BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 145


__ADS_3

Selamat membaca ...




*


“ My oh My. ( Ya ampun ).” Laki – laki itu menggeleng takjub saat melihat seseorang yang ia cari sedang berjalan dengan anggun dan nampak seksi karena hanya berjalan biasa namun pinggul rampingnya bergerak bak sedang mengikuti irama. “My Drop Dead Gorgeous Sweetheart.” ( Kekasihku yang amat mempesona ).


Membuat anggota keluarga Smith menatapnya heran, lalu mengikuti arah mata kemana laki laki itu memandang dengan pandangan kagumnya.


“ Ciri – ciri orang mau mati cepat.” Gumam Reno setelah melihat siapa yang sedang di pandang oleh Hefner dengan pandangan takjub dan ‘lapar’ nya.


“Ckckck... ga sadar dia masuk ke sarang serigala.” Ucap Ara yang juga ikut memandangi Hefner dan wanita itu geleng – geleng saja.


“Aku permisi ke toilet kalau begitu.” Michelle berdiri untuk kabur menghindari keributan yang mungkin terjadi.


“Nganter Nyawa....” Ucap dua J.


Sementara Andrew menatap laki – laki itu dengan sangat tajam. Dan Hefner sama sekali tidak menyadari  hal tersebut. Karena matanya tak berpaling dari sosok indah yang kini semakin mendekat.


Hefner bergegas menghampiri, namun Reno menahan lengannya. Membuat Hefner menoleh padanya.


“Don’t.” ( Jangan ). Ucap Reno


“What?.” ( Apa ? ). Pria itu terkekeh. Kembali menoleh ke arah tadi memandang dan sosok yang dibalut dengan keindahan itu sudah berada sedikit jauh di sebrangnya. Sejajar dengan Andrew yang sudah berdiri menghadap pria itu.


Hefner mulai memposisikan mata liarnya untuk mengabsen setiap bagian fisik gadis cantik bertubuh molek yang adalah Fania. Membuat Mr. Snowman tak senang kalau Mrs. Snowman nya dipandangi dengan lapar oleh pria lain, Andrew menghadang pandangan Hefner dengan berdiri di depan Fania nya.


“Just like R said. Don’t.” ( Seperti yang R bilang. Jangan ). Ucap Andrew tegas menatap tajam pada Hefner.


“What is it Andrew?. You want her too?.” ( Kenapa Andrew?. Kau menginginkannya juga? ). Hefner mencoba ber guyon sambil terkekeh, namun Andrew tetap bergeming, namun sebelah tangannya menarik Fania untuk duduk kembali ke kursinya.


John berdiri untuk membantu menarikkan kursi agar Fania bisa duduk meski gadis itu sedikit bingung.


‘ Ck. Kehancuran lo sudah di depan mata kalau masih lo lanjutkan, Hefner. ‘ Batin Jeff.


“This lovely lady is with you, guys. Huh?.” ( Wanita cantik ini jadi bersama kalian ? ). Hefner masih tidak paham atas sikap Andrew. Laki – laki itu masih terus memandangi Fania dengan senyum Casanova nya.


“Our Table is full. Better you go.” ( Meja kami penuh. Lebih baik kau pergi ). Ucap Andrew dan ia beralih kepada Fania nya.


“Oh C’mon Andrew.” ( Ayolah Andrew ). Ucap Hefner dan Andrew kembali berdiri berhadapan dengannya. “ Is she part of your family?.” ( Apa dia bagian dari keluarga kalian? ).


“None of your Business.” ( Bukan urusan lo ). Sahut Andrew sambil masih mencoba menahan emosi yang sedikit mulai naik. Dan Fania merasakan ada sesuatu yang kurang enak saat ini.


“Just let me know her. Perhaps, she can be part of my family?. (Biarkan aku mengenalnya. Mungkin dia bisa menjadi bagian dari keluargaku? ). Tambah Hefner namun matanya tak berpaling dari Fania yang mulai merasa risih dipandangi nakal oleh Hefner. Hal yang semakin memicu emosi Andrew.


