
Selamat membaca..
“Memang Reno dimana sekarang?.” Tanya Mom pada John.
“He’s helping to prepare a funeral ( Dia sedang membantu menyiapkan pemakaman ).” Jawab John. “Tinggal dulu ya.”
“Tunggu John, aku ikut.” Sahut Ara. “Ndrew, aku mau ketemu Reno dulu ya.”
“Iya Ra. Kalian hati – hati.” Sahut Andrew.
“Kamu sudah makan, Andrew?.” Tanya Mom yang prihatin melihat putra kandungnya itu.
“Ga selera Mom.” Jawab Andrew lesu.
“Jangan seperti ini Andrew, kamu tetap harus menjaga kondisi tubuh kamu.” Ucap Mom sambil mengusap pelan punggung putranya itu.
“Mom is right Andrew ( Mom benar Andrew ).” Sahut Jeff. “Seengganya ada sesuatu buat menghangatkan perut lo itu.” Tambah Jeff.
“Mom suruh orang untuk membawakan makanan ya?.” Mom menawarkan.
“Ga apa – apa Mom, Andrew benar – benar tidak lapar.” Ucap Andrew. Laki – laki itu kemudian terdiam lalu menghela nafasnya.
“Gue cariin lo kopi aja kalau gitu.” Kini Jeff yang menawarkan dan Andrew mengangguk.
**
“Hon.” Ara dan John sudah datang ketempat Reno berada saat ini.
“Hi, Babe. Kapan kamu sampai?.” Reno memeluk dan mencium kening istrinya itu. “Yang lain mana?.”
“Mereka semua menemani Andrew, Hon.” Jawab Ara.
“John.” Reno menyapa John di belakang Ara.
“Hi, R. Mana Nino?.” Ucap John seraya bertanya pada Reno.
“Lagi bantu – bantu di dalam. Sekalian ngecek kalau ada yang kurang.” Ucap Reno yang tampak lelah itu sambil menyesap sebatang rokok.
“Gue ke Nino dulu kalau gitu.” Ucap John lalu berjalan menjauhi Reno dan Ara.
“Kamu sudah makan, Hon?.” Tanya Ara prihatin. Ia paham pasti saat ini hati Reno sedang tak karuan. Yang sudah terjadi selama hampir 24 jam ini memang benar – benar diluar dugaan.
__ADS_1
“Aku ga lapar sayang.” Jawab Reno. “Ga kepikiran untuk makan.”
Ara paham sekali kondisi Reno yang otak dan hatinya sedang kacau saat ini. Sama seperti dirinya yang syok mendengar berita soal Fania.
“Kalau ini sudah selesai, kita makan sama – sama ya?.” Ara menawarkan. “John juga pasti belum makan dan Nino juga pasti sudah sama – sama lelah.”
Reno mengangguk.
“Orang yang menculik Fania, apa sudah tertangkap?”. Ara ragu, namun tetap bertanya tentang hal tersebut karena ia sendiri penasaran sekaligus geram.
“Sudah.” Jawab Reno singkat.
“Aku ga sangka kalau Cindy ikut terlibat.” Ucap Ara. “Perempuan Gila!. Kita harus membuat mereka selamanya mendekam di penjara!.”
“No, Babe. ( Tidak sayang ). Penjara terlalu indah untuk mereka.” Ucap Reno datar namun aura wajahnya tampak menyeramkan.
**
“SOMEBODY HELP ME! ( SESEORANG TOLONG AKU! ).” Seorang wanita berteriak frustasi di dalam sebuah ruangan yang hanya memiliki sedikit pencahayaan.
Kondisi amat menyedihkan. Jari – jari di tangan kanannya sudah kaku dan membiru. Cindy terus berteriak sambil tetap memegang tangannya yang patah jari – jarinya itu akibat Andrew yang marah karena wanita itu sempat menampar Fania nya.
Sakit yang Cindy rasa akibat jari – jarinya yang dipatahkan Andrew itu tidak juga hilang. Karena tidak mendapatkan pertolongan sama sekali. Beberapa dari orang – orangnya Andrew atau Chaisay langsung membawanya pergi dari Villa tempat Nick menyekap Fania, tepat saat Andrew menurunkan perintah untuk membawa wanita itu pergi.
“Your Voice hurt my ears. ( Suaramu menyakiti telingaku ).” Ucap Chaisay yang masuk ke dalam ruangan dimana orang – orangnya menahan Cindy.
Mengambil sebuah kursi kayu lalu duduk berjarak dihadapan Cindy sambil tersenyum menyeringai pada wanita itu.
“YOU!, ( KAU! ).” Hardik Cindy. “HOW DARE YOU!. ( BERANINYA KAU! ).”
Ia berdiri dan hendak menghampiri Chaisay, namun anak buah Chaisay menghentikannya.
