BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 15


__ADS_3

Selamat membaca...


 


Setelah pamit dari tempat acara, selanjutnya Fania, Kak Rita, Vivi dan The Boyz berjalan keluar dari dalam Ballroom menuju lift untuk turun ke basement hotel  mengambil kendaraan mereka yang terparkir di sana


“ Lu tadi ngobrol apaan sih ama Tuan Reno ‘n bininya ?. Lama amat perasaan. “ Celetuk Kak Rita.


“ Kepo nih ye ....” Goda Fania


“Au Ah.”. Sahut  Kak Rita, si manajer band.


“ Eh iya lu tadi ngilang kemane, tidur di toilet lu ?.“ Tanya Kiki sementara Samuel dan Yuza sibuk dengan ponsel mereka.


“Mau tau banget apa mau tau aja?.” Sahut Fania pada Kiki.


“Ada Job gede lagi. Kan ada wanita cantik yang jalan ke arah toilet ga lama lu ngeloyor?.” Sambar Alan.


“Ah elu job mele Lan, Lan. Lu mau kawin emang nyari duit getol banget.” Sahut Kiki


“Nikah Bro! Kawin kaga pake duit banyak-banyak.” Jawaban Alan bikin Kiki dan lainnya terbahak.


Dan akhirnya mereka berpisah di parkiran, karena Kiki, Yuza dan Alan mengendarai sepeda motor, sedangkan Samuel membawa mobilnya dan Fania, Kak Rita dan Vivi ikut nebeng di mobil Samuel.


Sambil saling melambaikan tangan mereka pun berpisah untuk pulang ke tempat tinggalnya masing-masing.


*


Di dalam perjalanan dengan mobil Samuel, Kak Rita masih coba bahas mata Fania yang sembab setelah tadi bicara dengan Ara dan Reno. “ Lu kenapa sih neng ? cerita napa sih. “ Tanya kak Rita penasaran.


“ Kenapa apaan sih Ka?. “ Sahut Kania sambil bersandar pada kepala jok


“ Lu kenapa sembab gitu mata abis ngobrol ama Nyonya Ara dan lakinya tadi?. “ Kak Rita masih penasaran.


Samuel driver merangkap yang punya mobil, pasang kuping mendengarkan pembicaraan dua orang di kursi belakang mobilnya, sementara yang satu dah terlelap manja di kursi penumpang sebelah Samuel.

__ADS_1


Kebluk dasar. Gumam Samuel saat melirik Vivi yang udah nyenderin kepalanya di kaca sebelah kiri.


“Ga ada apa-apa, woles kak. ” Sahut Fania lagi.


“ Pasti ada deh gue yakin. Nah mata lu begitu.. Keantok tawon lu  tadi di balkon ?. “ Celetuk Kak Rita.


“Wkwkwkwk ... kocak. ” Fania terkekeh. “Mak tiri ada-ada aja ah.”


“Dih, nih bocah nyebelin amat.” Sahut Ka Rita.


“Apa mereka ngomong sesuatu yang nyinggung lo Fan?.” Tiba-tiba Samuel nimbrung sambil melirik lewat spion dan tetap fokus pada setir dan jalanan.


“ Enggak Sam, mereka ga ada nyinggung gue sama sekali. “ Sahut Fania pada Samuel.


“ Terus nah lu kayak abis nangis gitu, muka ama mata lu ga bisa boong Fan. “ Ucap Samuel.


“ Dah lu jangan kek emak-emak komplek , rumpez. “ Sahut Fania lagi.


“ Lu ceritalah kalo ada yang ganjel dihati. Jangan di simpen sendiri.  “


“ Awas kalo engga lu ya. “ Cecer kak Rita


“ Iye maaakkkk. Ntar gue ceritain deeeehhh ..... , nyampe aje belom. “


Akhirnya mobil yang dikendarai Samuel sampai juga di area apartemen Kak Rita. Samuel membangunkan Vivi yang masih terlelap manja. “ Woi Syahelah bangun dah nyampe. Cakep cakep *****.“ Ucap Samuel sambil menggoyangkan bahu Vivi.


“ Mba, mba udah sampe mba. Mobilnya udah mau balik ke pangkalan mba. “ Fania ikut menepuk bahu Vivi sambil terkekeh dan yang dibangunkan mengulet manja pake slow motion kayaknya. Bikin Samuel geregetan.


“ Udah nyampe aja. “ Ucap Vivi tanpa dosa. “ Tenkyu Saamm. “ Sambil bergegas turun dari mobil Samuel.


“ Gue langsung jalan ya. “ Pamit Samuel pada mereka bertiga setelah semuanya turun dan memastikan ga ada barang yang ketinggalan.


