BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
NEW CHAPTER OF LIFE HAS BEGUN 28


__ADS_3

💞 MIRACLE ANDREA💞


🎈🎈🎈🎈


Selamat membaca.....


“D ....”


“Hem?”


“Bayi kita cowo atau cewe?.”


“Cewe. Kata R dia cantik seperti kamu.”


“Kata Kak Reno?.”


“Iya dan kata semua orang yang sudah melihatnya.”


Fania mengernyitkan dahinya. Ucapan Andrew sedikit terdengar janggal ditelinganya.


“Ya jangan menurut orang lain lah, kalau menurut kamu sebagai papanya, beneran dia cantik kayak aku gitu?.” Fania setengah terkekeh. Belum bisa ngakak. “Sok kecakepan banget ya aku?.” Andrew tersenyum.


“Memang kamu cantik kok.” Ucap Andrew lalu dia terdiam sejenak. “Aku .... belum melihatnya.” Andrew menatap lekat manik mata Fania. “Maaf.”


Fania membelai pelan sebelah pipi Andrew. “Kenapa D?... Apa kamu ga sayang sama dia?. Bayi kita?.”


“Bukan aku ga sayang, Heart.” Sahut Andrew. “Aku sudah menyayanginya sejak saat dia ada dalam perut kamu. Tapi aku hanya ingin melihatnya bersama kamu.”


“D ..” Fania hendak berucap tapi Andrew sudah kembali bicara.


“Rasanya tidak adil jika aku melihatnya lebih dulu sebelum kamu, Heart. Kamu sangat mendambakan kehadirannya selama ini. Ya aku juga sangat mendambakannya seperti kamu, bayi kita, buah cinta kita.” Ucap Andrew. “Tapi aku ... saat melihat keadaan kamu saat itu, rasanya aku tak berani melihat bayi kita. Aku takut dan hancur saat Owen bilang ... aku hanya berpikir akan mengikuti kamu andai hal itu terjadi.”


‘Oh D ...’


“Jadi aku urungkan keinginan untuk melihat bayi kita. Kalau kamu tidak diberikan kesempatan untuk melihatnya, maka akupun tidak mau. Maaf, bahkan R yang meng-adzani-nya. Dia sudah lahir sebelum aku datang dan kebetulan R yang memang ada saat itu.”


“Iya ga apa – apa. Seperti halnya Varen bagi kita. Kak Reno juga pasti menganggap dan memperlakukan bayi kita seperti anaknya.”


Andrew mengangguk. “Jangan pernah, jangan pernah pergi lagi seperti tadi. Aku rasanya tak mampu bernafas kalau kamu ga ada. Aku ga akan bisa hidup lama – lama. Itu juga yang menjadikan alasan untuk aku tak mau melihat bayi kita, Heart... jika kamu tidak punya kesempatan untuk melihatnya, maka akupun tak mau.”


‘Oh D, sedalam itu ternyata kamu mencintai aku. Maaf untuk aku yang sering bikin kamu sedih..’


Fania tak kuasa menahan air matanya. Mendengar ucapan Andrew, sekaligus raut wajahnya dengan nada suara yang lirih dan penampilannya yang nampak kacau. Wajahnya yang masih nampak sembab itu pun kini kembali menitikkan air mata.


“Ya udah, nanti kita lihat bayi kita sama – sama ya?.” Ucap Fania sambil menghapus air matanya sendiri dan air mata dipipi Andrew. Andrew mengangguk dan melakukan hal yang sama seperti halnya Fania. “Apa kamu sudah memberikan nama untuk bayi kita, D?.”


“Kamu saja yang memberikannya nama, Heart.”


“Aku ga punya stok nama, D. Kamu sih ga mau cek jenis kelamin. Lahiran mendadak gini jadi bingung kan.” Ucap Fania dan Andrew terkekeh.


“Ya sudah pikirkan sekarang, hem?.” Ucap Andrew.


“Aku serahkan ke kamu, D. Kamu aja yang kasih nama, ya?.” Fania menatap Andrew dengan pandangan yang seolah memelas, berikut puppy eyes yang membuat senyum lebar Andrew terbit. “Please ....”


“Andrea!." Ucap Andrew. "Andrew and Fania.” Ucap Andrew lagi dan Fania tersenyum, hatinya menghangat


sekaligus terharu. “Maksa ya?.” Andrew terkekeh sendiri. “Otak aku sedang tak mampu berpikir banyak.”


