BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 50


__ADS_3

Selamat membaca ....





Hari Jum’at ini Fania memilih untuk tetap tinggal dirumah. Cuti bersama dari hari


Rabu kemarin lumayan panjang karena jadwal tiga hari cuti bersama menyambung


dengan sabtu dan minggu. Karena semalam dia habis perform, jadi hari ini dia


memutuskan untuk stay di rumah. Kalo besok liat mood mau kemana.


Berhubung jadwal Fania dengan The Boyz and Girls band memang sudah dipangkas


oleh Kak Rita atas Titah dari Kakak gantengnya itu, jadilah hari ini dia berencana untuk


menjadi kaum rebahan aja.


Dan sampai sekarang pun Fania hanya tau kalau jadwalnya di pangkas oleh Kak Rita


karna Manajernya itu ga mau dia sampe kelelahan.


Di pagi hari menjelang siang itu, setelah pulang dari mencuci mobil mahalnya ke


sebuah tempat pencucian mobil yang mengusung tema Snow Wash, Fania memilih


untuk duduk santai di teras rumahnya.


Fania mengambil sebatang rokok beraroma menthol dari sebuah bungkus rokok berwarna


putih dengan warna hijau dominan di tengahnya.


Fania memang rada bandel. Dia sudah mulai mencoba rokok sejak beberapa tahun lalu dan


belum menghilangkan kebiasaannya itu hingga sekarang. Alibi Fania mah, orang


dia nyanyi di kafe dikelilingi perokok, mending ikutan ngerokok dah. Begitu


kira – kira Fania kalo ngeles. Walau bukan perokok berat, tapi si biduan selalu


membawa satu bungkus dalam tasnya.


Biasanya kalau habis makan atau lagi nongkrong baik di kafe , wc atau dimanapun , Fania


pasti menghisap kumpulan tembakau yang udah dikemas itu. Termasuk kalo lagi niat mau bengong


kayak sekarang. Pasti dia akan menyalakan rokok untuk dia hisap.


Jadilah Fania yang merencanakan untuk bengong itu duduk malas di kursi yang tersedia di


teras rumahnya sambil termangu.


Alih – alih mau bengong, eh si Mama Fania tau – tau malah ikutan duduk di teras


juga.

__ADS_1


“ Kak “. Panggil Mama Fania.


“ Ape “. Jawab Fania.


“Ngerokok melulu ih, kurangin kek “. Ucap si Mamah sedikit protes, yang memang sebenarnya


kurang setuju Fania merokok.


“ Mulai deh “. Sahut Fania malas.


****


Sebenarnya orang tua Fania adalah golongan orang tua yang Asik. Mereka juga paham kalo


mereka pernah muda. Toh Papa Fania juga perokok dan mamanya mantan perokok.


Jadi soal Fania merokok juga mereka ga bisa protes banyak. Tapi kalo si Prita


yang ngerokok Nah, bisa berabe itu urusan.


Meski asik dan santai, Papa dan Mama Fania juga tetap memonitor perkembangan dan


pergaulan kedua putri kesayangan mereka itu. Selalu mewanti wanti Fania dan


Prita untuk menjauhi yang namanya narkoba apalagi sampai mencobanya. Jangan deh


Naudzubillah.


Mama dan Papa Fania, walau ga setuju anak sulungnya itu ngerokok, tapi tetep aja ga


bisa berbuat banyak karena Fania itu kadang dableg kalo dibilangin. Maunya ya


untuk keluarga , Fania akan berdiri paling depan.


Fania, meskipun terlihat santai kadang cuek, kadang gokil juga adalah kebanggaan mama


dan papanya. Karena mereka tau bagaimana Fania ikut berjuang setelah lulus SMA


dalam membantu perekonomian keluarga mereka sebelum kondisi finansial mereka


perlahan – lahan mulai dan terus membaik seperti sekarang.


Jadi atas alasan tersebut Papa dan Mama Fania tidak terlalu ambil pusing soal Fania


yang seorang perokok itu. Yang penting ga narkoba sama sholat jangan ditinggal.


Begitu kira – kira kata papa dan mama Fania.


Fania yang memang sudah berbakat untuk menyanyi sejak kecil dan memang bisa main


gitar karena dulu sebelum kenal Reno , temen – temen di sekitar Fania itu


kebanyakan laki – laki yang kalo nongkrong pasti pada main gitar. Jadi karena


Fania suka sekali dengan musik akhirnya dia belajar secara otodidak untuk bisa


bermain gitar.


Akhirnya setelah lulus SMA , Fania coba – coba untuk nyanyi di setiap acara keluarga

__ADS_1


ataupun tetangga sampai akhirnya Fania mendapatkan job pertamanya buat nyanyi


di hajatan bersama Papanya yang lumayan bisa main keyboard karena memang


keluarga Papa Fania adalah keluarga musisi.


Fania menunda untuk kuliah kala itu, karena Fania paham kondisi keuangan keluarganya


saat papa Fania di PHK dari tempatnya bekerja sehingga Mama Fania terpaksa


harus berjualan makanan. Untungnya memang Mama Fania jago masak dan bikin kue.


Jadi, Fania akhirnya memutuskan untuk menjadi penyanyi lokal. Lumayan pikirnya buat


sekedar jajan supaya ga lagi minta sama mama dan papanya. Lagian Fania ga tega


membebankan Mama dan Papanya juga karena ada adiknya Prita yang menurut Fania


harus lebih di prioritaskan.


Saat kondisi finansial keluarganya mulai membaik pun, Fania jarang sekali minta uang


pada orang tuanya. Bahkan saat ditawarkan lagi untuk kuliah, Fania memilih


untuk kursus komputer aja. Masalah nanti bisa dapet kerja , belum dipikirkan


Fania kala itu.


Karena tau Fania yang kadang dableg dan ngeyel itu adalah anak yang mandiri dan ga


pernah mengeluh dengan segala keadaan keluarganya, Mama dan Papa Fania tidak


terlalu ikut campur dengan apa yang Fania lakukan. Paling – paling mereka hanya


akan menasehati anak sulungnya itu kalau ada kelakuan Fania yang menurut mereka


kurang baik.


Hingga akhirnya Papa Fania bertemu dengan seseorang yang sangat baik dan dermawan yang


memberikan pinjaman modal tanpa jaminan apapun, disaat laki – laki itu kena PHK


dan memutar otak memikirkan cara untuk menghidupi keluarganya.


Sampai akhirnya keluarga Fania bisa mempunyai perekonomian yang lumayan baik karena


pinjaman modal tersebut digunakan Papa dan Mama Fania untuk membuka usaha


Catering dan Organ tunggal. Hingga mereka bisa membeli rumah yang mereka


tempati sekarang bersama kedua putri mereka meskipun rumah itu hanya rumah yang


tidak terlalu besar , namun jauh lebih baik daripada tinggal di kontrakan.


Dan hingga kini Mama dan Papa Fania memang tidak mengekang anak sulung mereka itu


untuk segala hal yang dia lakukan. Paling ngomel aja kadang kadang.


***

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2