BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 35


__ADS_3

Selamat membaca...


Belum puas rasanya Fania kangen – kangen an sama Kakak Gantengnya itu, eh yang bikin kangen selama enam tahun udah pergi lagi. Yah setidaknya Fania udah ga perlu merasa takut akan lose contact lagi dengan kakak gantengnya plus kakak cewek yang merupakan istri kakak gantengnya itu.


“ Dari sini ke London berapa jam sih ya?. “ Tanya Fania pada dirinya sendiri.


Dirinya sedang tidur-tiduran dikamarnya selepas pulang kerja. Tadi pagi Reno dan Ara sudah bertolak ke London. Tapi sebelum itu mereka menyempatkan diri untuk berpamitan dengan Fania dengan mendatanginya di salah satu


Perusahaan Reno tempatnya bekerja.


“ Kakak !!. “ Prita masuk ke kamar memanggil kakaknya.


“ Apaan teriak - teriak?. “ Sahut Fania.


“Makan.“ Ucap Prita.


“ Oke deh.“ Fania beringsut dari tempat tidurnya dan mengikuti Prita untuk segera makan.


“ Udah Sholat Isya ?. “ Tanya Papa Fania saat melihat putri sulungnya keluar dari kamar.


“ Udah dong Pah. “ Jawab Fania.


“Ya udah ayuk makan.“ Ajak si Papah dan Kania pun ikut berjalan menuju meja makan. Mata Kania berbinar-binar melihat hidangan di meja makan.


“ Asik deh ada ikan asin ama sambel. Sayur asem pula. “ Ucap Fania girang.


“ Makan yang banyak biar sehat. “ Ucap Mama Fania sambil memberikan piring pada Fania.


“ Makan banyak bukannya sehat, bulet yang ada mah eike. “ Sahut Fania.


“ Kalo dibilangin anak perawan ....“


Fania memilih tidak menanggapi ucapan mamanya . Panjang entar urusan. Makan dulu sama ikan asin , sambel dan lalapan. Ah, nikmat mana yang kau dustakan. Mana nasinya anget - anget pula.


Dengan penuh semangat Fania mengambil nasi, ikan asin, sambel yang banyak dan lalapan . Fania terbiasa tidak memilih – milih makanan seperti yang diajarkan orang tuanya. Selalu Bersyukur itu pesan kedua orang tua Fania,


membuat dirinya selalu mengingat nasehat mama dan papanya itu.


“ Nak Reno sama istrinya sudah balik ke London Ka ?. “ Tanya papanya Fania di sela makannya.

__ADS_1


“ Udah tadi pagi Pah. “ Jawab Fania sebelum melahap nasi campur ikan asin di tangannya. Kalau di rumah Fania dan keluarganya memang lebih senang makan langsung menggunakan tangan tanpa sendok. Lebih nikmat menurut mereka.


“Balik lagi?.“ Sekarang mama Fania yang bertanya. Fania hanya menggangguk karena mulutnya masih penuh. Kemudian mereka berempat melanjutkan makan malam mereka tanpa ada yang bicara lagi. Menikmati banget itu ikan asin, sambel sama lalapan kayaknya sih.


“ Kak. “ Panggil Prita mendekati Fania yang sedang mencuci piring bekas makan dia dan keluarganya.


“ Hem. Ape?. “ Sahut Fania.


“Jalan – jalan dong pake mobil baru.“ Prita membujuk kakaknya.


“ Jangan udik deh. “ Sahut Fania lagi.


“ Nasi kali udik. “ Balas Prita.


“Uduk....“ Fania berbalik dan mencipratkan air dari tangannya yang masih basah sehabis mencuci piring, ke wajah adiknya itu. Bukannya marah , adiknya yang suka gesrek itu malah terkekeh.


“ Ayo ka.. nyobain mobil baru dong.“ Rengek Prita.


“ Iya nanti lah kalo gue free. “ Sahut Fania.


“ Janji loh ya ka. “


“Iye, bawel banget.“


“ Papa juga Ka. “ Papanya pun juga ikutan daftar.


“ Oke keluarga cemara.... “ Fania menjawab sambil berlalu ke arah sofa depan TV di rumah mereka. Diikuti oleh mama dan papanya. Sementara Prita masuk ke kamar untuk mengerjakan tugas sekolahnya.


**


Ting ....


