BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 33


__ADS_3

Selamat membaca ....


Setelah puas mengedarkan pandangan dan melihat satu per satu beberapa barang barang di ruang santai keluarga kediaman Reno dan Ara, Fania memulai obrolan mereka siang di pagi menjelang siang hari itu.


“ Kak Ren. “ Panggil Fania seraya duduk di sofa single.


“ Hem . " Sahut Reno yang juga duduk di sofa panjang depan Fania.


“ Kak, telpon Bunda dong. Gue kangen deh, mau liat Bunda kayak apa sekarang. Pasti tambah Cantik .“ Ucap Fania pada Reno dengan mata yang berbinar – binar.


Reno lagi – lagi terdiam sejenak dengan menatap Fania dan Fania yang juga sedang melihat ke arah Reno mencoba mengartikan tatapan itu, karena sedikit aneh menurut Fania.


“ Kenapa Kak ? Bunda sibuk ya ?. “ Akhirnya Fania coba bertanya lagi. Ara saat itu muncul dengan membawa sepiring puding di tangannya di ikuti Bi Sari yang membawa nampan berisikan tiga cangkir minuman panas.


“ Sini Little F. “ Reno menepuk-nepuk tempat di sofa panjang menyuruh Fania duduk disitu. Gadis itu pun menurut dan beranjak untuk duduk di samping Reno.


Sementara Ara sedang memotong puding yang tadi dia bawa untuk disajikan ke atas piring kecil untuk mereka bertiga.


Reno menatap Fania saat gadis itu sudah duduk disampingnya. “ Little F .“ Ucap Reno.


“ Iya Kak ?. “


“ Bunda udah ga ada Little F. “ Reno melanjutkan omongannya kemudian ia menghela nafas. “ Bunda sudah pergi tiga tahun lalu. “ Ucapan Reno membuat Fania merasakan pedih dihatinya.


“ Ma-maksudnya Bunda udah .... “ Fania tidak sanggup melanjutkan kata – katanya.


“ Iya Fania sayang, Bunda sudah di panggil oleh Yang Kuasa tiga tahun yang lalu, setahun setelah aku sama Reno menikah. " Ucap Ara yang menghampiri Fania dan membelai rambut gadis itu.


Air mata jatuh dari kedua mata Fania. “ Bunda .. hiks. “ Fania terisak sembari menutup wajah dengan kedua tangannya.


Reno dan Ara yang melihat Fania sedih mencoba menenangkan gadis itu.


Reno mengusap-usap punggung Fania dengan lembut, sementara Ara masih membelai kepala Fania.


“ Udah jangan nangis, Bunda udah tenang disana. Kalo kamu sedih Bunda juga ikut sedih nanti. “ Ucap Reno lembut.


“ Ya Allah Bunda .... “. Fania masih terisak. “ Ga bisa ketemu Bunda lagi.. padahal Fania kangen banget sama Bunda, pengen di peluk lagi sama Bunda. “ Ucap Fania lirih membuat Reno dan Ara juga terbawa dengan kesedihan Fania.


Seperti halnya Fania yang sayang pada Bundanya, begitupun Bundanya Reno yang sangat menyayangi Fania. Dulu juga sewaktu masih hidup saat mereka di London dan Reno hilang kontak dengan Fania, Bundanya selalu bertanya apa Fania sudah ketemu. Tapi sayang, saat Reno sudah menemukan Fania, dia ga bisa berbagi


kebahagiaannya bisa bertemu Fania lagi dengan sang Bunda.

__ADS_1


“ Doain aja supaya Bunda diberikan tempat yang terbaik. “ Ucap Reno sambil menghapus air mata Fania.


“ Iya Kak. Pasti. “ Jawab Fania pelan. “ Bunda .. meninggal dimana Kak ?.“ Tanya Fania sambil mencoba menetralkan suaranya setelah menangis.


“ London. “ Jawab Reno.


“ Sakit Kak ? .“


“ Kanker, stadium empat. “


“ Ya Allah ....“


Fania ga bisa berkata-kata lagi. Sedih banget soalnya karna Bunda ternyata sudah di Panggil oleh Yang Maha Kuasa. Bunda yang cantik, Bunda yang baik. Bunda yang sudah menerima dirinya dengan tangan terbuka walau Fania hanya seorang gadis biasa yang keluarganya tidak sekaya keluarga Reno. Jauh banget malah perbandingannya. Bunda yang selalu memeluk Fania dan memanggilnya dengan ‘ Fania Cantik ‘ sekarang udah ga ada. Sedihnya Fania, karena ga bisa bertemu Bundanya Reno di saat-saat terakhirnya.


*


Malam ini Fania akan menginap semalam lagi di kediaman Ara dan Reno, setelah akhirnya termakan bujuk rayu sepasang suami istri itu untuk membuatnya ga jadi pulang hari ini.


