BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 265


__ADS_3

Selamat membaca ...



Flash back on


“They’re still in London? ( Mereka masih di London? ).” Tanya Andrew pada Reno setelah Fania terlelap dan ia keluar dari ruangan tempat Fania dirawat untuk berbicara dengan Reno. Menitipkan Fania sebentar pada Ara, sekaligus menunggu keluarga mereka datang.


Reno mengangguk.


Andrew mengepalkan tangannya. Menoleh sebentar pada ruangan Fania. “Tolong jaga little F sebentar, gue mau membuat perhitungan dengan dua orang itu.” Andrew hendak melakukan panggilan dan hendak pergi.


“Ndrew. Better you’re here ( Sebaiknya lo disini ). Little F lebih membutuhkan lo disini.” Reno menahan bahu Andrew. “Kalau dia bangun dan lo ga ada, itu hanya akan membuat dia khawatir.”


Andrew tampak berpikir. “They make my baby and Little F gone ( Mereka membuat gue dan Fania kehilangan bayi kami ).” Andrew berbisik tajam pada Reno. “Dari dulu tangan gue sudah gatal. Tapi gue masih memandang Uncle Peter. Tapi sekarang, gue sudah bilang gue ga akan tinggal diam!.”


“I know ( Gue tahu ). I’ll take that. Just stay here with Little F. At least, if she’s looking for me and Ara you can say that we’re going back home. Beside, Ara need some rest also ( Gue yang akan menangani. Lo tinggal disini dengan Little F. Setidaknya, kalau dia mencari gue dan Ara lo bisa bilang kalau kami sedang kembali ke rumah. Lagipula, Ara juga butuh istirahat ).”


Andrew terdiam.


“However, what Judith said about Little F condition? ( Ngomong – ngomong, apa yang Judith katakan mengenai kondisi Little F? ).”


Gantian Reno yang terdiam sejenak. “I tell you later ( Gue kasih tahu nanti ). Gue anter Ara pulang dulu.”


“Ga ada yang serius soal kesehatan Little F kan, R?.”


“No.. But better you meet Judith later to have a clear explanation ( Tapi sebaiknya lo temui Judith nanti untuk penjelasan yang lebih jelas ).”


Lalu Reno masuk untuk memanggil Ara dan mengajaknya pulang.


Andrew terdiam sejenak sambil lalu memandangi punggung Reno yang berjalan masuk ke ruangan Fania.


***


“Sir ( Tuan ).” Nino menyapa Reno yang sudah datang di lobi sebuah Hotel berbintang di London.


Wajah kakak gantengnya Fania itu nampak lebih serius dari biasanya. “Take me to them ( Bawa gue pada mereka ).” Reno melebarkan langkahnya.


‘She had a misscarriage (Dia mengalami keguguran).’


Rasa bersalah pada Fania dan Andrew menghinggapinya, karena Fania mengalami keguguran akibat ulah saudara tirinya.


Reno sudah geram pada ayah kandung dan keluarga tirinya itu sejak lama, hingga Reno tak ingin lagi menganggap ayah kandungnya.


Sudah lumayan geram juga, saat tahu Inggrid memprovokasi Fania. Dan sekarang, Fania harus kehilangan bayinya sendiri untuk menyelamatkan Ara, karena orang – orang yang sedari dulu Reno tahu adalah orang – orang tamak yang ingin menguasai harta sang Bunda.


******


“Clean up this area ( Bersihkan area ini ).”


Reno berkata pada Nino saat mereka sudah sampai di salah satu lantai Hotel bersama beberapa orang pengawal pribadi, termasuk Alex.


“Are they stay in the same room? ( Apa mereka tinggal dalam satu kamar? ).”


Reno bertanya pada Nino.


“This is connecting room, Sir ( Ini kamar yang berhubungan, Tuan ).” Jawab Nino namun Reno tak menyahut lagi.


Tok..... Tok.....


Reno mengetuk pintu salah satu kamar Hotel saat Nino menunjukkan kalau apa yang Reno cari ada di dalam kamar tersebut.


“Oh, elo Bang.”


Adik tiri Reno yang bernama Irvin itu yang membuka pintu. Dia pun terlihat santai kala melihat kalau Reno yang datang.


Bugh!. Reno mendaratkan satu pukulan diwajah Irvin yang langsung terpelanting kebelakang karena pukulan Reno lumayan keras.


