BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 79


__ADS_3

Selamat membaca ...


“Woy Zaskia Gotik, kemana aja lu. Buset deh. Asik bener yang cuti bareng Big Bos.” Ucap Mela yang melihat Fania sudah berada dimeja kerjanya saat dirinya baru saja tiba.


Fania menggaruk dalam telinganya mendengar suara Mela yang nyaring itu.


“Ish, ga teriak bisa ga sih kalo ngomong. Bacod kenceng banget.” Protes Fania.


“Wa elah Zaskia Gotik, cakep deh kalo sewot.” Ucap Mela sambil menoel dagu Fania lalu duduk di kursi kerjanya.


“Tumben lu pagi – pagi udah ada dikantor.” Ucap Fania yang sedang menikmati sandwich yang dia bawa dari rumah. “Mau lo?.” Tawarnya pada Mela.


“Takut ketinggalan inpoh gue, Fan.” Jawab Mela. “Bagi ya.” Ucap atas tawaran sandwich Fania.


“Ambil lah.” Sahut Fania. “Info apaan?.”


“Tau tuh Pak Freddy bilang kemaren sama kita – kita orang disini, mau ada pemberitahuan katanya. Cuman gaje, ga bilang soal apa.” Jawab Mela atas pertanyaan Fania.


“Hmmmm.” Ucap Fania sambil mengunyah sandwich nya.


“Eh, Fania udah masuk. Sehat Fan?. Gimana cutinya?.” Sapa Mba Dina yang baru saja tiba. Disusul Bobby dan Dimas dibelakangnya.


“Eh Mba Dian yang bohay. Kabar baik mba Alhamdulillah. Cuti biasa aja deh.” Jawab Fania atas sapaan mba Dian. “Sarapan Mba.” Fania juga menawarkan sandwich yang ia bawa pada Mba Dian.


“Wuih biduan udeh masuk kerja lagi.” Ucap Bobby. “Aduh rezeki ga kemane.” Ucap pria itu lagi saat melihat Fania menawarkan sandwich pada mba Dian. Tanpa permisi dia langsung mengambil sandwich yang tersusun rapih di sebuah wadah yang agak besar, karena Fania memang sengaja membawa sandwich lebih untuk dibagi ke teman – teman di area kubikel kerjanya.


“Lu mau juga nih Dim?.” Tanya Fania pada Dimas, saat mba Dina juga mengambil satu tangkap sandwich.


“Yah ga nolak lah.” Jawab Dimas sambil mengambil sandwich juga. “Tenk yu ye Zaskia Gotik.”


“Hm...” Sahut Fania. “Kalo ada yang mau nambah silahkan ambil ndiri nih ya. Gue tau kan lo urat malu dah pada putus.”


“Baiklah kalau anda memaksa nona muda.” Ucap Mela yang mengambil lagi satu tangkap sandwich dari wadah yang Fania bawa.

__ADS_1


“Doyan ape laper ayu tong – tong.” Ucap Fania


“Dua – duanya.” Ucap Mela sambil nyengir.


Hingga akhirnya jam kerja pun sudah dimulai dan Fania mulai merapihkan sisa – sisa pekerjaannya untuk diberikan nanti pada Pak Freddy. Meskipun ini hari terakhirnya bekerja, dan perusahaan tempat ia bekerja selama dua tahun ini adalah milik kakak gantengnya, tetap saja Fania mengutamakan profesionalisme. Datang baik – baik, pamit pun baik – baik. Ya caranya menyelesaikan pekerjaan dengan baik sebelum out.


**


Tiga puluh menit sebelum jam makan siang. Fania sudah menyelesaikan sisa pekerjaannya dan menyimpan dalam sebuah flashdisk untuk diserahkan kepada Pak Freddy, atasannya. Beberapa berkas juga sudah ada yang dia print dan disimpan dalam map transparan. Meja kerjanya pun sudah bersih.


Mela yang menyadari meja kerja Fania nampak rapih bahkan terlalu rapih merasa penasaran.


“Eh, Zaskia Gotik, rapih amat meja lu tumben.” Ucap Mela.


“Oh ini gue, ....” Fania belum menyelesaikan kalimatnya karna tiba – tiba ada suara kasak kusuk rame dari area kubikel yang lain dibelakang divisinya. Fania dan Mela refleks melihat kebelakang untuk melihat siapa yang lagi kasak – kusuk dengan nada yang seperti terkagum – kagum.