“ Besok kan gue kudu kerja Kak. “ Ucap Fania yang saat ini kembali bercengkrama bersama Ara dan Reno di ruang santai sambil menonton acara musik yang ter setel di TV besar dalam ruangan itu.


“ Terus?.“ Ucap Reno singkat.


“ Ya udah jangan ngomong .“. Ucap Reno kemudian meminum kopi hitamnya.


“ Tau ah. “ Ucap Fania kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke TV.


Ara geleng-geleng liat dua orang itu. Tapi dia bahagia, saat ini di rumah itu mereka ga hanya berduaan saja seperti yang sudah – sudah. Ada Fania, si tomboi yang udah ketemu dan membawa suasana baru bagi dirinya dan Reno.


Bi Sari datang dengan membawa sepiring cheese cake untuk di sajikan kepada tiga orang yang sedang bercengkrama di ruang santai rumah itu. Tidak jauh berbeda dengan Ara, Bi Sari merasakan kehadiran Fania yang merubah suasana yang tadinya hening menjadi hidup, karena dulu pun seperti itu waktu Bunda masih ada.


“ Ma kasih Bi .“ Ucap mereka bertiga pada Bi Sari saat sudah meletakkan pring berisi cheese cake di meja depan mereka.


“ Silahkan. Bibi tinggal ke dalam ya . "


Mereka bertiga pun mengangguk. Fania berinisiatif untuk memotong cheese cake tersebut tapi sudah keduluan Ara.


“ Dah tamu duduk aja . “ Goda Ara pada Fania. Sambil memotong cheese cake , Ara menoleh pada Reno seperti sedang memberi kode dari matanya pada suaminya itu. Dan sepertinya Reno paham maksud Ara.


“ Little F .... " Ucap Reno yang duduk di samping Fania.


“ Apa Kak ?. “ Jawab Fania.

__ADS_1


“ Gue sama Ara mau balik ke London. “ Ucap kakak gantengnya Fania sambil menoleh pada gadis itu.


Seketika Fania terdiam dan baper lagi setelah mendengar ucapan Reno dan kakak gantengnya itu memahami hal tersebut. Bahkan saat Ara memberikan cheese cake yang sudah dipotong dan diletakkan diatas piring kecil, Fania menerimanya tanpa berucap sepatah kata pun.


“ Yah , nangis lagi deh. “ Goda Reno. Fania malah memandanginya dengan muka memelas. Membuat Reno lagi – lagi membelai rambut Fania. Sementara Ara mendekatkan duduknya dengan Fania.


“ Jangan sedih gitu dong. Jelek tau. “ Ucap Ara dan Fania hanya tersenyum tipis. Tipis banget.


“ Kali ini ga akan hilang kontak kayak dulu. “ Sambung Reno. “ Nama lengkap, nomor hp, alamat rumah, nomor hp manajer sama anak – anak band lo udah gue kantongin. “ Tambah Reno mencoba membuat Fania santai.


“ Nomor sepatu ga sekalian ?. “ Celetuk Fania membuat Ara dan Reno terkekeh.


“ Pokoknya kamu jangan khawatir Fania. “ Ucap Ara lembut.


Fania kemudian mengangguk dan memeluk kedua kakak yang ia sayangi layaknya kakak kandungnya sendiri.


Setelah suasana mencair kembali dan Fania merasa yakin kalau kali ini dia akan hilang kontak dengan Reno, mereka kembali mengobrol. Toh Fania juga kerja di salah satu Perusahaannya Reno.


“ Eh iya Kak Ren. “ Ucap Fania sambil memotong cheese cake yang menggiurkan itu untuk segera ia masukan ke dalam mulutnya.


“ Hem? .“ Jawab Reno seperti biasa.


“ Mau nanya boleh ga ?. “


“ Ga boleh. “


“ Ish, Kak Ara suaminya ngeselin. “ Fania mengerucutkan bibirnya dengan cheese cake yang sudah meluncur di dalam mulutnya juga.


“ Mau nanya apa sih Fania?. " Tanya Ara yang sedang menyuap cheese cake ke dalam mulutnya.


“ Kak Reno ih, usil amat jadi orang. “ Ara melirik ke arah Fania yang ada di samping suaminya. Gadis itu terlihat sebal karena Reno menjahili Fania dengan mengambil potongan kue yang ada di garpu Fania dan malah memasukkan ke dalam mulutnya saat gadis itu ingin memakan cheese cake miliknya.


Ara hanya menggeleng saja melihat kelakuan Reno yang seperti itu. Pemandangan langka melihat suaminya jahil karena Reno selama ini hanya biasa menjahili nya sementara kalo di depan orang lain suaminya itu selalu memberikan kesan COOL.


“ Mau nanya apa ?. “ Ucap Reno setelah puas menjahili Fania.


“ Mm itu... si Donald apa kabar ?. “


**


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2