
Selamat membaca ..
*****
“Wow, rezeki pagi.”
“Rezekinya si Botak emang, punya istri kayak si Kajol.”
Mata Dewa dan Jeff memandang kesatu arah dengan senyum yang mengembang di wajah mereka.
Andrew menaikkan alisnya, sedikit heran pada dua orang yang satu duduk dan yang satu sedang berdiri didepannya sambil menggumam namun memandang ke arah yang sama.
Ia menyeruput untuk menghabiskan kopinya sambil menoleh kearah belakangnya melihat kemana dua pasang mata laki –laki didekatnya itu memandang.
“Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ...” Andrew tersedak kopi yang sedang ia minum. Matanya membulat melihat apa, tepatnya siapa yang sedang dipandangi oleh dua makhluk jantan yang liurnya sebentar lagi akan keluar kayaknya.
Bagaimana si Donald Bebek tidak tersedak, dan langsung berdiri dengan cepat dari duduknya. Pandangan dua laki – laki yang wajahnya sudah mupeng itu ternyata tertuju pada Fania yang nampak muncul dari dalam Vila.
Si Donald Bebek nampak cemberut dan setengah panik, buru – buru berlari menghampiri Fania, sebelum benar –
benar keluar dari dalam Vila dengan pakaian yang sedikit kurang bahan.
Memang Fania tidak memakai two – pieces bikini, tapi tetap saja yang si Kajol pakai saat ini bisa membuat mata
para pria tanpa pasangan mendelik bisa sampe ileran juga. Hot pant ketat yang mempertontonkan kedua paha mulusnya saja, sudah bisa membuat darah para pria berdesir.
Ditambah lagi Fania hanya memakai atasan bikini berwarna hitam dibalik outer transparan yang kancingnya dibiarkan terbuka setengah.
Menampilkan setengah dari sepasang aset pribadi miliknya. Milik si Donald Bebek juga. Wkwkwk.
Jangankan pria lain, Andrew sendiri saja yang sudah sering lihat baik luar dan dalamnya saja masih sempat
menelan salivanya sendiri melihat penampilan Fania saat ini.
Andrew langsung menubruk pelan tubuh Fania dan membawanya kembali ke area dalam Villa.
“Ih, Donald Bebek apaan sih?!.” Protes Fania karena Andrew yang tadi menubruknya, dan sekarang merengkuh erat dirinya.
Rahang Andrew tampak mengeras. Sambil membawa Fania untuk kembali ke kamar mereka. “Ganti baju!.”
Andrew terus menggiring Fania menuju kamar mereka di dalam vila.
“Ganti baju apaan sih?. Kita kan mau ke pantai?.”
“Udah .. ganti baju ga sekarang?!.”
Andrew terus menggiring Fania sampai ke dalam kamar mereka.
“Ganti baju apaan sih D?.”
“Ini baju kamu ganti!. Enak aja nanti jadi tontonan laki – laki lain!.”
Ucap Andrew yang tak merestui Fania memakai bikini meski hanya atasannya saja. Dan meski memakai outer, tapi
itu outer transparan, tembus pandang. Pasti bikin penasaran!.
Fania mencebik. “Ya terus aku pake apa coba?. Orang mau ke pantai ini sih?!. Lagian bule – bule pasti ada
disana biar dikit juga, lebih parah malah bajunya.”
Andrew membulatkan matanya, sambil menatap tajam pada Fania. “Ganti.”
“Aaah D .. “ Fania merengek manja. "Kita kan mau ke pantai ini."
“Ganti, atau aku kurung kamu disini seharian, mau?.”
“Ck!.” Fania mencebik. Udah sebel urusannya kalo si Donald Bebek udah mengeluarkan ancamannya itu.
Yang ada ga jadi main pasir di pantai, malah main yang lain bakalan.
“Aku hitung sampai lima, kalau tetap ga mau ganti, aku buat kamu ga pakai baju sama sekali dan ga bisa bangun
__ADS_1
sampai besok!.”
“Ih, Donald Bebek rese banget!. Nyebelin!.”
“Satu ....”
“Iya... Iya...! Terus aku pakai apa ini?!.”
“Kaos atau tanktop kan bisa! Kalau perlu pakai jaket sekalian!. Dua ....”
“Iyaaaaa.”
“Tiga! Empat! Lima!. Waktu anda habis Nyonya!.”
Andrew tiba – tiba sudah berada tak berjarak di belakang Fania dengan seringai jahil yang tidak terlihat istrinya, yang sontak kaget mendapat serangan dari belakang. Di tagrep sama bebek botak. Wkwkwk.
“Donald Bebeeekkk !!!.”
***
“Kak Ara, Varen mana?.” Tanya Fania pada si ibu peri karena tak melihat ponakannya yang unyu – unyu itu.
“Tuh sama Lita.” Tunjuk Ara pada sebuah Gazebo tak jauh dari mereka berdiri sekarang.
“Katanya mau pakai bikini lo?.” Celetuk John.
“Tau ah.” Fania mencebik sambil melirik sebal pada Andrew yang pura – pura oon. Dan John beserta Ara juga Reno
yang sedang bersama Andrew dan Fania hanya terkekeh geli.
“Heart, ayo kita keliling pulau dengan jet ski.”
Andrew menggandeng tangan Fania untuk ikut bersamanya menaiki jet ski saat Jeff dan Michelle sudah berada diatas jet ski dan masing – masing membonceng Papa Herman dan Prita.
“Tuh si Michelle aja pake bikini two – pieces.”
Tunjuk Fania yang masih sedikit merajuk karena Andrew menyuruhnya menutup bikininya dengan tanktop.
