
Selamat membaca...
*
“Sweetheart, diluar sepertinya agak dingin. Besok aja ya aku ajak kamu berkeliling. Ga apa – apa kan?.” Tanya Andrew yang sedang berdiri dibalik pintu selurusan dengan ruang keluarga menuju halaman belakang. Sementara yang lain masuk ke ruang santai yang tatanannya lebih terasa akrab untuk bercengkrama.
"Iya ga pa - pa." Ucap Fania. Yang lalu digiring Andrew menuju ruang santai di kediaman mereka.
Sofa santai yang membentang berjarak pendek dari lantai serta karpet bulu yang membentang panjang di depan TV yang sering digunakan oleh Andrew untuk bermain game konsol saat bercengkrama bersama keluarganya.
“Little F, sini.” Panggil babang Reno dan Fania menghampiri Kakak ganteng kesayangannya itu. Sementara Michelle dan Jeff hendak bermain game di konsol. Fania duduk diantara Reno dan Ara yang menepuk space ditengah antara dia dan Reno. Andrew pun mengikuti Fania yang sudah duduk di antara Reno dan Ara.
“Gimana tidurnya , nyenyak?.” Tanya Ara pada Fania. Terlihat memang rasa sayang Ara pada Fania dari pancaran matanya.
“Nyenyak Kak Ara.” Jawab Fania yang masih sedikit canggung karena ada tiga orang yang baru saja dikenalnya.
“Lo apaan sih Ndrew.” Reno memprotes Andrew yang duduk diatas karpet didekat kaki Fania dan menyandarkan punggungnya di kedua kaki Fania yang tertutup rapat. “Tuh samping Mom, samping si Jeff masih luas. Ngapain sih duduk disini?!”
Membuat yang lain menoleh pada kakak ganteng Fania yang mukanya terlihat sebal sama si Donald yang ngintilin si Fania terus.
“Suka hati gue lah.” Sahut Andrew malas. “ Sini Sweety dibawah aja duduknya.” Andrew menarik Fania agar duduk disampingnya diatas karpet dan bersandar di sofa pendek itu.
“Modus aja terus.” Celetuk Jeff.
“Iri bilang Boss.” Sahut Andrew yang berhasil membuat Fania duduk dibawah dan langsung merebahkan badannya dan menepatkan kepala plontos nya di paha Fania.
“Hemmmmm gue bilang juga apa.” Celetuk Jeff lagi saat menoleh dan menemukan Andrew sudah dalam posisi favoritnya kalo deket Fania.
“Ckckck. Bucin akut.” Ucap Ara. “Sini hon, jangan kalah kita sama Bucin Newbie.” Ucap Ara sambil menepuk – nepuk pahanya. Membuat yang lainnya terkekeh.
“Oh oke , kalau Anda memaksa Nyonya Reno.” Sahut Reno kocak. Lagi – lagi yang lain tertawa. Hangatnya Keluarga Smith malam ini.
Pemandangan itu tak luput dari mata Tuan Anthony , Nyonya Erna dan Michelle. Hari ini keluarga Smith nampak lebih hangat dalam pandangan orang tua Andrew. Melihat Reno dan Ara yang biasanya hampir jarang bertingkah seperti saat ini. Apalagi Andrew. Bahkan saat bersama Cindy yang mereka kira akan menjadi menantu mereka pun Andrew tidak pernah bersikap seperti halnya pada Fania. Posesif iya, tapi manja?.
__ADS_1
Apalagi Michelle yang intens memperhatikan gerak – gerik satu kakaknya yang super aneh bagi gadis itu. Andrew tiduran di paha seorang wanita sesantai itu di depan mereka semua keluarganya aja udah lumayan aneh. Lagi – lagi perbandingannya adalah Cindy yang selama ini bahkan ga pernah diajak nongkrong di ruang santai. Paling paling di ruang keluarga atau tempat santai di halaman belakang.
Tapi sekarang kakaknya yang menurut dia galak dan yang ga boleh dibantah itu, menempatkan satu tangan wanita bernama Fania itu didadanya, bahkan tak lepas menggengam. Kadang menciumi telapak tangan dan mengeluskan ke wajahnya. Tanpa memperdulikan yang lain, meski si wanita tampak risih.
‘Is it really Kak Andrew? ( Itu beneran Kak Andrew? ).’ Batin Michelle.
“Apa liat – liat?.” Tanya Andrew ketus pada Michelle yang ia sadari sedang memperhatikan gerak – geriknya.
“ I have eyes okay?! ( Gue punya mata, oke?! ).” Sahut Michelle lalu kembali pada game konsol berebutan dengan Jeff.
“Andrew, bangun dari paha Fania. Biar dia duduk deket Mom and Dad sini.” Ucap Nyonya Erna yang memang belum punya kesempatan mengobrol dengan Fania sejak gadis itu datang.
“Mom tanya aja dari situ, she can answer from here ( Dia bisa jawab dari sini ).” Sahut Andrew yang udah Pewe.
“Ish ini anak. Di Jakarta kan udah sama sama terus sama Fania, harusnya udah puas dong.” Ucap Nyonya Erna lagi.
“She’s been away for six years from me. She’s mine now ( Dia udah jauh dari aku selama enam tahun. Sekarang dia milikku ).” Sahut Andrew santai.
Terdengar decakan sebal dari beberapa orang disitu. Fania refleks menarik tangannya yang sedari tadi digenggam dan dimainkan Andrew untuk menutup mulut pacarnya yang lemes itu kadang – kadang.
“Kalo ngomong asal aja Donald Bebek.” Gerutu Fania sambil melotot ke Andrew.
