BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 234


__ADS_3

Selamat membaca..


“Halo, Kak Reno.” Fania menghubungi kakak gantengnya.


“Yap, kenapa Kajol?.” Reno terkekeh sendiri.


“Gue pulang telat ya, ga makan malam di rumah.”


“Mau kemana?.”


“Mau hangout sama beberapa temen kuliah.”


“Udah ijin sama si Donald Bebek?.”


“Udah.”


“Ya udah. Alex tetap harus ikut.”


“Iya.”


“Ya udah, jangan pulang terlalu larut.”


“Iye, pagi ntar pulangnya.” Fania terkekeh.


“Jangan cari gara – gara.”


“Iye kali gue pulang pagi, Kak. Ciyus amat jadi orang.”


“Gue hanya mengingatkan, oke?. Lo tau kan seperti apa suami lo, itu?. Gede ambek sama kayak istrinya.”


“Iya, iya. Ya udah ya kakak ku yang ganteng sejagad raya, dulu ya."


“Satu lagi. Jangan minum alkohol apalagi sampai mabuk. Bisa dipenjara seumur hidup sama si Donald Bebek dikamar. Mau?.”


Ucapan Reno membuat Fania sedikit merinding.


“Iya ngerti.”


“Ga ke Club kan?.”


“Engga sih kayaknya. Girls Night out biasa aja.”


“Ya sudah. Take care and have fun ( Hati – hati dan selamat bersenang – senang ).”


Sambungan telpon dua kakak beradik tak sedarah pun selesai.


***


“Where are we going to? (Kita mau kemana?).” Tanya Fania saat dia bersama dua partner Girls Night Out – nya sudah berada di mobil Jeannie, sementara Alex mengendarai mobilnya sendiri di belakang mobil Jeannie.


“Find an outfit, of course. What else? ( Cari pakaian dong, apalagi? ).” Sahut Shita.


“Why should find an outfit? Where are we going tonight, actually? ( Kenapa harus cari pakaian segala? Sebenarnya nanti malam kita mau kemana? ).” Tanya Fania lagi.


“To a Fabolous place! ( Ke tempat yang luar biasa ).” Jawab Jeannie sumringah. “ A Luxury Place, so we need a perfect outfit ( Tempat yang mewah, jadi kita perlu pakaian yang sempurna ).”


“Can we just out to an usual place? Luxury Place, Rich people ... kinda sick of that ( Bisa ga kita pergi ke tempat yang biasa aja? Tempat mewah, orang – orang kaya .. sedikit muak dengan itu semua ).” Ucap Fania sedikit mengeluarkan keluh kesahnya. ‘Bosen gue berada di tempat mewah melulu. Naek kereta bawah tanah aja gue belum kesampean.’ Batinnya Jengah.


Shita tergelak kencang.


“Hey you, Mrs. Andrew Smith! Do you realize what you have just said? ( Eh elo, Nyonya Andrew Smith, lo sadar ga yang lo bilang tadi? ). Your husband and his Family is one of the wealthiest family in this country! ( Laki lo dan keluarganya adalah salah satu keluarga terkaya di negara ini! ). And you said you sick with those Luxury, You’re the sick one ( Dan lo bilang elo muak dengan segala kemewahan itu? Gue rasa elo yang sakit ).”


Jeannie ikut tergelak.


“You know there are a lot of women are will be so pleased to be at your place now. A wife of Andrew Smith, one of the Most Wanted Man ( Lo tau kalau banyak wanita yang dengan senang hati ingin berada di posisi lo sekarang.


Istri seorang Andrew Smith, satu dari para laki – laki pujaan ).”


“Young, Success, Rich, Very! ( Muda, sukses, kaya, sangat! ). Sambar Shita. “And .. Sexy!.” Ucapnya dengan wajah menggoda meledek Fania.


Fania ikut tergelak bersama Jeannie.