“Stop it Hefner. Just go. We’re also leaving.” ( Hentikan Hefner. Pergilah. Karena kami juga akan pergi ). “ Sergah Reno yang sudah berdiri sambil memegang bahu Hefner agar pria itu berhenti mengoceh. Menyadari ada sorot mata yang menatap Hefner dengan tatapan mengancam.


Ara dan yang lain termasuk Michelle yang sudah kembali dari toilet bersiap meninggalkan meja mereka.


“Well, at least introduce me with this seductive woman, if she’s part of your family.” ( Yah setidaknya kenalin lah dengan wanita yang begitu menggoda ini, jika dia bagian dari keluarga kalian). Hefner masih berusaha.

__ADS_1


“Watch the way you talk!.” ( Jaga bicaramu ! ). Andrew sudah menempatkan telunjuknya di depan wajah Hefner. Lalu menggandeng tangan Fania.


“I’m telling the truth okay?. ( Aku mengatakan yang sebenarnya oke? ). She is so seductive ( Dia memang menggoda ). “ Hefner benar – benar tak sadar kalau ia sedang menyulut bara api di hati Andrew yang masih menahan diri mengingat keluarganya dan keluarga Hefner punya hubungan baik.


‘ Haish ni orang, asli cari mati.’ Batin John yang jengkel dengan si Casanova yang banyak bicara itu. “Udahlah Ndrew ga usah ditanggapin.” Sahut John sambil melirik Reno.


“Wait, she’s yours, Andrew?!. ( Tunggu, dia milik lo Andrew? ).” Hefner melihat Andrew menggandeng tangan Fania.


“Leave it, Ndrew. Let’s go.” ( Abaikan Ndrew. Ayo pergi ). Ucap Reno yang juga menggandeng Ara dan Michelle berjalan bersama Jeff. Sementara John berada di belakang Fania dan Andrew.


“None of your Business, I said.” ( Gue bilang itu bukan urusan lo ). Ucap Andrew seraya mulai berjalan meninggal kan Hefner.


“ You really have a good eyes to choose hottie untuk make your bed shaking. “ ( Mata lo benar benar bagus memilih cewek seksi yang bisa menggoyangkan ranjang lo ). Celetuk Hefner.


BUGH !.


Satu hantaman keras dari Andrew mendarat tepat di wajah si Casanova yang banyak bicara itu. Sontak mengundang perhatian orang – orang yang berada disitu.


Membuat Dad dan Mom yang sedang bercengkrama bersama kenalan mereka akhirnya bergegas ke arah keributan karena melihat Andrew yang tampak akan menghantam seseorang.


“Nald!”. Pekik Fania.


“Andrew!.” Pekik yang lainnya.


“What the....” ( Apa - apaan ...... ). Hefner merasakan ada cairan hangat keluar dari hidungnya.


Andrew yang mata dan wajahnya mulai memerah karena emosi, masih terlihat akan memberikan satu pukulan lagi pada Hefner, namun keburu Reno dan John menghadang tangan laki – laki plontos bertubuh sangat atletis itu.


Sabar atuh Babang Andrew.


Hefner memandang tidak senang pada Andrew yang sudah menghantam wajahnya.


“Leave it, Andrew!. Just Go!.” ( Udah Ndrew. Pergi sana! ). Ucap Reno. “Leave him to me.” ( Biar gue yang urus dia ).


“ I Won’t Let People Say Things That Are Condscending My Wife.!” ( Gue ga akan biarkan orang berbicara hal yang rendahan tentang istri gue!). Ancam Andrew pada Hefner sambil kembali mengarahkan telunjuknya pada Hefner.


“Nald....” Fania merengkuh tubuh Andrew yang dadanya sedang naik turun karena emosi yang sepertinya belum redam. Membuat laki – laki itu menurunkan arah matanya. “Kita pulang?. Hem?.” Ucap Fania lembut sambil mengelus sebelah pipi Andrew. Sukses meredamkan sedikit emosi pria itu yang kemudian merengkuh erat pinggang Fania dan membawanya pergi.


Diikuti Mom, Ara dan juga Michelle. Sementara Dad Anthony, Reno dan dua J masih tinggal bersama Hefner.


