
Selamat membaca ...
- - -
Indonesia ..
“ Gila “. John berulang kali memandangi Fania dari sejak di sirkuit, di mobil, hingga akhirnya saat ini John, Fania termasuk Vladimir, Arman, Bryan beserta seorang wanita bernama Caca telah duduk di sebuah kafe sekitaran sirkuit yang memiliki pinggir danau.
John benar – benar habis dibuat tak percaya saat Arman berteriak mengatakan‘ Siapa Queen of the Drift Kita ‘
kepada semua orang yang berkumpul di sirkuit tadi, dan semua Kompak menyebut nama Fania.
Sepertinya laki – laki itu ada diantara rasa tak percaya , kaget dan takjub hingga dia berulang kali memandangi Fania lalu menggelengkan kepalanya.
Vladimir, Arman dan Bryan juga terus terkekeh melihat kelakuan John tersebut.
“ Udah sih Kak ih, apaan tau Lebay ga kelar – kelar “. Protes Fania yang sudah risih dengan kelakuan John.
“ Gila, gila. Untung gue ga punya sakit jantung. Kalo engga udah lewat kali gue gara – gara lo Fan “. Cerocos John.
“ Elo sih kebangetan panik , John “. Sela Arman sambil terkekeh
“ Sumpah Faniaaaa lo itu full of surprise (penuh kejutan). “ Ucap John.
“ Lo terlalu sibuk kerja John, sampe ga tau ada gelar baru di sirkuit. “ Ucap Bryan
“ Even the Ex King of the Sircuit cannot make a perfect Drift like her (bahkan mantan raja sirkuit aja ga bisa ngedrift kayak dia). “ Ucap Vladimir sambil melirik Bryan dengan nada ejekan kemudian menunjuk Fania.
Fania hanya menunjukkan barisan giginya yang rapih.
“ Ah sayang banget gue telat dateng. Ga nonton elu deh Fan, jadinya “. Ucap Caca sambil mengerucutkan bibirnya.
“ Elu sih dandan kelamaan “. Celetuk Fania.
“ Ya mana gue tau elu dateng “. Sahut Caca
“ Ah gue aja ga ada info ni hari pada ngumpul. Biasanya lo ngasih tau gue Man “. Ucap Fania.
“ Males gue udeh 4 kali lu gua infoin ga pernah bisa “. Sahut Arman sebal dan Fania nyengir.
__ADS_1
“ Bener – bener gue berasa jadi orang gunung sampe ga tau ada orang baru di komunitas “. Ucap John.
“ Orang baru banyak Bro. Yang T O P B G T cuman atu. Cewek lagi , ya ga Fan?! “. Ucap Bryan.
“ Pinter lu BI kadang – kadang. Haha ..... “. Ucap Fania sambil tertawa lalu diikuti dengan yang lain juga tertawa.
“ Enak lo ya semua pada ketawa. Gue spot jantung tadi “. Gerutu John. Membuat mereka semakin tertawa lalu membahas soal kepanikan John di sirkuit tadi. Bahkan Arman pake reka ulang dengan memperagakan kepanikan John saat melihat Fania balapan dengan Bryan. Puas kayaknya pada ngejulitin si John. Kapan lagi nge Bully tangan kanannya Reno Alexander. Begitu pikir mereka.
“ Makanya lo jangan kerja melulu John. Kudet kan jadinya soal info tergres di club “. Ucap Bryan
“ You are totally right, Bryan (Lo benar sekali, Bryan).“ Ucap Vladimir yang sedikit sedikit mengerti Bahasa, namun belum bisa menggunakan Bahasa Indonesia.
“ Salahin siapa gue kerja melulu?. Nih kakaknya yang rese ngasih gue kerjaan ga habis - habis. Tambah lagi ini nih ade nya Sultan yang harus dijagain pake nyawa gue. “ Cerocos John sambil menunjuk Fania.
Lagi – lagi ucapan John membuat lima orang lainnya tertawa.
“ Oh iya Kak, tadi bukannya lo telpon Kak Reno ? Bilang apa dia ? Tumben ga buru – buru nelpon balik. “ Tanya Fania pada John.
John seketika melotot kepada Fania, karena ingat kalau tadi dia menelpon Reno dengan sangat panik tapi kemudian terputus karena handphonenya low bat. Dan karena fokus pada Fania yang sedang balapan, sampai
sekarang John tidak ingat kalau tadi sempat Menghubungi Reno bahkan Reno sempat bicara dengan nada tinggi padanya.
“ Oh Shit. “. John membayangkan Reno yang udah pasti ngamuk padanya.
