BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
NEW CHAPTER OF LIFE HAS BEGUN 52


__ADS_3

🍁 SATU DAN LAIN HAL 🍁


*********************************


Selamat membaca .......


Enjoy


Bandung, Jawa – Barat, Indonesia


“Jadi, katakan apa alasan kamu?.”


Jeff langsung bertanya pada intinya ke Jihan. Jihan pun perlahan menoleh pada Jeff.


Namun wanita itu bungkam dan berpaling lagi ke arah lain. “Saya butuh penjelasan, Jihan Shaquita!.”


Jeff terdengar menggeram dalam pertanyaannya yang terdengar sedikit formal.


Disatu sisi dia bahagia, karena ternyata dirinya adalah seorang ayah sekarang. Tapi disisi lain dia marah pada wanita yang sedang ia tatap secara intens ini.


Wanita yang sudah menyembunyikan kehamilannya dan melahirkan hingga membesarkan anak laki – lakinya, menyembunyikannya selama tiga tahun dari Jeff.


“Saya ... saya tidak tahu harus menjelaskan seperti apa. Saya sudah kembali kesini saat saya tahu kalau saya sedang hamil.” Jihan mulai bersuara.


“Kenapa kamu mengundurkan diri dari Perusahaan, dua hari setelah


kamu berada diranjang saya.” Ucap Jeff dengan penekanan seraya bertanya sambil terus menatap Jihan yang menoleh kaget dengan ucapan Jeff yang membuat Jihan nampak kaget.


“Saya .. saya cukup tahu diri.” Wanita itu tertunduk lagi.


“Untuk?.”


“Untuk tidak mengganggu anda, dan berpikir kalau saya menjebak anda setelah anda tahu kalau saya bekerja di Perusahaan Smith waktu itu.”


Jeff tersenyum miring.


“Kamu terlalu banyak nonton drama.”


“Saya mohon .. jangan ambil Nathan dari saya....” Jihan memohon dengan wajah memelas pada Jeff, pasalnya Jihan pernah bekerja di Perusahaan Smith dan sedikit banyak mengetahui kalau orang - orang dalam keluarga tersebut pastilah punya kekuasaan untuk melakukan apapun.


“Berikan saya alasan yang bagus untuk itu.”


Jeff menunjukkan wajah angkuh dan sinisnya.


“Apa yang kita lakukan malam itu mungkin adalah suatu kesalahan. Tapi kita melakukan tanpa paksaan bukan?. Aku tahu kamu masih virgin waktu itu, bahkan saya sudah menyiapkan diri jika kamu meminta saya untuk menikahi kamu. Tapi lihat apa yang sudah kamu lakukan, heh?!.”


“Ma-maaf...”


“Maaf kamu bilang?!.” Jeff nampak geram. “Tiga tahun kamu memisahkan saya dengan putra saya, empat dengan masa kehamilan kamu, dan kamu hanya bilang maaf?!.” Jeff terkekeh sinis. “Kamu tidak tahu kamu berurusan dengan siapa!.”


“Apa anda akan menerima kalau tiba – tiba saya datang setelah berminggu – minggu dan mengatakan kalau saya sedang mengandung anak anda?!” Jihan menjawab dengan wajah kesal dan frustasinya. Merasa kalau Jeff sedang memojokkannya.


“Apa kamu sudah mencobanya?!.”


“Lalu mempermalukan diri saya sendiri, kalau seandainya anda tidak mau bertanggung jawab?!.” Jihan nampak membela dirinya.


Jeff terkekeh, namun kekehannya terdengar seperti ledekan di telinga Jihan.


“Tapi kamu tidak pernah mencobanya, Jihan Shaquita!. Bahkan kamu pernah mencoba menggugurkan nya bukan?. JAWAB!.” Jeff mencengkram lengan Jihan yang kemudian nampak meringis.


“Saya.. saya benar – benar bingung saat itu..” Jihan mulai menangis.


Jeff melepas cengkraman nya pada lengan Jihan. “Kalau kamu takut dipermalukan didepan orang banyak. Kamu seharusnya bisa menelpon saya. Saya rasa bukan perkara sulit untuk mendapatkan nomor telpon saya.”


“Saya .. tidak sampai berpikir kesitu....” Ucap Jihan sambil terisak.


“Karena kamu egois!. Kamu pikir sudah melakukan hal yang benar dengan memutuskan merawat anak kamu sendiri?!. Kenyataannya kamu wanita dan ibu yang egois!. Kamu tega membiarkan anak kamu tumbuh tanpa seorang ayah, semata – mata hanya karena keegoisan dan gengsi kamu!.”


“Tidak.. bukan seperti itu.”


“Tapi itu yang jelas terlihat di mata saya.” Ucap Jeff menatap Jihan lekat – lekat.