Mela dan Fania melihat tiga orang teman satu kantornya dari divisi yang lain tampak senyum – senyum seperti Fans yang melihat idola mereka dari kejauhan meski ga histeris.


Fania dan Mela akhirnya lagi – lagi mengikuti arah mata tiga orang rekan kerja wanita mereka yang sedang terkagum – kagum itu. Yang matanya mirip emaknya shincan kalo lagi liat diskonan. Terlalu berbinar – binar.


Fania pun membelalakkan matanya.


“Ya ampun Vin Solar.” Ucap Mela yang menangkupkan kedua tangan disisi dagunya. Wanita itu terpesona.


‘Ya ampun calon imam gue.’ Batin Fania sebelah kanan. ‘PEDE!’. Batin Fania sebelah kiri.


***


Andrew datang bersama Reno dan Ara ke R Corp siang itu. Apalagi kalau bukan untuk si adik angkat kesayangan. Lagipula Andrew juga sekalian mau pamit untuk sementara pergi ke Italy menyusul Jeff. Meskipun Reno tidak kalah tampan dari Andrew, serta berwibawa. Namun kedatangan Andrew membawa pemandangan baru untuk ciwi – ciwi yang bekerja di Perusahaan tersebut.


Meskipun juga Ara tak kalah mempesona untuk tidak dipandang oleh para lelaki di Perusahaan tersebut.


“Masya Allah, Kate Middleton datang.” Ucap Bobby terpesona. Dia ga habis pikir ada makhluk sesempurna itu yang datang bersama Big Bos.

__ADS_1


Tiga orang itu tampak menyapa beberapa karyawan sambil berjalan menuju kubikel Fania.


“Wew, ada Triple Z sama Hande Ercel.” Ucap Dimas. Yang juga terpesona layaknya Bobby dan laki – laki lainnya yang melihat Ara. “Ck .. ck ...”


“Jangan macem – macem lu Dim. Kakak Ipar gue tuh.” Ucap Fania yang tanpa sengaja melihat ekspresi Dimas.


“Hah? Yang bener lu Zaskia Gotik?.” Sambar Bobby. “Itu, Kate Middleton kakak ipar lu?.” Tanya nya karna ga percaya.


“Iye. Ngapain gue boong sih.” Sahut Fania.


“Ohhh saat ini gue merasa Tuhan kaga adil.” Ucap Dimas lesu. Membuat Fania dan Mba Dian terkekeh dengan ucapan Dimas.


Sementara Mela masih terpesona ga kelar – kelar menatap Andrew yang sebentar lagi sampai di area kubikel mereka.


Fania tampak bercanda dekat dengan Bobby. Dengan siapapun di area kubikel nya memang bercanda kadang suka berlebihan kocaknya. Si Zaskia Gotik kw yang lagi seru bercanda dengan Bobby sambil tertawa lebar dan terlihat memukuli Bobby sesekali tidak menyadari kalau Andrew, Reno dan Ara sudah sampai di kubikel nya.


Andrew memperhatikan Fania yang nampak sangat akrab dengan pria yang ia tidak kenal. Sedikit terlihat penasaran dengan pria tersebut karna Fania terlihat sangat ceria sampai tertawa lebar seperti itu.


Ada rasa yang sedikit mengganggu di hati Andrew saat melihat Fania dekat dengan laki – laki lain terkecuali Reno, John dan Jeff.


“Little F.” Panggil Reno pada Fania yang sedang asik bercanda itu.


“Eh Kak Reno, Kak Ara. Hm.. Tuan Andrew.” Ucap Fania yang menahan dirinya untuk tidak menyebut Andrew dengan sebutan Donald karna tidak ingin menjatuhkan wibawa Andrew di kantor Reno.


Sementara Andrew heran Fania menyebutnya dengan sebutan Tuan Andrew, dan berpikir Fania sedang menjaga perasaan seseorang, yang mungkin orang itu adalah laki – laki yang bercanda dengan Fania tadi.


Andrew menatap Fania dalam diam. Dan Fania terlihat sedikit kikuk. Membuat Andrew sedikit merasa kurang senang melihat Fania yang seperti menjaga jarak dengannya. ‘Is that your boyfriend?, F ....?.'


***


To be continue...


******** Update satu Episode lagi hari ini. Yeay ********

__ADS_1


Semoga suka ya para Readers kesayangan.


__ADS_2