BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 196


__ADS_3

Selamat membaca...


***


“Why you cut off communication with me, huh?! ( Kenapa kau memutus komunikasi denganku, hah? !).” Tanya Cindy yang wajahnya juga menunjukkan ketidak senangan.


“Remember our deal ? (Ingat perjanjian kita? ).” Tanya Nick balik pada Cindy.


“Of course I remember!. ( Tentu saja aku ingat! ).” Jawab Cindy sinis.


“Then what are you doing here?!. ( Lalu apa yang kau lakukan disini?! ).” Tanya Nick dengan tatapan tajam pada Cindy.


“You said that you gonna take her away!. ( Kau bilang kau akan membawanya pergi! ).” Jawab Cindy yang juga menatap Nick tajam. “Andrew said that he wants to pick up his wife! Are you betrayal?!. ( Andrew bilang kalau dia ingin menjemput istrinya! Apa kau berkhianat?! ).”


Nick terkekeh. “He’s just played you!. ( Dia hanya mempermainkan mu! ). You need to work hard to get him, though?. ( Kau harus bekerja keras untuk mendapatkannya lagi, sepertinya? ).”


“Tell me then, why are you still here?. ( Katakan padaku kalau begitu, kenapa kau masih disini? ). Is she still with you?. ( Apa dia masih bersamamu? ).” Tanya Cindy penuh curiga.


“Of course she’s still with me. ( Tentu saja dia masih bersamaku ). Beside I’m waiting for the chopper then I take her away to be with me forever!. ( Lagipula aku sedang menunggu helikopter datang untuk membawanya pergi bersamaku selamanya! ).” Nick menegaskan.


“You better not betrayal me Nick, you know that my Father has enough power to make your life get difficult. ( Kau sebaiknya tidak mengkhianatiku Nick, kau tau pasti kalau Ayahku memiliki cukup kuasa untuk membuat hidupmu sulit ).” Ancam Cindy.


“Don’t threatening me, Miss Cindy Frederick. I also have enough power to crash you into pieces. ( Jangan mengancamku, Nona Cindy Frederick. Aku juga punya cukup kuasa untuk menghancurkanmu menjadi berkeping – keping ).” Nick mengancam balik pada Cindy.


“Show me then!. ( Tunjukkan padaku kalau begitu! ). I wanna see her. ( Aku ingin melihatnya ).” Ucap Cindy yang ingin memastikan kalau Fania memang masih ditahan oleh Nick.


“Fine. ( Baiklah).” Sahut Nick.


Nick membawa Cindy menaiki lantai dua Villa terpencil yang ia sewa itu, lalu masuk menuju kamar dimana ia menyekap Fania.


Fania yang sedang berdiri terpaku, masih ditempatnya saat Nick melepaskan sebuah tembakan tepat di kepala orang yang pria itu bilang adalah mata – matanya Andrew. Tak mampu bergerak, tubuhnya bergetar melihat Nick membunuh orang tepat dihadapannya.


“She’s not going anywhere. ( Dia tidak akan pergi kemana – mana ).” Suara Nick membuat Fania menoleh. “Right when the chopper comes, I’ll take her away. And you can have Andrew Smith for yourself. ( Tepat saat helikopter tiba nanti, aku akan membawanya pergi jauh. Dan kau bisa memiliki Andrew Smith untuk dirimu sendiri


).”

__ADS_1


Cindy menyunggingkan senyum licik kala dia melihat Fania dengan mata kepalanya sendiri.


“What happened?. ( Apa yang sudah terjadi? ). Tanya Cindy saat melihat darah berceceran di lantai.


“Just a small mess. ( Hanya kekacauan kecil ).” Jawab Nick enteng. Sementara Fania sudah memandangi Cindy dengan rasa tak percaya.


“Well, well, well. Look who’s here?. ( Wah, wah, wah. Lihat siapa disini? ).” Ucap Cindy dengan nada mengejek sambil berjalan mendekati Fania. “Andrew’s Smith wife is having fun with another man. ( Istrinya Andrew Smith sedang bersenang – senang dengan pria lain ).”


Fania tak menjawab ejekan Cindy padanya. Hanya menatap wanita itu sembari menggeleng pelan. “Cih !.” Fania berdecih sambil memandang hina pada Cindy.


Sementara Nick berdiri melangkah mendekati Fania dan tersenyum tipis saat mendengar wanita itu berdecih pada Cindy.


Cindy masih memperhatikan Fania dengan senyumnya yang mengejek sambil memandangi Fania dari atas sampai bawah. “I don’t know what Andrew saw from you?! ( Aku tidak tau apa yang Andrew lihat darimu?! ).”


“Something that you don’t have, of course. ( Sesuatu yang tidak kau miliki, pastinya ).” Jawab Fania dengan nada mengejek. Cindy tergelak.


“You can say anything that you want to say, but I’m gonna make sure that you will be vanished from his life, in any ways. ( Kau bisa mengatakan apapun yang kau mau, tapi aku yakinkan kalau kau akan menghilang dari hidupnya dengan cara apapun ).” Ucap Cindy mencoba mengintimidasi Fania. “Try to accept him. Cause Andrew will accept me easily. ( Cobalah untuk menerima dia. Karena Andrew akan dengan mudah menerimaku ).”


