BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 239


__ADS_3

Selamat membaca...





“Aku harus apa? Untuk menebus kesalahan aku ke kamu?.” Andrew mengiba dalam pertanyaan nya.


“MAU GUE LO ENYAH DARI HADAPAN GUE SEKARANG!. GET LOST ( PERGI JAUH –JAUH SANA! ).”


Glek! Rasanya tak hanya Andrew yang menelan kasar salivanya.


Reno, Dua J bahkan Nino dan Alex cukup kaget setengah mati mendengar hardikan Fania pada Andrew.


“Heart, please, jangan bicara begitu.. aku..”


“Kenapa?. Malu?!.” Fania keburu menyambar untuk bicara sebelum Andrew menyelesaikan kalimatnya. “Kalo lo ga mau gue bikin tambah malu, mending lo pergi dari hadapan gue sekarang! PERGI!.”


Andrew sudah putus asa rasanya. Nada suara Fania, sebutan gue – elo dari Fania, sorot mata istrinya itu sudah cukup dan amat sangat jelas kalau Fania nya ini bukan sekedar ngambek atau hanya sekedar kesal. Tapi sudah dalam mode murka on.


“Little F, pulang sama gue, oke?.” Reno mencoba membujuk Fania untuk yang kesekian kalinya.


“Kenapa?! Hah?! Kenapa lo liatin gue kayak gitu?! Ga terima?! Marah?! Merasa gue permalukan?!.”


Entah kenapa Fania tak bisa menahan ucapan provokasi yang keluar dari mulutnya.


Andrew hanya memandanginya. Fania tak tau apa yang saat ini dirasakan Andrew Smith karena sikap dan ucapannya.


“Stop it Little F ( Hentikan, Little F ).” Reno mencoba menghentikan Fania yang seperti sedang menantang emosi Andrew.


Dua J dan Nino memperhatikan gelagat Andrew. Pikiran mereka kurang lebih sama dengan Reno. Ucapan Fania bisa saja memprovokasi emosinya Andrew, yang jiwa sabarnya ga sebesar ototnya.


‘Kalo Andrew bisa tahan sama ucapan dan sikapnya si Kajol saat ini, salam hormat gue buat si biduan.’ Batin John.


“Fan, R was right. Stop it ( Fan, R benar. Udah ) Nanti tenaga lo habis.” Ucap Jeff mencoba membujuk Fania agar tak lagi mencoba memprovokasi emosi Andrew. ‘Demi Tuhan, jangan pancing emosi suami lo, Kajol.’ Batinnya


sedikit takut Andrew lepas kendali.


“Let her ( Biarkan dia ). Biar dia katakan semua yang ingin dia katakan.” Ucap Andrew masih menatap Fania. “Tadi kamu tanya apa? Aku ga terima? Aku marah karena merasa kamu permalukan?.” Kini Andrew berucap pada Fania.


“Iya. Semua yang kamu bilang itu benar. Aku merasa ga terima, aku marah merasa dipermalukan.... Kalau aku ga cinta sama kamu....”


Andrew maju selangkah. Fania menghindari nya.


“Bullshit! ( Omong kosong! ).” Ucap Fania dengan ketus mencoba pergi melewati Andrew.


“Heart ....” Andrew mencekal pelan lengan Fania.


“Jangan sentuh gue dengan tangan kotor lo ini!.” Fania menepis kasar cekalan Andrew. “LEPAS!” Fania meronta kasar karena Andrew memeluknya. “LEPAS GUE BILANG!!.”


Andrew tetap memeluk erat Fania. “Pukul! Keluarkan semua emosi kamu. Caci maki aku sepuas hati kamu. Aku terima. Bunuh aku kalau memang perlu dan itu bisa membuat kamu puas.”


‘Salam hormat gue sama lo, Jolll. Si Andrew sanggup menurunkan harga dirinya sampe seperti ini.’ Batin John yang takjub melihat adegan didepan matanya.


“LEPAS! GUE JIJIK SAMA LO!!!!.” Fania memukul keras dada Andrew mencoba melepaskan diri. Air matanya sudah menggenang.


Andrew makin mengeratkan dekapannya pada Fania. Hatinya perih mendengar Fania yang bilang kalau istrinya itu jijik padanya.


“Keluarkan, Heart. Luapkan semua kemarahan kamu ....”


“LO BRENGSEK!.”


 “Iya.... Maaf.”


“BAJINGAN!.”

__ADS_1


“Iya.... Maaf.”


“Gue Benci Sama Lo!.”


“Aku tau....”


“Kamu kurang ajar ....”


