BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
NEW CHAPTER OF LIFE HAS BEGUN 11


__ADS_3

CIEEE DIKASIH BACAAN LAGI NIH YE, HARI INI. JEMPOL KONDISIKAN. MUMPUNG AUTHORNYE LAGI BAE NGASIH TIGA EPISODE DALAM SEHARI BIAR KAGA LANGSUNG JUGA


😁


♦PERANG DINGIN♦


**


Selamat membaca ...


- - -


Frognal ...


“Nina, please call Fania for dinner ( Nina, tolong panggilkan Fania untuk makan malam ).” Ucap Ara pada Asisten rumah tangganya yang paling ia dan Reno percaya itu.


“Mrs. Fania has left Mrs. Ara, about an hour ago ( Nyonya Fania sudah pergi Nyonya Ara, sekitar satu jam yang lalu ).”


“Left? ( Pergi? ).” Reno memastikan. “Katanya mau menginap?. Ngambek pasti.” Ucapnya.


Ara menghela nafas. “Ya sudah aku telfon dia dulu kalau begitu.”


“Did she say where she’s going to? ( Apa dia bilang mau kemana? ).”


“She  said  that she’s going back home, Sir ( Dia bilang mau pulang ke rumah, Tuan ).”


“Alright then, thank you Nina ( Ya sudah, makasih Nina ).” Ucap Reno. “Biar aku aja yang telfon Little F, Babe ..”


*****


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith ..


“Loh Fania?. Bukannya kamu bilang mau menginap di tempat R dan Ara?.” Mom bertanya saat Fania menghampiri dirinya, Dad beserta Michelle, karena Jeff sedang pergi bersama Andrew ke Italia.


“Ga jadi Mom.”


“Kenapa?.” Tanya Mom.


“Ga apa – apa. Takut Andrew tiba – tiba pulang hari ini.” Jawab Fania lagi.


Mom manggut – manggut. “Ya sudah, ayo kita makan aja kalau begitu.” Ucap Mom dan Fania mengangguk langsung duduk ditempatnya seperti biasa untuk makan malam bersama Mom, Dad dan Michelle.


Tak lama dering telpon rumah Kediaman Adjieran Smith pun berbunyi, Theresa buru – buru mengangkat gagang telpon.


“Who’s called? ( Siapa yang menelpon? ).” Tanya Dad pada Theresa saat kepala asisten rumah tangga mereka itu menutup panggilan.


“Mister R, Sir. He was asking about Mrs. Fania ( Tuan R, Tuan. Dia bertanya tentang Nyonya Fania ).”


Fania hanya melengos sebentar.


Dad manggut – manggut saja.


“Waktu kamu kesana, apa R dan Ara ada dirumah, Sweety?.” Mom kembali bertanya.


“Ada Mom.”


“Terus kok R telfon?. Memangnya kamu ga bilang – bilang mau pulang lagi kesini?.”


‘Males.’ Batin Fania menjawab duluan. “Mereka cape banget kayaknya. Ga mau ganggu.”


“Oh iya, Kak Ara kan sedang mempersiapkan koleksi terbarunya untuk acara London Fashion Week sabtu ini ya?.”


Celetuk Michelle. “Besok kita cari gaun ya Kak Fania?.”


“Liat besok ya Chel.” Fania menjawab datar.


“Gimana sih Kak Fania nih, kita besok mampir ke butiknya Kak Ara. Kita kan harus tampil spesial dong di acara itu.”


“Iya .. liat besok aja deh. Gaun gue yang belum sempat dipakai masih banyak.”


****


‘Dimana?. Gue telfon ga diangkat. Ngambek?.’


Pesan dari Reno yang masuk ke ponsel Fania sejak setengah jam yang lalu baru ia baca. Berikut beberapa pesan dari Andrew.


‘Rumah.’ Fania menjawab singkat pesan dari Reno. Kemudian membalas pesan dari Andrew.


‘Iya sudah tau. Tadi gue sudah telpon ke Mansion. Jangan suka ngambek udah gede.’ Satu lagi pesan dari Reno yang masuk ke ponsel Fania. Tapi hanya dibacanya, tak dijawab.


“Bomat!. Mendingan gue telpon Donald Bebek.’


**


Esok hari ..


“Loh Fania?, kamu mau kemana?.” Tanya Mom yang berpapasan dengan Fania di dekat tangga.

__ADS_1


“Mau jemput suami tercinta.”


Mom ber oh ria. “Jangan mampir – mampir, nanti Mama Anye kan mau datang juga sama Dewa. R, Ara sama anak Sultan juga kan mau menginap disini.” Ucap Mom.


“Iya Mom.”


“Sekalian nanti kita coba gaun yang dibawakan Ara untuk acara besok.”