Ucap Andrew dengan santainya.
“Sama aja!. Orang beha sama celana olahraga itu yang dia pake!.” Ucap si Kajol dengan sebal.
Andrew hanya tersenyum geli melihat Fania yang sedang merajuk itu.
Namun Andrew tak perduli. Mendingan si Kajol ngambek sebentar, daripada itu squishy nya di umbar trus jadi bahan fantasi di otak para pria yang rada ngeres.
****
“Ayo Mah, ikut muter – muter naek jet ski. Daripada ngejogrog disini.”
Ajak Fania pada sang mama yang sedang duduk – duduk bersama para oma dan opa yang sedang mengajak anak sultan bermain.
Maen apaan tau, baru juga mau tiga bulan itu bocah.
“Ogah!.” Sahut Mama Bela.
“Ayo ih, tuh si Papah sama Prita aja udah naek noh.”
Fania masih membujuk Syahrini kw yang memakai topi pantai itu, berasa kek Maia es teh manis.
“Engga ah!.” Mama Bela masih kekeh ga mau ikut naek jet ski. “Ntar mama ke cebur dilaut, dipatok piranha.”
Ucap Mama Bela lagi sambil menggoyangkan sedikit tubuhnya seolah ngeri. “Hiiiiii....”
“Mana ada piranha si!.” Sahut si Fania yang terkekeh geli, termasuk Andrew juga Dad, Mom dan Mama Anye mendengar ucapan Mama Bela itu.
“Namanya juga laut, isinya kan ga keliatan, Jol.”
“Kalo isinya keliatan namanya bukan laut, kolem!.” Celetuk Fania asal. “Hah ada – ada aje Syahrini. Lagian piranha juga ogah gigit mamah, yang ada die takut mamah kepret. Alot kan daging mamah juga.”
“Dasar anak durjanah!.”
__ADS_1
****
Fania dan Andrew akhirnya bergabung bersama yang lainnya yang sudah juga menaiki jet ski untuk mengelilingi laut sekitar pulau. Menikmati salah satu bagian ciptaan Tuhan di dunia dengan pemandangan yang memanjakan
mata.
“Ndrew! Jangan terlalu jauh!.”
Teriak Reno pada Andrew yang meluncurkan jet skinya terpisah dari rombongan yang berboncengan di jet ski.
“Mau lihat pulau disana sebentar!.”
Teriak Andrew pada Reno dan Fania melambaikan tangannya.
“Hati – hati kalian! Jangan lama – lama!.” Teriak Reno lagi namun sepertinya sudah tak terdengar oleh Andrew dan Fania karena Andrew sudah membawa jet ski melaju cepat.
***
“Gimana Keluarga Cemara?. Suka liburan disini?.”
Tanya Ara pada keluarga yang isinya tiga orang, eh empat termasuk si Kajol. Namun ramenya mengalahkan keluarga se RT.
Mereka sudah menyelesaikan bermain di pantai, toh matahari juga sudah mulai meninggi. Dan kini sudah kembali ke Vila untuk makan dan beristirahat.
“Bukan suka lagi, Non Ara. Hepi, mamah mah!.”
“Kenapa ga mau ikut main jet ski sih tadi?.”
Tanya John sambil merangkul Syahrini kw yang hampir khilaf sama pesona si bule koplak itu.
“Istipar mah, udeh tua.” Celetuk Papa Herman pada istrinya.
“Sirik aje sih, Pah!.” Timpal Mama Bela.
Dan yang melihat hanya terkekeh ria.
“Eh, Kak Fania sama Kak Andrew mana?.”
Tanya Prita sambil celingukan karena tak melihat dua orang itu.
“Eh iya, mereka tadi ke arah pulau yang diujung kan?.” Ucap Dewa seraya bertanya.
“Mereka belum kembali memang nya?.” Tanya Reno ikut celingukan. “Coba tanya maid, siapa tahu mereka sudah di kamarnya.”
Ara beranjak dari duduknya untuk meminta salah satu maid mengecek Andrew dan Fania di kamarnya.
Tak lama Ara pun kembali mendekat pada Reno.
“Para maid bilang mereka belum melihat Andrew dan Fania di dalam villa. Udah dicek ke kamar mereka pun ga ada.”
“It’s quite long R ( ini sudah lumayan lama loh, R ). Harusnya mereka sudah kembali.” Ucap Jeff sambil menatap Reno.
Reno melirik arlojinya. Sejenak dua J, Reno dan Dewa saling tatap.
“Gue cari mereka.”
Reno segera beranjak dari duduknya.
“Gue ikut!.” Ucap John dan Jeff serta Dewa juga mengekori Reno dan John yang berjalan cepat ke arah pantai.
“What is it? ( Ada apa? ).” Tanya Dad yang baru saja menyadari keempat pria muda di keluarganya yang sedang berjalan cepat menuju pantai.
“Fania and Andrew haven’t comeback since the last time they separated from us ( Fania dan Andrew belum kembali sejak memisahkan diri dari kami ).” Jawab Ara pada Dad.
“Kamu jangan bikin takut, Ara.” Celetuk Mom yang kemudian membuat wajah keluarga cemara dan lainnya menjadi berubah khawatir.
“Memang mereka belum kembali, Mom.” Ucap Ara. “R bersama dua J dan Dewa sedang menyusul mereka.”
“Ya Allah, mudah – mudahan ga ada apa – apa.” Ucap Papa Herman yang kemudian juga menyusul ke arah pantai. Diikuti juga dengan yang lainnya.
****
__ADS_1
To be continue ...