BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
NEW CHAPTER OF LIFE HAS BEGUN 18


__ADS_3

♦BOLE CHUDIYAN♦


💃💃💃


Selamat membaca ...


****


Frognal, London


"Lo mau empat bulanan di London atau Indonesia, Little F?.” Tanya Reno pada Fania yang malam ini menginap bersama Andrew di Kediaman pribadinya dan Ara.


“Pengennya di Indo sih kayaknya. Agak beda aja Euphoria nya kalo empat bulanan disana.” Jawab Fania. “Tapi terserah dia sih” Tunjuk Fania pada Andrew.


“Aku serahkan keputusan tentang itu ke kamu” Sahut Andrew. “Lebih baik kamu putuskan secepatnya, karena empat bulanan bayi kita sudah tinggal bulan depan” Sambungnya.


“Iya Sweety, Andrew benar” Timpal Ara. “Kalau memang empat bulanan bayi kalian mau diadakan di Indonesia, aku sama Michelle bisa terbang duluan kesana untuk mempersiapkan acaranya. Toh Michelle sudah wisuda jadi punya banyak waktu”


“Bingung sih. Si Michelle enak pinter dalam empat tahun bisa langsung ngejar S dua. Gue ga kelar – kelar perasaan kuliah. Banyakan cuti ama kuliahnya”


“Michelle kan ambil yang Fast Track, Heart. Waktu itu aku tawarkan ambil yang fast track kamu ga mau”


“Ya ilah D, dengerin itu dosen ngomong aja kuping aku pasang baik – baik. Logatnya aja Harry Potter banget, baku!. Jangankan Bahasa Inggris British yang baku, Bahasa Indonesia aku aja campur ama Bahasa Betawi pan.” Cerocos Fania. Andrew, Reno dan Ara pun terkekeh.


“Ya udah pikirkan baik – baik kamu mau empat bulanan dimana. Soal kuliah ga usah terlalu dipikirkan”


Fania manggut – manggut. “Ya udah besok atau lusa deh keputusannya”


***


Jakarta, Indonesia


Pada akhirnya Fania memutuskan untuk mengadakan acara empat bulanan bayinya dan Andrew di Indonesia biar lebih afdol.


“Nanti kamu mau lahiran dimana rencananya Jol?”


Acara empat bulanan sudah selesai dan kini seluruh Keluarga Smith sudah berkumpul di Kediaman mereka yang ada di Jakarta termasuk juga Keluarga Cemara dan John yang ikut menginap disana.


“London kalo lahiran mah” Sahut Fania menanggapi pertanyaan Mama Bela.


“Kira – kira pas lahiran kamu udah selesai kuliah?”


“Mudah – mudahan”


“Mama, Papa dan Prita nanti sebulan sebelumnya datang ya ke London. Buat kasih semangat ke Fania saat lahiran” Ucap Ara. “Atau nanti pas kita semua kembali kesana mau sekalian ikut?”


“Liat entar aja Ara”


“Eh iya Mah, Fania punya kembaran ga sih?” Tanya Fania disela kebersamaan mereka.


Sontak membuat semua orang jadi menatap padanya. “Kembaran dari mana sih?. Iya kembar sama kecebong” Sahut Mama Bela yang membuat semua orang tergelak geli asal itu Syahrini KW udah asal jeblak kalo ngomong.


Fania mencebik.


“Orang nanya beneran juga”


“Ya kamu yang kaga – kaga aja nanyanya. Udah tau selama ini idup sama si Prita doang tuh”


“Ya kali gitu, Fania punya kembaran yang atu udeh isded kali kayak di film – film”


“Emang Kak Fania mau punya anak kembar?” Celetuk Prita dengan pertanyaan.


“Ya pengen aja. Tapi kan katanya kalo kembar biasanya faktor keturunan” Sahut Fania. “Kalo Andrew juga ga ada keturunan kembar”


“Sudah bisa punya satu saja sudah bersyukur, Heart” Ucap Andrew.


“Iya kan aku bilang pengen aja”


“Kalau mau punya anak banyak, gampang itu. Stok benih aku masih banyak”


Andrew berkata dengan santainya, membuat seluruh anggota keluarga menatapnya malas termasuk Fania.