“Oke....” Fania menjawab datar. “Fania berangkat dulu ya Mom, Assalamu’alaikum.”


Fania berpamitan sembari menyalim takdzim tangan sang ibu mertua.


****


Fania tersenyum lebar saat melihat Andrew turun dari pesawat pribadinya.


Sang suami pun sama sumringahnya. Antusias menghampiri Fania yang berjalan kearahnya, memeluk dan menciumnya. Kaga bakal kelewat kalo yang itu sih. Membuat si Jeff jengah seperti biasa.


Terlebih lagi Fania langsung memposisikan dirinya untuk digendong Andrew yang dengan senang hati menggendong depan istrinya yang nampak manja itu. Gumush dah si Donald Bebek kalo Fanianya sudah begitu.


“Kangen, hem?.”


“Banget.”


Dua insan lebay melepas rindu, padahal Cuma tiga hari ga ketemu. Ckckck.


“Kalah pengantin baru sama lo berdua juga.” Celetuk Jeff. “Udah nanti aja mesra – mesraan dikamar. Gue lapar!.”


“Iri bilang Boss!.” Timpal Andrew sambil terkekeh pada Jeff.


“Udah cepat ayo!.” Jeff sudah masuk ke mobil yang sudah juga bersiap beserta supirnya untuk menjemput dua orang itu.


“Lo duluan gih Kak. Andrew sama gue.” Ucap Fania. “Gue bawa mobil soalnya.”


Jeff mengangguk dan langsung menyuruh supir yang menunggunya dan Andrew untuk langsung jalan. Sementara Andrew mengernyitkan dahinya.


“Tumben kamu jemput aku bawa mobil sendiri?.”


“Lagi pengen berduaan.”


“Ya sudah ayo. Sini kuncinya. Biar aku yang mengemudi.”


“Kamu ga cape?.”


Andrew menggeleng, membawa Fania yang masih dalam gendongannya untuk masuk ke mobil dan mendudukkannya di kursi penumpang.


“Sini.” Andrew  menepuk – nepuk pahanya, agar Fania duduk diatas pangkuannya, setelah ia memundurkan


“Engga ah, nanti ditilang, tau rasa.”


“Aku traktir nanti polisinya kalau kita ditilang.” Andrew terkekeh. “Lagipula kaca mobil ini kan gelap Heart, tak terlihat dari luar.” Ucap Andrew karena mobil yang dibawa Fania ini salah satu mobil koleksi pribadinya. “Sini.” Ucap Andrew lagi, kembali menepuk pahanya.


Fania pada akhirnya beringsut dari kursi penumpang dan duduk diatas pangkuan Andrew sembari langsung melingkarkan kedua tangannya di leher laki – laki itu.


Cup!. Satu kecupan mendarat dibibir Fania dari Andrew.


“Miss you ( Kangen ).” Ucap Andrew.


“Miss you more ( Lebih kangen ).” Sahut Fania.


“Kamu sudah atur tujuan di gpsnya kan?.” Tanya Andrew karena auto drive dia nyalakan tadi.


Fania mengangguk, namun Andrew sedikit mengernyitkan dahinya, melihat titik tujuan pada layar gps dalam mobil Fania.


“Our home? ( Rumah kita? ).”


Fania mengangguk lagi.


“Bukannya kita harus ke Mansion?. Semua orang akan berkumpul kan?. Termasuk Mama Anye yang katanya juga akan datang hari ini bersama Dewa?.” Ucap Andrew yang heran kenapa Fania mengatur arah menuju rumah mereka, bukan ke kediaman utama. “Katanya Ara mau membawakan beberapa gaun untuk kalian para wanita yang akan dipakai besok?. Atau kamu takut aku cemburu sama Dewa?.”


“Engga. Aku lagi pengen teriak.”


Fania kemudian beringsut dari pangkuan Andrew, kembali ke kursi penumpang disamping suaminya itu. Andrew masih memperhatikan gerak – gerik sang istri. “Teriak?.”


“Hum.” Jawab Fania manja, sambil mengotak – atik ponselnya dan Andrew kembali mengatur kursinya. “Nih. Aku baru beli.” Menunjukkan satu gambar dalam ponselnya.


Seketika Andrew meneguk sedikit salivanya, membuat boxernya yang tadinya pas seketika menjadi sesak. “Kamu membeli itu?.” Tanya Andrew.


Fania belum menjawab, hanya membuka dua kancing kemeja. Menunjukkan pada sang suami yang otaknya mulai travelling itu, bagian atas dalaman yang berenda, yang tadi gambarnya ia tunjukkan pada sang suami.


“Sudah aku pakai malah.”


“Oke, kita pulang kerumah!.” Andrew langsung mematikan kemudi otomatis dan langsung mengambil alih kemudi dengan serius. Fania tak dapat menahan dirinya untuk tak tergelak dengan kelakuan Andrew. “Akan aku buat kamu


teriak sampai minta ampun, Heart.” Ucap Andrew dengan semangat empat lima melajukan mobilnya. Fania makin tergelak.