“  Oke. Ma kasih Ye anak Emak yang ganteng, baik hati dan tidak sombong.. Hati-hati lo. Honor besok gue transferin. “ Kata kak Rita pada Samuel, diikuti Fania yang berterima kasih.


“ Tararenkyu ya Saamm ... See you !. “

__ADS_1


“  Sippo. “  Samuel pun berlalu melajukan mobilnya.


*


“ Feeling better now Honey. ( Merasa lebih baik sekarang sayang? ). Are you happy?. ( Apa kamu bahagia? ), udah lega dong ?. “ Ara bergelayut manja pada Reno, setelah mereka sampai di kediaman mewah mereka di Jakarta. Rumah lama Reno sebenarnya, saat kedua orang tua Reno belum bercerai. Namun setelah keduanya berpisah, hanya Reno dan Ibunya yang tinggal di rumah tersebut. Sementara Ayah Reno menikah lagi dan pindah ke luar negeri bersama istri barunya.


Sampai akhirnya Reno memutuskan untuk melanjutkan study ke London dan mengajak serta Ibunya yang


setahun setelah keberadaan mereka disana, Ibu kandung Reno meninggal karena sakit kanker yang dideritanya. Tapi Reno dan ibunya tidak pernah menjual rumah mereka yang ada di Jakarta, karena Reno ingin saat dia kembali ke Indonesia dirinya ga perlu susah untuk cari tempat tinggal baru. Lagian itu rumah banyak kenangannya dari masa kecil Reno dan Perpisahan kedua orang tuanya. Fania bahkan sering diajak main ke rumahnya sampai akrab dengan mamanya Reno.


Ayah Reno pun tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut, kalau Reno dan Ibunya tetap tinggal di rumah yang pernah mereka bertiga tempati , saat dia dan Ibunya Reno belum bercerai. Toh memang rumah itu di berikan pada ibu Reno saat Ayah Reno menceraikan ibunya Reno. Dan saat sebelum Ibu Reno meninggal, rumah itu sudah diamanatkan pada Reno oleh ibunya sebagai  kenang-kenangan untuk Putra satu satunya itu.


“ Much better Babe. ( Jauh lebih baik Sayang ). “ Jawab Reno pada istrinya yang cantik ngalahin si Jelita.


Kemudian Reno dan Ara bergegas masuk ke kamar mereka untuk membersihkan diri dan beristirahat tanpa ada niatan buat olahraga malam.


Reno tidak pernah menyangka apa yang sudah terjadi malam ini, di acara pesta kumpul-kumpul bersama


teman-temannya. Mungkin ini memang sudah rencana Tuhan pikirnya. Karena biasanya Reno hampir tidak pernah datang ke acara tersebut setiap kali di undang, sebab dia sibuk dengan Perusahaan yang dikelolanya di London. Walaupun Reno juga memiliki Perusahaan milik Ayah kandungnya di Jakarta yang juga diamanatkan padanya.


Namun entah kenapa untuk undangan kumpul-kumpul kali ini , hatinya mengiyakan untuk datang. Toh udah lama juga ga bercengkrama dengan teman-temannya. Dan tanpa disangka walaupun setiap dirinya pulang ke Indonesia, harapan Reno yang terbesar adalah bisa menemukan Fania, sampai akhirnya malam ini dia benar-benar ketemu dengan si gadis tomboy yang penampilannya sudah berubah 360 derajat.


Reno sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan Fania. Dia merasa sekarang sudah bisa mencicil hutangnya pada gadis itu. Hutang janji yang belum terealisasi.


“ Nitey nite my love, my beautiful wife ..... ( Selamat malam, istriku yang cantik ). “. Ucap Reno pada Ara setelah mereka selesai membersihkan diri dan sudah bersiap untuk tidur di ranjang dalam kamar pribadi mereka.


“ Nitey nite to u too my beloved husband. ( Selamat malam juga suamiku sayang ). “ Ara mengecup bibir suaminya dan dibalas dengan pagutan mesra oleh Reno. Betapa ia mencintai istrinya ini yang Cantik juga baik.


“ Thank’s God I have you. Thank you for Everything . I love you , Dear. ( Aku bersyukur memilikimu. Terima kasih untuk segalanya. Aku mencintaimu, Sayang ). “ Reno mendekap Ara dan mulai tertidur. Ara juga mendekap tubuh atletis suaminya dan dia terpejam sambil tersenyum .


“ Aku sungguh bahagia, kalau kamu bahagia , suamiku. “


Dan suami istri itu pun terlelap dalam tidur mereka yang terselimuti bahagia.


***

__ADS_1


To be Continue .....


__ADS_2