
Selamat membaca..
“Fania?.” Sebuah suara berat milik seorang pria, namun tak seseksi suara berat milik Andrew membuat Fania mengalihkan pandangan nya ke sumber suara.
“Nick?.” Fania mengenali pria itu dan langsung berdiri dengan tersenyum.
“Long time no see, Fania. ( Lama ga ketemu, Fania ). You look more.. ( Kamu makin terlihat.. ) Gorgeous ( menawan ).” Puji pria bule bernama Nick dengan menampakkan senyum menggodanya pada Fania, sambil meraih satu tangan wanita itu lalu mengecup punggung tangan Fania sambil setengah menatap dengan pandangan yang seperti sedang menggoda.
“Long time no see, Nick. ( Lama ga ketemu ya ).” Ucap Fania ramah, namun sedikit salah tingkah.
“I’m about off to Jakarta actually, right after I finished my work here. ( Aku baru mau ke Jakarta sebenarnya setelah menyelesaikan pekerjaan disini ). To find you ( Untuk mencari kamu ).” Ucap Nick lagi.
“Well you also look more Gorgeous now ( Kamu juga sama, terlihat lebih menawan sekarang ).” Jawab Fania masih dengan senyumnya, hanya tersenyum tipis namun juga tak menyadari kalau Nick masih menggenggam tangannya.
“Even so, I still can’t make you mine ( Walaupun begitu, aku masih tidak bisa membuat mu jadi milikku ) Not yet (Belum).” Ucap Nick menatap Fania penuh arti dengan sebuah senyuman yang nampak memiliki arti tersendiri.
“She’s never gonna be yours! ( Dia tidak akan pernah menjadi milik lo! ). Cause She’s mine ( Karna dia adalah milikku ).” Andrew datang dengan wajah yang seratus persen tidak tenang melihat pria lain yang sedang menggenggam tangan istrinya.
“Eh, Nald.” Fania setengah terkejut, baru juga menyadari tangannya yang masih di pegang Nick. Lalu langsung menariknya dan kini hati Fania mulai resah setelah melihat wajah Andrew menjadi saat seperti waktu pria bernama Hefner menggoda diri nya. '*M*ati gue.'
__ADS_1
“And you are ..? (Dan kau adalah ...? ).” Tanya Nick santai pada Andrew.
“He is my husband, Nick. ( Dia suami aku, Nick ). Andrew.” Ucap Fania mencoba membuat Andrew tidak menatap Nick dengan pandangannya yang menusuk, benar – benar tidak bisa menutupi geramnya pada pria yang berani beraninya menggenggam tangan Fania.
“You’ve been married, Babe? ( Kamu sudah menikah, Sayang? ). “ Tanya Nick pada Fania dengan wajah yang penasaran.
“She is not your Babe! ( Dia bukan sayang nya elo! ).Mind your words ( Perhatikan kata - katamu ).” Andrew langsung menyambar kala mendengar Nick menyebut Fania dengan ‘Babe’. Makin tak senang.
“Ya, I’ve been married. ( Iya aku sudah menikah ).” Fania menggenggam tangan Andrew untuk menenangkan suaminya itu karena tau Andrew sedang cemburu yang terlalu nampak dari caranya yang tak putus memandang Nick dengan tajam.
“You can leave now, cause me and my wife want to get our dinner without any distracraction ( Lo bisa pergi sekarang, karena gue dan istri gue ini mau makan malam tanpa gangguan ).” Ucapan Andrew terdengar ketus mengusir Nick agar segera menjauh dari dia dan Fania sekarang, tanpa melihat lagi pada pria itu.
Nick memandang Fania, tak memandang pada Andrew. “Well, I won’t disturb then. ( Baiklah aku tidak akan mengganggu ). Memasukkan tangannya ke dalam saku celana. “ Enjoy you dinner ( Nikmati makan malammu ).” Lalu pergi dari hadapan Andrew dan Fania tanpa menoleh lagi pada Andrew dengan wajah yang sepertinya kecewa.
Laki – laki yang bernama Nick itu terlihat bergabung kembali dengan para pebisnis muda yang tadi masuk dan sempat juga memperhatikan Fania.