Cindy berkata dengan percaya diri pada Fania sambil kepalanya menunjuk Nick sebentar, lalu berjalan pergi.


“Pathetic woman!. ( Wanita menyedihkan).” Ucap Fania yang berdiri tegak memandang Cindy, kemudian melangkah maju. “Poor you! ( Kasihan banget lo! ).” Fania menatap Cindy dengan pandangan mengejek kala wanita itu berbalik kembali setelah mendengar ucapan Fania barusan.


“What did you say?. ( Kau bilang apa? ).” Tanya Cindy dengan tatapan penuh kebencian pada Fania.


“I said, you are a Pathetic woman!. ( Gue bilang elo itu perempuan menyedihkan! ).” Ucap Fania dengan suara yang sedikit meninggi. “A sl*t, who .... (*Wanita murahan, yang..).”


Plakk!


Sebuah tamparan kencang yang diberikan Cindy mendarat di pipi Fania, sebelum wanita itu meneruskan kata – katanya. Nick pun sampai terkejut di tempatnya. “Cindy!.” Namun Cindy menghiraukan, karena wanita itu terlalu fokus pada Fania.


“You are the slt who came between me and Andrew!. ( Kau lah wanita murahan yang datang diantara aku dan Andrew! ).” Hardik Cindy yang melotot pada Fania setelah menampar wanita itu dengan sangat kencang. Menyisakan tanda merah di pipi Fania.


“Leave now, Cindy! ( Pergi sekarang, Cindy!).” Hardik Nick sambil berjalan mendekati Fania lagi.


“He never loved you, remember? He loves me only!. ( Dia tidak pernah mencintaimu ingat?. Dia hanya mencintaiku! ).” Ucap Fania yang memprovokasi Cindy sambil memajukan lagi tubuhnya pada Cindy.

__ADS_1


“Haha ....” Cindy tergelak mengejek. “What if he found out that his wife is getting a long with another man, in a private island, in a private room?. ( Bagaimana kalau dia sampai tau kalau istrinya sedang bersama pria lain, di pulau pribadi dan di kamar pribadi? ). Soon he will know that his wife is having a good time with another man. ( Secepatnya ia akan tahu, kalau istrinya sedang menikmati kebersamaan dengan pria lain ).”


“I know!. ( Aku tau! ).”


Sebuah suara bariton milik seorang pria terdengar dari balik pintu. Membuat Cindy, Fania, terlebih lagi Nick terkejut saat pria itu tak lama muncul dari balik pintu kamar yang terbuka.


Pria itu melangkah mendekati Cindy lalu memegang tangan kanan wanita itu. Meraih lalu menggenggamnya erat.


**


“This is too long Nino! ( Ini terlalu lama, Nino!).” Reno sudah sangat gelisah saat sudah dalam perjalanannya menuju Thailand.


“We’ll be arrive soon, Sir. ( Kita akan segera sampai, Tuan ).” Jawab Nino yang ikut serta bersama Reno ke Thailand.


“Nick Alister! How dare you!. ( Nick Alister! Berani – beraninya lo! ).” Gumam Reno merasa geram pada pria yang berani – berani menculik Little F kesayangannya. “What the latest news?!. ( Apa info terbaru? ).”


“Mister Andrew and his people already reach that Island, Sir. ( Tuan Andrew dan orang – orangnya sudah sampai ke pulau itu, Tuan ).” Jawab Nino cepat. “All of that Bastard men have been knocked out. *( *Semua orang – orang dari bajingan itu sudah dilumpuhkan ).”


“Is my sister already saved?. ( Apa adikku sudah berhasil diselamatkan? ).” Tanya Reno pada Nino.


“I think they are doing it now, Sir. ( Aku rasa mereka sedang melakukannya Tuan ).” Jawab Nino.


“Don’t think! Find out! ( Jangan berpikir! Cari tau! ).” Hardik Reno pada Nino karena laki – laki itu sudah teramat khawatir sekaligus gusar menahan amarahnya pada laki – laki bernama Nick Alister.


“ Yes, Sir. ( Baik Tuan ).” Ucap Nino patuh. Salah satu orang kepercayaan Reno selain John itu sangat memahami kondisi Bos nya saat ini.


“Do something to Frederick. Make sure he pays for what his daughter do to my sister. I have my last straw ( Lakukan sesuatu pada Frederick. Pastikan dia membayar apa yang putrinya sudah lakukan pada adikku. Sabar gue udah habis ).” Ucap Reno dengan penuh penekanan.


“Mister Andrew already made a perfect storm for him. ( Tuan Andrew sudah melakukan hal yang terburuk padanya ).” Sahut Nino yakin.


Reno tampak sedikit puas. ‘Well done, Andrew. ( Kerja bagus, Andrew ).” Batin Reno. "Tell Andrew to leave a man who disturb my sister and my family to me. ( Bilang pada Andrew untuk memberikan ke gue, laki - laki yang mengganggu adik dan keluarga gue )."


****


 To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2