BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 96


__ADS_3

Selamat membaca....


RENO’s POV on


Fania ! Little F begitu gue panggil dia. Anak cewe super tomboy yang merubah hari – hari gue jadi lebih berwarna.


Ketemu pertama kali di suatu Mal di Jakarta saat dia tanya soal tempat biasa orang naik angkutan kota, bis atau apalah itu namanya.


Gue bilang gue ga tau, karna memang beneran ga tau dan memang ga pernah merasakan gimana rasanya naik transportasi publik. Paling – paling pesawat atau kereta.


Waktu pertama kali gue pikir dia anak laki – laki karna memang potongan rambutnya itu super pendek, belom lagi kaos longgar dan celana jeans plus sneaker. Karna kasian dan waktu itu udah sore juga, jadi gue menawarkan untuk anter dia pulang.


Gue tau dia ragu. Pasti mikir gue orang jahat, karna baru ketemu udah mau anter dia pulang. Tapi gue bilang kalo gue orang baik – baik dan dia percaya gitu aja. Yah maklum aja waktu itu dia masih umur belasan, gampang kena bujuk orang. Tapi untungnya ya dia ketemunya ya dengan Kakak Gantengnya ini yang baik hati anter dia pulang.


Kaget waktu dia sebutkan namanya saat supir gue sampai di tempat yang dia bilang. Fania. Nama anak cewe.


Gue fikir ga akan ketemu lagi sama dia, sampai akhirnya saat gue iseng main ke salah satu Toko Buku terbesar di Jakarta, gue liat dia lagi. Waktu gue tegur ternyata dia juga masih inget gue dan mukanya itu keliatan sumringah, sambil bilang, “Ih Kakak Ganteng ketemu lagi kita!.” Gitu katanya. Mana suaranya kenceng. Bikin malu tapi lucu.


Gue akrab sama dia sejak itu, sering janjian ketemuan disana. Pake omongan aja awalnya karna Fania ga punya ponsel. Kalo minta diajak main kerumahnya, ada aja alasannya. Padahal gue tau kalau si Little F itu sebenarnya minder sama gue. Gue tau kok dia itu orang biasa, keliatan dari pakaiannya. Tapi akhirnya sih tau juga rumah Fania dan bahkan jadi lumayan dekat sama keluarganya.


Tapi gue suka karna Fania apa adanya, ga pernah minta ini itu meski tau apa yang dia minta pasti bisa gue belikan. ABG kayak dia waktu itu paling minta beliin tas, sepatu, seperti itulah.


Tapi Fania engga, sekalipun ga pernah minta. Kadang gue kesel, karna kalau ditawarkan mau dibeliin ini itu pasti selalu nolak, sampai gue sendiri yang akhirnya inisiatif beliin buat dia.


Bunda juga sayang sama Fania, banget. Karna anaknya Bunda Cuma satu, ya gue ini. Fania itu rame, ceria, lucu. Ga tau juga kenapa bisa nyaman sama dia, padahal gue termasuk orang yang tertutup dan ga gampang cocok dengan orang. Mungkin karna Fania itu cewe tomboy yg polos dan gue udah ngerasain itu dari pertama kenal dia. Gue sayang sama Fania selayaknya kakak pada adiknya. Sayang banget malah. Dia bisa mengusir sepinya gue sebagai anak semata wayang dan anak korban broken home.


Fania bisa bikin rumah yang gue tempati sama Bunda jadi rame, karna itu anak, emang kencang suaranya. Nyaring ya bahasanya?.

__ADS_1


Sampai akhirnya Andrew pindah dari Bandung ke Jakarta dan sering ikut main bareng gue dan Fania. Awalnya si botak ngeselin itu penasaran karena sering liat gue dan si Little F barengan terus. Andrew juga penasaran tentang siapa Fania karna gue memperlakukan Fania dengan pedulinya. Bahkan dengan Michelle, adik kandung Andrew pun sikap perduli, perhatian dan sayang gue ga seperti pada Fania.


Dan yah, karna si botak ngeselin itu emang ngeselin. Nanya terus. Jadilah gue cerita semua hal tentang Fania. Dan


yah, ga tau itu dia jadi sering ikutan sama gue dan si Little F sampai kita bertiga akrab sampai segitunya. Yah taulah gimana akrabnya kami kan di Novel Bukan Sekedar Sahabat?.


Meski Andrew dan Fania itu sering berantem, soalnya si Andrew itu suka kelewatan isengnya, tapi gue tau kalo tuh


anak sama carenya sama Fania seperti gue. Terlebih lagi saat gue pindah ke London sama Bunda. Andrew yang gantiin posisi gue buat jagain Fania.


Gue tau Fania ada rasa sama Andrew, mungkin si botak juga sama. Karna sebenarnya Fania itu cantik, Cuma ga ada rasa cewe – cewenya biar dikit. Jadi kecantikannya tertutup sudah.


Kasian sih sama Fania, karena pada akhirnya Andrew juga ikut ke London buat lanjutin study. Tapi gue berdua selalu meyakinkan si Little F kalo akan selalu keep in touch sama dia. Tahun pertama iya, tapi selanjutnya memang gue dan Andrew disibukkan dengan studi dan bisnis orang tua kami. Gue sendiri juga sudah diangkat anak oleh Dad, ayahnya Andrew. Dan dia mempercayakan gue untuk terjun ke dalam Perusahaan milik keluarganya.


