
* Yuhuu dikasih bonus dua episode buat para readers setianya Author *
đđđ
Selamat membaca ....Â
Seeing your smile is happiness for me
(Melihat senyummu adalah kebahagiaan untukku)
Meanwhile, having you is the most beautiful gift in my life
(Sedangkan, memilikimu adalah anugerah terindah dalam hidupku)
Your voice is my favourite song
(Suaramu adalah lagu favoritku)
And seeing you breathing is just more than enough for me
(Dan melihatmu bernafas saja itu sudah lebih dari cukup untukku)
     --- Andrew Smith ---
****
Kelegaan dan senyuman tak sedikitpun hilang dari wajah Andrew kala Fania sudah benar â benar sadar dan sudah dipindahkan ke ruang perawatan rawat inap yang terbilang cukup mewah di rumah sakit tempat Andrew membawa Fania.
âMaaf sudah bikin kamu khawatir.â Ucap Fania sembari menyentuh laki â laki yang paling dicintainya selain Papa Herman dan Kak Reno nya.
âDonât ever do that again. Okay?. ( Jangan pernah lakukan itu lagi, oke? ). Jangan pernah memasang badan untuk aku.â Ucap Andrew sambil menyentuh wajah wanita tercintanya, menatap manik mata Fania dalam. âAku yang seharusnya melindungi kamu.â
âAku hanya ga mau kamu kenapa â napa, Nald.â Ucap Fania dengan senyumnya.
âAnd you think I can breathe while I saw you lying helpless yesterday? (Dan kamu pikir aku bisa bernafas saat melihat kamu terbaring tak berdaya kemarin?).â Andrew masih menatap dalam.
âMaaf.â Ucap Fania menyesal.
âNever mind, Heart (Sudah ya Sayang). Aku sudah sangat berbahagia saat mata ini sudah terbuka lagi. Saat suara kamu bisa aku dengar lagi.â Ucap Andrew sembari membelai mata dan wajah Fania.
Cup!.
Fania mencium bibir suaminya itu, yang tentunya segera ditahan Andrew yang amat sangat merindukan ciuman dari Fania nya.
âI miss this lips, I miss this kiss (Aku rindu bibir ini, aku rindu ciuman ini). Andrew melepaskan sebentar ciumannya, lalu melanjutkan lagi mencium Fania setelah mengucapkan isi hatinya.
âI Love you (Aku cinta kamu).â Ucap Fania saat Andrew melepaskan bibirnya.
âI Love you more (Aku lebih mencintaimu).â Ucap Andrew. âMakan dulu ya, biar bisa minum obat.â
Fania mengangguk patuh pada Andrew yang tampak cekatan mengurus dirinya yang masih belum diperbolehkan untuk banyak bergerak.
âHabis ini kamu istirahat dulu ya Nald.â Pinta Fania yang tau kalau sebenarnya Andrew itu sudah lelah, namun sekuat tenaga tak mau memperlihatkannya pada Fania. Namun istrinya itu sangat tau kalau Andrew memang
kurang istirahat.
Andrew tersenyum. âIâm taking a rest while you are sleeping, Heart. Donât you worry (Aku istirahat kok saat kamu tidur sayang. Jangan khawatir).â
Fania balik tersenyum. âNald, Nald. Kamu nih. Jangan suka boong sama istri.â Mencubit gemas pipi suaminya yang meletakkan sebuah tray berisi makanan rumah sakit di depan Fania.
âOpen your mouth (Buka mulut kamu).â Ucap Andrew yang sudah menyendokkan makanan dan ingin menyuapi Fania.
__ADS_1
âAku bisa sendiri kok.â Sahut Fania yang hendak meraih sendok dari tangan Andrew.
âCk.â Andrew berdecak sambil menahan tangan Fania dengan satu tangannya. âAâ.
Fania setengah terkekeh sembari menggeleng namun akhirnya membuka mulutnya.
âGood? (Enak?).â Tanya Andrew.
âEngga.â Sahut Fania dan Andrew terkekeh.