“B*itch! ( J*lang! ).” Ucap Fania seraya menoyor kepala Shita dan mereka bertiga tertawa dan mengobrol santai sampai ke tempat yang mereka tuju untuk membeli pakaian sekaligus ke salon untuk sedikit berdandan.

__ADS_1


**


“Excuse me, Mister R ( Permisi Tuan R ).” Nino datang menemui Reno di ruangan pribadinya.


“Ya Nino?.”


Reno tampak sedang bersiap – siap untuk pulang.


“Are you coming to the Gentleman’s meet up tonight? ( Apa anda akan datang Ke Pertemuan Gentleman’s malam ini? ).”


Reno tampak berpikir sejenak. “No, I think I skip that ( Kayaknya engga deh. Gue pas aja ). Lazy! ( Malas! ).”


“Okay.”


“You can come if you want to come and meet them. You’re part of it also. Say my greeting to them ( Lo dateng aja kalau memang mau dateng. Lo kan bagian dari itu juga. Titip salam aja buat mereka ).”


Nino mengangguk.


“Is Andrew and Jeff going to come? ( Apa Andrew dan Jeff akan datang juga? ).”


“I have no idea about it ( Ga tau kalau soal itu ). All I know that they are going back from Italy tomorrow ( Yang saya tau mereka akan kembali dari Italia besok ).”


Reno hanya manggut – manggut.


“You call Alex and tell her to keep eye on my sister. My cell phone is dead, so if there’s any problem she can call you (Lo telpon Alex dan bilang untuk mengawasi dan menjaga adik gue dengan baik. Ponsel gue mati, jadi kalau andainya ada masalah, suruh dia hubungi lo.”


Reno bergegas keluar dari ruangannya dan Perusahaan untuk segera pulang ke Kediaman Utama Keluarga Smith.


Nino mengangguk. “Alright then ( Baiklah kalau begitu ).”


******


“Alex, can I put my stuffs at you car? ( Alex, bisakah aku menaruh barang – barangku dimobil mu? ).” Fania sudah rapih dengan dress selutut yang fit body berwarna hitam dan polesan make up yang natural. Begitu juga dengan kedua temannya sudah berdandan cantik seperti dirinya.


Alex mengangguk. “Of course, Fania. You don’t need to ask ( Tentu saja, Fania. Anda tidak perlu bertanya ).” Alex sudah terbiasa memanggil Fania hanya dengan namanya sesuai permintaan Fania.


Namun tetap hanya jika berhadapan dengan Fania saja, tidak saat berhadapan dengan Keluarga Smith tentunya.


“Where are you and your friends going to? ( Kemana anda dan teman anda akan pergi? ).” Tanya Alex penasaran, bagaimanapun dia kan harus laporan pada kakaknya Fania nanti.


“I don’t know yet. They were only said that we are going to some great and Luxury place ( Belum tau juga. Mereka Cuma bilang mau ajak gue ketempat yang bagus dan mewah ).” Fania mengendikkan bahunya.


“Fania, shall we? ( Fania, ayo? ).” Ajak Jeannie dan Shita. Fania pun mengangguk.


“You just follow, okay. ( Lo ikutin aja, oke? ).” Ucap Fania pada Alex.


“Um, but have you told your husband already, that you are going to hang out tonight? ( Um, tapi apa anda sudah bilang pada suami anda, kalau anda pergi nongkrong malam ini? ).”


Alex memastikan. Takutnya adik Bosnya ini keluar tanpa ijin suaminya, pasti dia akan kena makian dari seorang Andrew Smith. Meski dirinya adalah orangnya Reno.


“I won’t go if he didn’t give me any permission. You know him, right?. Don’t you worry ( Gue ga akan pergi kalo dia ga mengijinkan. Lo tau dia, kan? Jadi jangan khawatir ). He knows that I’m out with them ( Dia tau kalo gue keluar sama mereka ).”


Fania menjelaskan pada Alex. Dia sudah mengantongi ijin dari Andrew makanya berani pergi. Alex pun mengangguk paham dan Fania langsung menaiki mobil Jeannie dan Alex mengikuti dengan mobilnya dari belakang.


