
Selamat membaca...
‘Ah, Ya Tuhan, kenapa dia segala dateng juga sih?.’ Batin Fania saat masih bernyanyi dan bermain gitar di atas panggung, yang melihat Andrew datang bersama Reno, Ara dan dua J.
Udah cape – cape menegarkan hati, sekuat tenaga menghindar eh yang dihindari malah nongol. Mana ngeliatin sampe segitunya, ga duduk – duduk sampe Fania menyelesaikan lagu yang ia nyanyikan.
Fania sengaja ga memandangi Andrew lama – lama, keterkejutannya tidak ingin ia terlalu tampakkan diatas panggung. Cukup sesaat dan kalaupun masih, biar dalam hati saja. Begitu menurut Fania. Gadis itu melanjutkan bernyanyi dan bermain gitar tanpa menoleh lagi ke tempat dimana Reno dan Ara duduk hingga ia menyelesaikan satu lagu tersebut.
“Okay, we ’re take a break now, and will see you people in second session ( Oke, kita istirahat dulu sebentar, ketemu lagi disesi yang kedua.” Ucap Vivi menutup penampilan The Boyz and Girls di sesi yang pertama.
“Eh Fania, kok ga bilang kakak lo mau dateng sama rombongan?.” Tanya kak Rita pada Fania saat anak asuhnya turun dari panggung dan ingin menyapa para tamu kafe malam itu.
“Gue juga ga tau.” Jawab Fania.
“Eh Dek, itu yang bareng sama kakak lo, Tuan Andrew kan itu yang botak ganteng?.” Tanya Vivi pada Fania. “Kalo yang satu lagi gue ga tau namanya, tapi sering liat sih.”
“Lo kenal sama Andrew kak?.” Tanya Fania balik.
“Iyalah. Tau , kenal mah belom. Siapa sih yang ga tau Bussinessman kayak dia. Sebelas dua belas itu sama kakak lo Dek. Sama – sama ganteng n tajir melintir. Pengusaha sukses. Terlalu sukses menurut gue malah.” Jawab Vivi.
“Tau – tauan ah Kak Vivi.” Sahut Fania sambil cengengesan.
“Ih taulah.” Sahut Vivi ga mau kalah. “Baca majalah bisnis makanya. Lo ngeliatin teks lagu melulu sih.”
“Mending, baca majalah Bobo mulu sih lu Fan.” Celetuk Samuel.
“Ish, mulut lo ntar gue kuncir , tau rasa.” Fania mencebik pada Samuel dan laki – laki gondrong itu serta Vivi pun
terkekeh.
“Cepetan ih samperin tamu noh. Sama itu tamu kehormatan udeh ngeliatin aja.” Ucap Kak Rita pada tiga orang yang lagi gibah itu.
Fania, Kak Rita beserta Vivi dan Samuel menyusul Alan, Yuza dan Kiki yang menyalami para tamu dan sedang berjalan menuju mejanya kak Reno dan rombongan.
__ADS_1
‘Ah, gue mesti gimana nih coba.’ Batin Fania saat sedang berjalan menuju meja tempatnya kak Reno dan yang lainnya duduk. Jeff yang takjubnya belom kelar, sumringah saat Fania sudah ada di tengah – tengah mereka.
“Wooow very Wow, you are Fania (Keren banget lo Fania)” Ucap Jeff menyalami lalu memeluk Fania. Andrew masih memperhatikan si Little F yang tidak langsung menyapanya.
‘Gue balik cepet kenapa seperti ga ada seneng – senengnya dia?.’ Batin Andrew.
“Maen peluk – peluk aja ade orang.” Protes John lalu menjauhkan Fania dari Jeff.
“Ah ganggu kesenangan orang aja lo, John.” Protes Jeff. Namun diabaikan karna dia pun langsung memeluk Fania. “Sama aja lo modus.” Ucap Jeff kesal.
Sementara itu, anggota The Boyz n Girls termasuk Kak Rita sudah selesai menyalami Reno dan teman – teman berikut nyonya Reno dan Andrew juga.