“Our Family had a Good Relation. So keep it.” ( Keluarga kita punya hubungan baik. Jadi jaga itu ). Ucap Tuan Anthony datar pada Hefner namun matanya seperti memberi peringatan dengan aksen Inggrisnya, kemudian laki – laki paruh baya itu pergi dari hadapan Hefner.


“Leave London as soon as possible.” ( Tinggalkan London secepatnya ). Ucap Reno lalu melangkah menyusul Dad Anthony.


“You have been warned, Dude.” ( Lo sudah diperingatkan ). Sahut Jeff.


“Don’t! Try not even thinking. ( Jangan ! Mencoba atau bahkan berpikir ). “ Tambah John. “ You know where you will end up. “ ( Lo tau dimana lo akan berakhir ).


“Just like R said, leave London ASAP ( As Soon As Possible ). For this one, Andrew probably has an resentment.” (


Seperti yang R bilang, tinggalkan London secepatnya. Untuk yang satu ini, Andrew bisa saja punya dendam ).” Jeff menambahkan peringatan, lalu ia dan John meninggalkan Hefner dalam suasana hati yang hanya laki – laki itu rasakan sendiri.


"Andrew's Wife?." ( Istrinya Andrew ? ).  Gumam Hefner.

__ADS_1


****


Fania terus memandangi Andrew di dalam mobil sejak dari restoran. Donald nya itu tak berbicara sedikitpun sejak masuk mobil, meski tetap memeluk pinggang Fania. Namun pandangannya terarah ke luar kaca mobil dan sudah melonggarkan dasinya. Sedikit terlihat berantakan namun tetap saja mempesona untuk Fania.


Cup!


Fania akhirnya mengecup pipi Andrew bermaksud agar suasana hati Donald nya itu semakin membaik.


‘Serem amat sih Nald, kalo udah marah.’ Batin Fania. ‘Dulu ga begini perasaan.’


Kecupan Fania di pipi Andrew sukses membuat laki – laki itu menoleh pada akhirnya.


“I’m okay. Don’t you worry, hem?.” ( Aku ga apa – apa, kamu jangan khawatir ). Andrew tersenyum lalu mengecup pucuk kepala Fania, makin mengeratkan rengkuhan nya.


Fania juga melingkarkan kedua tangannya dipinggang Andrew. Hingga keduanya kembali diam dalam perjalanan menuju ke Kediaman Utama Keluarga Smith.


****


Andrew mengantarkan Fania hingga ke kamarnya. Laki – laki itu pun melepaskan Jas, Vest dan dasinya. Menyisakan kemeja yang lengannya ia gulung dan dua kancing yang terbuka di bagian leher.


“Kamu ganti baju, bersih – bersih. Jangan mandi.” Ucap Andrew. “Aku ke bawah sebentar. Kalau kamu sudah selesai, langsung istirahat.”


“Oke.” Sahut Fania singkat dan tersenyum tipis seraya mengangguk pada Andrew yang kemudian bergegas turun untuk menemui Dad dan Reno beserta dua J , yang memutuskan menginap di Kediaman Utama Keluarga Smith malam itu.


Fania terduduk di ranjang, lalu merebahkan sebagian badannya dengan satu tangan sebagai bantalan. “Sepertinya


gue ini sumber masalah, ya ?!.” Gumamnya Lirih pada dirinya sendiri.


***


“Andrew.” Ucap Tuan Anthony saat dirinya beserta Reno dan dua J sedang duduk berkumpul di ruang keluarga. Seperti ada yang akan mereka bahas.


Sementara para wanita sudah lebih dulu pergi ke kamar mereka masing – masing.


“Advance the schedule. I don’t want to wait any longer.” ( Majukan jadwal. Aku tidak mau menunggu lebih lama lagi ). Ucap Andrew kepada ke empat orang laki – laki yang sedang menatapnya.


“As your wish, Son.” ( Sesuai permintaanmu Nak ). Sahut Tuan Anthony.


*****


To be continue....


* Seperti biasa dukungannya buat Emaknya Queen selaku Author ya .... *😊 Biar emak selalu semangat buat update. Semangat sih karna dukungan kalian Ruar Biasah sampai hari ini 💗😊


LIKE


VOTE


KOMEN


 


 

__ADS_1


__ADS_2