__ADS_1


****


Fania dan Andrew larut dalam suka cita begitupun keluarga mereka. Tak sabar menunggu beberapa bulan lagi untuk kelahiran anak bebek import, benihnya Andrew.


Fania dan Andrew sangat menanti kebahagiaan untuk lahirnya buah hati mereka dan merasakan eforia menjadi orang tua. Fania jauh lebih penurut sekarang. Sadar diri akan kondisi rahimnya yang bermasalah, tak ingin lagi ceroboh hingga sampai kehilangan calon buah hati untuk yang kedua kalinya.


“Sayang, my bebi bala – bala, kok kamu diem aja sih?” Fania menggumam dalam duduknya sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit walau belum begitu besar.


“Heart?” Andrew menghampiri Fania yang sedang duduk disofa dengan sebuah alat pemutar musik yang sedang ia setel didekatnya. “Kenapa, hem?” Tanyanya karena melihat Fania sedikit merungut.


“Ini, kok bayi kita belum ngasih respon gerakan ya D?. Kan katanya empat bulan biasanya udah bergerak”


“Sabar Heart, perlahan” Ucap Andrew sambil duduk disamping Fania dan mengusap lembut perut istrinya.


“Aku udah nyetelin musik klasik ini padahal. Anteng aja dia ga ada gerakan”


“An – teng?”


“Ck!. Diam maksudnya.”


Andrew hanya ber Oh ria, sembari mengambil pemutar musik dan melihat – lihat musik didalamnya. “Mozart, Bethoven, Antonin ... ini sudah kamu putar semua?”


Fania mengangguk. “Lama – lama aku setelin Metalica”


“Kamu mau bayi kita stress?”


Andrew melempar pandangan sebal pada istrinya itu.


Fania terkekeh.


“Ya habis. Distelin musik yang kalem – kalem ga ada respon”


“Mau periksa perkembangannya besok?. Kita temui Dokternya Ara saat hamil Varen dulu. Clarissa, istrinya Alan”


“Iya deh. Sekalian cek jenis kelaminnya ya?” Ucap Fania.


“Laki – laki atau perempuan ga masalah Heart, yang penting bayi kita sehat dan kamunya juga sehat”


“Iya sih. Tapi takutnya kamu ingin anak laki – laki untuk anak pertama. Kan biasanya gitu, di Keluarga yang kastanya seperti kalian sangat mendambakan anak pertama mereka laki – laki buat jadi penerus”


“Ya aku kan Cuma ngomong aja”


“Laki – laki dan Perempuan sama saja. Toh perempuan juga banyak yang sukses dalam segala hal. Kamu sendiri, bisa melakukan banyak hal yang pria bisa. Sampai mesin mobil aja kamu paham”


“Iya, iya”


“Ya sudah ayo”


“Kemana?”


“Aku mau mengunjungi bayi kita”


*****


Fania dan Andrew sudah kembali dari memeriksakan kondisi bayi mereka di dokter kenalan Ara saat hamil Varen dulu.


Keluarga Smith masih berkumpul di kediaman mereka , termasuk Keluarga Cemara yang juga dipaksa untuk menginap semalam lagi, karena keluarga Smith termasuk Andrew dan Fania akan kembali ke London minggu depan. John juga ada bersama mereka saat ini.


“Gimana hasil pemeriksaan bayi kalian?. Oke – oke aja kan?” Tanya Reno pada Andrew dan Fania.


“Alhamdulillah, sehat bayinya. Perkembangannya juga bagus kata dokter” Jawab Fania.


“Sudah tahu jenis kelaminnya?. Mom sudah ga sabar ingin membeli peralatan”


Mom berkata dengan antusias.


“Nanti aja belanjanya kalo udah tujuh bulan” Celetuk Mama Bela.


“Iya sih Mom. Lagian Andrew menolak tuh tadi buat liat jenis kelamin ini anak”


“I want to make it a surprise ( Aku ingin membuatnya jadi kejutan )” Ucap Andrew sambil mendudukkan Fania di sofa.

__ADS_1


“Terus kenapa muka lo begitu?” Tanya Reno pada Fania yang wajahnya nampak sedikit lesu.