Inggrid yang ternyata ada disitu, terdengar langsung menjerit melihat Irvin yang terpelanting dengan keras.

__ADS_1


Reno berjalan masuk dengan ekspresinya yang terlihat penuh amarah berjalan mendekati Irvin yang sedang berusaha berdiri seperti tak berkedip. Rahang Reno tampak mengeras dan tangannya terkepal kuat.


Nino dan Alex juga ikut masuk ke dalam kamar, sementara pengawal yang lain sedang mengamankan area luar kamar tersebut.


Menjaga kenyamanan sang Bos yang sedang melakukan eksekusi didalam.


“Iya, ini gue. Kenapa?. Lo cari gue bukan?.” Reno sudah meraih kerah baju Irvin dan menyeret tubuh saudara tiri laki – lakinya itu hingga menyentuh dinding kamar.


Bugh!.


“KA IRVIN!.” Inggrid menjerit lebih kencang.


“Lo apa – apaan Bang?!.” Irvin mendorong tubuh Reno.


“Gue udah cukup bersabar!.”


Bugh!.


“Bang Reno!.” Kini Inggrid menjerit menyebut nama Reno.


Reno Yang masih memegangi Irvin, sedikit menoleh pada Inggrid.


Irvin mendorong kencang tubuh Reno sambil melepaskan diri dari cengkraman Reno.


“Lo jangan macem – macem bang! Gue bisa laporin lo ke polisi!.”


Reno terkekeh sinis. “Lo berada dimana sekarang?. Ini London. Bahkan polisi akan menutup mata kalau tahu apa yang akan gue lakukan pada lo adalah urusan gue.” Reno setengah menoleh pada Inggrid yang sudah dipegangi Alex. “Pada kalian.”


“Gue ga takut sama lo!.”


Irvin menantang Reno.


Sudut bibir Reno tertarik kesatu sisi. Tersungging senyum sinis. “Hadapi gue kalo gitu.”


Irvin sudah akan menghantam Reno dengan tinjunya. Namun kalah cepat dengan tangan Reno yang sudah menghantamnya duluan.


“KAK!.”


Bugh!


Bugh!


“Lo berani – berani ganggu istri dan adik gue!.”


Bugh!


“Tapi gue juga ade lo Bang!.” Irvin menahan tangan Reno. Setelah mendapat beberapa hantaman diwajahnya oleh tangan Reno. “Gue dan Inggrid ini ade lo!  Gue sama Inggrid punya darah yang sama dengan lo! bukan cewe sialan yang lo angkat jadi ade lo itu!.”


“Cewe sialan lo bilang?!.”


Bugh!


“Cewe yang lo bilang sialan itu bahkan lebih bangga untuk gue akui daripada kalian berdua!.”


Bugh!


Lagi, Reno mendaratkan pukulannya.


Irvin mencoba bertahan dengan mengangkat kedua tangan dihadapan wajahnya untuk menahan pukulan Reno yang sudah membuat kepalanya pusing akibat ditinju berkali – kali.


“HENTIKAN BANG RENO!.”


Inggrid menjerit lagi sambil menangis. Alex masih memeganginya sementara Nino hanya berdiri diam membelakangi pintu. Menyaksikan Bos sekaligus sahabatnya itu sedang menghantam adik tirinya dengan bertubi – tubi, tanpa terlihat untuk berhenti.


“GUE BUKAN ABANG LO!.” Hardik Reno pada Inggrid tanpa melepaskan Irvin. “Gue ga pernah anggap kalian saudara!.”


“Lo kelewatan Bang!. Kalo sampe Ayah tau lo memperlakukan gue begini lo akan berhadapan dengan dia!.”


Nino terperangah. Sedikit banyak dia paham ucap Irvin. ‘Bad move ( Pilihan yang buruk ).’ Satu kesalahan lagi yang dilakukan Irvin membuat Nino tersenyum sinis.

__ADS_1


Nino yang sangat tahu betapa seorang Reno sangat membenci Ayah kandungnya yang sudah menyia – nyiakan sang Bunda. Bahkan dengan tega Sang Ayah menikmati harta Bunda bersama simpanannya.


Wajah Reno kian nampak murka, rahangnya semakin mengeras. “Ayah lo bilang?!. Ayah siapa yang lo maksud hah?!.”


Reno lagi – lagi memukul wajah Irvin berkali – kali tanpa jeda, tanpa ampun.


