
Selamat membaca..
Fania dan Andrew beserta keluarga Smith sudah sampai di Hotel milik Reno tempat mereka menyelenggarakan resepsi besok.
Keluarga Cemara pun sudah sampai duluan, tapi ga mau keluar kamar karena masih udik menikmati kamar Super Mewah fasilitas dari Menantu dan Keluarganya itu. Sampai Fania dan Andrew harus menyusul sendiri ke Kamar Keluarga Cemara.
“Widih. Horang Kayah.” Celetuk Fania saat sudah dibukakan pintu oleh Papa Herman.
“Eh Kakak!.” Ucap Papa Herman yang melihat anak serta menantunya sudah datang.
“Kakak !!!.” Pekik dua orang Perempuan beda usia yang sepertinya nampak sumringah sekali wajahnya.
“Kapan dateng Kak?. Masuk. Nak Endru ayo masuk.” Ajak si Papa.
“Baru aje.” Sahut Fania sambil mencium tangan Papa Herman diikuti Andrew.
“Sehat Pa?.” Tanya Andrew pada mertuanya.
“Alhamdulillah sehat.” Jawab Papa Herman.
“Suka sama kamarnya?. Ada yang kurang?.” Tanya Andrew memastikan. Karena ia tak mau keluarga Fania nya kecewa atau kurang puas.
“Suka banget Nak Endru. Ini sih malah berlebihan.” Ucap Papa Herman yang ga sangka kalau bisa menginap di kamar model begini. Bahkan tak mengira kalau di Hotel Hotel Mewah itu kamarnya sebegini luas dan amat sangat sangat Emezing kalo untuk ukuran Keluarga Cemara.
“Alhamdulillah kalau Papa, Mama dan Prita suka.” Jawab Andrew sambil tersenyum lalu melihat interaksi Fania dan Mama Bela serta Prita.
“Syahelah! Karina Kapur Barus!.” Pekikan Fania tak kalah nyaring kala Andrew dan Papa Herman berbicara. “Gileee. Horang Kayah.”
“Wagela ini sih Kakk!.” Pekik Prita pada kakaknya. “ Sumpah ga nyangka banget ini kita bisa nginep di kamar kek begini mewahnya.” Ucapnya sambil memutar badan dengan mukanya yang tampak takjub dan sumringah.
“Ga usah udik.” Sahut Fania.
“Serius Kak!.” Timpal Prita. “Ini pasti semalem nya mahal banget kan?. Kak Andrew kaya banget berarti ya Kak?.” Bisik Prita pada Kakaknya. Yang tidak tau kalau Hotel dimana mereka berada ini milik Reno.
Fania hanya menggeleng sambil tersenyum melihat adiknya. Hatinya bahagia melihat keluarganya bahagia.
“Ma, sehat?.” Andrew menghampiri untuk salim pada sang ibu mertua. “Suka sama kamarnya?.”
“Sehat Nak Endru. Alhamdulillah. Makasih ya ini buat kamarnya. Aturan sih kamar yang biasa aja Nak. Sayang ini duitnya buat nyewa kamar begini.” Ucap Mama Bela yang merasa ga enak. Takut Andrew dan keluarganya mengira kalau Keluarga Fania itu matre.
Mereka tak tau kalau Hotel tempat mereka menginap sebenarnya milik Reno.
Andrew tersenyum. “ Jangan gitu Ma. Keluarga Cemara kan tanggung jawab Andrew juga sekarang. Jadi harus dapat fasilitas yang terbaik.”
“Terima kasih banyak ya Nak Endru atas perhatiannya.” Ucap Papa Herman yang mendekati Andrew, Fania, Mama Bela dan Prita.
__ADS_1
“Pa, Ma, Prita. Sekali lagi Andrew bilang ya.” Ucap Andrew sopan sambil meletakkan tangannya di bahu Fania. “ Tolong jangan lagi sungkan sama Andrew. Sekarang Fania istri Andrew kan, berarti Mama, Papa dan Prita yang keluarga Andrew yang sama halnya dengan Keluarga Smith, oke?.”