“Ya aneh aja sih, kata dokter bayi gue sehat. Tapi sampe sekarang dia belum nunjukin gerakan gitu.” Ucap Fania sedikit merungut. “Waktu Varen masih didalem perut geraknya kapan?”


“Ya waktu usia kandungannya seumur kandungan kamu saat ini” Sahut Ara.


“Tuh kan. Harusnya dia udah gerak juga dong, D”


“Sabar Fania sayang, my Heart my everything” Sahut Andrew sambil geleng – geleng.


Yang lain setengah terkekeh melihatnya.


“Udah lo kasih dengar musik klasik, Jol?” Celetuk Jeff.


“Bukan lagi, udah se album”


“Mungkin lo kasih dengar lagu dangdut kayaknya Jol” Timpal John sambil terkekeh yang membuat yang lain juga ikut terkekeh.


“Nah iye bener tuh Kak, kasih denger gendang koplo coba”


Mereka terkekeh lagi. Fania mencebik.


“Udah juga” Sahut Fania. "Jugijagijugijagijug" Yang lain terkekeh lagi aja.


“Ya udeh sabar sih, dokter bilang sehat ini bayinya. Ganti baju dulu sana dari rumah sakit. Ntar ada virus nempel. Kasian noh anak sultan”


Fania mengangguk mendengar ucapan mama Bela. Berdiri untuk melangkah ke kamarnya bersama Andrew.


“Ga ada film laen apa itu?” Ucap Fania saat berdiri melihat layar televisi.


“Biarin sih” Celetuk Prita.


“Udah puluhan kali nonton itu film India, kaga bosen apa?. Lagian ini keluarga ningrat mana paham coba?”


Ucap Fania karena si Prita dan mamanya nampak asik nonton satu film India yang kayaknya dia juga udah hafal tiap adegannya saking sering nonton itu film. Sambil menunjuk Keluarga Smith yang nampak pasrah untuk ikut menonton.


“Ga apa – apa sih, Heart. Kamu nih” Ucap Andrew sambil menggandeng Fania untuk ke kamar mereka. “Jangan suka sinis, nanti anak kita bicaranya ketus”


“Iya, iya” Fania melangkah menuju tangga dengan Andrew menggandeng dan berjalan lebih dulu.


🎶Bole Chudiyan ... Bole Kangna ...🎶


Fania menoleh sebentar saat sudah menaiki tangga. Meski dia bilang bosan, tapi adegan yang menampilkan nyanyian itu memang salah satu favoritnya, termasuk juga lagunya. Fania meneruskan lagi langkahnya.


🎶Le Jaa Le Jaa..... Soniye Le Jaa Le Jaa...🎶


‘Eh?’.


“Heart!” Andrew memekik karena Fania melepaskan gandengannya setengah berlari kembali ke ruang santai. Semua orang spontan menoleh. “Kamu kenapa sih?. Hati – hati!” Ucap Andrew setengah gusar karena Fania tiba – tiba lari lagi ke bawah. Takut istrinya itu kenapa – napa.


“Gedein – gedein!” Fania tak menggubris Andrew. Menyuruh Prita menaikkan volume di televisi. “Gedein Prita!”


“Iyee.. Woles!”


🎶Bole Chudiyan ... Bole Kangna ... Haaye Main Ho Gayi ... Teri Sajna ....🎶


Dan si Kajol KW meliukkan badannya dengan gembira dan gemulai bak Karina Kapoor yang sedang bernyanyi dan


bergoyang di film. Jangan tanya ekspresi mereka yang melihatnya.


“Heart, hey kamu apa – apaan sih?” Andrew sedikit khawatir tapi tak bisa menahan juga untuk tidak tertawa melihat


Fania bergoyang mengikuti musik india itu.


“Aake Meri Duniya Mein Vaapas na Jaana..” Si Kajol KW malah mengikuti adegan sambil mencolek dagu Andrew dengan centil seperti si Karina Kapoor yang sedang menggoda Hrithik Rosan di film. “Sehra baandhke maahi tu mere ghar aana ....”


Masih lanjut aje si Fania nyanyi dan bergoyang sambil cengengesan dengan wajah sumringah.


“ Bayinya gerak D!!!”


**

__ADS_1


To be continue ...


Jempol bisa kali ikut digoyangin juga


__ADS_2