BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 20


__ADS_3

Selamat Membaca..


***********************


Senin Pagi Dengan Semangat baru untuk Fania. Yaa Fania, merasa bahagia, karena dua hari belakangan seperti sebagian mimpinya jadi nyata. Dipertemukan secara tidak sengaja dengan Reno, salah satu laki laki yang berarti dalam hidupnya. Selain papanya dan.. Donald!!.


‘ Oh iya ya, gue belom sempet nanyain Donald sama Reno ‘. Gumamnya saat memasuki gedung perkantoran tempat dia bekerja.


Hari ini Fania ga dateng lebih awal karena ketinggalan kereta yang pertama. Rasa bahagia nya membuat Fania susah memejamkan mata. Jadilah dia bangun lewat dari jam biasa dia bangun. Padahal mamanya udah susah payah bangunin Fania sampe harus kepret muka Fania pake aer, barulah dia bangun dari tidurnya dan menyebabkan huru hara di rumahnya.


Ting !


Pintu lift terbuka dan sampailah Fania di lantai 16 gedung tersebut tempat divisi Kania berada.


Kalau biasanya saat Fania sampai di ruangan tempatnya bekerja suasana masih sangat sepi, tapi karena hari ini dia sedikit mepet jadi ruangan itu sudah terasa sangat hidup oleh temen – temen di divisinya yang sudah datang mendahului Fania.


“ Weh Biduan, tumben lu jam segini baru nongol “. Ucap salah seorang teman satu divisinya, Dimas. Dan pertanyaan yang sama terlontar dari beberapa temannya yang lain. Karena emang Kania itu selalu dateng lebih dulu dari yang lain , jarang bolos bahkan sakit aja jarang.


Padahal teman - teman satu divisi, bahkan atasan Fania tau kalau Fania ini sekuter alias selebriti kurang terkenal,


yakni Biduan Kafe. Mereka ga habis pikir sama Fania,  karna pulang kerja  Fania pasti punya jadwal manggung. Mereka yang membayangkan pola kerja Fania aja ga sanggup kali kalo harus kayak Fania. Berangkat pagi pagi buta, pulang kadang hampir pagi. Bekerja di kantor aja udah cape mereka, walau banyakan duduk. Begitu kira-kira apa yang dipikirkan teman-teman Fania di tempat kerjanya.


“ Eneng kejar setoran bang “. Sahut Fania sambil berjalan menuju meja kerjanya. Dimas yang bertanya pun terkekeh geli.


“ Bisa aja kamu Fania “. Timpal mba Dina yang meja kerja nya di sebelah kanan Fania.


Begitulah Fania yang dikenal supel oleh semua rekan kerjanya. Beruntungnya Fania, karna di divisi ga ada yang saling sirik atau geng-gengan satu sama lain. Semua membaur dengan Profesionalisme mereka disertai etika kerja tapi tetap menjalin keakraban satu dan lainnya.


“ Holaaa...”. Sebuah suara cempreng membuat orang orang di area kubikel Fania menoleh .


“ Hmmm .. dateng ember bocor “. Saut Fania membuat yang lain tertawa


“ Ngagetin gua lo Mel, sial** ! “. Celetuk Bobby, yang juga rekan kerja satu divisi Fania.


“ Ngahahahaha ... gitu aje kaget sii, Mas Bobby yang Caem “. Mela menoel dagu Bobby dengan gaya centil nya sambil melangkah ke sisi kiri Fania, yakni meja kerjanya. Fania dan mba Dina Cuma geleng-geleng aja ama kelakuan si ember bocor.


****


“ Attention, Everyone ... “. Kepala Divisi datang dan Fania berdiri ditengah tengah area Kubikel Fania. Seketika Fania dan rekan kerjanya yang lain memperhatikan atasan mereka itu.

__ADS_1


“ Ada apaan Pak ? “. Tanya Dimas


“ Hari ini Bos Besar mau dateng, Cuma sekedar berkunjung sih. Tapi dia mau ngider ke semua divisi kayaknya. Nah , saya harap kalian bisa menunjukkan kualitas kerja yang baik ya “. Kata Pak Freddy , sang Kepala Divisi. “ Meja kerja tolong di rapihin “. Tambahnya lagi


“Siaappp“ Sahut para bawahan nya bersamaan.


“ Itu aja Pak ? “. Tanya Fania


“Iya Cuma mau ngasih tau itu aja, takutnya saya lagi meeting di bawah, tau tau dia kesini liatin kalian kerja trus tanya-tanya“ Jawab Pak Freddy, dan Fania mengangkat jempol Kanannya.


“ Mela , camilan taro laci “. Ucap Pak Freddy pada Mela sebelum pergi dari area kubikel tersebut.


“Oke bos“ Sahut Mela yang terkenal Rame dan doyan nyemil.


Selanjutnya Fania dan rekan –rekannya kembali fokus pada pekerjaan mereka dan juga mengatur meja kerja sedemikian rapih untuk memberikan kesan baik pada Bos Besar mereka yang akan berkunjung. Karena Baru kali ini selama Fania bekerja disitu Bos Besar pemilik Perusahaan datang. Fania pikir Pak Direktur itu udah Bos yang paling tinggi posisinya, tapi ternyata beliau bukan pemiliknya.