Sementara Andrew pun masih memperhatikan Nick yang terlihat sudah duduk bergabung bersama teman – teman bisnisnya dengan tatapan yang masih tajam. Rasa tak terimanya belum hilang pada laki – laki yang tampak sangat tertarik pada istrinya itu dan sempat memegang tangan Fania nya.
“Nald.” Ucap Fania lembut memanggil Andrew agar melihat padanya. Namun Andrew masih tak menggerakkan kepalanya ke arah Fania. “ Hey, lihat aku sini.” Fania menyentuh wajah Andrew, sedikit memaksa agar suaminya itu melihatnya. 'Duh, dia nih kalo ga suka sama marah kenapa terang - terangan banget sih?. Sampe begitu ngeliatin si Nick?'
Andrew mau tidak mau menatap pada Fania. Tanpa aba – aba langsung meraih tengkuk istrinya dan mencium bibir Fania saat itu juga tanpa memperdulikan sekelilingnya.
Fania yang sadar betul dengan suasana hati Andrew saat ini membalas ciuman suaminya dengan lembut lalu melepaskannya perlahan. “Nanti sambung di Villa ciumannya. Kita makan dulu ya?. Aku laper.” Fania menunjukkan senyum manisnya.
Andrew hanya mengangguk lalu memanggil seorang pelayan untuk menyampaikan pesanan mereka. “Do you bring your wet tissue? ( Kamu bawa tisu basah? ). Tanyanya pada Fania dan istrinya itu pun mengangguk lalu mengeluarkan tisue basah yang sering ia bawa dalam tasnya.
“Nih.” Menyodorkan pada Andrew tisue basah yang diminta suaminya.
__ADS_1
“Never let any other man, touch yor hand ( Jangan pernah membiarkan pria lain menyentuh tangan kamu ).” Ucap Andrew dengan rahangnya yang sedikit mengeras sambil mengelap tangan Fania yang tadi sempat dipegang Nick. “Terutama mereka yang aku ga kenal.”
Fania menarik nafas pelan sambil mencoba tersenyum walau hatinya sedikit ngeri melihat wajah Andrew saat ini. Kemudian memutuskan untuk mengangguk patuh pada Andrew dengan wajah yang dihiasi senyuman tulus yang kemudian membelai wajah Andrew. “Maaf ya?.” Mengecup bibir Andrew sekilas. "Jangan marah."
***
“Do you know them?. ( Apa k***au kenal mereka?*** ).” Tanya salah seorang pria Indonesia yang bersama Nick saat pria itu kembali bergabung bersama mereka sambil melirik ke tempat Fania dan Andrew.
“Just her ( Hanya si wanita ). “ Jawab Nick datar yang juga melirik ke arah dimana Andrew dan Fania berada. Hatinya lumayan panas karena melihat Fania sedang berciuman dengan pria yang dikenalkan sebagai suaminya.
“But I think I ever saw that man before. His face look familiar. ( Tapi kayaknya gue pernah liat itu cowok sebelumnya. Mukanya kayak ga asing ). Ucap salah seorang temannya yang berkebangsaan asing sama seperti Nick. Ia seperti sedang mengingat - ingat wajah pria yang sedang bersama wanita yang nampaknya disukai oleh Nick.
“I don’t care ( Gue ga perduli).” Sahut Nick cepat. “I just care about her ( Aku hanya perduli pada wanita itu ).”
“Your X?. ( Mantan lo? ).” Tanya si Pria Indonesia teman Nick.
“A woman that supposed to be mine. Just mine ( Seorang wanita yang seharusnya jadi milik gue. Hanya milik gue ).” Ucap Nick lalu ia bergegas berdiri. “I’m off from here ( Gue pergi dulu ).” Pamit nya dengan tiba – tiba setelah sekilas melirik ke arah Fania dan Andrew dan terlihat Fania sedang membelai wajah suaminya lalu memberikan kecupan mesra pada laki – laki disampingnya dengan senyuman yang sangat Nick kagumi.
*
To be continue ..
---Author kasih dua episode lagi niiiihhh---
Jangan lupa tinggalkan jejak
LIKE---VOTE---KOMEN
__ADS_1
💗💗💗💗