“Saya ... saya minta maaf, kalau selama ini menyembunyikan Nathan dari anda....” Ucap Jihan lirih. “Saya benar – benar menyesal....”

__ADS_1


Jeff memejamkan matanya sejenak sembari menarik nafasnya dalam - dalam, lalu menghembuskan nafasnya yang terdengar berat.


“Saya sudah memaafkannya. Mau bilang apa? sudah terjadi. Waktu saya yang hilang bersama anak saya sudah tak mungkin diputar lagi. “ Jeff menahan kesalnya yang tertahan. “Sekarang saya akan fokus pada Nathan. Benar


kan, Nathan namanya?.” Tanya Jeff dan Jihan mengangguk.


“Nathan Kafi.” Ucap Jihan.


“Dia akan menyandang nama Adjieran Smith dibelakangnya mulai dari sekarang.” Sahut Jeff dan Jihan langsung menatapnya meski nampak takut – takut. “Saya akan segera mengurusnya. Dan saya harap setelah ini jangan melakukan hal yang bodoh dengan berpikir untuk membawanya pergi jauh dari saya.”


Jeff memberikan peringatan.


“Tapi kamu ga akan memisahkan saya dengan Nathan kan?... Tu-Tuan Jeff ....”


Jeff menyunggingkan senyum setengah menyeringai. “Jika kamu tidak mencari masalah dengan saya.”


Jeff pun membalikkan badannya, lalu berbicara pada Jihan sembari menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit Jihan mengerti.


“Sebaiknya kita kembali kedalam. Saya ingin bermain dengan anak saya.”


**


“Gimana, ketemu?.” Ara langsung menyambangi Fania dkk yang sudah kembali dari Bandung. Dan keluarga yang lain juga akhirnya menyambangi dengan antusias.


“Kak Ara liat aja noh mukanya si bugil. Cengengesan ga kelar – kelar.” Sahut Fania sambil terkekeh menunjuk pada Jeff. “Gue rasa ga cuman bahagia ketemu anaknya, tapi juga kesengsem sama emaknya itu anak.”


“Jangan suka bikin gosip Kajol!.” Jeff langsung menyangkal.


“Jangan sembarangan ngomong lo!. Istri gue ga suka nge gosip.” Babang Andrew membela istrinya. Padahal mah iye suka nge-gibah sama si Priwitan.


Fania cekikikan dan menjulurkan lidahnya pada Jeff.


“So it’s been confirmed, that boy is your son, Jeff? ( Jadi sudah dikonfirmasi kalau anak itu memang anak kamu, Jeff? ).” Tanya Dad.


“Yes, Dad ( Iya, Dad ). He’s my son ( Dia anakku ).”


“Terus kenapa ga dibawa?.” Tanya Mom penasaran. "Mom kan ingin sekali bertemu dengan cucu Mom itu"


“Namanya Nathan?.”


Jeff menjawab pertanyaan Mom dengan anggukan.


“Andrew sama Fania ke kamar dulu.” Ucap Andrew yang sudah menggandeng Fania. “Andrea mana?.”


“Ada dikamar gue sama Varen.” Sahut Reno.


“Ya udah titip sebentar gue ganti baju dulu.”


“Ga usah kalian istirahat aja. Andrea juga lagi tidur.”


“Oh ya sudah.” Ucap Andrew. “Titip ya R. Momma sama Poppa mau bobo bentar.” Andrew terkekeh dan mendapat kepretan dari si Kajol.


“Ck. Apaan sih Donald Bebek!” Fania mendengus sebal, tapi yah si Donald Bebek malah tergelak.


“Tau ih Kak Andrew. Mesum ga selesai – selesai.” Celetuk Michelle. ‘Ga bosen apa begituan melulu.’ Batinnya.


“Enak habisnya.”


Jawaban tanpa akhlak yang meluncur dari mulut kakaknya.


‘Iya sih.’ Batin Michelle spontan mengiyakan. ‘Oh astaga!....’ Malu sendiri.


“Mikirin apa hayo.” Dewa berbisik di telinga Michelle dan gadis itu spontan merona.


“Apaan sih!.”


Dewa terkekeh.


“Sabar ya, sebulan lagi, nanti kita mesum – mesuman berdua.” Ucap Dewa sambil mengerling jahil. Michelle spontan melotot padanya.


**


Beberapa jam kemudian Keluarga Adjieran Smith pun sudah berkumpul kembali. Sekedar ngobrol – ngobrol soal tali kasih antara Jeff dan anak laki – lakinya dan yang utama ya membahas soal rencana pernikahan Michelle dan Dewa bulan depan.

__ADS_1


“Oh iya Dad, Mom. Orang tua aku akan datang tiga hari lagi, untuk melamar anak Dad sama Mom yang cantik tapi judes ini secara resmi.” Ucap Dewa pada Dad dan Mom yang menginformasikan soal kedatangan orang tuanya untuk melamar Michelle secara resmi.