Waktu menunjukkan hampir jam 10.00 WIB. Fania merasakan matanya sedikit lelah karna sudah hampir 2 jam dia berkutat dengan daftar yang harus dia periksa.


Fania sedikit menggeser mundur kursi kerjanya dan beranjak untuk bikin kopi di pantry.


“ Mau kemana Fan? “. Tanya Mela yang melihat Fania berdiri.


“ Bareng dong . Gue juga perlu kopi nih kayaknya “.


“ Yuk “


Mereka berdua pun berjalan menuju Pantry untuk membuat secangkir kopi.


Sementara itu, di lobby depan tempat divisi Kania berada, sang Bos Besar sudah tiba dan disambut oleh Pak Freddy dan sekertarisnya. Kemudian langsung masuk ke ruangan atasannya Fania itu.


Fania dan Mela juga sudah selesai membuat kopi dan hendak kembali ke meja kerja mereka. Sampai Fania merasakan ada panggilan alam yang harus di tuntaskan.


“ Mel , titip . Gue kudu ke toilet “. Kata Fania sambil menitipkan cangkirnya untuk dibawa Mela.


“ Kenapa ? “. Tanya Mela


“ Pipis “.


“ Ohh .... “.

__ADS_1


Mela pun berjalan kembali ke mejanya dan meja Fania yang bersebelahan, sementara Fania bergegas ke Toilet.


****


‘'Yes, please.....'’ Terdengar suara Pak Freddy berbicara dengan seseorang di arah lorong masuk area kubikel Divisi Fania.


Mela yang sudah kembali ke mejanya, mengangkat kepalanya sedikit untuk melihat ke sumber suara, begitupun dengan Mba Dina. Mereka berdua tidak perlu merubah posisi duduk kalo Cuma sekadar melirik karna memang sisi kubikel Fania, Mela dan Mba Dina mengarah pada sisi lorong depan untuk masuk ke area.


“ Udah dateng ya Bos Besar ? “. Tanya Mela kepada Mba Dina , dijawab mba Dina dengan mengangkat kedua bahunya.


Tak lama masuklah beberapa orang dari lorong depan bersama dengan Pak Freddy dan sekertarisnya yang dengan sangat sopan mempersilahkan mereka masuk, dengan tangan kanan Pak Freddy yang merentang ke depan dengan sedikit membungkuk.


Kemudian mereka Berhenti di Kubikel Kania dan berbicara pada karyawannya yang terlihat fokus pada pekerjaan masing – masing.


“Anak – anak“ Ucap Pak Freddy membuat para bawahannya menoleh dan berdiri untuk menghormati tamu yang mampir ke lantai divisi mereka.


“ Tuan , mereka ini adalah bawahan saya langsung yang kinerjanya sangat bisa diandalkan “. Begitu ucap Pak Freddy pada tamunya yang merupakan si Pemilik Perusahaan.


Berdiri dengan gagah dan ber kharismanya sang Bos Besar, benar – benar di luar ekspektasi Mela dan yang lainnya, yang mengira kalo Bos Besar mereka itu adalah Kakek Tua. Tapi nyatanya yang memiliki predikat sebagai Bos Besar adalah seorang laki-laki muda yang usianya menurut Mela tidak terpaut jauh dengannya. Selain muda, Bos Besar mereka ternyata Tampannya diatas rata – rata, bahkan diatasnya lagi.


‘ Ganteng banget Ya Allah ‘.Ucap Mela dalam hatinya.


Si Bos Besar pun tersenyum membuat Mela ga berkedip melihatnya. ‘Meleleh aku tuuuhhh .


"Silahkan Tuan, mungkin Tuan sekedar ingin bertanya pada mereka“ Ucap Pak Freddy lagi sambil mencolek bahu Mba Dina yang ada didekatnya untuk menanyakan Fania yang ga ada di meja kerjanya. “Fania mana ?“ Tanya Pak Freddy pada mba Dina tanpa suara.


“ Toilet “. Jawab mba Dina juga tanpa suara.


“Hello Everyone... Selamat pagi" Akhirnya sang Bos Besar bersuara, membuat Mela dan beberapa rekan kerja wanita yang ada di sekitar makin terpesona.


‘Seksi... ‘ Begitu mungkin batin mereka, para ciwi - ciwi haus babang tamvan.


“ Terima Kasih sebelumnya Pak Freddy “. Si Bos menoleh pada Pak Freddy sebentar kemudian melanjutkan kata-katanya. “ Sebelumnya perkenalkan saya ... “. Belum sempat si Bos melanjutkan kalimatnya, tiba – tiba Pria yang di sampingnya bersuara dengan sedikit kencang.


“Hey Tomboy Girl!“ Ucap Si Pria blasteran yang sepertinya adalah asisten Bos. Dan membuat mata orang - orang yang ada disitu menoleh ke arah dimana pria itu seperti memanggil seseorang.


***


To be Continue ...

__ADS_1


__ADS_2