
Selamat membaca..
“Wow, hot couple! Gue kira ga akan ada lagi kemesraan. Jago lo Ndrew emang.” Ucap Jeff yang minggu siang itu datang ke kediaman Andrew. Penasaran kelanjutan drama di kafe semalam. Fania dan Andrew yang sudah bergegas pergi ke rumah orang tua Fania menatap laki – laki blasteran itu malas.
“Kompor.” Celetuk Fania.
“Hahaha.” Namun Jeff malah tertawa iseng.
“Wuih ga jadi putus kalian?.” Ucap John yang datang bersama Jeff, karena laki – laki itu menginap di apartemen Jeff semalam. Yang juga mendapat pandangan malas Fania dan Andrew.
“Satu lagi kompor dateng.” Sahut Fania dan dijawab John dengan tertawa seperti saudara kembarnya yang beda orang tua, si Jeff.
“Dirayu apa sama si Donald nih, Fan?.” Tanya Jeff seraya menggoda Fania.
“Both of you. Beruntung mood gue bagus saat ini. Kalau engga, gue kirim kalian ke Dataran Tinggi Tibet.” Ucap Andrew dengan ketus pada dua J. Dan lagi – lagi dua orang teman yang ga ada akhlak itu malah tertawa. “Come, Sweety.” Lalu Andrew menggandeng Fania untuk segera meninggalkan kedua orang itu.
“Ndrew, Lo sama supir kan nganter Fania pulang?.” Tanya Jeff.
“None your business.” Ucap Andrew sambil berjalan keluar.
Sementara itu Vellfire versi mewah milik Andrew beserta supir sudah siap untuk mengantar Andrew dan Fania.
“Seriusan Ndrew, gue sama John satu mobil aja sama kalian. Irit bahan bakar.” Ucap Jeff.
“Ga ada! Pake mobil lo sendiri.” Sahut Andrew sinis.
“Mr. Andrew jangan suka dendam sama orang, ga baik untuk kesehatan. Ya ga Sweety Honey Bunny Fania yang cantik.” Ucap Jeff meminta dukungan Fania sambil meledek.
“You wanna die, Jeff. Call her your Sweety?.” Ucap Andrew masih memandang Jeff dengan sinis, meski dirinya tau teman sekaligus asisten setianya itu hanya bercanda. Supir Andrew datang menghampiri Tuan Mudanya saat Andrew dan Jeff sedang debat soal tebengan.
“Permisi, Tuan Muda, berangkat sekarang?.” Tanya Supir Andrew sopan.
“Iya pak.” Jawab Andrew.
“Baik, Tuan.” Ucap si supir lagi.
“Come, Sweety.” Andrew mengajak Fania masuk ke dalam mobil.
“Ndrew, ke rumah Fania satu mobil aja deh. Ribet parkir tau ga. Apalagi lu bawa ini Vellfire yang gedenya sejalanan depan rumah Little F lo.” Ucap John yang ada di belakang Andrew dan Fania.
“Iya juga sih Nal, bener kata kak John. Kita barengan aja.” Sahut Fania.
“Nah kan, emang gue selalu bener.” Sahut John membanggakan diri.
“Nanti mereka pasti ganggu kita.” Ucap Andrew pada Fania. Lalu memandangi dua J masih dengan kesinisan.
“Tuan Putri udah mengijinkan itu. Oke?.” Ucap Jeff sambil tersenyum konyol pada Andrew. Membuat dua sejoli itu merasa tambah malas liat mukanya.
“Ya udah naik lo berdua.” Ucap Andrew.
“Nah bener Tuan Putri sudah mengijinkan, kalau begitu Tuan dan Nona Muda di belakang aja. Kita bodyguard di depan.” Sahut John. Malas menanggapi dua J lagi, akhirnya Fania dan Andrew masuk mobil duluan dan duduk di kursi penumpang paling belakang.
Dua J juga ikut masuk ke dalam Vellfire Andrew yang interiornya sudah dimodif sedemikian rupa dan duduk di kursi bagian tengah.
__ADS_1
“Pak, masih inget jalanan rumah Fania?.” Tanya John pada supir Andrew.
“Masih Tuan John.” Jawab si supir sopan.
“Ya udah jalan sekarang pak.” Sahut Jeff.
“Baik Tuan Jeff.” Jawab pak supir lagi. Lalu laki – laki itu menjalankan mobil menuju rumah orang tua Fania.
“Jadi semalem tidur sekamar lagi dong kalian?.” Tanya Jeff iseng.
“Bukan urusan lo.” Jawab Andrew dengan ketus.
“Ada hal – hal yang diinginkan terjadi kah?.” Tanya Jeff lagi sambil terkekeh.
“Jangan suka negative thinking lo.” Ucap Fania sebal sambil menoyor bahu Jeff dan laki – laki itu masih terkekeh.
“Tau lo Jeff iseng amat. Biarin aja, udah gede ini mereka.” Sahut John dan kemudian bermain game di ponselnya.
“Gue sama Donald ga ngapa – ngapain oke?.” Fania menegaskan. “Kepo banget jadi orang pada.”
Dua J terkekeh bersama. Sementara Andrew menarik pelan Fania dan membawa Fania dalam rengkuhan nya.
“Don’t wasting your time, argue with them Sweety.” Ucap Andrew pada Fania. Jeff menoleh kebelakang dan melihat Andrew serta Fania yang nampak mesra.