Pintu Lift lantai 16 salah satu Perusahaan besar di Jakarta terbuka. Fania keluar dari lift dan menyegerakan diri masuk untuk sampai ke kubikel nya dengan terlebih dahulu melalui pintu kaca yang membatasi lobby lantai tersebut dan area lift.


Meja resepsionis tampak masih kosong karena ini masih jam 7 pagi sementara jam kantor dimulai pada pukul 8 pagi. Jadi suasana kantor masih agak sepi , hanya beberapa karyawan saja yang juga terlihat baru datang seperti halnya Fania. Dan dua orang OB yang memang sudah diharuskan datang dari jam 6 pagi untuk membersihkan area kantor terutama ruangan para atasan yang harus sudah bersih dan rapih saat mereka datang.


Bekerja di gedung Perkantoran memang adalah hal yang membanggakan bagi sebagian orang, apalagi kalau Perusahaan tempat mereka adalan Perusahaan besar. Terlebih untuk Fania. Karna meskipun dia hanya lulusan SMA tapi dirinya beruntung memiliki kesempatan bekerja di Perusahaan tersebut karena kebaikan salah satu orang yang bisa dibilang pengagum Fania dan bandnya.


Sepertinya keberuntungan sering sampai pada diri Fania. Gadis itu banyak dikelilingi oleh orang – orang baik yang dekat dengannya. Dari mulai keluarganya, teman – teman baik di kantor ataupun teman – teman bandnya.

__ADS_1


Keberuntungan Fania bertambah karena dia bisa bertemu lagi dengan kakak gantengnya yang pernah hilang dari hidup Fania beberapa tahun terakhir. Di beliin mobil pula.


Fania sudah duduk di kursi kerjanya setelah selesai berdandan di toilet dan sekarang dia mau menyantap bekal sarapan yang dia bawa dari rumah di atas meja kerjanya.


Satu per satu teman satu kerjaannya tiba di kantor, seperti biasa saat mereka datang mereka akan menyapa Fania yang pasti udah duduk manis dikursi kerjanya.


“ Halo Biduan, rajin banget ga ilang – ilang. “ Sapa Bayu yang baru saja datang.


“ Hem..” Jawab Fania karna belum menyelesaikan makannya.


“ Du ilah enak bener yang lagi sarapan. “ Tak berapa lama Mela juga datang.


“ Tumben lo udah dateng , biasanya mepet. “ Sahut Fania pada Mela.


“ Harus rajin sekarang mah, di samping gue ada adeknya Bos Besar soalnya. “ Goda Mela.


“ Tau amatan. “ Balas Fania.


“ Selamat pagi semua. “ Sapa Mba Dina yang juga datang.


"Pagi juga mba Dina." sahut Fania, Mela dan dua cowok rekan kerja mereka itu.


Fania sudah menyelesaikan sarapannya dan membawa tempat makannya ke pantri kantor untuk dia cuci dan biasanya Fania sekalian bikin kopi susu atau teh manis yang merupakan kebiasaannya kalo setelah makan dia pasti membuat salah satu dari minuman tersebut. Kemudian merapikan alat tulis kantor yang biasa dia gunakan saat bekerja, setelah sebelumnya dia menyalakan komputer.


**


“Fania!.“ Sebuah suara yang memanggil namanya, membuat Fania menoleh saat dirinya sudah berada di Lobby kantor saat sudah selesai kerja dan bergegas pulang.


“ Eh , Kak John. “ Sapa Fania yang sudah membiasakan untuk memanggil sahabat Reno itu dengan sebutan ‘Kak’.


“ Hello Fania cantik, mau pulang kan ?, “ Ucap John.


“ Engga mau mandi. “ Jawab Fania santai dan membuat John terkekeh.


“ Ya udah ayo, gue anter pulang. “ John merangkul bahu Fania sambil membawanya ke arah parkiran.


“ Ih, apaan sih rangkul – rangkul segala. “ Ucap Fania risih sambil mencoba melepaskan tangan John dari bahunya. Setelah lepas , John tetap saja mengulangi merangkul bahu Fania yang membuat mereka menjadi tontonan banyak karyawan yang saat itu juga sudah bergegas pulang.


Sambil memutar bola matanya akhirnya Fania pasrah dengan perlakuan John yang sok akrab padanya dan mengikuti pria blasteran itu menuju mobil yang ia parkir di pelataran kantor tempat Fania bekerja.

__ADS_1


**


To be Continue ..


__ADS_2