“D..”


“Yah, hanya itu yang terpikir oleh aku. Kalau kamu ga suka, kamu bisa pilihkan nama yang lain.” Ucap Andrew lalu mengecupi tangan Fania.

__ADS_1


“Aku suka, D. Sangat suka.” Fania menangkup pelan pipi Andrew. Tenaganya masih dirasa terbatas, selain badannya yang masih terasa sakit dan ngilu.


Kepala Fania juga masih terasa sedikit sakit dan nyeri, ditambah penyangga dilehernya yang membuatnya ruang geraknya terbatas.


Andrew tersenyum hangat. “Aku bahagia, kalau kamu memang menyukai nama itu.”


“Hanya Andrea?. Andrea Adjieran Smith, ya?.” Ucap Fania.


“Miracle Andrea. Keajaibannya Andrew dan Fania.” Sahut Andrew sambil menatap Fania lekat. “Dia keajaiban yang memang hadir setelah semua yang kita alami, kan?.” Andrew membelai wajah Fania lembut.


Tak ada kata – kata yang sanggup Fania ucapkan lagi, pada laki – laki plontos yang sedang menatapnya hangat dan teduh ini.


Terlalu banyak cinta yang diberikan Andrew dari mata dan tatapannya pada Fania, juga tergambar dari tiap belai lembut sentuhannya.


“Iya, D. Benar yang kamu bilang, dia keajaiban dari Allah untuk kita.”


******


Reno dan Ara sudah kembali ke rumah sakit bersama Mama Anye serta Varen yang tak kunjung berhenti merajuk untuk bertemu Mamma-nya.


Kebetulan juga Fania sudah terjaga, saat Michelle datang membawakan baju ganti untuk Andrew dan Jeff. Dad dan Mom juga datang tak lama kemudian di belakang keluarga Reno. Bahagia, melihat Fania yang sudah sadar dan bisa berkomunikasi dengan baik, meski masih nampak lemas dan pucat.


“Gimana keadaan lo, Little F?.” Tanya Reno yang menggendong Varen bersamanya. Reno hanya memegang tangan Fania yang terpasang jarum infus disana. Ingin sekali membelai kepala adik angkat kesayangannya itu, namun urung karena ada cedera dikepala Fania. “Lo benar – benar membuat gue takut setengah mati.”


“Ya selain Andrew, kakak kamu ini juga hancur, Sweety. Begitupun kami.” Ucap Ara.


Fania tersenyum pada Reno dan semua orang yang mengerubunginya. Terutama pada Varen yang sesenggukan. “What happen to my prince?. Why are you crying, hem? (Apa yang terjadi pada pangeranku?. Kenapa kamu menangis, hem?).”


Reno mendudukkan Varen hati – hati ditempat tidur Fania dan Andrew meninggikan sedikit bagian atas ranjang agar Fania bisa duduk dengan nyaman.


Benar mungkin yang dibilang Owen dan Judith kalau Fania itu tangguh. Kecelakaan yang amat parah dan sempat menghilangkan nyawanya sebentar itu terbilang cukup mengerikan dan wanita itu mampu bertahan dan kembali. Bahkan dengan beberapa luka dan lebam, namun ia tidak mengalami patah tulang, hanya tulang lehernya yang bergeser.


“I’m afraid you die, Mamma. I don’t wanna lose you.. hiks (Aku takut Mamma meninggal. Aku ga mau kehilanganmu.. hiks).”


“No more crying okay?. See, I still alive (Jangan nangis lagi, oke?. Lihat, aku masih hidup).” Ucap Fania dan bersamaan dengan itu Owen masuk ke ruangan Fania.


“How are you, a woman who makes me almost lose my life? (Apa kabarmu, wanita yang membuatku hampir kehilangan nyawa?).”


Sapa sang Dokter yang membantu memperjuangkan hidup Fania sampai dua kali itu. Semua orang terkekeh padanya.


Dokter itu tersenyum pada Fania lalu mengecek kondisi istrinya Andrew tersebut. Dan menjelaskan keadaan Fania pada satu keluarga besar yang sedang berkumpul itu. Mengatakan pada mereka, tentang beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan pada Fania beserta pengobatannya.