“Oh, so sweet.” Ledeknya yang melihat kemesraan Andrew dan Fania. “Tapi ciuman mah pasti ya. Yakin lama, menurut gue sih.”
Andrew dan Fania sontak kompak melotot bersama pada Jeff yang disambut tawa oleh Jeff dan John juga.
“ish ni orang minta gue sumpel mulutnya.” Ucap Fania sebal. “Siniin remote audio. Mending denger musik gue.”
“Pasangkan dari handphone kamu aja. Bisa langsung connect Bluetooth kok.” Ucap Andrew pada Fania.
🎶 Waktu tlah tiba Aku kan meninggalkan, Tinggalkan kamu 'Tuk sementara 🎶
Andrew menoleh pada Fania dan gadis itu juga menoleh padanya.
🎶 Kau dekap aku, Kau bilang jangan pergi, Tapi ku hanya dapat berkata 🎶
Andrew kemudian tersenyum pada Fania.
“Apa?.” Tanya Fania yang melihat si Donald nya tersenyum.
🎶 Aku hanya pergi 'tuk sementara, Bukan 'tuk meninggalkanmu selamanya, Ku pasti 'kan kembali pada dirimu, Tapi kau jangan nakal, Aku pasti kembali 🎶
“See?. Aku pasti kembali.” Ucap Andrew manis membuat Fania tersenyum lebar.
“Masih inget ternyata.” Ucap Fania pada Andrew.
“I love You.” Ucap Andrew sambil mengecup pipi Fania.
“Hajar Ndrew, lumayan itu bibirnya Fania buat appetizer lo sebelum maksi nanti.” Celetuk Jeff yang merusak momen romantis dua insan di belakang.
***
“Lah Kak Reno, Kak Ara udah disini aja. Kirain masih di Bandung.” Ucap Fania saat sudah tiba di rumahnya dan melihat kakak gantengnya beserta kakak ipar cuantek nya udah duduk manis di ruang tamu rumah orang tua Fania.
__ADS_1
“Heh Kajol, orang kalo dateng itu ucapin salam.” Protes Mama Fania yang ada bersama Reno dan Ara.
“Hehe, iya lupa. Assalamu’alaikum wahai ahli surga semua.” Ucap Fania yang bikin mamanya sebel. Namun Reno dan Ara terkekeh.
“Wa’alaikumsalam, wahai anak durjanah.” Sahut si Mamah. Bukannya tersinggung si anak durjanah malah ketawa termasuk Reno dan Ara.
‘Mulai nih berdua kalo ketemu.’ Batin Papa Fania yang juga ada disitu. ‘Kurang satu si Prita. Lengkap OVJ.’
“Langsung kesini kita dari Bandung Sweety.” Ucap Ara yang langsung memeluk Fania, diikuti Reno yang juga memeluk Fania.
“How are you, Little F?.” Tanya Reno.
“Baik Kak.” Jawab Fania.
“Dia ga rese kan sama lo?.” Tanya Reno saat melihat Andrew.
“Hehe, dikit.” Ucap Fania.
Andrew menatap Reno dengan malas, lalu mengucapkan salam. “Assalamu’alaikum.” Diikuti dua J dibelakangnya.
“Wa’alaikumsalam.” Jawab yang lain.
Kemudian Andrew mengikuti Fania yang menyalami orang tuanya dan dua J pun sama. Tapi tetep bukan cium tangan. Bikin hati Julit mama Fania suka usil.
‘Ih, ga pada ngerti cium tangan apa ya?.’ Batin si Mamah. ‘Nah ini si Kajol bawa bule mana lagi?. Cakep – cakep amat beneran temennya nih anak.’ Kata batin mama Fania lagi saat melihat Jeff.
“Halo tante, om, saya Jeff.” Ucap Jeff ramah sembari memperkenalkan dirinya pada mama dan Papa Fania.
“Halo nak Jeff.” Ucap Papa dan Mama Fania bersamaan.
‘Mau ditaro dimana ini orang orang?.’ Batin si Papah yang melihat rumahnya agak penuh.
“Saya dan Jeff di depan aja ya. Sekalian mau merokok.” Ucap John yang paham dengan kondisi ruang tamu rumah Fania yang ga terlalu besar.
“Aduh, maaf ya nak John sama temennya jadi diluar.” Ucap Mama Fania yang merasa ga enak.
“Santai aja Tante, kayak sama siapa aja.” Sahut John lalu duduk di teras rumah Fania.
“Iya Tan, it’s okay.” Sahut Jeff juga. “Kalian ngobrol lah.” Ucap Jeff pada Andrew.
“Duduk nak Endru.” Ucap Papa Fania. “ Mah bikin minum sana.”
“Oh iya lupa kalo liat orang ganteng.” Ucap si Mamah tanpa dosa dan membuat Andrew serta Reno berikut Ara tersenyum lebar.
“Kak John, Kak Jeff mau minum apa?.” Fania langsung menawarkan minuman pada dua J, karena melihat Reno dan Ara sudah disediakan minum diatas meja.
“Apa aja asal dingin kalo bisa.” Ucap John karena merasa hawa Bekasi itu lebih panas dari Jakarta.
“Sama.” Sahut Jeff.
“Kamu?.” Tanya Fania pada Andrew.
“Apa aja.” Jawab Andrew sambil membelai kepala Fania.
“Ok.” Sahut Fania lalu langsung menyusul si Mamah ke Dapur.
__ADS_1
*
To be continue..