Kalau menurut si Donald Bebek, lebih baik melewatkan makan bersama keluarga, daripada melewatkan paha

__ADS_1


dan dada montok Fania. Omes dasar.


***


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith ...


“Assalamu’alaikum.”


Jeff mengucapkan salam saat dirinya sudah sampai di Mansion. Semua sudah berkumpul, termasuk Mama Anye dan Dewa yang sudah datang dari Jerman untuk menghadiri acara London Fashion Week esok hari. Para wanita sedang sibuk melihat lihat  dan mengepaskan beberapa gaun yang dibawa Ara.


“Wa’alaikumsalam.” Ucap semuanya membalas salam Jeff.


“Loh Andrew sama Fania mana?.” Tanya Ara yang menyadari Jeff hanya sendirian.


“Menyusul dengan mobil lain. Si Kajol bawa mobil tadi pas jemput Andrew.” Jawab Jeff dan Ara hanya ber Oh ria. Jeff pamit untuk bebersih badan baru kemudian ikut bergabung saat makan malam nanti.


**


“Jeff, where’s Andrew and Fania?. Why they haven’t arrived untill now? ( Jeff, mana Andrew dan Fania?. Kenapa mereka belum sampai juga? ).” Tanya Dad pada Jeff, karena memang Andrew dan Fania tak kunjung datang.


“Oh, sorry I forgot to tell. They not coming here. They’re back to their house ( Oh, sorry aku lupa bilang. Mereka ga datang. Mereka kembali ke rumah mereka ).” Jawab Jeff.


“Kenapa kok tiba – tiba?.” Tanya Mom.


“Ck, Mom kayak ga tau si Andrew aja kalo lama ga ketemu Fania. Tiga hari udah rasa tiga tahun. Pasti si Donald Bebek udah ga tahan ingin perang.” Semua orang terkekeh mendengar perkataan Jeff.


*


‘Jangan lupa LFW besok, gaun lo dikirim ke sana, kalau malam ini kalian ga pulang ke Mansion.’* Reno mengirimkan pesan teks pada Fania.


‘Ga usah gaun gue masih banyak.’ Balasan dari Fania.


‘Ga usah kekanak – kanakan. Don’t be such a baby! ( Ga usah gede ambek! ).’ Balas Reno lagi, namun Fania tak lagi mengirim balasannya.


**


Esok hari..


“Heart, you haven’t dressed up? ( Sayang, kok belum siap – siap? ). Kita mau ke LFW kan. Masa lupa?. Biasanya kamu excited kalau ada acara seperti ini?.” Ucap Andrew pada Fania yang masih berleha – leha dipinggir kolam


renang pribadi berukuran sedang di balkon kamar mereka.


“Kamu aja yang pergi. Aku males.”


“Kamu sakit?.” Andrew memegang dahi Fania. “Kamu sih kemarin menantang aku.” Andrew terkekeh, Fania tersenyum tipis.


“Aku hanya males.”


“Ara kan juga ikut serta, kamu ga bantu?. Biasanya kamu semangat kalau Ara sedang ada acara seperti ini?.” Ucap Andrew lagi. “Ayo, nanti Ara kecewa loh kamu ga datang. Go dressed up, I’ll be waiting ( Pergilah bersiap – siap, aku tungguin ).”


“Udah aku bilang aku males. Acara mereka ga ada urusan sama aku!.” Sahut Fania ketus.


*****


London Fashion Week ..


“Jeff, where’s Andrew and Fania?. Ara’s Collection will be showed up after this one ( Jeff, mana Andrew sama Fania?, Koleksinya Ara akan ditampilkan setelah ini ).” Tanya Reno pada Jeff saat mereka sudah duduk di acara tersebut.


“Andrew barusan telpon. Mereka ga datang. Fania menolak datang.” Ucap Jeff memandang Reno sambil mengendikkan bahunya.


Reno terdiam.


*****


Frognal, Rumah pribadi Andrew dan Fania...


“What is it, Heart? ( Ada apa, Sayang?. Kamu bertengkar dengan R dan Ara? ).”


“Engga.”


“Lalu, kenapa menolak datang hari ini?. Sepertinya kamu mengajak pulang kesini juga karena menghindari mereka, karena mereka ada di Mansion. Apa aku benar?.”


“Benar.”


“Kalian bertengkar soal apa, sampai kamu begini?.”


“Aku ga bertengkar.” Sahut Fania. “Tapi aku tersinggung!.”


*****


To be continue..


Author Mengucapkan


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI


Bagi Para Reader yang Merayakan.

__ADS_1


 


 


__ADS_2