âMakanya jangan sakit.â
Keduanya menikmati waktu kebersamaan setelah selama kurang lebih dua hari tak merasakannya. Sambil menunggu Keluarga Smith dan Keluarga Cemara datang. Memberikan kejutan untuk Fania juga, karena Andrew tidak memberitahu kalau Keluarga Fania sudah ada di Thailand sejak wanita itu belum melewati masa krisisnya.
Fania belum sempat menyapa mereka semua karena baru tadi pagi dipindahkan ke ruang rawat inap, setelah Mario memeriksa kondisi Fania secara keseluruhan.
Andrew juga menyuruh keluarganya dan keluarga Fania termasuk Reno untuk beristirahat sejenak, toh mereka juga sudah pasti kelelahan selama dua hari ini. Ia pun sama lelahnya, namun tak menggubris karena terlalu bahagia bisa melihat Fania nya membuka mata dan sadar.
Reno juga memaksa ingin tinggal, namun Andrew menggunakan Ara sebagai alibi. Selain jujur pada anggota keluarga mereka, kalau ia ingin dibiarkan dulu berdua dengan Fania.
Alasan terakhir Andrew sudah menjadi keputusan untuk mereka pada akhirnya. Si Donald yang bucin itu pasti kangen berat sama si Kajol. Reno juga akhirnya mengalah.
âAssalamuâalaikum.â Terdengar sapaan salam dari balik pintu dari beberapa orang.
Membuat Andrew dan Fania seketika menoleh dan kemudian tersenyum.
âWaâalaikumsalam.â Fania dan Andrew menjawab salam berbarengan.
Fania yang duduk bersandar pada kepala tempat tidur yang sudah disetel Andrew agar Fania bisa duduk dengan nyaman itu tersenyum pada Reno, Ara dan Michelle yang datang bersamaan. Menyalim Takdzim pada Reno dan Ara yang kemudian memeluk dan mengecup pucuk kepalanya.
Michelle menyalim takdzim pada kakak dan kakak iparnya lalu memeluk mereka berdua.
âUdah bisa nyanyi belum?.â Goda Reno yang tampak bahagia melihat Little F nya sudah lumayan pulih.
âBisa. Goyang yang belom bisa.â Fania melirik Andrew yang kemudian mengangkat alisnya dan tersenyum lebar.
Sementara Ara, Reno dan Michelle tergelak.
âPuasa dulu ya Ndrew.â Goda Ara pada Andrew.
âGue terima dengan lapang dada.â Celetuk Andrew kocak membuat mereka berlima kembali tergelak.
âWhereâs the others? (Mana yang lainnya?).â Tanya Andrew.
âSebentar lagi juga datang.â Sahut Michelle.
Tak lama sapaan salam kembali terdengar. Lebih rame daripada saat Reno datang bersama dengan Ara dan Michelle.
Mereka berlima kompak menjawab salam.
âAssalamuâalaikum Kajoool ....â Suara sapaan seseorang dari tiga yang juga amat Fania rindukan. Membuat matanya membulat berbinar karena bahagia dan senyumnya pun merekah.
âMamah?....â Ucap Fania. âYa Allah .... Papah, Prita?.â Fania dipeluk bergantian dengan hati â hati oleh ketiganya.
âFania, anak Papah. Gimana keadaan kamu, Nak?.â Tanya Papah Herman sambil membelai kepala putri sulungnya itu.
âAlhamdulillah Fania udah enakan Pah.â Jawab Fania.
âAlhamdulillah ya Jol, Ya Allah ... Kita semua kaget waktu Nak Endru telpon bilang kamu sakit sampe masuk rumah sakit. Sampe sini kamu ada di IGD, mana ga sadar. Rasanya jantung Mamah itu rasanya copot, Jol.â Kenang Mamah Bela dengan matanya yang berkaca â kaca sambil memegang tangan Fania.
âIya tau Kak. Ga pernah sakit, eh sekalinya sakit tau â tau udah di IGD. Lemes aku tuh ....â Timpal Prita dengan nada suara dan ekspresi yang membuat semua orang tergelak.
âSa ae lo, Karina Kapur Barus.â Sahut Fania.
__ADS_1
âDih orang beneran di khawatirin juga.â Timpal Prita lagi.