So, sedikit lupa dengan Fania karna memang waktu kami benar – benar hectic saat itu. Dan saat gue sama Andrew mulai santai, mau menghubungi Fania lagi. Ponsel dan dompet gue hilang entah kemana, buku catatan pun juga sama. Kalau buku catatan bisa jadi terselip waktu pindahan dari Indo ke London.


Enam tahun, gue dan Andrew lose contact sama si Little F. Sedih, kecewa, merasa bersalah. Karna gue merasa gagal menepati janji gue ke dia.


Tapi gue ga pernah menyerah buat cari Fania, Andrew pun sama. Meski Fania itu kayaknya hilang ditelan bumi.


Suatu hari gue liat seorang vokalis band, cantik bersuara indah dan dia sebut namanya Fania. Kaget, sempat berpikir ga mungkin, karna si vokalis itu jauh berbeda dengan si Little F. Ga ada mirip – miripnya kalau tampak luar. Saat itu gue berpikir, mungkin kebetulan aja namanya sama.


Sampai akhirnya gue denger dia mengobrol dengan Bidadari Syurga Pribadi gue, yakni istri gue tercinta, Ara. Ternyata dia Fania yang sama, yang dulunya tomboy dan asal – asalan. Makin yakin karna dia pakai kalung berinisial namanya yang sangat gue tau dengan pasti. Yang membuat gue yakin kalau Fania si vokalis ini adalah Little F nya gue dan Andrew, karena kalung yang dia pakai itu adalah hadiah ulang tahun dari gue dan Andrew buat


Fania.


Gue bahagia, lega, haru , bisa ketemu lagi sama si Little F. Udah ga little lagi memang, tapi akan selalu seperti itu

__ADS_1


untuk gue pribadi.


Kaget juga sih, liat dia udah gede. Tumbuh jadi seorang gadis cantik, sangat cantik bahkan. Selain istri gue Ara pastinya. Kalau Ara dimata gue, cantiknya udah lewat batas maksimal.


Bahkan si Little F itu seorang Vokalis. Yah ga aneh sih, suaranya emang kencang dari dulu juga. Jadi kayaknya cocok emang kalau jadi Vokalis Band.


Cuma luarnya aja yang jauh berbeda dengan Fania yang masih ABG. Tapi sifat lucu, ceria dan ramenya ga ada yang terbuang. Masih sama seperti Little F yang dulu. Tulus dan sayangnya dia masih sama ke gue juga Andrew.


Soal Fania yang udah ketemu sempat gue rahasiakan sama Andrew, karna tadinya gue mau bikin surprise buat Andrew dan Fania. Sayangnya karna satu dan lain hal, Fania akhirnya dikasih surprise dengan kedatangan Andrew.


Gue liat Fania bahagia saat ketemu lagi sama Andrew. Bahagia yang sama seperti saat di ketemu gue lagi. Tapi gue bisa baca dari mata Fania, kalau si Little F ini memang beneran punya rasa spesial sama Andrew. Gue tau Andrew pun sama. Entah ketertarikan seperti apa, tapi Fania punya arti dan tempat sendiri di hati si plontos itu, berbeda dari yang gue rasa.


Fania! Anak cewe super tomboy yang sudah bertransformasi menjadi seorang gadis cantik bersuara indah dan bentuk tubuh yang bisa dibilang seksi. Ara juga ga kalah sih, gue bicara dari mata seorang laki – laki kalau disuruh berpendapat tentang Fania. Toh Fania kan adik gue, jadi gue sayang sama dia even lebih sayang Fania daripada ke Michelle. Tapi kalau Ara kan istri gue, Cinta Dalam Hidup gue. Mereka berdua sama berartinya buat gue.


Penantian enam tahun gue dan Andrew dan mungkin buat Fania selesai.


Here we are (Dan beginilah kami sekarang), sudah kumpul seperti dulu lagi. Plus Ara, John dan Jeff yang juga care pada Fania. Ga akan mungkin ga suka sih pada seorang Fania. Karna Little F nya gue dan Andrew ini cewe yang ceria, easy going and humble. Bisa membuat orang mudah merasa nyaman sama dia.


Terlebih lagi untuk gue dan Andrew. As I said (Seperti yang gue bilang) kalau Little F punya rasa yang berbeda pada Andrew, dan Andrew pun sama. So, they we’re in relationship now. Hubungan yang lebih spesial dari sekedar sahabat. Kurang setuju, meski gue tau Andrew ga ada sedikitpun niat untuk mempermainkan Fania. Tapi harus setuju, karna gue bahagia kalu melihat adik angkat gue si Little F itu bahagia.


Dan karna Andrew adalah sumber kebahagiaan Fania juga, gue harus support hubungan mereka sekarang. Meski tetap udah ada beberapa CATATAN buat Andrew dari gue soal hubungannya dengan Fania. I think he understand about that (Dan gue rasa dia paham), meski kesal sih kayaknya juga sama gue yang over protective sama Fania.


Well, what will be, will be (Yah yang terjadi, terjadi) lah. Yang penting gue , Andrew , Fania, tambah Ara dan dua J bisa kumpul sambil ketawa – tawa seperti sekarang. Kumpul dengan anggota tambahan, tapi tetap satu korban pembulian. Siapa lagi? Ya Fania. Kasian si Little F, nambah sih yang sayang sama dia, nambah juga para pembulinya dia.


RENO’s POV off....


****

__ADS_1


To be continue .....


__ADS_2