Sekali lagi menjadi perhatian Tuan Anthony dan Nyonya Erna. Melihat Andrew mereka yang seperti berubah perilaku setelah Fania ditemukan kembali dan Andrew resmi memperkenalkan Fania yang sekarang sebagai
kekasihnya. Eh calon istri deng kata Andrew.
Dari sekian wanita yang pernah jadi pacar anaknya, hanya Cindy yang secara resmi dia kenalkan pada keluarga mereka. Tapi itu pun hanya sekedar saja. Ga sering diajak datang bersama, kecuali si Cindy nya yang mampir duluan.
Fania, anak gadis yang dulu mereka kenal yang cara berpakaian bahkan potongan rambutnya seperti laki – laki. Yang sering adu mulut sama Andrew, tapi ya memang dijaga dan disayang oleh Andrew sebagaimana kakak ke adiknya. Sekarang akan menjadi calon menantu mereka dan Andrew sendiri yang memilihnya, bahkan Andrew terang – terangan menunjukkan sikap posesif dan takut kehilangan gadis itu.
Meski memang Andrew adalah laki – laki yang menghargai seorang wanita, itu pun jika memang menurutnya wanita itu pantas untuk dihargai. Tapi Andrew adalah seseorang yang ga suka diatur, apalagi sama pacar. Cuek, ga ada romantis romantisnya perasaan sama pacar, termasuk Cindy yang paling lama berhubungan dengannya. Kadang malah Cindy yang mencoba bersikap manja pada Andrew saat sedang bercengkrama bersama keluarga Smith, eh malah kena teguran dari anak mereka karena Andrew merasa risih.
Bahkan mungkin saat Andrew dan Cindy bertengkar dan wanita itu merajuk, Andrew ga akan ambil peduli sampai akhirnya Cindy yang akan mengalah dengan sendirinya.
Tapi coba lihat sekarang, siang tadi sudah menarik Fania dalam pangkuannya di depan keluarga Smith, bahkan Andrew tanpa risih mengecup bibir Fania. Dibantah Fania dengan nada suara yang seperti sedikit menghardik dan menantang bahkan, malah berakhir dengan permintaan maaf Andrew pada Fania. Tinggal pun di kamar Andrew.
Hebatnya Fania dimata Tuan dan Nyonya Besar Smith. Apa yang menarik dari gadis yang dulu dipanggil Demi Moore KW sekarang, hingga Andrew seperti sangat menjaga perasaan gadis itu. Dan lagi pemandangan diruang santai malam ini benar – benar membuat Tuan dan Nyonya Besar Smith, bahkan Michelle sampai terheran – heran. Andrew, terang – terangan minta dimanja?. Oh astaga.
__ADS_1
“Little F, lusa gue sama Kak Ara balik ke rumah di Frognal.” Ucap Reno.
“Oh Kak Reno sama Kak Ara ga tinggal disini?.” Sahut Fania seraya bertanya.
“No, kita ada rumah sendiri.” Jawab Ara.
“Hemm... nah terus besok katanya mau ajak gue jalan – jalan?.” Ucap Fania.
“Iya besok jalan – jalan tetep. Kan gue bilang lusa gue baliknya.” Sahut Reno dan Fania nyengir. Membuat Reno kembali menggoyangkan kepala Fania. “Ikut ya nanti ke Frognal. Ikut tinggal disana. Oke?.”
Andrew seketika bangkit dari posisi wenaknya di paha Fania. “Hell No. She’s staying with me ( ga bisa. Dia tinggal sama gue ).” Ucapnya yang tidak memperbolehkan Fania menginap. “Ikut berkunjung aja. Tinggal sama lo, No. Fania tinggal sama gue, Oke Kakak Reno.”
“Ish, hak Fania lah dia mau tinggal dimana. Inget dia adik gue.” Sahut Reno.
“Betul, adik ipar kesayangan aku itu.” Sahut Ara.
“Tos Babe.” Ucap Reno yang mengajak Ara Tos sambil terkekeh.
“Tau ih, orang aku maunya ikut Kak Reno sama Kak Ara juga.” Ucap Fania sambil melirik Andrew.
“Big No!. ( Sangat Tidak boleh! ).” Andrew merangkul Fania dari belakang dan mengunci tubuh gadis itu. “Ingat apa yang aku bilang, hem?. Ga akan aku lepas meski kamu yang mau melepas.”
“Idiiihhh bucin akut.” Goda Fania sambil terkekeh dan menoel dagu si Andrew yang sedang memeluknya. Membuat Andrew, Ara dan Reno tertawa.
“Wah, minta diikat ini Reno adiknya.” Ucap Andrew gemas pada Fania sambil mengeratkan pelukan dan menarik tubuh gadis itu kebelakang bercanda sambil mengusel wajahnya dibelakang kepala Fania. Membuat gadis itu tergelak.
“Do you see what I see, Honey? ( Apa kau melihat apa yang kulihat, Sayang?).” Ucap Nyonya Erna yang bertanya pada suaminya saat melihat kelakuan si Andrew lagi pada Fania.
“I think something wrong with my eyes ( Sepertinya ada sesuatu yang salah pada mataku ).” Sahut Tuan Anthony dan kedua suami istri itu terkekeh geli yang seumur – umur melihat Andrew seperti itu ke wanita yang berstatus pacar.
‘ Fania... My son’s world. (Fania .. Dunianya Anakku).” Batin Tuan Anthony dan Nyonya Erna.
“Kak Jeff, itu Kak Andrew bukan si?.” Bisik Michelle pada Jeff.
***
To be continue...
__ADS_1
*Maapkeun kalau sedikit slow update ya thayank - thayankuh* Tetep dukung author ya ya ya????😏😘