âIya.. iya. Makasih udah mengkhawatirkan gue, adikku sayang.â Ucap Fania. âKok kamu ga cerita, Nald kalau keluarga aku ada disini juga?.â Tanya Fania pada Andrew yang berdiri disisinya.
âKejutan, sayang.â Andrew tersenyum dan Fania membalas senyumannya.
âMaaf ya, Fania jadi bikin khawatir dan repot semuanya.â Ucap Fania pada semua orang.
âApa sih, kamu ini sayang?.â Sahut Mom Erna. âJustru kamu itu kan berusaha menyelamatkan Andrew sampai mempertaruhkan nyawa kamu. Justru kami ini yang merasa bersalah.â Ucap Mom pada Fania lalu pada Keluarga Cemara.
âMakanya punya muka jangan kelewat cakep. Jadi cowo cowo pada ngejar â ngejar ga karuan.â Celetuk Mama Bela yang membuat semua orang terkekeh.
âCepet sehat Jol.â Jeff ikut berbicara. âSayang itu Ferrari belum kepake.â Tambahnya dan Fania terkekeh.
âOh iya, Dad sama Kak John mana?.â Tanya Fania.
âMereka sedang ada urusan sebentar. Nanti juga kesini.â Reno yang menjawab.
Fania hanya ber OH ria.
âKamu udah makan, Sweety?.â Tanya Ara.
âUdah Kak.â Jawab Fania.
âKak Fania lanjut istirahat aja. Nanti Kak Fania lelah.â Ucap Michelle perhatian.
âItâs okay Chel. (Ga apa â apa Chel). Dah kebanyakan tidur. Pegel yang ada.â Fania menggerakkan kepala dan bahunya lalu sedikit meringis.
âSakit kah?.â Tanya Andrew yang melihat Fania meringis barusan.
âSedikit.â Jawab Fania singkat.
âCk. Mario. Udah gue bilang jangan sampe Fania ngerasain sakit karena lukanya.â Gerutu Andrew. Dan ia bergegas menelpon Dokter yang merupakan salah satu temannya itu melalui ponselnya.
âNald....â Fania mencegah Andrew. âCuma sedikit kok sakitnya. Kasian itu Pak Dokternya pasti kecapean.â Ucapnya lagi.
Andrew menghela nafasnya. âBeneran hanya sakit sedikit?.â Andrew sedikit khawatir namun Fania mengangguk sambil tersenyum.
âDokter udah seharusnya cape mengurus pasien. Lagian juga si Mario udah dibayar mahal.â Ucap Reno setengah ketus.
âish Kak Reno nih. Kasian tau dia.â Sahut Fania.
âEh iya Nak Endru, ini kan mumpung kita semua ada disini. Udah pada cukup istirahatnya. Lebih baik Nak Endru gantian istirahat sana.â Ucap Papa Herman panjang lebar.
âIya Nald, Papah bener itu. Kamu istirahat dulu gih sana. Aku ga apa â apa kok.â Timpal Fania namun Andrew menggeleng.
âGa apa â apa Pah.â Jawab Andrew. âNanti kalau reaksi obatnya sudah muncul, Fania tidur dan Andrew bisa istirahat juga kok.â
âLelah kasih taunya Pak Herman. Terlalu cinta sama istrinya tuh dia.â Timpal Mom Erna.
âKamu harus jaga kesehatan juga Nak Endru. Biar Mamah sama Papah dan Prita yang urusin ini si Kajol sementara kamu istirahat.â Tambah Mama Bela.
âEngga apa â apa Ma, Andrew ga merasa lelah untuk mengurus Fania.â Andrew menjawab dengan tersenyum.
âPaling engga lo makan dulu sana. Tuh ada makanan.â Ucap Reno dan Andrew menganggu, karena memang perutnya sedikit lapar.
Tak lama berselang sepertinya reaksi obat ditubuh Fania mulai bekerja dan dia sudah terlihat mengantuk.
Sementara Fania tertidur dan membiarkan Andrew istirahat disebuah ruangan yang disediakan dalam kamar VVIP ruang rawat Fania, yang lain asik bercengkrama.
To be continue.....
__ADS_1
**Jangan lupa tinggalkan Jejak