“Nah tuh dengerin si Donald Bebek ngomong.” Celetuk Fania yang langsung disambar kepretan Mama Bela. “Aduh, sakit ih Mah.” Protes si Kajol yang merasakan perih ditangannya.
“ Nyebut suami yang bener!.” Mama Bela protes balik.
Andrew terkekeh. “ Ga apa Ma, itu panggilan sayang.”
“Ma kasih Nak Endru. Terima kasih sekali lagi.” Ucap Papa Herman.
“Sama – sama Pa, Ma, Prita.” Ucap Andrew masih dengan senyumnya.
“Ya udah deh, siap – siap nanti Fania sama Andrew jemput buat makan malam sama yang lain.” Ucap Fania.
“Oke deh Kakaaa.” Sahut Prita dengan gaya centil nya.
“Eh iya Kak.” Panggil Mama Bela saat Fania dan Andrew akan berpamitan.
“Apa?.” Tanya Fania.
“Itu mas kawin kamu....” Ucap Mama Bela sambil meraih sebuah tas di atas meja. “Nih Mama bawain. Ngeri amat naro emas sekilo di rumah.”
***
Waktu makan malam pun tiba. Fania dan Andrew juga sekalian menjemput keluarga Cemara di kamar mereka setelah Fania dan Andrew sedikit kaget tadi saat Mama Bela menunjukkan mas kawin Pernikahan Fania dan Andrew yang sengaja dibawa karena takut di rampok di rumah. Jadilah itu mas kawin yang berupa emas sekilo dibawa saat mereka di jemput salah satu supir Keluarga Smith saat akan berangkat ke Hotel.
***
Hari Resepsi Tiba ....
Dari pagi hari Andrew dan Fania sudah disibukkan untuk fitting ulang pakaian untuk resepsi mereka, takut – takut ada yang kurang atau butuh perbaikan jadi masih ada sedikit tenggang waktu sebelum sore jika memang ada yang perlu dibereskan.
Sementara tempat acara pun sudah tinggal sedikit dirapihkan saja. Acara resepsi Fania dan Andrew bertema Garden Party. Area luar hotel di dekat kolam renang sudah di hias sedemikian rupa sesuai dengan Permintaan Andrew dan Keluarganya. Panggung musik beserta alat band pun sudah lengkap dan siap. Hanya tinggal para personel band menyetting alat jika masih dirasa ada yang kurang.
Tidak hanya area luar, area restoran hotel yang berada di dekat kolam renang pun sudah dihias dengan indah untuk para tamu undangan. Mengingat juga banyak tamu yang diundang dalam perhelatan besar Keluarga Smith hari ini.
Terlebih lagi Reno yang tidak mau sedikitpun kekurangan dalam acara Fania yang notabene adalah adik kesayangannya. Semua harus sempurna tidak boleh tidak.
Fania dan Keluarga Cemara sudah pasrah, ga mau ikut campur bagaimana Andrew, Reno maupun keluarganya mau mengatur pesta resepsi pernikahan Andrew dan Fania. Meski Andrew sendiri juga Reno dan Keluarga Smith selalu meminta pendapat pada Fania dan Keluarganya karena mereka sendiri juga tak ingin egois.
Walaupun semua dana yang digunakan memang bulat Andrew, Reno beserta keluarganya yang mengeluarkan. Tetap saja Keluarga Cemara tidak boleh diabaikan. Keluarga Cemara, keluarga tersayangnya Fania. Adik kesayangan Reno, wanita tercintanya Andrew.
Band pengisi acara malam ini tentunya tak lain dan tak bukan adalah The Boyz n Girls Band. Band Fania yang dulu, salah satu sekumpulan orang yang sudah Fania anggap keluarga termasuk manajer band tersebut, Kak Rita yang sudah sangat baik pada Fania selama ini.