“Seriously, where are we going to? ( Serius deh, sebenarnya kita mau kemana ini ? ).”


Fania penasaran dan tak sabar. Pasalnya mereka memakai pakaian yang bisa dibilang sedikit formal dan seksi. Meski Fania tak memakai gaun yang terbuka. Hanya dress hitam selutut yang fit body berlengan panjang dengan


potongan V dileher yang tidak terlalu rendah juga.


Namun tetap saja, aura seksi seorang Fania akan selalu nampak dalam pakaian apapun.


“Chill out, we’re not going to sell you Mrs. Andrew Smith ( Tenang aja, kita ga bakal ngejual lo Nyonya Andrew Smith ).” Celetuk Jeannie.


“Haha! Very funny!, if you want to try to mess up with my husband, then try ( Haha! Lucu sekali!, kalo lo mau coba – coba berurusan sama laki gue, coba aja ).” Sahut Fania bernada sebal. Namun dua orang wanita itu malah terkekeh.


“My cousin is celebrating his new business and he invited me, so I take you guys with me ( Sepupu gue lagi ngerayain bisnis barunya dan dia undang gue, jadi gue ajak kalian deh ).” Ucap Shita. “And he make a little party in one of the great place here in London, so I’d really love to come ( Dan dia bikin pesta kecil – kecilan di salah satu tempat terbaik di London, jadi gue tertarik buat datang ).”


“Okay.” Sahut Fania. “You know where’s the place is Jeannie? ( Lo tau tempatnya Jeannie? ).” Tanya Fania beralih ke Jeannie, karena Shita tampak sedang menerima panggilan telepon di ponselnya.


Jeannie mengangguk. “I already know since she told us to find an outfit ( Gue udah tau sejak dia suruh kita cari pakaian ). She said want to give us surprise but she blurted out when you wer in fitting room ( Dia bilang mau kasih kejutan sama kita, tapi akhirnya keceplosan sendiri waktu lo lagi di ruang pas )”


Fania dan Jeannie terkekeh. “So what he place? ( Jadi apa tempatnya? ).”

__ADS_1


“See with your own eyes, Sweetheart ( Liat dengan mata lo sendiri, sayang ).” Ucap Shita yang sudah selesai menerima panggilan di ponselnya sembari turun diikuti Fania dan Jeannie yang memberikan mobilnya pada seorang petugas Vallet.


‘Loh ini, bukannya....’ Batin Fania menatap gedung didepannya.


****


“Ndrew, si Fania tau lo pulang hari ini?.” Tanya Jeff pada Andrew yang kini bersamanya.


“Engga. Gue bilang besok baru pulang.” Jawab Andrew. “Dan lo jaga mulut jangan sampai keceplosan depan Fania nanti di rumah.”


Jeff terkekeh. “I try my best, Bro! ( Akan gue usahakan dengan sebaik – baiknya, Bro ).”


“Baru sekali ini juga gue bohong sama dia.” Celetuk Andrew. “Lagipula dia juga lagi hang out bareng teman – teman ceweknya.”


“Tumben lo kasih ijin.”


“Karena gue kan juga akan hang out bareng pria – pria br*ngsek macam lo, dan mereka!.” Ucap Andrew sambil menunjuk pada sekumpulan pria yang perlente saat pintu lift yang dinaiki Andrew dan Jeff terbuka.


Andrew dan Jeff tergelak bersama sambil melangkah masuk ke sebuah ruangan yang lumayan luas dengan interior mewah dengan bar pribadi di dalamnya.


***


“Let’s go in ( Ayo kita masuk ).” Ajak Shita pada Fania dan Jeannie. Kedua wanita itu pun mengikuti Shita.


“Alex, come on ( Alex, ayo ).” Ajak Fania pada Alex yang kemudian mengangguk dan berjalan di belakang Fania sambil memasang matanya pada ancaman pria – pria yang mungkin saja akan mengganggu kenyamanan Nyonya Muda yang sedang ia kawal itu.