“ Iya, Heart ... keluarkan saja semuanya, semua keluhan kamu, benci kamu. Jangan ditahan ....”


Suara Andrew terdengar sedikit parau sambil masih mendekap Fania dengan erat. Si Kajol sudah tak memakinya lagi, namun masih memukuli dadanya sambil mulai terisak.


“Pukul aku, caci aku, terserah. Apapun. Asal jangan tinggalkan aku ....”


Reno bersandar dimobil milik teman Fania yang tadi dikemudikan adik kesayangannya itu. Ia tersenyum tipis melihat sabarnya Andrew menghadapi Fania. Selain saat Fania kritis waktu di Thailand, sekarang wajah Andrew pun nampak tak berdaya.


‘Little F.... bahkan Andrew yang kadar emosinya diatas rata – rata, bisa terima dipermalukan seperti ini sama lo di depan umum. Bahkan sampai memohon.’ Batin Reno yang merasa takjub atas kejadian langka malam ini.


‘Selamat datang Pada Kebucinan yang Hakiki Tuan Andrew Smith.’  Jeff menggeleng sambil tersenyum penuh arti. Dia tau Andrew sangat mencintai Fania, tapi malam ini dia baru benar – benar yakin kalau seorang Andrew Smith


teramat sangat mencintai wanita dengan selusin talenta sepaket dengan kegesrekannya juga.


‘Naomy Stephania. Fania a.k.a ( alias ) Kajol. Satu – satunya wanita yang bisa membuat Andrew Adjieran Smith bertekuk lutut.’ Batin John bertepuk tangan.


‘I’m sure that Andrew didn’t hit his head while chasing Fania times before ( Gue yakin kalau kepala Andrew ga kebentur tadi waktu mengejar Fania ).’ Batin Nino yang juga bermonolog melihat sikap Andrew pada Fania saat ini.


Memang sangat sulit dipercaya sih, kalau menurut Nino. Seorang Andrew Smith bisa dibuat tak berdaya oleh seorang wanita.


‘Forever I will consider that is only a rumor, what I’ve seen now. If I don’t see with my own eyes ( Selamanya gue hanya akan menganggap ini Cuma gosip, apa yang saat ini sedang gue lihat. Kalo ga menyaksikan sendiri dengan


mata gue ).’ Batin Alex yang kurang lebih sama, karena tau tabiatnya Andrew yang ga mungkin terima dipermalukan apalagi harus memohon.


***


Andrew mendudukkan Fania diatas kap mobil LU putih milik Jeannie, temannya Fania itu. Membetulkan sedikit anak rambut Fania yang berantakan sambil menghapus sisa – sisa air matanya.


Orang – orang yang hanya diam terpaku melihat adegan jeritan hati seorang suami yang dimaki – maki istrinya. Namun tak berani bersuara, bahkan beberapa berlagak tak melihat atau memilih pergi dari dekat Andrew dan Fania saat tadi.


“Lo udah makan?.” Tanya Reno pada Fania memecah keheningan.


“Tau lupa.”


“Mau cari makan?.” Andrew yang bertanya kini.


Fania hanya mengendikkan bahunya.


“Mau balapan?.” Ledek John iseng sambil terkekeh dan langsung mendapat tatapan tajam dari Andrew dan Reno. Namun Fania tersenyum mendengar ucapan John. “Kajol .... Kajol ....” John menggoyang – goyangkan pelan kepala Fania.


Jeff mendekat juga. “ Let’s go home. I’m sure that we’re all are hungry now ( Yuk balik. Gue yakin kita semua lapar sekarang ).”


Fania melirik sinis pada Jeff. “Gue kira lo udah kenyang makan tiang striptease tadi!.” Sindir Fania dengan ketus.


Andrew yang merasa tersindir juga hanya bisa pasrah.


‘Salah ngomong gue!.’ Batin Jeff dan dirinya merasa salah tingkah gara – gara ucapan Fania barusan.


John dan Reno Cuma bisa senyum – senyum sendiri, sambil menoleh ke arah lain. Karena sebenarnya pengen banget ngakak.


Sementara Nino dan Alex hanya diam, tak begitu paham.


“Kak, boleh ya gue balapan disini sekali aja.” Fania menoleh pada Reno.


Andrew juga ikut menoleh dan menatap Reno sambil mengkode dengan gelengan kepalanya.


“Minta ijin sama suami lo lah.” Sahut Reno.


“Gue minta ijin sama lo aja! Ngapain gue ijin sama tukang boong!.” Nah kan kena deh si Donald Bebek yang hatinya seketika mencelos mendengar ucapan sinis nan ketus dari Fania barusan.

