimate me, Miss. (Kau terlalu meremehkan ku, Nona). Poor You. (Kesian deh lu).” Ucap Fania, pelan, datar namun menghujam. “ A careless tongue, can be more dangerous than a Sword.” (Mulutmu, harimaumu). Dan Andrew sudah kembali menghampiri Fania.


“Come, Sweety.” Ucap Andrew mesra sambil menggandeng Fania. Tapi ia kembali menghentikan langkahnya. Membawa pelan Fania kembali ke tempat tadi ia meluapkan emosinya.


Reno yang  sudah berjalan sedikit menjauh bersama dengan John dan Nino, juga Jeff yang terlihat sibuk berbicara dengan beberapa orang serta mereka yang masih ada disana kembali fokus pada Andrew.


‘Apalagi Ndrew?.’ Batin Reno.


“THIS WOMAN ISN’T MY GIRLFRIEND.(WANITA INI BUKAN PACAR SAYA). SHE IS FANIA ANDREW SMITH (DIA ADALAH FANIA ANDREW SMITH). MY WIFE! (ISTRI SAYA).” Ucap Andrew dengan lantang.


Sontak membuat geger Kantor Pusat Smith Company.


Cindy merosot dari posisi berdirinya.


“REMEMBER HER NAME, AND REMEMBER HER FACE. (INGAT NAMANYA, DAN INGAT WAJAHNYA). REMEMBER HER STATUS (INGAT STATUSNYA). RESPECT HER. AS YOU RESPECT ME (HORMATI DIA. SEPERTI KALIAN MENGHORMATIKU).


Fania menoleh pada Andrew yang memasang wajah serius saat ia mengumumkan pada semua orang tentang dirinya. Menyebutnya sebagai istri padahal kan belum. Donald nya tersenyum manis. Membelai lembut wajahnya lalu mencium kening Fania. Dan kemudian pergi setelah memberikan pengumuman yang sudah pasti menggegerkan satu perusahaan baik pusat maupun setiap cabang perusahaan.


‘Heleh. Bucin dasar.’ Batin John.


‘Asal lo ga ngamuk deh Ndrew.’ Batin Jeff.


Nino diam terpaku setelah Pengumuman tentang gadis yang bernama Fania, yang ia tau adalah adik angkat Bosnya yang baru saja ditemukan. Dan sekarang Andrew mengumumkan pada semua orang di Perusahaan kalau


“You heard what Andrew was said, Nino. Now let’s finish all the work. I have to buy Gitar for my sister.” (Kau dengar yang barusan Andrew bilang, Nino. Sekarang cepat kita selesaikan semua pekerjaan. Saya harus membeli gitar untuk adik saya). Ucap Reno seraya berjalan untuk kembali ke ruangannya.


*


Ting !.*


Pintu ruangan Eksekutif terbuka. Andrew membawa Fania ke lantai khusus dia dan Staffnya yang tak sembarangan orang bisa masuk juga. Lantai kerja yang lumayan luas, bahkan lebih luas dari lantai kantor tempat Fania di Jakarta. Namun tak banyak karyawan yang bekerja di lantai tersebut.


Andrew dan Fania, tentunya menjadi pusat perhatian beberapa staff pribadi Andrew di lantai khusus miliknya itu.


Kaget melihat Andrew merangkul mesra pinggang seorang wanita cantik, lebih cantik daripada Cindy yang mereka ketahui sebagai kekasih Bosnya yang sering wara – wiri dengan angkuhnya di Lantai tersebut. Meski para staff laki – laki itu sendiri tidak pernah melihat Andrew mengajak Cindy bersamanya setiap kali ia ke Kantor. Hanya wanita itu sendiri yang sering datang berkunjung.


Meski Andrew membolehkan Cindy datang ke kantornya, namun kadang Andrew pun marah, karena Cindy sering datang tiba – tiba dan mengganggu waktu kerjanya.


Tapi hari ini Bos mereka itu merangkul mesra pinggang seorang wanita dan berkali – kali menatap wanita itu seraya tersenyum dan berbicara dengan lembut.


“Everyone. May I Have your attention please!.” ( Semuanya, minta perhatian kalian sebentar ). Ucap Andrew yang berdiri di tengah  antara beberapa meja staff bersama Fania disisinya. Para staff yang sedang duduk bekerja di kursi kerjanya pun sontak berdiri. Dan yang bekerja sedikit jauh seraya mendekat, karena Bos Besar mereka memanggil.


“Heart.” ( Hati ). Entah kapan terbersit dalam otak Andrew untuk menyematkan panggilan itu pada Fania nya. “Ini lantai kerja aku. Pribadi. Dan mereka semua staff khusus di lantai ini.” Andrew menjelaskan pada Fania dan gadis itu hanya tersenyum dan mengangguk.


“Everyone.” ( Semuanya ). Andrew mengubah posisinya dari merangkul pinggang Fania. “I would like to introduce someone to all of you.” ( Aku ingin mengenalkan seseorang pada kalian semua ). Andrew memeluk Fania dari belakang. Membuat para staff terbelalak melihat Bosnya merangkul seorang wanita dengan bangga. Cindy aja sering di biarkan jalan sendiri di belakangnya.

__ADS_1


“This is Fania. Fania Andrew Smith.” ( Ini Fania. Fania Andrew Smith ). Cup !. Andrew mengecup mesra pipi Fania, membuat pipi si Kajol merona. Bahagia plus malu dihadapan para staff yang bekerja pada Donald nya. “My Wife. My Lovely Beloved Wife.” (Istriku. Istri  Cantik Tercintaku).


Ah manisnya... sirik aje Author😃


Lagi, para staff pribadi Andrew terbelalak. Terkejut, kaget atau apalah. Bahkan mungkin shock mendengar Bosnya yang tau – tau sudah punya istri.


Bos yang suka membiarkan wanita mendekatinya. Namun tak pernah bangga mengumumkan satupun dari mereka sebagai pemilik hatinya. Bahkan Cindy yang sudah dua tahun bersamanya pun tak pernah terlihat mendapat


perlakuan semesra itu dari Bosnya.


***


Aku Tak Pernah Mau Mengusik Orang Lain


Tapi Kalau Ada Yang Mengusikku


I’ll Show Them My Claws ( Akan Ku tunjukkan Cakarku )


-          FANIA   -


****


You are a Blessed in my life ( Kau adalah anugerah dalam hidupku ).


Who embrace my echelon life full of happiness ( Yang mendekap barisan hariku penuh bahagia ).


A piece of smile that you entrust to the dusk (Sepotong senyum yang kau titipkan pada senja ).


Erased my peeve become a laugh ( Menghapus kesalku jadi tawa ).


And my lonesome filling with a lot of beauty (Dan rinduku dipenuhi keindahan yang berlimpah ).


I Love you. ( Aku mencintaimu ).


Fania....


-          ANDREW SMITH    -


***


To be continue ..


LIKE


KOMENTAR


VOTE

__ADS_1


__ADS_2