“Wew!.” Gumam Fania saat dia sudah masuk ke dalam tempat yang baru ia masuki. Kini Fania, Alex berikut Shita dan Jeannie sudah sampai di suatu ruangan yang sepertinya disewa khusus karena sedikit tertutup.


“Don’t stay too long here, Fania. And don’t get drunk ( Jangan lama – lama disini, Fania dan ga boleh mabuk ).” Alex mengingatkan saat mereka sudah memasuki sebuah ruangan VIP nampaknya.


“Iya Alex, I know. ( Iya Alex, gue tau ).” Sahut Fania lalu kemudian berjalan mendekati Shita yang memanggilnya bersama Jeannie untuk dikenalkan pada sepupu Shita yang punya acara.


Beberapa belas menit berada dalam ruangan private party, sudah membuat Fania rasa tak nyaman. Pasalnya ada penampilan penari erotis di sebuah panggung kecil dalam ruangan. Jengah si Kajol liatnya. Tapi mau ijin pulang


juga rasa ga enak sama si Shita.


“Shita, I’ll go outside, my husband is calling ( Shita , gue keluar dulu. Suami gue telepon ).” Fania beralasan untuk keluar dari ruangan tersebut. Shita mengangkat jempolnya lalu kembali ber haha hihi dengan sepupu dan teman – temannya bersama dengan Jeannie.


“You want to go now, Fania? ( Mau pergi sekarang, Fania? ).” Tanya Alex yang menyadari Fania merasa tak nyaman di tempat tersebut.


“I would love too ( Pengennya sih ).” Jawab Fania mengedarkan pandangannya. “But I don’t feel good to Shita, it’s just fifteen minutes ( Tapi gue ga enak sama Shita, baru lima belas menit kita disini ).”


“Well I see that you are not feeling comfortable being here. You never came to a place like this before? ( Yah saya liat sepertinya anda kurang nyaman dengan tempat ini. Apa anda tidak pernah datang ke tempat seperti ini sebelumnya? ).” Ucap Alex.


“I’ve went around at the Club in Indo\, but here is more v*lgar\, I guess ( Gue sering main ke club di Indo\, tapi kayaknya disini lebih v*lgar ). Creepy ( Menyeramkan ).”


Sambil badannya menoleh ke arah belakang pada ruangan tempat sepupu Shita merayakan pesta. Dan menyajikan penampilan para penari striptease yang hampir tak berbusana.


Alex terkekeh. Dia menyukai Fania sejak awal Reno menyuruh menemani dan menjaganya saat Fania berkeliling London waktu itu. Hidup bergelimang harta tak merubah gaya hidup seorang Fania menjadi wanita – wanita kaya pada umumnya.


Wanita yang lebih memilih memodifikasi dan mengutak – atik mobil ketimbang pergi merawat diri ke Salon atau shopping hingga lupa waktu.


“So I think you better off from here ( Jadi saya rasa anda sebaiknya pergi dari sini ).” Bujuk Alex.


Fania manggut – manggut. “I guess you’re right, Alex ( Gue rasa lo bener, Alex ). But I want to take a cigar first, before we go ( Tapi gue mau sebatang dulu deh sebelum kita pergi ).”


“Okay.”


“Alex, this is VIP side right? ( Alex, ini lantai bagian VIP kan? ).” Tanya Fania sembari menyesap sebatang rokok dan mengedarkan pandangannya.


“Indeed ( Benar ).”


“What about there? ( Bagaimana yang disana? ).”


Fania menunjuk pada lantai diatas nya berdiri yang nampak lebih terlihat mewah dari lantai tempat dia berada sekarang.


“The Gentleman’s Room.” Sahut Alex, Fania mengerutkan dahinya. “Place where almost all Casanova in this Town or Country spending their private time in having time ( Tempat hampir semua petualang wanita di kota atau negara


ini berkumpul menghabiskan waktu pribadi mereka untuk bersenang – senang ).”


***


To be continue..

__ADS_1


__ADS_2