****
“ Find Out ! Now ! (Cari tahu! Sekarang!). “ Reno yang masih gusar, risau, panik, khawatir dan entah apalagi yang laki – laki itu rasa gara – gara telpon John tadi yang ingin memberitahukan soal Fania. Reno sedang menyuruh orang kepercayaannya di London untuk bergerak mencari keberadaan John dan Fania meskipun dua orang itu berada di benua yang berbeda.
Sudah beberapa kali Reno mencoba menghubungi John tapi tetap handphone tangan kanannya itu tidak dapat dihubungi. Sampai akhirnya Reno menyuruh orang kepercayaannya segera mencari keberadaan John dan Fania.
Reno bahkan tidak bisa duduk dengan tenang sekalipun Ara, Tuan Anthony, Nyonya Erna bahkan Michelle mencoba menenangkannya tapi tetap saja Reno terlihat gusar dan panik terus terlihat di wajahnya.
Tidak hanya mencoba menelpon John, ia bahkan Ara pun mencoba menghubungi nomor Fania tapi tidak pernah di jawab. Semakin ga enak perasaan Reno dan Ara karena mengkhawatirkan Fania.
“ Fania juga masih ga bisa dihubungi Hon. Barusan aku coba lagi tetep ga diangkat “. Ucap Ara pada Reno.
“ I already tell my man at Jakarta to Find them (Saya sudah menyuruh orang kepercayaan saya di Jakarta untuk menemukan mereka). “ Ucap Tuan Anthony yang juga membantu mencari keberadaan John dan Fania yang tidak bisa dihubungi.
Kepanikan dan fokus mereka soal Fania terhenti sebentar karena Andrew menghampiri mereka.
__ADS_1
“ Andrew, sini nak “. Ucap Nyonya Erna pada Andrew, mengajaknya untuk duduk.
“ No Mom, it’s okay (Ga apa, Mom. Aku disini aja). “ Jawab Andrew karena laki – laki plontos itu memilih untuk tetap berdiri. “ Sudah ada kabar.... R ? “. Tanya Andrew pada Reno. Dan Reno hanya menggeleng sambil kembali sibuk dengan handphonenya.
“ Kamu mau pergi Drew ? “. Tanya Ara karena melihat Andrew sudah berganti pakaian.
“ Hem “. Jawab Andrew sambil mengangguk sekali pada Ara. Dibalas dengan senyuman oleh Ara yang tidak merasa tersinggung dengan cara Andrew menjawabnya.
“ Where are you going Son? (Kamu mau kemana Nak?). “ Tanya Tuan Anthony pada Andrew. Sementara Michelle hanya duduk diam jadi penonton, ga berani ngomong banyak banyak dan nanya ini itu.
“ To find my Little F (Menemukan Little F ku). “ Jawab Andrew.
Mereka yang mendengar pun langsung menoleh pada laki – laki plontos itu. Reno tidak bicara apa – apa saat Andrew mengatakan kalau dia akan mencari Fania.
“ I’m going with you then (Gue ikut kalau begitu). “ Ucap Reno tapi Andrew hanya diam. Tidak mengiyakan atau memberikan penolakan. “ Gue siap – siap dulu “. Ucap Reno lagi pada Andrew.
“ Aku ikut “. Ara bergegas untuk mengikuti suaminya untuk bersiap –siap.
“ No babe, kamu disini aja dulu. Biar aku sama Andrew yang pergi ke Indo. Kamu tolong hubungi Nino untuk menyiapkan pesawat secepatnya. Lainnya aku minta Kelly yang siapkan. “Ucap Reno pada Ara.
“ Oke Hon “. Ucap Ara yang enggan membantah ucapan suaminya.
“ No need to call Nino (Ga perlu hubungi Nino). Gue udah suruh Jeff buat nyiapin keberangkatan gue ke Indo hari ini “. Sahut Andrew yang memang sudah menelpon Jeff yang merupakan sahabat sekaligus tangan kanannya
untuk mengurus keberangkatan nya ke Indonesia hari ini.
Reno mengangguk. “ Oke gue siap – siap dulu “.
Andrew pun membalikkan badannya. “ I’m waiting outside (Gue tunggu di luar). “ Ucap Andrew pada Reno kemudian hendak bergegas untuk keluar dari ruangan tempat keluarganya berkumpul.
Reno pun hendak bergegas ke kamarnya namun Ara menghentikan langkahnya.
“ Hon, Fania ... “. Ucapan Ara membuat Andrew dan Reno berhenti dan membalikkan badan mereka melihat pada Ara yang handphonenya sedang berdering.
“ What is it? (Kenapa?). “ Tanya Reno
“ Ini Fania telpon. “ Ucap Ara sambil menunjukkan layar Hp nya pada Reno
****
__ADS_1
To be continue ...