“How dare me? Of course I dare Miss Cindy Frederick. ( Beraninya aku?. Tentu saja aku berani Nona Cindy Frederick ).” Ucap Chaisay dengan seringainya.
“IF MY FATHER FIND OUT ABOUT THIS, YOU ARE A DEAD MAN!. ( KALAU AYAHKU TAHU HAL INI, KAU AKAN MATI! ).” Ancam Cindy pada Chaisay.
“Hahahaha.” Chaisay tergelak. “ Your Father?!. ( Ayahmu?! ).” Ucap Chaisay masih dengan seringainya. “Are you sure that your Father still alive?. Or you brother? Or your entire family?. I even doubted they were still exist now. ( Apa kau yakin ayahmu masih hidup?. Atau Kakak laki – lakimu?. Atau bahkan seluruh keluargamu?. Aku bahkan ragu kalau mereka masih tersisa saat ini ).”
Raut wajah Cindy berubah was – was. “What do you mean? ( Apa maksudmu? ).”
Chaisay kini setengah terkekeh. “What I mean .... ( Apa maksudku .. ) Everyone knows your Father doing a dirty Business, but Andrew doesn’t want to get involve with that because he was still seeing you. Was!. ( Semua orang tau ayahmu menjalankan bisnis kotor, tapi Andrew tidak ingin ikut campur karena dia masih memandangmu. Dulu ... ).”
“Talk clearly!. ( Bicara yang jelas! ).” Hardik Cindy pada Chaisay yang nampak santai namun menatapnya tajam.
“You’ve been with Andrew for about two years right?. ( Lo bersama Andrew selama dua tahun Kan? ). You know what was happened to everyone who try to screw him? ( Lo tau apa yang terjadi pada orang – orang yang coba macem – macem sama dia? ).” Ucap Chaisay.
__ADS_1
“What he did to my family?. ( Apa yang dia lakukan pada keluargaku? ).” Cindy bertanya dengan perasaan was – was.
“Guess what?. ( Coba tebak? ).” Chaisay berdiri dari duduknya. “Your Father and Brother ever messed up with some people that Andrew’s know in the black world. But they not doing anything. Yet. ( Ayah dan Kakak lo pernah bermasalah dengan beberapa orang dari dunia bawah yang Andrew kenal, tapi mereka tidak melakukan apapun.
Belum ). Because they know Andrew is with you. ( Karena mereka juga tau lo bersama Andrew ).”
“Just talk to the point okay?. ( Bicara saja langsung ke intinya oke? ).” Cindy tampak tak sabar.
“You! Had disturb someone who’s really precious for Andrew. And you family help you in it! ( Lo! Udah mengganggu seseorang yang amat berharga untuk Andrew. Dan keluarga lo membantu! ). Andrew is in high dudgeon now! ( Andrew sudah sangat marah sekarang! ). Chaisay memperingatkan. My point is, YOU and YOUR FAMILY ARE
DEAD!. ( Intinya adalah, LO dan KELUARGA LO UDAH MATI! ).
Chaisay berjalan pergi perlahan.
“But not with an easy death. ( Tapi tidak dengan kematian yang mudah ).” Lalu laki – laki itu kembali meninggalkan Cindy dan mengurungnya hingga ada perintah langsung dari Andrew tentang nasib wanita itu.
***
“Heart ....” Andrew berbicara sendiri. “Apa kamu tau seberapa besar cinta aku kekamu?. Comeback to me, please .. Do you hear me?.. ( Kembali padaku, kumohon .. Apa kamu dengar aku?..).” Matanya kembali basah. “What would I do without you?. ( Apa yang akan aku lakukan tanpa kamu? ). Apa yang harus aku bilang pada Papa Herman, Mama Bela dan Prita?.” Ucapnya lirih. “Ingat aku pernah bilang apa? You die, I die, We die together. ( Kalau kamu mati, aku juga mati. Kita mati bersama ).
***
“Bagaimana pemakamannya, R?.” Tanya Andrew pada Reno yang sudah ada bersamanya saat ini. Donaldnya Fania itu masih terlihat kusut meski sudah berganti pakaian.
“Berjalan lancar.” Jawab Reno.
“Sorry I can’t come ( Maaf gue ga bisa dateng ).” Ucap Andrew.
“Ga apa – apa Ndrew.” Reno menghela nafasnya. “Lo udah kasih tau Keluarga Cemara?.”
“Udah.” Ucap Andrew singkat. “Gue udah minta Sylvia untuk membawa mereka kesini.”
“Lebih baik mereka tau soal Little F.” Ucap Andrew lirih.
“Twenty four hours feel like twenty four years now ( Dua puluh empat jam terasa seperti dua puluh empat tahun sekarang ).” Gumam Andrew namun terdengar oleh Reno.
*****
To be continue..
Ga terasa udah 200 episode. Bosen kah?
Tinggalkan Jejak . 😊
Salam Manis selalu dari Author
__ADS_1