“Fan, kita ke belakang ya.” Ucap Kak Rita seraya pamit untuk pergi ke tempat istirahat anak Band yang sudah disediakan sekaligus untuk makan. “Kami break dulu ya semua. Anak – anak dah pada laper nih.”
“Gabung aja disini Mba Rita.” Reno menawarkan.
“It’s okay Tuan Reno. Biar Fania aja yang disini.” Jawab ka Rita.
“Okay. Ga apa – apa ya Fania kalau disini?.” Ucap Reno
Fania lalu menghampiri Reno dan Ara tanpa menoleh pada Andrew. “Kak Ren, Kak Ara.” Dan memeluk mereka satu – satu. “Udah balik dari Italy lo Ndrew?.”
Pertanyaan Fania sedikit mengejutkan Reno, Ara dan dua J. Pasalnya Fania yang biasa memanggil Andrew dengan sebutan Donald atau biasanya Nal, Nal. Tiba – tiba menyapa dengan memanggil Andrew.
Termasuk yang ditegur terakhir oleh Fania juga merasa terkejut Fania menyapanya dengan Drew?.
‘Ada apa dengan Fania?.’ Begitu kayaknya isi hati mereka.
Yang membuat Fania terlihat aneh adalah Fania bahkan tidak mendekati Andrew. Fania juga malahan langsung minta John bergeser agar dia duduk di samping kakak gantengnya. Padahal ada kursi kosong disamping Andrew yang sengaja disiapkan untuk Fania.
“Geser Kak, gue duduk sini ya.” Pinta Fania pada John. Dan John pun tidak keberatan untuk pindah dan duduk disamping Andrew. Andrew pun memandang tak senang.
“Hey Little F, sini.” Panggil Andrew pada Fania seraya memberikan kode untuk duduk disampingnya.
“Sini aja ah. Sama aja duduk dimana juga. Gue order ya Kak, laper.” Ucap Fania datar lalu bicara pada Reno.
__ADS_1
Ara, dua J, juga Andrew masih memperhatikan Fania yang terlihat aneh. Tepatnya sih cuek dengan kehadiran
Andrew
“Ya udah pesen lah.” Sahut Reno yang kemudian memanggil pelayan, eh malah manajer kafe yang udah stand pake by yang menghampiri. Maklum Owner yang manggil.
Suasana kumpul malam itu terasa sedikit dingin bagi Andrew. Karena Fania juga terlihat tidak seperti dirinya yang suka nyerocos atau menimpali omongan.
Hanya terkadang sesekali bercanda dengan Jeff dan John serta menjawab omongan Reno dan Ara. Andrew hanya diam memperhatikan Fania. Tapi kemudian dia iseng membuka omongan dengan Fania yang duduk di sebrang kursinya.
“Lo marah sama gue, hem?.” Tanya Andrew tanpa basa – basi. Membuat Fania menoleh padanya.
“Marah?. Kenapa juga mesti marah?.” Jawab Fania.
“Nah lo cuekin gue?.” Andrew terdengar sedikit sewot.
“Siapa yang nyuekin sih?. Biasa aja perasaan gue.” Sahut Fania santai. Mencoba santai sebenarnya.
Andrew yang merasa kesal mendengar Fania yang menurutnya menjawab dengan ketus, akhirnya memilih diam dan berlagak sibuk dengan ponselnya.
“Eh iya, Sweety, nanti kamu menginap di rumah ya. Ga ada penolakan.” Ucap Ara.
“Oke Ka. Ntar gue kasih tau orang rumah.” Jawab Fania.
“No need. Gue udah mintain ijin ke Papah Mamah lo tadi.” Sahut Reno.
“Hemm ... ya udah.” Sahut Fania lalu bergegas menghabiskan makanannya karna sebentar lagi harus tampil di sesi yang kedua. Sampai akhirnya Fania harus manggung lagi pun Fania masih terlihat cuek pada Andrew.
***
To be Continue ....
Update tiga episode nihhhhh. Gimana hayo hayo . Zeneng ga sih?. Kalo seneng coba jempolnya manaaa ...
__ADS_1