“Ngatain aku judes, tapi ngotot mau nikahin aku!.”


“Tuh kan, Dad, Mom. Bener kan yang aku bilang?.”


“Udah bukan rahasia lagi itu sih, Dewa.” Celetuk Mom.


“Ck!. Mom nih, bukan dukung anaknya malah dukung dia!.” Michelle mencebik sambil melirik sebal pada Dewa yang terkekeh.


“Eh iya ngomong – ngomong soal tanggal pernikahan kalian, itu udah fix tanggal 5 bulan depan?.” Tanya Fania pada Michelle dan Dewa.


“Tau nih Kak Dewa, maunya buru – buru aja.”


“Yah kan biar cepet – cepet halal, Chel”


“Masih lebih mending daripada kamu yang persiapannya seminggu, Sweety.”


“Betul itu.”


John mengiyakan ucapan Ara.


“Emang kenapa Naomy, kamu tanya begitu?.” Tanya Dewa pada Fania.


“Engga, gue tuh udah kasih tau si Prita soal rencana pernikahan Kak Dewa sama Michelle” Ucap Fania dan John langsung nampak antusias mendengar nama si Priwitan disebut oleh Fania barusan.


“Si Prita mau kesini, Jol?.” Tanya John yang terlihat bersemangat. “Kapan?.”


“Pasti dia kaget ya, denger si Michelle mo nikah sama si Dewa?.” Celetuk Jeff.


“Kaget banget.” Sahut Fania. “Justru itu makanya gue tanya. Tanggal nikahan kalian ga bisa diundur?. Kalo tanggal yang ditentuin dari awal, si Prita kayaknya ga bisa dateng.”


“Loh memang kenapa Kak?” Tanya Michelle.


“Pas banget itu tanggal kompetisinya dia. Baru bisa kesini sekitar bulan depan.” Ucap Fania lagi. “Ga bisa diundur gitu tanggal kalian nikah?. Biar kita bisa kumpul kan jadinya.” Sambungnya.


“Kamu kan tau alesan aku ingin buru – buru menikahi dia.” Dewa meraih tangan Michelle.


“Iya sih, gue paham, Kak. Gue sekedar tanya.” Sahut Fania.


“Prita benar – benar ga bisa dateng Kak memangnya?.” Tanya Michelle.


“Kalau tetap ditanggal yang udah kalian setting ya ga bisa. Sayang latihannya kalo kompetisi dia tinggalin.”


“Jadi ada kemungkinan Prita ga bisa dateng di nikahan mereka, Jol?.” John nampak kecewa.


“Konfirm ga bisa kalau tetap ditanggal itu, seengganya sampai pertengahan bulan depan.”


“Ya udahlah, jangan diganggu juga, Little F. Dia kan lagi serius – seriusnya dibidang itu.”


“Iya, Kak Ren. Tapi nanti gue keep in touch sama dia deh. Siapa tahu jadwal kompetisi si Priwitan di New York berubah.”


‘Oh New York ya?.’ Batin John tersenyum. Sepertinya Fania tak sadar keceplosan. ‘Jadi Prita di New York sekarang?.’


“Dia juga lagi sibuk di dance, nah makanya dia suka nomaden sekarang.” Ucap Fania lagi. “Mau turing lagi kan. Nih katanya sebelum kompetisi ada waktu off  dia mau shooting dance koreo juga di Kanada. Sok sibuk beut itu bocah.”


“Jadi sebenarnya sekarang si Prita ada di New York apa bukan?!.” John bertanya dengan sedikit ngotot pada Fania.


“Dih kenape jadi nyolot lu, Kak?.”


*


To be continue ..


Jempol jangan lupa wokeh?*


Mohon maap sebelumnya, bukan Author pelit update sekarang – sekarang ini. Satu, Author kan lagi nyiapin sekuelnya Bukan Sekedar Sahabat. Dua, ya berhubung Author IRT yang sok sibuk juga jagain warung makan dan uplek – uplek didapur bikin pesenan demi sebongkah berlian, jadi harap maklum yak.


Soalnya Author juga ga mau bikin asal tulis cerita. Biar reader setianya BSS juga ga komplain, kalo ceritanya ga mutu.


Begitu kira – kira. Yah walaupun novel ‘Bukan Sekedar Sahabat’ ini juga ga bagus – bagus amat kan yak. Hehe. Masih kalah sama cerita – cerita di Novel lain yang populer, tapi Author Cuma berusaha buat kasih hiburan berupa bacaan yang menarik. Kira – kira begitulah.


Makasih udah baca curcolnya Author. Wkwkwkwkwk

__ADS_1


__ADS_2