__ADS_1


“Heart ... next time ya?. Aku janji akan bawa kamu kesini lagi.” Ucap Andrew seraya membujuk. ‘Setidaknya ada waktu untuk membuat jalanan kosong nanti.’ Batinnya bermonolog. “Kalau sekarang kan, kamu pasti cape. Nanti kurang fokus menyetirnya.” Berkata dengan lembut, se – lembut – lembutnya. Cari aman.


“Gue ga butuh janji lo! Janji tuh sama diri sendiri! Kelakuan!.” Ucap Fania dengan muka sinis, sambil setengah melotot pada Andrew dan berbicara dengan nada yang sarkasme.


Andrew menggaruk lehernya yang tak gatal. “Iya ..... maaf.”


Reno dan John tak kuat menahan sudut bibir mereka untuk tak tertarik. Melihat si Donald Bebek mati kutu menghadapi sindiran si Kajol padanya.


‘Seumur hidup lo bakal kena sindir Ndrew, Ndrew. Nasib lo.’ Batin Reno mengejek Andrew. “Okelah gini aja. Kita balik.” Reno nampak akan mengusulkan sesuatu.


“Ck. Dibilang gue belom mau balik. Masih mau disini. Kalian aja sana pada balik.” Sahut Fania yang beranjak dari duduknya namun langsung ditarik lagi Reno.


“Ish! Gue belum selesai bicara Little F.” Ucap si kakak ganteng sedikit gemes pada Fania. “Kita balik, all of us ( kita semua ) go home, but racing ? ( balik, sambil balapan ).”


Mata Fania berbinar sambil kepalanya manggut – manggut bersemangat.


“Not a good idea! ( Bukan ide yang bagus! ).” Sergah Andrew sambil menatap Reno dan menggeleng pelan juga melirik Fania.


“Ck, mana bisa R. Yang gue pakai tadi mobil bodyguardnya si Kajol.” Celetuk Jeff. “Not suit for a race, even quite fast ( Ga cocok buat dipake balapan meskipun cepat ).”


“His right. No preparation ( Dia benar. Ga ada persiapan ).” Andrew mendukung Jeff.


“Gue bisa pake ini.” Ucap Fania menunjuk mobil Jeannie yang sedang diduduki kapnya.


“Big No! ( sangat tidak bisa! ).” Reno dan Andrew menyahut kompak.


“Rese!.” Celetuk Fania sebal. Tapi kemudian dia memandang Andrew dengan tatapan yang sulit diartikan.


‘What is she thinking now? ( Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? ).’ Batin Andrew was – was melihat Fania menatapnya seperti itu.


“Kak, mobil yang lo pake sekarang sama kan dengan mobilnya Kak Nino?.” Tanya Fania dengan mimik wajah yang sedikit misterius. “Your car is BMW i8 right, Nino? ( Mobil lo BMW i8 kan Nino? ).”


Nino mengangguk.


“Lo tadi bawa seri yang sama kan sama Kak Nino, Kak Ren?.”


Reno juga mengangguk.


“Pas kalo gitu.” Fania menepuk sekali tangannya. Sepertinya apa yang ia pikirkan dan ingin lakukan bisa berjalan seperti yang dia inginkan.


“Pas apanya?.” Tanya Reno kurang paham. Andrew dan dua J pun juga belum paham maksud Fania.


“Pas buat balapan lah. Dua mobil yang layak buat balapan. Dua orang yang bakal balapan.” Ucap Fania sambil berdiri.


Andrew, Reno dan dua J kompak mengernyitkan dahi mereka. Belum paham arah ucapan Fania.


“I dare you to race with me ( Gue tantang lo untuk balapan sama gue ).” Fania mengarahkan telunjuknya pada Andrew. “If you win, you can ask anything to me. But If I win.... ( Kalo lo menang, lo boleh minta apapun dari


gue. Tapi kalo gue yang menang ... ).”


Fania menjeda ucapannya


“If I win the race, we separate ( Tapi kalau gue yang menang, kita berpisah ).”


Wajah Andrew berubah syok mendengar ucapan Fania barusan. Termasuk Reno, dua J dan Nino juga Alex yang masih berada di dekat mereka.


“Apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan barusan?.” Tanya Andrew memandang Fania dengan wajah tak percaya pada wanita yang dicintainya itu.


“Sadar! Sangat sadar! Bahkan sudah sadar, kalau aku punya suami, seorang laki – laki yang mampu mengkhianati kepercayaan istrinya!.”


***


Author minggir yak, ga ikut – ikutan dah kalo udah begini.😲😲


***


To be continue .....

__ADS_1


__ADS_2