Anak – anak FC Indo selain The Three Muskeeters tentunya, juga banyak yang diundang mengingat Andrew dan Reno adalah salah satu Founder dari komunitas tersebut dan si mempelai wanita adalah ratu di komunitas yang mereka dirikan.
Banyak, amat banyak undangan yang di sebar oleh Keluarga Smith untuk acara sore ini. Namun Andrew dan Reno sudah mewanti wanti untuk mendahulukan orang – orang yang Fania dan Keluarga Cemara undang ketimbang undangan mereka sendiri. Alasannya hanya satu, jangan sampai Fania merasa tidak nyaman.
__ADS_1
Tentunya titah tidak tertulis dari Andrew dan Reno pada setiap orang itu tidak diketahui Fania dan Keluarga Cemara.
“Gimana F, lo suka?.” Tanya Reno pada Fania kala mereka sedang berkeliling ber empat bersama Andrew dan Ara juga. Masih ada beberapa jam sebelum Fania dirias, jadi Reno mengajak Fania berkeliling melihat tempat resepsinya nanti.
“Superb! (Hebat!).” Fania geleng – geleng sambil membuka tangannya. “Gue ga tau harus ngomong apa lagi. Terlalu keren.”
“Kira – kira menurut kamu masih ada yang kurang ga Sweety?.” Tanya Ara.
“Kurang apalagi sih Kak Ara?. Ini yang ada berlebihan amat.” Sahut Fania.
“Sudah aku bilang ga ada yang berlebihan. Ini sudah seharusnya.” Timpal Andrew.
“Ya sudahlah. Terserah kalian saja.” Sahut Fania dan disambut dengan kekehan Reno, Andrew dan Ara yang melihat Fania menunjukkan muka pasrah. ‘Asal si Mamah jangan sampe liat nota tagihan ini acara aje. Pingsan die entar.’ Batin Fania membayangkan ekspresi Mama Bela kalau Andainya mama nya itu liat tagihan ini acara.
Fania sendiri aja ngeri ngebayangin berapa digit angka yang digelincirkan Andrew, Kakak ganteng beserta keluarganya untuk hari ini. Belom lagi sewa kamar, meski Hotel ini punya Kak Reno, paling engga pasti ada kompensasinya, kan?.
“Ya udah yuk. Istrahat dulu sebentar. Nanti kita acara dari sore sampai malam loh.” Ucap Andrew.
“Ah perasaan aku ga enak kalo denger kamu bilang kata ‘istirahat’.” Sahut Fania sambil melirik Andrew. Dan yang dilirik malah terkekeh geli, juga Ara yang ikutan terkekeh karena paham maksud Fania.
“Mendingan lo istirahat sama Keluarga Cemara aja Little F, lebih aman.” Timpal Reno sambil memberi pandangan sinis pada Andrew.
“Iri bilang Bos.” Sahut Andrew malas. “ Kayak ga pernah merasakan jadi pengantin baru aja lo R. “
“Ember.” Timpal Ara sambil terkekeh dan mendapat pandangan sinis dari suaminya itu.
“Aku bikin ga bisa bangun tahu rasa.” Reno balik menimpali sambil memandang istrinya. Yang makin terkekeh termasuk juga Fania.
“See? (Liat kan?). Kakak kamu tuh tabiat aslinya. Hobi.” Timpal Andrew.
“Alah sama aja.” Sahut Fania sebal.
“Ya udah yuk. Kamu kan juga ada hutang ke aku.” Andrew menggandeng Fania.
“Hutang apa sih?.” Tanya Fania ga paham.
“Hutang goyang patah – patah. ” Andrew membawa Fania menjauh dari Reno dan Ara.
‘Aish dia inget lagi.’ Batin Fania
***
To be continue ...
🎹💐💗Sampe ketemu di acara Resepsi🎹💐💗
RITUAL JEMPOL JANGAN LUPA.
__ADS_1