Irvin sudah terlihat tak berdaya, namun Reno yang seperi sudah kesetanan itu belum nampak akan melepaskannya. Sudah cukup kesabarannya dari mulai masalah keluarganya, sang Ayah yang berselingkuh dan merampas sebagian harta benda milik ibunya, dan kini masalah Fania yang sampai keguguran karena membela Ara yang akan disakiti Irvin dan Inggrid.


Nino dan Alex yang melihat perkelahian satu arah itu diam saja. Alex hanya memegangi Inggrid yang sudah menangis sejadi – jadinya melihat sang kakak yang sedang dihajar habis – habisan oleh kakak tirinya.


Se Ayah, lain Ibu namun sangat membenci mereka dan ibu dari Inggrid dan Irvin.


Sementara Nino hanya berdiri bersandar di pintu.


“Stop him, please ( Hentikan dia aku mohon ).” Inggrid mengiba pada Alex.


Alex tak merespon, sementara Nino yang mendengar hanya juga diam sambil masih jadi penonton.


Nino sudah paham betul tabiat Reno jika laki – laki itu sampai hilang sabar. Air tenang menghanyutkan. Reno selalu terlihat sebagai seorang yang tenang dari luar. Tak akan ada yang mengira kalau saat dia marah, Reno akan jadi brutal seperti Andrew.


Mencampuri urusan Reno saat laki – laki itu seperti ini, sama saja bunuh diri bagi Nino. Reno masih memukuli Irvin secara membabi buta, tanpa menghiraukan teriakan dan tangisan histeris Inggrid.


Irvin sudah semakin tak berdaya. Jangankan melawan, tenaganya pun rasanya hilang. Wajahnya sudah babak belur. Pelipis yang robek dan bibir serta hidungnya pun sudah mengeluarkan darah.


Namun Reno nampak belum puas sepertinya. Diotaknya saat ini, selain karena Fania keguguran, kalau saja adik angkat kesayangannya tidak membela Ara, bisa jadi Reno sendiri kehilangan bayinya dan Ara.


Dan itu cukup membuat si kakak ganteng geram teramat sangat.


Tepat saat Reno akan melayangkan tinjunya pada batang tenggorokan Irvin, Nino yang sudah siaga itu langsung menahan tangan Reno.


“No, R. You can kill him! ( Jangan R. Lo bisa membunuhnya! ).” Nino menahan tangan Reno sekuat tenaga. Ia bertindak sebagai teman saat ini.


“Let my hand off! ( Lepasin tangan gue! ).”


“Enough R, he’s dying! ( Cukup R, dia sekarat! ).”


Reno pun bangkit dengan nafasnya yang sudah tak karuan.


“Shall we? ( Kita pergi? ).” Ajak Nino pada Reno sambil memegangi laki – laki itu.


Reno pun mengangguk.


Irvin nampak sudah hilang kesadaran. Inggrid segera berlari pada kakaknya itu setelah Alex melepaskannya dan pergi bersama Reno serta Nino.


***


To be continue ..


***


Sudah ada yang teriak bosan dengan Novel ini katanya. Alur cerita masalah dan konfliknya terus menerus. Jadi bosan dia dengan cerita BSS ini karena dia bilang ceritanya yang gampang ditebak.


Gimanaaa yaaaaa


Ah Author galau.


Ada lagi yang bosaaannn?........


Komen cus ....


Hanya Author sedikit mengingatkan, kalau dari Judul sudah bisa dibayangkan isi Novelnya ya. “Bukan Sekedar Sahabat”. Author rasa sudah jelas kalau novel ini bukan murni cerita cinta. Kalau rasanya banyak konflik dan membosankan Author juga ga maksa buat reader buat terus membaca.


Di tag pada halaman novelnya pun sudah jelas ya, ada keterangan Action, Romansa Modern, Romantis, Komedi, Cinta Manis juga.


Jadi kalau pun banyak konflik dalam Novel ini, Author rasa sih, Emaknya Queen ini bikin konfliknya yang ga terlalu berat dan ga terlalu muter – muter.


Menurut pandangan Author sebagai penulis lo ini juga. Ga tau pandangannya para Reader – reader yang blaem blaem.


Tapi apapun itu, Emaknya Queen yang baik hati dan tidak sombong namun kurang solehah ini tetap menghargai setiap kritik dan saran kalean semua.

__ADS_1


Sekian curhat emak. Makasih udah dibaca ini curcol. Wkwkwk


__ADS_2