“Overall she’s in a good condition, now (Secara keseluruhan kondisinya baik, sekarang). Just some more medical things to check her neck and her head (Hanya beberapa pemeriksaan medis untuk mengecek leher dan kepalanya).”


“Okay.” Sahut Andrew dan yang lain hanya manggut – manggut.


“Hello everyone (Halo semuanya).” Judith datang dan menyapa semua orang dengan senyumannya. “Fania how are you? (Fania bagaimana kabarmu?).”


“Feeling better, Judith (Sudah merasa lebih baik, Judith).” Sahut Fania dengan senyumnya.


“Well, I bring a present to make you feel more better (Nah, aku membawa hadiah untuk membuatmu semakin merasa lebih baik).” Judith menggeser tubuhnya dan nampak seorang perawat mendorong sebuah kotak transparan berisi bayi mungil didalamnya.


Andrew dan Fania saling tatap, dengan mata mereka yang berkaca – kaca, lalu kembali memandangi kotak transparan tersebut.


“Andrew, Fania, this is your baby. You guys very beautiful baby (Andrew, Fania, ini bayi kalian. Bayi kalian yang sangat cantik).”


Tangan Andrew sampai bergetar menerima bayi itu ditangannya, bayi yang belum sempat ia lihat, karena ia ingin melihatnya bersama Fania. Air matanya pun menetes, haru. Pada akhirnya mimpi indahnya kian nyata, bisa bersama Fania melihat dan menyambut bayi mereka.


Air mata haru juga turun dari mereka semua yang berada disana. Mimpinya Fania untuk mempunyai buah hati terkabul juga.


“Heart, ini bayi kita. Dia.. cantik. Sangat, seperti kamu ... ini....” Andrew memberikan bayi mungil yang sedang terlelap dengan tenang itu. Tak kuasa menahan air matanya untuk berhenti saat memberikan bayi itu pada Fania.

__ADS_1


Tak pelak Fania menerima buah hatinya dengan bahu yang bergetar, takut kalau isakannya membangunkan malaikat kecilnya dan Andrew, namun dia tak mampu menahan haru hatinya karena bahagia yang tak terkira. Tak sangka bisa melihat dan menggendong bayi yang selama tujuh bulan ini ada di perutnya.


Yang sering ia belai dan ajak bicara dari luar. Yang sempat membuatnya juga takut setengah mati saat masih sadar mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Namun kini bayi itu benar – benar sudah berada dalam gendongannya.


“Sayang..”


**


Tak ada yang menginterupsi momen haru Fania dan Andrew saat ini, meski air mata sepasang orang tua baru itu masih terus menetes, namun bahagia yang teramat sangat memancar dari wajah mereka.


Fania belum leluasa menggendongnya, namun Andrew duduk disisi Fania dan membawa bayi mereka dalam buaian tangannya, agar Fania bisa terus melihat bayi mereka itu.


“Andrea... ini papa dan mama, sayang....”


Bayi kecil itu menggeliat pelan, senyuman lebar Andrew dan Fania merekah.


đŸŽ¶đŸŽ¶


Untukmu yang telah lama ditunggu, Lagu ini tercipta untukmu


Tatapanmu sentuhanmu bahagiaku


Tuhan telah menjawab doaku, Kau hadir menyejukkan hatiku


Kau anugrah yang terindah, Di hidupku


Sehatlah kau slalu, Bahagialah slalu


Bersyukurlah slalu, Sayangku ..


Kan ku jaga oh dirimu hingga tua nanti


Kan ku sayangi, ku lindungi dari kerasnya dunia


Kan ku jaga oh dirimu hingga tua nanti


Itu tugasku kau buah hatiku


đŸŽ¶đŸŽ¶


Andrew dan keluarga mereka larut dalam haru yang mendalam mendengar Fania mendendangkan pelan satu lagu untuk malaikat kecil itu, luapan bahagianya.


“Selamat datang, sayang. Terima kasih sudah bertahan untuk melengkapi hidup papa dan mama.”


đŸŽ¶đŸŽ¶


Oh dirimu hingga tua nanti


Kan ku sayangi, ku lindungi dari kerasnya dunia


Kan ku jaga oh dirimu


Itu tugasku tanggung jawabku


Itu tugasku kau buah hatiku


đŸŽ¶đŸŽ¶


“Miracle Andrea”


Keajaibannya Andrew dan Fania.

__ADS_1


***


To be continue..


__ADS_2